Tampilkan postingan dengan label Presiden Jokowi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Presiden Jokowi. Tampilkan semua postingan

Senin, Januari 16, 2017

Matakin Berharap Sikap Presiden Merupakan Komitmen, Bukan Insidensial


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu (Matakin), Uung Sendana, berharap sikap Presiden Joko Widodo yang ingin memberantas pengganggu warga beribadah merupakan komitmen. Pasalnya, sikap ketegasan seorang presiden bukan dibutuhkan insidensial saja, melainkan sebagai komitmen.
"Semoga apa yang dikatakan presiden bukan hanya menyangkut kasus sweeping yang dilakukan sekarang ini saja, tapi pertanda komitmen untuk benar-benar melindungi warganya," kata Uung kepada Republika, Jum'at (23/12).

Terkait komitmen itu, Uung meminta Presiden Joko Widodo menyelesaikan persoalan-persoalan yang menyangkut rumah ibadah, yang selama ini masih menggantung. Ia mengingatkan, sikap itu harus dilengkapi komitmen untuk tidak berpikir dan bertindak dalam kaca mata mayoritas dan minoritas lagi.

Ia menegaskan, komitmen untuk berpikir dan bertindak harus bisa dilakukan secara adil, dengan berdasarkan hukum dan moral. Hal itu, lanjut Uung, dikarenakan sikap seperti ketidakhadiran Presdien Joko Widodo di perayaan Tahun Baru Imlek Nasional, belum menunjukkan perilaku keadilan. "Bagi umat Khonghucu, ketidakhadiran presiden di perayaan hari raya Tahun Baru Imlek Nasional selama ini, sungguh tidak menunjukkan perilaku adil," ujar Uung.

Uung menambahkan, Indonesia dapat berdiri karena empat konsensu nasional yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945. Dalam UUD 1945, ditegaskan Indonesia negara hukum, dan tanpa adanya kepastian hukum negara tidak akan berjalan baik, damai dan harmonis.

Kebebasan dan ketenangan beribadah merupakan hak yang dilindungi Undang-Undang, tidak boleh diganggu siapapun, selama tidak menganggu keamanan dan ketertiban umum. Tapi, ia menambahkan, ketegasan pemerintah telah lama ditunggu dan sikap tegas Presiden Joko Widodo perlu diapresiasi.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/12/23/oimu13301-matakin-berharap-sikap-presiden-merupakan-komitmen-bukan-insidensial Matakin Berharap Sikap Presiden Merupakan Komitmen, Bukan Insidensial
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu (Matakin), Uung Sendana, berharap sikap Presiden Joko Widodo yang ingin memberantas pengganggu warga beribadah merupakan komitmen. Pasalnya, sikap ketegasan seorang presiden bukan dibutuhkan insidensial saja, melainkan sebagai komitmen.

"Semoga apa yang dikatakan presiden bukan hanya menyangkut kasus sweeping yang dilakukan sekarang ini saja, tapi pertanda komitmen untuk benar-benar melindungi warganya," kata Uung kepada Republika, Jum'at (23/12).

Terkait komitmen itu, Uung meminta Presiden Joko Widodo menyelesaikan persoalan-persoalan yang menyangkut rumah ibadah, yang selama ini masih menggantung. Ia mengingatkan, sikap itu harus dilengkapi komitmen untuk tidak berpikir dan bertindak dalam kaca mata mayoritas dan minoritas lagi.

Ia menegaskan, komitmen untuk berpikir dan bertindak harus bisa dilakukan secara adil, dengan berdasarkan hukum dan moral. Hal itu, lanjut Uung, dikarenakan sikap seperti ketidakhadiran Presdien Joko Widodo di perayaan Tahun Baru Imlek Nasional, belum menunjukkan perilaku keadilan. "Bagi umat Khonghucu, ketidakhadiran presiden di perayaan hari raya Tahun Baru Imlek Nasional selama ini, sungguh tidak menunjukkan perilaku adil," ujar Uung.

Uung menambahkan, Indonesia dapat berdiri karena empat konsensu nasional yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945. Dalam UUD 1945, ditegaskan Indonesia negara hukum, dan tanpa adanya kepastian hukum negara tidak akan berjalan baik, damai dan harmonis.

Kebebasan dan ketenangan beribadah merupakan hak yang dilindungi Undang-Undang, tidak boleh diganggu siapapun, selama tidak menganggu keamanan dan ketertiban umum. Tapi, ia menambahkan, ketegasan pemerintah telah lama ditunggu dan sikap tegas Presiden Joko Widodo perlu diapresiasi.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/12/23/oimu13301-matakin-berharap-sikap-presiden-merupakan-komitmen-bukan-insidensial
* https://www.facebook.com/makinjambi

Sabtu, Januari 02, 2016

Lihat Pakaiannya dari Atas ke Bawah, Netizen Nangis dan Doakan Jokowi Presiden 2 Periode

 CINTA PRESIDEN JOKO WIDODO
 
Presiden RI, Joko Widodo mungkin termasuk satu di antara sekian orang Indonesia yang beruntung pada Jumat (1/1/2016), hari ini.

Sebab, dia termasuk paling pertama menyaksikan matahari terbit pertama pada tahun 2016.
Jokowi menyaksikan matahari terbit dari timur Indonesia atau waktu Indonesia Timur di dermaga Pantai Waiwo, Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.

Dia ke dermaga itu sekitar pukul 06.15 WIT saat matahari belum tampak seluruhnya.

Saat bersamaan, daerah yang masuk dalam zona waktu Indonesia Tengah dan Indonesia Barat masih gelap.

Jokowi ke dermaga terlihat mengenakan kemeja lengan panjang warna putih dan sarung tanpa mengenakan alas kaki - di Indonesia, sarung biasanya digunakan sebagai pakaian saat salat, tidur, mandi, acara adat, atau pengganti celana saat di rumah.

Sambil menyaksikan matahari terbit, dia duduk di dermaga.

Aktivitas Jokowi tersebut diabadikan fotografer Istana, Agus Suparto lalu disebar pada media sosial.

Jokowi termasuk yang menyebarnya.

Pada Facebook, Jokowi dipuji facebokers sebab dinilai menunjukkan kesederhanaan.

Akun NM Oscar menulis komentar, "Saya sangat suka melihat foto ini. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatu dengan alam di Raja Ampat, Papua, saat menyambut fajar pertama tahun 2016. Dengan sarungan, bak "wong deso", terlihat Presiden Jokowi menikmati dan menghayati ke-'damai'-an yang Maha Kuasa persembahkan pada bumi pertiwi, alam Indonesia ini. like emoticon."

Akun Rizky Yoga Pratama menulis komentar, "Masih memakai sarung bapak negara kita, salut dengan kesederhanaan bapak."

Akun Ma Januar menulis komentar, "Akhirnya ada lagi, penampakan Presiden Indonesia dgn sarung, setelah Presiden Gus Dur.
(bukan acara keagamaan).

Sarung ada bnyk jenis dari Ujung Papua sampai Ujung Sumatera...
Yuk beli sarung..."


Akun Ninie Hutagalung menulis komentar, "Ketika melihat foto seorg RI 1 spt ini dg sgl kesahajaannya ada getaran didadaku dan sedikit air disudut mataku....TUHAN trus memberkatimu pak Jokowi dan trus memberi hikmatNYA serta pertolonganNYA agar dpt memimpin bangsa dan negara ini lebih baik lg dihari-hari kedepan ditahun 2016...jaga kesehatan ya pak Jokowi,GBU."

Akun Liana Diansia menulis komentar, "Air mata ini tak terasa menetes melihat foto ini,,,
bapak presidenku ,,,,
Terlihat lelah teramat sangat diwajahmu
Sejuta harapan pada negeri ini terpancar jelas di sorot matamu
Kesederhanaan dan kerendahan hati itulah kelebihanmu
Tak sedikitpun kau pancarkan benci ataupun dendam pd rakyat yg menghujatmu
Bapak presidenku...
Jangan pernah lelah tuk memeluk kami rakyatmu ini
Tanpa membedakan siapa dan apa
Perbedaan rakyatmu adalah kekuatanmu untuk terus maju
Bapak presidenku.....
Do'a rakyatmu selalu untukmu,keluargamu dan mereka2 yg berjuang bersamamu
Smoga negeri ini slalu damai,aman dan makmur bersamamu
JAYALAH NEGERIKU JAYALAH INDONESIAKU
MET TAHUN BARU 2016 ,,,SMOGA LEBIH SUKSES DAN RAKYAT INDONESIA LEBIH BERSATU UNTUK MEMBANGUN NEGARA TERCINTA. BERSATU KITA TEGUH, BERCERAI KITA RUNTUH
SALAM SATU JIWA BHINNEKA TUNGGAL IKA."


Akun Asri Rasjid menulis komentar, "Presiden foto pakai sarung... hanya di negeriku.
selamat tahun baru pak Presiden Joko Widodo, selamat tahun baru negeriku. barakallahu 'ala kulli hal.."


Akun Awan Sudarwanto menulis komentar, "Terharu senang san bangga punya pimpinan tertinggi seperti dia, meski kadang ada sebersit kekhawatiran karena dipastikan ada ulah dari banyaknya orang yg tidak jujur dan tersingkir karena kebijakan beliau. Semoga beliau diberi kekuatan Allah SWT. Amiin yra."

Akun Harry Nusaly menulis komentar, "Kuberi judul foto ini"INSPIRATIF", semoga menjadi inspirasi dari gaya hidup pejabat ,penguasa , pengusaha dan tentunya rakyat indonesia."

Akun Astria Kwok menulis komentar, "Indah skali Selamat thn baru bpk presiden smoga sll d beri kesehatan utk memimpin indonesia masih 9 thn lagi."

Tak hanya pada Facebook, pada Twitter, tweeps juga memuji suami Iriana tersebut.
Akun @Irianti_EP berkicau, "you have a very beautiful heart. Thank you for being you. 2016 year of love peace and growth. Aamiin."

http://jambi.tribunnews.com/2016/01/01/lihat-pakaiannya-dari-atas-ke-bawah-netizen-nangis-dan-doakan-jokowi-presiden-2-periode

Kamis, Oktober 08, 2015

Presiden Jokowi Kembali Tunda Ke Jambi

JAMBI, ayojambi.com - Kedatangan presiden RI, Jokowi ke Jambi ditunda kembali. Penundaan ini dikarenakan kondisi Jambi masih diselimuti pekatnya kabut asap.
Sejumlah persiapan dilakukan, Presiden Joko Widodo kembali batal melakukan kunjungan kerja ke Jambi. Pernyataan resmi disampaikan langsung Kepala Bidang Media dan Analisis Berita Kantor Sekretaris Negara, Yudhi Wijayanto kepada sejumlah jurnalis di Bandara Sultan Thaha Jambi di dampingi Kapenrem 042/gapu, Mayor Inf Imam Syafei, kamis (8/10) siang.

Dari padang, Presiden beserta rombongan akan menggunakan helikopter super puma menuju Bandara Sultan Thaha Jambi. Presiden beserta rombongan akan menempuh jarak sekitar 1,5 jam dari Sumatera Barat.

Selanjutnya dari bandara Jokowi akan mengunjungi posko satgas karhutlah dan kabut asap dan ke lokasi kebakaran hutan dan lahan di Desa Manis Mato, Kabupaten Muaro Jambi Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi.. (Romy)

Sabtu, September 26, 2015

Presiden Jokowi Kembali Batal Ke Jambi

JAMBI, ayojambi.com - Rencana kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Jambi kembali terhalang oleh pekatnya kabut asap. Panglima Kodam II/ Sriwijaya Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Purwadi Mukson, S.I.P mengatakan jarak pandang yang hanya 400 meter tidak memungkinkan untuk pesawat kepresidenan landing di Bandara Sultan Thaha Jambi.
"Karena faktor cuaca, jarak pandang hanya 400 meter, minimal dibutuhkan 800 meter," kata Pangdam, Sabtu (26/9) pagi. Meski tidak jadi ke Jambi, Pangdam mengatakan pihak istana bakal melakukan penjadwalan ulang kehadiran Presiden ke Jambi, namun Pangdam juga belum bisa memastikan kapan waktunya.

Pangdam bersama beberapa petinggi Kodam II/ Sriwijaya kembali ke Sumsel menggunakan helikopter. Nampak Komandan Korem 042/Gapu Kolonel (Inf) Makmur, Kapolda Jambi Brigjen Pol Lutfi Lubihanto dan Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Jambi Haviz Husaini mengantarkan keberangkatan Pangdam di Bandara Sultan Thaha Jambi. (Romy)  
* www.ayojambi.com/

Jumat, September 25, 2015

Jokowi Batal ke Jambi, Jarak Pandang Hanya 400 Meter


Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Jambi, Henrizal sebut kedatangan Presiden Joko Widodo ditunda, Jokowi dijadwalkan berkunjung ke Jambi, Kamis (24/9). Dikonfirmasi Kamis pukul 21.00, Henrizal mengatakan Presiden urung datang ke Jambi.
Menurutnya kondisi cuaca yang tidak memungkinkan karena pekatnya asap membuat pihak istana bakal menjadwalkan lagi kedatangan Presiden ke Jambi. "Kedatangan Pak Presiden ke Jambi ditunda, kita juga belum dapat kepastian kapan akan dijadwalkan lagi. Menunggu cuaca membaik," katanya.

Sebelumnya Jokowi dijadwalkan berkunjung ke Jambi pada Jumat, namun kemudian berubah jadwal menjadi Kamis. Pekatnya kabut asap yang menyelimuti Jambi mengakibatkan berkurangnya jarak pandang hanya sejauh 400 meter. Jarak pandang yang minim tersebut menurut Danrem 042/Gapu Kol Inf Makmur tidak memungkinkan untuk dilakukan pendaratan pesawat. (*)

http://jambi.tribunnews.com/2015/09/24/jokowi-batal-ke-jambi-jarak-pandang-hanya-400-meter
#www.ayojambi.com/

Kamis, September 24, 2015

Belum Pasti Presiden RI Ke Jambi Karena Kabut Asap


JAMBI, ayojambi.com – Sampai pukul 17.25 pesawat kepresidenan yang membawa Presiden Jokowi ke Jambi belum juga tiba. Informasi yang diperoleh, dari Kalimantan Selatan Presiden menuju Kalimantan Tengah meninjau pengaruh kabut asap disana.
Sebelumnya Presiden dijadwalkan meninjau Posko penanganan Karhutla di Bandara Sultan Thaha, dilanjutkan ke lokasi Karhutla di Desa Solok, Kecamatan Kumpeh Ulu, Muarojambi. Jumat pagi Presiden bakal mengunjungi Puskesmas Putri Ayu kemudian meninjau kebakaran hutan dan lahan di Kemuning Perbatasan Jambi dan Riau.

Persiapan untuk kedatangan Presiden juga telah dilakukan jajaran Korem 042/garuda Putih, Polda Jambi beserta jajaran. Namun ada kepastian jam berapa pesawat kepresidenan tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Danrem 042/Garuda Putih memastikan pihaknya sudah mempersiapkan pengamanan selama kunjungan presiden di Jambi. Di Jambi, Presiden akan meninjau posko penanggulangan bencana kabut asap di Bandara Sultan Thaha dan dilanjutkan dengan peninjauan lokasi eks kebakaran di Desa Solok Sakean, Kabupaten Muarojambi serta Rumah Sakit Putri Ayu. (Romy)
* www.ayojambi.com/

Senin, September 14, 2015

Belum Bertemu, Greenpeace Sebut Jokowi Sibuk Jalan-Jalan

 Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot 
Nurmantyo (tengah) dan Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti (kiri) 
meninjau lokasi kebakaran lahan di Desa Pulo Keronggan, 
Kec Pedamaran Timur, Ogan Komering Ilir, Sumsel, 
Minggu (6/9). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Organisasi pencinta lingkungan Greenpeace Indonesia memiliki keinginan untuk bertemu langsung dengan Presiden Indonesia Joko Widodo untuk membicarakan kebakaran lahan atau hutan di Indonesia yang semakin parah. Sayangnya hingga kini rencana belum terealisasikan.
Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia Teguh Surya mengatakan bahwa rencana tersebut sudah dibuat sejak lama. Namun dengan nada menyindir, Teguh mengatakan bahwa Jokowi sedang sibuk.

"Pak Presiden itu sibuk jalan-jalan," kata Teguh saat ditemui di jumpa pers perihal kebakaran lahan dan hutan, Kamis (10/9).

Menurut Teguh, Jokowi saat ini lebih sibuk dengan urusan-urusan yang tidak ada hubungannya dengan perlindungan terhadap lingkungan. Hingga kini belum ada tanda-tanda keseriusan Jokowi untuk berkomunikasi baik dengan Greenpeace.

Berdasarkan pengamatan Greenpeace Indonesia, terakhir Jokowi membahas soal kebakaran hutan dengan warga adalah saat dia mengunjungi Sungai Tohor di Riau pada November 2014 lalu.

Saat itu Jokowi berencana untuk membangun sekat kanal yang berfungsi membasahi lahan gambut agar tidak bisa dibakar oleh oknum tak bertanggungjawab. Sayangnya hingga kini rencana tersebut seakan hilang begitu saja karena tak terlihat dampaknya.

"Pak Presiden seharusnya menyediakan waktu khusus untuk bertemu dan berkonsultasi dengan masyarakat," kata Teguh.

Teguh meminta Jokowi jangan lagi mengumbar janji yang pada akhirnya tidak dilaksanakan. Lebih utama untuk memenuhi atau melaksanakan janji-janji terdahulu sebelum memberikan janji yang lain.

"Operasi penanganan juga harus dipimpin langsung oleh presiden dan jangan oleh menteri. Jika Pak Presiden yang pimpin langsung maka situasi akan lebih baik," kata Teguh.

Greenpeace Indonesia menjadi salah satu lembaga yang menyayangkan sikap pemerintah terkait lingkungan dan penanganan kebakaran lahan atau hutan dalam rentang hampir 20 tahun tersebut. Apalagi, kebakaran lahan tidak terjadi di satu tempat saja, melainkan hampir di semua pulau utama di Indonesia.

"Kebakaran hutan bukan baru terjadi kemarin, tapi sudah 18 tahun. Bahkan jika dihitung sejak medio 1980-an artinya sudah 30 tahun terjadi," kata Teguh.

http://www.cnnindonesia.com/nasional/20150910145005-20-77898/belum-bertemu-greenpeace-sebut-jokowi-sibuk-jalan-jalan/
* www.ayojambi.com/

Senin, November 24, 2014

Kepada Presiden, Para Gubernur Mengeluh Menteri "Blusukan" Tanpa Pemberitahuan

BOGOR, KOMPAS.com — Para gubernur yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) mengeluhkan koordinasi yang terjalin dengan para menteri Kabinet Kerja. Ketua APPSI Syahrul Yasin Limpo berharap, para menteri bisa berkoordinasi terlebih dahulu dengan para gubernur sebelum blusukan di daerah.
"Kami berharap koordinasi dan komunikasi dengan menteri terus dilakukan kepada para gubernur. Terima kasih menteri-menteri sudah turun ke bawah, tetapi kami berharap sebelum ke kabupaten, ada baiknya sampaikan kepada kami dulu supaya kami bisa mengatur lebih baik," kata Syahrul dalam pertemuan para gubernur dengan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Bogor, Senin (24/11/2014).

Hadir dalam pertemuan itu sejumlah menteri, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, dan Kepala Bappenas Andrinof Chaniago.

Menurut Yasin, para gubernur merasa seolah "ketinggalan kereta" jika para menteri langsung turun ke lapangan tanpa koordinasi dengan kepala daerah. Para gubernur, kata dia, bingung harus bertindak bagaimana.

"Kalau semua langsung turun, kemudian gubernur bingung sendiri harus seperti apa, kami takut 'ketinggalan kereta'," ucap Syahrul.

Gubernur Sulawesi Selatan ini juga mengingatkan bahwa seorang gubernur adalah pejabat yang langsung melekat kepada presiden dan menteri dalam negeri. Jika diibaratkan, menurut Yasin, gubernur adalah pimpinan partai di wilayah-wilayah.

"Oleh karena itu, saya yakin para gubernur ini berperan seperti apa yang dipikirkan Bapak Presiden, para menteri, maka kami bisa bertanggung jawab terhadap apa yang menjadi tugas kami," ujar dia.

http://nasional.kompas.com/read/2014/11/24/13083161/Kepada.Presiden.Para.Gubernur.Mengeluh.Menteri.Blusukan.Tanpa.Pemberitahuan
* www.ayojambi.com/

Selasa, November 04, 2014

Ini Nomor HP Jokowi yang Benar: 08122600960

Nomor telefon (handphone/HP) yang dicantumkan di sebuah media massa ternyata bukan yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada para pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Rabu 29 Oktober 2014.
Nomor telefon yang beredar tersebut ternyata milik seorang warga Gorontalo bernama Herman Abidun (30).

Nomor yang diberikan Presiden Jokowi saat itu adalah 0812 260 0960. Nomor tersebut sengaja diberikan Presiden Jokowi agar bisa mendapat keluhan langsung dari masyarakat.

Sementara, nomor yang dimuat sebuah media massa adalah 081296007000. Nomor tersebut milik Herman.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Jokowi sengaja memublikasikan nomor telefon pribadinya untuk memudahkan berhubungan dengan masyarakat yang ingin melaporkan suatu permasalahan.

"Beliau menyampaikan nomor itu kalau ada persoalan yang ingin dilaporkan," kata Khofifah Sabtu (1/11/2014) sore.

Khofifah ikut mendampingi Jokowi dalam kunjungan tersebut. Menurut dia, penyebaran nomor telefon merupakan bentuk bahwa negara hadir untuk rakyat.

"Presiden hadir untuk masyarakat di mana pun. Kalau mereka (pengungsi) akan menyampaikan apa yang terjadi di pengungian diberi kesempatan melaporkan ke Presiden," papar Khofifah.

Sebelumnya diberitakan, Herman mengatakan menerima ratusan telefon dan pesan singkat (SMS). Penelefon serta pengirim pesan singkat mengira Herman adalah Presiden Jokowi sebagaimana nomor telefon yang tertera di media massa tersebut.

http://theglobejournal.com/Sosial/ini-nomor-hp-jokowi-yang-benar-08122600960/index.php* www.ayojambi.com/

Rabu, Oktober 29, 2014

Inilah Kekayaan Menteri Kabinet Kerja yang Pernah Dilaporkan ke KPK

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah menteri pada Kabinet Kerja periode 2014-2019 pernah melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara yang dapat diakses di situs acch.kpk.go.id, sebanyak 22 orang dari 34 menteri di Kabinet Kerja pernah melaporkan kekayaannya ke KPK.
Berikut daftar kekayaan sejumlah menteri seperti dikutip dari situs acch.kpk.go.id:

1. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 31 Januari 2010. Dalam laporan tersebut, harta kekayaan Puan senilai Rp 34.156.704.143 dan 28.125 dollar AS.

2. Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M Soemarno
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 8 Desember 2004 senilai Rp 48.072.991.734, tetapi dollar AS yang dimilikinya minus 1.236.000.

3. Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 21 Oktober 2014 senilai Rp 32.814.761.982 dan 129.705 dollar AS.

4. Menteri Pariwisata Arief Yahya
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 17 Agustus 2010 senilai Rp 24.780.289.672.

5. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 5 April 2012 senilai Rp 23.567.626.289 dan 5.101 dollar AS.

6. Menteri Perindustrian Saleh Husin
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 1 Oktober 2013 senilai Rp 19.294.621.779.

7. Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 29 Desember 2011 senilai Rp 6.627.917.784 dan 231.806 dollar AS.

8. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly

Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 1 Oktober 2009 senilai Rp 6.614.312.134

9. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 10 Desember 2012 senilai Rp 6.490.453.221.

10. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 15 April 2011 senilai Rp 6.267.510.423 dan 13.776 dollar AS.

11. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin
Terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 21 Desember 2009 senilai Rp 4.562.300.496 dan 102.274 dollar AS.

12. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 1 November 2004 senilai Rp 5.218.428.924
dan 91.670 dollar AS.

13. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 16 Mei 2008 senilai Rp 3.593.118.228.

14. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu

Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 29 Juni 2001 senilai Rp 3.551.451.438.

15. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Yuddy Chrisnandi

Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 19 Desember 2003 senilai Rp 2.535.800.000 dan 29.400 dollar AS.

16. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 16 Juli 2010 senilai Rp 2.653.995.100.

17. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya

Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 12 Maret 2008 senilai 1.272.097.282 dan 6.700 dollar AS.

18. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 12 Juni 2001 senilai Rp 1.008.533.640 dan
14.476 dollar AS.

19. Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 20 Agustus 2002 senilai Rp 903.167.000 dan 1.800 dollar AS.

20. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 15 Mei 2001 senilai Rp 511.571.313.

21. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edy Purdjianto
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 1 Oktober 2002 dengan total
harta sebesar Rp 478.100.000.

22. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said
Terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 25 Oktober 2005 senilai Rp 432.093.283 dan 1.128 dollar AS.

http://nasional.kompas.com/read/2014/10/28/20035931/Inilah.Kekayaan.Menteri.Kabinet.Kerja.yang.Pernah.Dilaporkan.ke.KPK?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp

Senin, Oktober 27, 2014

Inilah Susunan Kabinet Kerja Jokowi-JK

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan kabinetnya, Minggu (26/10/2014), di Istana Negara, Jakarta. Ada empat menteri koordinator dengan 34 kementerian. Jokowi-JK menamakan kabinetnya adalah Kabinet Kerja.
"Dan pengumuman ini lebih cepat 8 hari dari batas maksimal 14 hari yang diatur oleh UU Kementerian Negara," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, penyusunan abinet kdilakukan dengan hati-hati dan cermat. Hal ini, kata Jokowi, menjadi keutamaan karena kabinet ini akan bekerja selama lima tahun.

"Dan kita ingin mendapatkan orang-orang terpilih dan bersih sehingga komunikasikan dengan KPK dan PPATK karena kita ingin akurat, kita ingin tepat dan kita semuanya percaya pada KPK dan PPATK. Yang kita pilih punya kemampuan sesuai bidangnya, punya kemampuan manjerial yang baik," ujar Jokowi yang didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Berikut susunan Kabinet Kerja Jokowi-JK:
1. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno
2. Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas: Andrinof Chaniago
3. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman: Indroyono Soesilo
4. Menteri Perhubungan: Ignasius Jonan
5. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti
6. Menteri Pariwisata: Arief Yahya
7. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Sudirman Said
8. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan: Tedjo Edy Purdjianto
9. Menteri Dalam Negeri: Tjahjo Kumolo
10. Menteri Luar Negeri: Retno Lestari Priansari Marsudi
11. Menteri Pertahanan: Ryamizard Ryacudu
12. Menteri Hukum dan HAM: Yasonna H Laoly
13. Menteri Komunikasi dan Informatika: Rudiantara
14. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara: Yuddy Chrisnandi
15. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Sofyan Djalil
16. Menteri Keuangan: Bambang Brodjonegoro
17. Menteri Badan Usaha Milik Negara: Rini M Soemarno
18. Menteri Koperasi dan UKM: Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
19. Menteri Perindustrian: Saleh Husin
20. Menteri Perdagangan: Rahmat Gobel
21. Menteri Pertanian: Amran Sulaiman
22. Menteri Ketenagakerjaan: Hanif Dhakiri
23. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono
24. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya
25. Menteri Agraria dan Tata Ruang: Ferry Mursyidan Baldan
26. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani
27. Menteri Agama: Lukman Hakim Saifuddin
28. Menteri Kesehatan: Nila F Moeloek
29. Menteri Sosial: Khofifah Indar Parawansa
30. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Yohana Yambise
31. Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah: Anies Baswedan
32. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi: M Nasir
33. Menteri Pemuda dan Olahraga: Imam Nahrawi
34. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi: Marwan Jafar

http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/10/26/17505831/inilah.susunan.kabinet.kerja.jokowi-jk?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp
* www.ayojambi.com/

Selasa, Oktober 21, 2014

Mama Papua Rela Habis Modal Dagang Demi Bertemu Jokowi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tiga ibu (mama) yang sehari-hari berjualan di pasar tradisional Mama Papua di Kota Jayapura, Papua atau lebih dikenal 'Mama-mama Papua' mendapat potongan tumpeng 'Syukuran Rakyat' Pelantikan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden di Monas, Jakarta, Senin (20/10/2014) malam [Foto: Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI].
Yuliana Pigay, Miriam Awarawi dan Dolfiance Sraun bekerja keras menjadi tulang punggung keluarga dan penggerak ekonomi bersama 1.200 ibu pedagang lainnya di Pasar Mama Papua. Keseharian mereka berdagang ternak dan hasil pertanian di pasar tersebut.

"Kami, mama-mama Papua bekerja keras untuk kebutuhan sehari-hari. Tidak mengharapkan pemberian orang lain. Kami tidak pernah diberi modal oleh pemerintah di sana. Pasar saja tidak dibangun, akhirnya mama-mama Papua susah berjualan. Saya berjualan sejak 2001 tidak ada tempat berjualan. Di Pasar Mama-mama Papua ada sekitar 1.200 mama-mama," ujar Ketua Pedagang Mama-mama Papua, Yuliana Pigay.

Ketiganya mengaku rela terbang jauh dari Papua dengan menghabiskan modal dagang masing-masing Rp 8 juta untuk ongkos pesawat dan penginapan di Jakarta. Semua pengorbanan itu dilakukan ketiga mama Papua demi bertatap muka dan menyampaikan harapan kepada sang idola, Presiden Jokowi.

"Kami tidak dibiayai, uang kami sendiri. Pemerintah tidak pernah perhatikan kami, apalagi kami mau ke sini. Dari panitia juga tidak dapat biaya. Kami tinggal di hotel, tapi tidak tahu hotelnya di daerah mana, karena kami baru pertama di Jakarta," kata Yuliana.

"Biar uang kami habis, tapi kami bisa bersyukur Jokowi naik jadi presiden dan bisa bertemu. Nanti, kami berharap Jokowi ke Papua dan bangun pasar dan mal di sana. Karena sejak saya lahir, saya ingin dibangun mal untuk mama-mama Papua," imbuh perempuan yang menjadi Ketua Pedagang Mama-mama Papua.

Yah, permintaan ketiga mama Papua kepada Jokowi hanya satu, yakni penyedian fasilitas berdagang khusus dan layak untuk mama-mama Papua.

Menurut Yuliana, permintaan sekaligus harapannya ini sudah diupayakan kepada pemerintah setempat sejak 2001. Namun, hingga kini belum terwujud dan tertinggal janji semata.

"Pak Jokowi, tolong bangun pasar dan mal-mal di Papua. Tolong, bangun pasar dan mal di sana seperti di Jakarta. Kami minta ini ke Jokowi karena pemerintah di Papua tidak memperhatikan mama-mama Papua," pinta Yuliana yang berasal dari Kabupaten Nabire Dogiyai itu.

Yuliana mengaku bangga bisa bertemu dan satu panggung dengan Jokowi pada hari pertama menjabat sebagai presiden. Namun, kebanggaan itu akan terkikis jika Jokowi juga tidak mampu membangun fasilitas berdagang untuk mama-mama Papua.

Selain kepada mama-mama Papua, Presiden Jokowi juga menyerahkan potongan tumpeng 'Syukuran Rakyat' kepada seorang ibu yang menjadi sopir taksi demi membiayai pendidikan dua anaknya, Siti Bugiah.

Kerja keras dan tujuan baik Siti Bugiah itu dianggap sebagai simbol pentingnya revolusi mental untuk membangun negeri ini.

Sementara, potongan tumpeng lainnya diberikan Jokowi untuk siswi peraih medali emas Olimpiade Fisika Internasional, Josephine Monica.

Josephine Monica yang kini kuliah di Nanyang University Singapore itu layak mendapat tumpeng kehormatan dari Jokowi karena dinilai menjadi simbol komitmen pendorong anak-anak untuk berprestasi di internasional dan bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (coz)

https://id.berita.yahoo.com/mama-papua-rela-habis-modal-dagang-demi-bertemu-184158351.html
* www.ayojambi.com/

Ketika Bocah Satu Tahun Nge-"Fans" Jokowi...

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam keramaian massa, terutama yang ingin berkesempatan masuk ke dalam Istana Merdeka, Senin (20/10/2014), terdapat satu orang anak laki-laki berusia satu tahun hadir di sana bersama ibunya. Dia adalah Jeoffry. Anak dari Yuanita ini tampil dengan mengenakan kemeja kotak-kotak mirip dengan kemeja kotak-kotak yang pernah dikenakan Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi.
Mata anak itu memandang ke sana ke mari, melihat ke sekeliling, seakan sama dengan rasa penasaran massa yang menunggu Jokowi serta wakilnya, Jusuf Kalla datang di Istana. "Dia memang nge-fans sama Pak Jokowi. Waktu saya hamil dia, enggak tahu kenapa sama suka lihat Pak Jokowi. Sampai dia sudah lahir pun suka nonton berita Pak Jokowi," ujar Yuanita sambil menggendong Jeoffry kepada Kompas.com, Senin.

Selain itu, kata Yuanita, anaknya suka menirukan gaya yang ada pada video "Salam Dua Jari", salah satu lagu yang digunakan saat kampanye Jokowi dan JK dalam Pilpres 2014. Jeoffry yang menonton video tersebut menirukan dengan mengangkat tangannya dan mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya.

Tidak hanya Jeoffry yang senang dengan Jokowi. Yuanita yang tinggal di Sunter, Jakarta Utara, juga mengaku mengagumi Jokowi karena terkena efek baik dari kebijakan dan program-program yang pernah diusung sang mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Dia mengaku jadi lebih memilih kendaraan umum dibandingkan kendaraan pribadi.

"Saya jadi mau ikut kebijakannya Pak Jokowi loh. Ini saya ada mobil di rumah tapi saya lebih pilih naik bus transjakarta," tambah Yuanita.

Dengan resminya Jokowi sebagai Presiden RI yang ke tujuh, Yuanita berharap agar Jokowi tetap bisa merakyat dan selalu menginspirasi banyak orang, terutama rakyat kecil.

http://megapolitan.kompas.com/read/2014/10/21/08232121/Ketika.Bocah.Satu.Tahun.Nge-.Fans.Jokowi.?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
* www.ayojambi.com/

Demi Bertemu Jokowi, Warga 3 Papua Ini Bayar Pesawat dan Hotel Sendiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga warga Papua, Juliana Pigai, Dorvin Che Seraom dan Miriam Awarau, yang menerima tumpeng dari Presiden Joko Widodo, ternyata berangkat ke Jakarta dengan biaya sendiri. Mereka juga tidak mendapatkan akomodasi baik dalam bentuk hotel, transportasi atau pun konsumsi selama berada di Ibukota.
"Kita biaya sendiri, tidak dibiayai," kata Juliana usai menerima tumpeng dari Jokowi di Monumen Nasional, Jakarta, Senin (20/10/2014).

Juliana bersama kedua temannya adalah pedagang di Papua. Mereka bertemu Jokowi saat kampanye Pemilu Presiden 2014 lalu. Mereka tidak keberatan menghabiskan biaya cukup besar demi bertemu Sang Presiden.

"Pesawat Rp 2,5 Juta (per orang), bolak-balik Rp 5 Juta. Hotel semalam Rp 1 Juta (per orang). Kita empat malam jadi Rp 4 Juta," tambah Juliana.

Juliana berharap, kedatangannya ke Jakarta dapat dibalas Jokowi dengan kunjungan ke Papua. Jokowi, menurut dia, sudah berjanji untuk membangun pasar untuk tempat mereka berjualan.

"Pak Jokowi sudah berjanji akan bangun pasar. Selama ini kita berjualan di trotoar. Tadi setelah memberi nasi tumpeng, dia janji akan ke Papua," ujarnya.

Juliana mengaku gembira dan bangga akhirnya bisa menerima tumpeng dari Jokowi. Apalagi, momen tersebut bisa disaksikan oleh seluruh rakyat Indonesia.

"Teman-teman di Papua nelpon terus, tanya kapan ditayangkan. Ini sekarang juga masih nelpon terus," kata Juliana sambil menunjukkan telepon genggamnya.

http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/10/21/06494671/demi.bertemu.jokowi.3.warga.papua.ini.bayar.pesawat.dan.hotel.sendiri?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
* www.ayojambi.com/

Jokowi Akui Akan Ajak Rakyat Bersakit-sakit Dahulu...

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo meminta masyarakat Indonesia membantunya bersama-sama membangun Indonesia. Dia pun mengatakan, rakyat akan berjuang bersamanya menghadapi kesulitan sebelum mendapat manfaat yang lebih besar.
"Di awal-awal mungkin agak sakit-sakit dulu, tetapi itu bisa kelihatan setelah tiga tahunan," ujar Jokowi kepada Kompas dalam wawancara di Balaikota, Selasa (14/10/2014).

Jokowi berpandangan, sebuah negara besar harus terlebih dulu menghadapi rintangan besar. "Pasti ada hal-hal yang memang (membuat) kita harus sakit dulu, harus kerja keras," kata dia.

Pengusaha mebel yang akhirnya tercebur ke dunia politik itu berjanji bahwa apa yang telah dijanjikannya pada masa kampanye akan dia kerjakan, begitu dia menjadi Presiden.

Jokowi memberikan contoh, pengurusan kartu tanda penduduk hingga perizinan yang berbelit akan menjadi fokus penataannya.

"Beri waktu enam bulan, akan saya selesaikan, akan kami rombak. Bisa!" ujar Jokowi. "Harus bangun kepercayaan (masyarakat) dari sana (pelayanan publik)."

Fokus pangan
Selain itu, Jokowi juga menyatakan bahwa fokus pekerjaannya nanti akan dilakuan di sektor pertanian dan perikanan. Jokowi ingin Indonesia bisa berdaulat dalam hal pangan.

Menurut Jokowi, kesalahan manajemen-lah yang membuat Indonesia harus mengimpor pangan. "Target kami, 3 tahun harus dicapai (swasembada pangan). Beras, jagung, dan gula," sebut dia.

Jokowi pun optimistis targetnya tercapai. "Yakin bisa sehingga neraca perdagangan kita tidak jomplang seperti sekarang ini. Sudah kami hitung, produksi melimpah harus ada hilirisasi, pasca-panen lagi, karena menjual barang-barang pertanian kan tidak gampang," kata dia.

Tulisan utuh dari wawancara ini dapat dibaca pada harian Kompas edisi 20 Oktober 2014. Berikut ini adalah cuplikan video wawancara itu:

http://nasional.kompas.com/read/2014/10/20/22094681/Wawancara.Khusus.Jokowi.Akui.Akan.Ajak.Rakyat.Bersakit-sakit.Dahulu.?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
* www.ayojambi.com/

Ini Orang Pertama yang Memberikan Panggilan 'Jokowi'

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sosok presiden terpilih Joko Widodo lebih dikenal dengan sebutan Jokowi. Sejak menjabat Wali Kota Solo, pria berusia 53 tahun ini memang lebih sering dipanggil dengan sebutan tersebut.
Saat beberapa juru warta sedang berbincang-bincang dengan Iriana, isteri Jokowi, perempuan asal Boyolali itu tiba-tiba menarik seorang pria bule berambut putih ke hadapan wartawan.

"Ini buyer saya yang pertama. Namanya Bernard," kata Iriana di kediaman dinas Gubernur DKI Jakarta, di Menteng, Jakarta, Minggu (19/10).

Bernard pun kemudian memperkenalkan dirinya. Ia berkata, ia merupakan pembeli pertama produk kayu hasil olahan perusahaan Jokowi. Ia mengatakan sudah 21 tahun mengenal bekas Wali Kota Solo tersebut.

Bernard menjelaskan, ia menyingkat nama Jokowi karena kesusahan mengeja nama Joko Widodo. Lebih lanjut ia mengatakan, nama Joko terlalu umum dan dimiliki banyak pria Indonesia.

Soal kepribadian Jokowi, warga negara Prancis ini menyatakan tak ada yang berubah dari rekannya itu. Ia melihat Jokowi tetaplah pria sederhana yang ia kenal sejak lama.

Bernard pun memuji koleganya ini. Menurutnya, Jokowi melakukan seluruh tugasnya dengan hati. "For me, he's not a politician. He is a natural leader. He is very simple, smart, and see things advance," tuturnya.

Sebelum berkiprah di panggung politik, Jokowi merupakan wirausahawan. Usahanya bergerak di bidang pengolahan kayu. Dua tahun setelah menikah dengan Iriana, Jokowi membangun perusahaan bernama Rakabu Sejahtera.

https://id.berita.yahoo.com/ini-orang-pertama-yang-memberikan-panggilan-jokowi-105452951.html
* www.ayojambi.com/

Senin, Oktober 20, 2014

Ini Pesan Presiden Jokowi untuk Nelayan, Petani, hingga Pengusaha

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Joko Widodo menyebutkan, ada dua bekal yang harus dimiliki bangsa Indonesia agar menjadi bangsa besar. Dengan adanya persatuan dan gotong royong oleh pemerintah dan masyarakat, maka beban sejarah dapat ditopang bersama.
"Saya yakin beban sejarah yang mahaberat ini akan dapat kita pikul bersama dengan persatuan, dengan gotong-royong, dengan kerja keras. Persatuan dan gotong-royong sangat menjadi bekal untuk menjadi bangsa besar," kata Jokowi dalam pidatonya seusai dilantik menjadi presiden di Gedung MPR, Jakarta, Senin (20/10/2014).

Jokowi mengimbau kepada segenap masyarakat dengan berbagai latar belakang untuk mewujudkan semangat tersebut. Ia mengatakan, lembaran pemerintahan yang baru ini menjadi momen sejarah untuk terus bergerak bersama dan bekerja keras.

"Kepada para nelayan, buruh petani, para pedagang, pasar para pedagang asongan, sopir, akademisi, TNI, Polri, pengusaha, dan kalangan profesional, saya menyerukan untuk bekerja keras, bahu-membahu, bergotong-royong," kata Jokowi.

Jokowi menyadari bahwa pekerjaan rumah negara tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan presiden, wakil presiden, beserta jajaran pemerintahannya. Oleh karena itu, kata Jokowi, sinergi kerja keras dan gotong-royong oleh pemerintah dan masyarakat diperlukan untuk mewujudkan Undang-Undang Dasar 1945.

http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/10/20/12004741/ini.pesan.presiden.jokowi.untuk.nelayan.petani.hingga.pengusaha?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
* www.ayojambi.com/

Ini Sumpah dan Janji Jokowi-JK sebagai Presiden dan Wapres

JAKARTA, KOMPAS.com — Joko Widodo-Jusuf Kalla mengucapkan sumpah dan janjinya saat dilantik sebagai presiden dan wakil presiden. Pengambilan sumpah dipimpin oleh Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali.
Berikut isi sumpah yang diucapkan Jokowi-JK.

"Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban sebagai presiden/wakil presiden dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan semua undang-undang dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada nusa dan bangsa," ujar Jokowi dan JK membacakan sebuah kertas secara bergantian.

Setelah itu, Jokowi-JK menandatangani berita acara dan resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI untuk periode 2014-2019.

http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/10/20/10395651/ini.sumpah.dan.janji.jokowi-jk.sebagai.presiden.dan.wapres?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp
* www.ayojambi.com/

Cerita Jokowi Minta Ajudan Tidur Bareng Satu Ranjang

KISAH: Keakraban Jokowi bersama ajudan, sopir dan makan bersama di warung kaki lima.

JAKARTA – Suatu kali, Herwin, ajudan pertama Joko Widodo (Jokowi) ketika masih menjabat Wali Kota Surakarta, dibuat kaget saat diajak tugas luar kota di Jakarta.
Jokowi meminta Herwin untuk memesan satu kamar saja. Herwin mengira, ia akan tidur di sofa, sedangkan Jokowi tidur di kasur. Namun, Jokowi malah menyuruh Herwin untuk tidur satu kasur dengannya.

Demikian seperti dikutip dari buku Jokowi Pemimpin Berjiwa Rocker. Meskipun sudah terbiasa dengan sikap Jokowi yang tidak mengenal batas protokoler pejabat dan ajudan, tetap saja Herwin merasa canggung, sebab tidak semua pejabat mau melakukan hal tersebut.

Seorang kepala daerah biasanya bangga dengan peraturan baku protokoler pemerintahan. Namun Jokowi memilih jalan di luar kelaziman para pejabat tersebut. Bukan hanya tidur satu kamar, Jokowi kerap makan satu meja bersama ajudan dan sopirnya bahkan sering juga berbagi lauk dan sayur dalam satu piring.

Sebagai pemimpin yang lahir dari keresahan akan kondisi daerah yang tak kunjung maju, sikap Jokowi sangat sederhana dan praktis. Peraturan protokoler yang dianggapnya tidak efisien, ia modifikasi menjadi lebih luwes.

Contohnya mengenai pemesanan kamar tadi. Hal itu ia lakukan untuk menghemat biaya akomodasi tugas luar kota, selain juga untuk keperluan efektivitas koordinasi.

Kedekatan dengan ajudan dan orang-orang di sekelilingnya, ternyata bukan hanya sebatas hubungan profesional. Jokowi juga menganggap bawahannya seperti kerabat sendiri.

Keakraban Jokowi bersama sopir dan para ajudannya sering terlihat ketika makan bersama di warung kaki lima. Tak jarang Jokowi juga mengajak istri dan anak-anaknya.

Sikapnya yang bersahabat dengan wong cilik ia terapkan pula ketika membenahi Pedagang Kaki Lima (PKL). Tidak ada perlawanan dari para pedagang ketika penertiban dilakukan. Jokowi memerintahkan Satpol PP untuk “mengudangkan” senjata dan pentungan mereka.

Sebaliknya, para pedagang kaki lima diajaknya makan siang bersama di Loji Gandrung, rumah dinas Jokowi. Dari obrolan yang terjadi, muncullah kesepahaman visi, sehingga PKL ikhlas di relokasi.

Lantas untuk persoalan gaji, Jokowi termasuk dari sedikit kepala daerah yang tak mempermasalahkannya. Suami Iriana itu bahkan tidak pernah menggunakan gaji yang ia dapat untuk kepentingan pribadi.

Kerinduan masyarakat akan sosok pemimpin yang merakyat, mengantarkan pengusaha kayu dan mebel ini ke gerbang istana negara. Jokowi adalah antitesa dari kebanyakan pejabat publik dengan rapor merah.

http://www.ruangpojok.com/berita/peristiwa/cerita-jokowi-minta-ajudan-tidur-bareng-satu-ranjang.html* www.ayojambi.com/