JAMBI – Ratusan umat silih berganti melakukan sembahyang perayaan hari jadinya Dewi Asih (dewi Kwan Im) di kelenteng Beng Shan Bio di Jalan Fatahilla (Lorong Gembira) Rt. 23, Kelurahan Rajawali, Kecamatan Jambi Timur (16/3-2017).
Sesajian yang dipersembahkan oleh umat terdiri dari berbagai buah-buahan segar, bunga segar dan berbagai sesajen pendamping seperti Cien Up (permen), Kim Cua (kertas sembahyang). Prosesi sembahyang sejit di pimpin oleh Rohaniawan Matakin Provinsi Jambi, The Lien Teng [Lihat Gambar : Sejit Nan Hai Kwan Im Di Kelenteng Beng Shan Bio Jambi].
Hasil pantauan di Makin Kelenteng Beng Shan Bio yang dibangun oleh seorang donatur Muljono Handjaja beserta teman-temannya, tujuan membangun kelenteng Beng Shan Bio tempat ibadah umat Khonghucu di Jambi. Umat yang merayakan sejit Nan Hai Kwan Im (dewi asih) cukup dilakukan secara sederhana, yaitu, setiap umat yang sembahyang cukup menyalakan tiga batang gaharu (hio) di altar Tie Kong (Tuhan red), sesajian buah-buahan segar dan permen. Sedangkan didalam kelenteng Beng Shan Bio umat cukup berdoa saja (tidak membawa gaharu/ hio).
Di depan halaman Kelenteng Beng Shan Bio, terdapat sebuah Patung raksasa Nan Hai Kwan Im setinggi delapan meter dengan berat 22 ton, patung tersebut didatangkan dari Negeri Tiongkok.
Kelenteng Beng Shan Bio merupakan sebuah tempat ibadah penganut Khonghucu yang bentuk bangunan dan ornamennya terlihat cantik dan anggun berlokasi di Lorong Gembira, Kelurahan Rajawali, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi. (Romy)* https://www.facebook.com/makinjambi
JAMBI, ayojambi.com – Setiap penanggalan imlek Ji Gwee Cap Kao yang jatuh pada tanggal 27 Maret 2016, masyarakat tionghoa yang beragama Khonghucu maupun Buddha pada melakukan sembahyang merayakan sejit (ulang tahun) Nan Hai Kwan Im 慶祝南海觀音周年 (dewi asih), ada yang sembahyang di rumah-rumah, ada juga yang sengaja mendatangi kelenteng-kelenteng maupun vihara yang memiliki altar Kwan Im “觀音” [Lihat Gambar: Perayaan Sejit Nan Hai Kwan Im].
Hasil pantauan di Kelenteng Beng Shan Bio (明山廟) Jambi, berlokasi di Jalan Fatahilla (Lorong Gembira) Rt. 23,, Kelurahan Rajawali, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi. Beng Shan Bio merayakan sejit Nan Hai Kwan Im (dewi asih) secara sederhana oleh pengurus kelenteng beserta locu (panitia).
Umat yang turut merayakan sejit Nan Hai Kwan Im (dewi asih) cukup dilakukan secara sederhana, yaitu, setiap umat yang sembahyang cukup menyalakan tiga batang gaharu (hio) di altar Tie Kong (Tuhan red), sesajian buah-buahan segar dan permen. Sedangkan didalam kelenteng Beng Shan Bio umat cukup berdoa saja (tidak membawa gaharu/ hio).
Prosesi sembahyang sejit, di pimpin oleh Rohaniawan The Lien Teng dari Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Sai Che Tien Jambi.
Nan Hai Kwan Im dikenal sebagai dewi asih yang sangat menyayangi dan pemerhati terhadap semua insan diatas muka bumi.
Sesajian yang dipersembahkan oleh umat terdiri dari berbagai buah-buahan segar, bunga segar dan berbagai sesajen pendamping seperti Cien Up (permen), Kim Cua/ kertas sembahyang. (Romy)
* www.ayojambi.com/
JAMBI, ayojambi.com - Kemeriahan menjelang perayaan imlek dan tahun baru 2567 mulai terlihat sejak beberapa hari terakhir. Kemeriahan ini terlihat tak hanya di rumah tapi juga di hampir setiap Kelenteng di Kota Jambi [Lihat : Kelenteng Leng Chun Keng].
Namun, perayaan Imlek kali ini cukup spesial untuk umat Konghucu di Kelenteng Leng Chun Keng. Mengingat perayaan imlek dan pergantian tahun baru monyet api baru pertama kali akan dilaksanakan sejak diresmikan November 2015 lalu.
Kelenteng Leng Chun Keng berlokasi di lorong Koni I, Rt 03 no 04, Kelurahan Talang Jauh, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi termasuk kelenteng yang baru berdiri.
Kelenteng yang kini berdiri megah awalnya di bangun di tahun 2012, dan baru rampung pembangunannya pada November lalu.
Ornamen yang ada di kelenteng ini dibangun dengan rancangan khusus agar menghadirkan nuansa etnis Tionghoa. Ini terlihat dari tiang penyangga yang dihiasi ornamen naga melingkar tanpa cat.
Sementara di bagian dindingnya dihiasi dengan berbagai lukisan khas gambar dewa hingga sio tahun dengan latar belajang awan putih.
Bangunan tembok pagar didominasi warna merah bata, di bagian atas tampak berjejer lampion merah yang membuat bangunan ini kian semarak.
Di bagian depan pintu masuk ruangan sembahyang tampak terpasang meja altar, disertai perlengkapan ibadah. Di sisi kiri dan kanannya tampak berjejer lilin besar warna merah disertai gambar naga.
Di depan pintu masuk terdapat ukiran dua dewa penjaga pintu yang ditutupi kaca. Saat masuk ke ruang ibadah Anda akan disajikan ruangan yang penuh ukiran didominasi warna merah.
Tepat di atas altar yang paling tinggi tampak patung dewa perang Che Liong Kong dengan warna keemasan yang memancarkan wibawa.
Di sisi kanan terdapat patung dewa Hien Thien Siong Tee dan Dewa Bumi (Tua Pe Kong). Di sisi kanan ada dua patung dewa yakni dewa Kong Tek Cun Ong serta Fewi Kwan Im Pho Sat.
Di bagian dinding hingga langit-langit terdapat gambar naga serta lukisan khas para dewa. Keramik dengan lukisan khas di dinding sengaja didatangkan dari negri tirai bambu.
Lim Kok Kiong, pengurus kelenteng mengatakan, bangunan megah kelenteng Leng Chun Keng dibangun atas donasi dari umat Konghucu.
Kelenteng Leng Chun Keng mampu memfasilitasi sekitar tiga ribu umat untuk melaksanakan ibadah di hari imlek.
Untuk merampungkan proses pembangunannya terbilang cukup lama, setidaknya butuh tiga tahun untuk menjadikannya sebagai salah satu kelenteng megah yang ada di Kota Jambi.
Apa lagi ornamen yang ada di Kelenteng sebagian besarnya didatangkan dari RRC. Bahkan untuk mendirikan bangunan yang benar-benar mirip dengan nuansa di China, pengurus kelenteng sengaja mendatangkan seniman ukir dari negeri tirai bambu.
"Semua, mulai dari ornamen, patung dewa, keramik hias kita datangkan dari sana biar benar-benar dapat nuansanya, umat yang sembahyang bisa kusyuk," kata Akiong ditemui Tribun di lokasi, Jumat (5/1/2016) sore.
"Memang agak lama, sekitar tiga tahun, karena sempat terkendala waktu mau diimpor ornamennya. Lama disitu," kata Akiong.
Bangunan Kelenteng ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi umat Konghucu untuk mendekatkan diri pada sangpenciptanya. Sejak di resmikan di akhir tahun 2015 lalu Kelenteng Leng Chun Keng cukup ramai didatangi.
Bahkan tak hanya untuk kegiatan ibadah. Ada juga yang hanya sekedar untuk berfoto ria oleh warga sekitar yang melintas di sana.
Akiong mengatakan, menjelang imlek, bangunan kelenteng memang dibuka untuk umum. Terutama menjelang perayaan imlek di Jambi. Diharapkan, dengan begitu kemeriahan imlek dan Gong Xi Fat Chai bisa turut dirasakan masyarakat umum.
Bangunan Kelenteng ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi umat Konghucu untuk mendekatkan diri pada sangpenciptanya. Sejak di resmikan di akhir tahun 2015 lalu Kelenteng Leng Chun Keng cukup ramai didatangi.
Bahkan tak hanya untuk kegiatan ibadah. Ada juga yang hanya sekedar untuk berfoto ria oleh warga sekitar yang melintas di sana.
Akiong mengatakan, menjelang imlek, bangunan kelenteng memang dibuka untuk umum. Terutama menjelang perayaan imlek di Jambi. Diharapkan, dengan begitu kemeriahan imlek dan Gong Xi Fat Chai bisa turut dirasakan masyarakat umum.
"Acara diawali pukul 05.00 memohon ijin kepada Tie Kong dan acara berakhir sampai pukul 14.00 Wib”
Kelenteng Beng San Bio Jambi 占碑明山廟 sebagai tempat Wisata Religi di Jambi, karena bentuk bangunan dan ornamennya terlihat cantik dan anggun.
Ketua Panitia Kelenteng Beng San Bio Jambi 占碑明山廟, Djonny Attan 陈镜明主席, di Jambi, mengatakan bahwa selain peresmian patung Nan Hai Kwan Im 南海觀音 setinggi 8 meter juga dilakukan Kai Kwang dewa pintu 開光門神 dan lainnya.
Patung Nan Hai Kwan Im 南海觀音 tersebut didatangkan dari Negeri Tiongkok. Pria yang akrab disapa Abin ini menjelaskan, tinggi patung Nan Hai Kwan Im 南海觀音 mencapai delapan meter dan bobotnya lebih satu ton.
Kelenteng Beng San Bio 明山廟 merupakan sebuah tempat ibadah penganut Khonghucu yang bentuk bangunan dan ornamennya terlihat cantik dan anggun berlokasi di Lorong Gembira, Kelurahan Rajawali, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi. (Romy)