Tampilkan postingan dengan label Sejit Shen Ming. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejit Shen Ming. Tampilkan semua postingan

Minggu, Maret 27, 2016

Perayaan Sejit Nan Hai Kwan Im Di Kelenteng Beng Shan Bio Jambi

JAMBI, ayojambi.com – Setiap penanggalan imlek Ji Gwee Cap Kao yang jatuh pada tanggal 27 Maret 2016, masyarakat tionghoa yang beragama Khonghucu maupun Buddha pada melakukan sembahyang merayakan sejit (ulang tahun) Nan Hai Kwan Im 慶祝南海觀音周年 (dewi asih), ada yang sembahyang di rumah-rumah, ada juga yang sengaja mendatangi kelenteng-kelenteng maupun vihara yang memiliki altar Kwan Im “觀音” [Lihat Gambar: Perayaan Sejit Nan Hai Kwan Im].

Hasil pantauan di Kelenteng Beng Shan Bio (明山廟) Jambi, berlokasi di Jalan Fatahilla (Lorong Gembira) Rt. 23,, Kelurahan Rajawali, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi. Beng Shan Bio merayakan sejit Nan Hai Kwan Im (dewi asih) secara sederhana oleh pengurus kelenteng beserta locu (panitia).
Umat yang turut merayakan sejit Nan Hai Kwan Im (dewi asih) cukup dilakukan secara sederhana, yaitu, setiap umat yang sembahyang cukup menyalakan tiga batang gaharu (hio) di altar Tie Kong (Tuhan red), sesajian buah-buahan segar dan permen. Sedangkan didalam kelenteng Beng Shan Bio umat cukup berdoa saja (tidak membawa gaharu/ hio).

Prosesi sembahyang sejit, di pimpin oleh Rohaniawan The Lien Teng dari Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Sai Che Tien Jambi.

Nan Hai Kwan Im dikenal sebagai dewi asih yang sangat menyayangi dan pemerhati terhadap semua insan diatas muka bumi.

Sesajian yang dipersembahkan oleh umat terdiri dari berbagai buah-buahan segar, bunga segar dan berbagai sesajen pendamping seperti Cien Up (permen), Kim Cua/ kertas sembahyang. (Romy)
* www.ayojambi.com/

Sabtu, Maret 22, 2014

Sejit Kong Tek Cun Ong Di Makin Leng Chun Keng

JAMBI, ayojambi.com – MAKIN (Majelis Agama Khongsuhu Indonesia) Leng Chun Keng, hari ini, Jie Gwee Jie Jie (22/3) merayakan sejit Kong Tek Chun Ong secara sederhana di Jalan Koni I, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, berhubung kelenteng yang baru belum kunjung selesai, maka sejit Kong Tek Chun Ong dilakukan secara sederhana di kelenteng darurat. Walaupun kelenteng darurat terbuat dari papan, namun tek menyulutkan niat ratusan umat Khonghucu datang bersembahyang.
Tampak ada tiga shen ming hadir dalam perayaan sejit Kong Tek Chun Ong untuk memberikan pelayanan kepada umat yang ingin berkonsultasi, ketiga shen ming merasuki kitong yang dikenal dengan sebutan tatung.

Walaupun perayaan Kong Tek Chun Ong selaksanakan secara sederhana, namun tidak mengurangi minat umat Khonghucu datang sembahyang dan berdoa.

Ujar, Salim (akiong), Pengurus Makin Leng Chun Keng, “Bangunan kelenteng Leng Chun Keng belum selesai, maka kita hanya adakan sembahyang ulang tahun Kong Tek Chun Ong secara sederhana dan kita juga tidak mengundang Makin-Makin yang ada di Jambi’, sambil menunjukan kearah kelenteng yang sedang di renovasi.

Kelenteng yang di renovasi total untuk sementara terhenti, karena pihak kelenteng tengah menunggu kedatangan bahan-bahan dari China. (romy)
* www.ayojambi.com/

Selasa, April 02, 2013

Makin Leng Chun Keng Rayakan Sejit Kwan Tek Chun Ong Secara Sederhana

JAMBI, ayojambi.com – Perayaan Sejit Kwan Tek Cun Ong di Kelenteng Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Leng Chun Keng di Jalan Koni I, Rt. 3, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, hari ini, (2/4-2013).
Menyambut sejit (ulang tahu) shen ming “Kwan Tek Chun Ong” dilaksanakan secara sederhana, pasalnya kelenteng MAKIN Leng Chun Keng sedang melakukan selesai, maka sejit Kwan Tek Chun Ong tahun sama seperti tahun lalu diperingati secara sedehrana tanpa mengundang Majelis Agama Khongsucu Indonesia (MAKIN) yang ada di kota Jambi.

Tampak ada tiga shen ming hadir dalam perayaan sejit Kwan Tek Chun Ong untuk memberikan pelayanan kepada umat Khonghucu, kehadiran ketiga shen ming dengan cara merasuki kitong yang dikenal dengan sebutan tatung.

Walaupun perayaan Kwan Tek Chun Ong selaksanakan secara sederhana, namun tidak mengurangi niat umat Khonghucu melakukan sembahyang.

Kata, Lim Yong Siang, Pengurus Makin Leng Chun Keng, “Bangunan kelenteng Leng Chun Keng belum selesai, maka kita hanya adakan sembahyang sejit Kwan Tek Chun Ong secara sederhana dan kita tidak banyak mengundang Makin-Makin yang ada di Jambi’, selanjutnya kata Lim Yong Siang, mudah-mudahan tahun depan kelenteng sudah selesai dibangun agar bisa menampung lebih banyak umat yang datang sembahyang, ujar Yong Siang disela kesibukan sembahyang.

Kemungkinan tahun depan, Kelenteng Leng Chun Keng yang di renovasi total bisa menjadi salah satu objek wisata religi di Kota Jambi, karena bentuk bangunannya dirancang sedemikian, mulai dari pintu masuk langsung ada shen men (dewa pintu), tiang Naga dan sepasang Singa di kiri kanan pintu utama memiliki nilai historis.

Pintu gerbang masuk ke dalam kompleks Kelenteng Leng Chun Keng dengan bentuk bangunan, ornamen dan warna oriental yang khas, dirancang oleh asitektur dari china dan bahan-bahannyapun di datang dari China. (Romy)

http://informasi-mediakita.blogspot.com/
http://tradisi-jambi.blogspot.com/
http://media-fotografers.blogspot.com/

Rabu, Maret 14, 2012

Sejit Kwan Tek Chun Ong, Secara Sederhana Di Makin Leng Chun Keng

JAMBI – Majelis Agama Khongsuhu Indonesia (MAKIN) Leng Chun Keng, hari ini, imlek Jie Gwee Jie Jie (14/3) merayakan sejit shen ming “Kwan Tek Chun Ong” secara sederhana di Jalan Koni I, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, pasalnya klenteng yang direnovasi belum selesai, maka sejit Kwan Tek Chun Ong dilakukan secara sedehrana tanpa mengundang Majelis Agama Khongsucu Indonesia (MAKIN) yang ada di kota Jambi.

Tampak ada tiga shen ming hadir dalam perayaan sejit Kwan Tek Chun Ong untuk memberikan pelayanan kepada umat Khonghucu, kehadiran ketiga shen ming dengan cara merasuki kitong yang dikenal dengan sebutan tatung.
Walaupun perayaan Kwan Tek Chun Ong selaksanakan secara sederhana, namun tidak mengurangi minat umat Khonghucu datang sembahyang.

Ujar, Lim Yong Siang, Pengurus Makin Leng Chun Keng, “Bangunan klenteng Leng Chun Keng belum selesai, maka kita hanya adakan sembahyang ulang tahun Kwan Tek Chun Ong secara sederhana dan kita juga tidak mengundang Makin-Makin yang ada di Jambi’, sambil menunjukan kearah klenteng yang sedang di renovasi.

Klenteng yang di renovasi total untuk sementara terhenti, karena pihak klenteng tengah menunggu tiang Liong/ Naga dan bahan-bahan lainnya datang dari China. (romy)

Senin, Maret 12, 2012

Sembahyang Sejit Lam Hai Kwan Im

JAMBI – Setiap penanggalan imlek Ji Gwee Cap Kao yang jatuh pada tanggal 11 Maret 2012, masyarakat tionghoa yang beragama Khonghucu maupun Buddha pada melakukan sembahyang sejit Nan Hai Kwan Im (dewi asih), mereka lakukan sembahyang ada yang hanya di altar Kwan Im di rumah-rumah, ada juga yang sengaja mendatangi klenteng-klenteng maupun vihara yang memiliki altar.
Hasil pantauan di Makin Klenteng Sai Che Tien, perayaan sejit Nan Hai Kwan Im (dewi asih) dilakukan secara sederhana oleh pengurus klenteng beserta locu (panitia), pasalnya Nan hai Kwan Im merupakan shen ming pendamping Hok Hie Tee Shien (Fu Xi), maka perayaan tidak sebesar sejit Hok Hie Tee Shien yang jatuh pada tanggal 16 Mei 2012 mendatang. sedangkan dibeberapa klenteng tidak ada upacara khusus, umat dibiarkan sembahyang maupun doa sendiri-sendiri.

Nan Hai Kwan Im dikenal sebagai dewi asih yang sangat menyayangi dan pemerhati terhadap semua insan diatas muka bumi.

Sesajian yang dipersembahkan oleh umat terdiri dari berbagai buah-buahan segar, bunga segar dan berbagai sesajen pendamping seperti Cien Up (permen), Kim Cua (kertas sembahyang). Romy