Tampilkan postingan dengan label Presiden Joko Widodo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Presiden Joko Widodo. Tampilkan semua postingan

Kamis, Oktober 08, 2015

Presiden Jokowi Kembali Tunda Ke Jambi

JAMBI, ayojambi.com - Kedatangan presiden RI, Jokowi ke Jambi ditunda kembali. Penundaan ini dikarenakan kondisi Jambi masih diselimuti pekatnya kabut asap.
Sejumlah persiapan dilakukan, Presiden Joko Widodo kembali batal melakukan kunjungan kerja ke Jambi. Pernyataan resmi disampaikan langsung Kepala Bidang Media dan Analisis Berita Kantor Sekretaris Negara, Yudhi Wijayanto kepada sejumlah jurnalis di Bandara Sultan Thaha Jambi di dampingi Kapenrem 042/gapu, Mayor Inf Imam Syafei, kamis (8/10) siang.

Dari padang, Presiden beserta rombongan akan menggunakan helikopter super puma menuju Bandara Sultan Thaha Jambi. Presiden beserta rombongan akan menempuh jarak sekitar 1,5 jam dari Sumatera Barat.

Selanjutnya dari bandara Jokowi akan mengunjungi posko satgas karhutlah dan kabut asap dan ke lokasi kebakaran hutan dan lahan di Desa Manis Mato, Kabupaten Muaro Jambi Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi.. (Romy)

Sabtu, September 26, 2015

Presiden Jokowi Kembali Batal Ke Jambi

JAMBI, ayojambi.com - Rencana kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Jambi kembali terhalang oleh pekatnya kabut asap. Panglima Kodam II/ Sriwijaya Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Purwadi Mukson, S.I.P mengatakan jarak pandang yang hanya 400 meter tidak memungkinkan untuk pesawat kepresidenan landing di Bandara Sultan Thaha Jambi.
"Karena faktor cuaca, jarak pandang hanya 400 meter, minimal dibutuhkan 800 meter," kata Pangdam, Sabtu (26/9) pagi. Meski tidak jadi ke Jambi, Pangdam mengatakan pihak istana bakal melakukan penjadwalan ulang kehadiran Presiden ke Jambi, namun Pangdam juga belum bisa memastikan kapan waktunya.

Pangdam bersama beberapa petinggi Kodam II/ Sriwijaya kembali ke Sumsel menggunakan helikopter. Nampak Komandan Korem 042/Gapu Kolonel (Inf) Makmur, Kapolda Jambi Brigjen Pol Lutfi Lubihanto dan Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Jambi Haviz Husaini mengantarkan keberangkatan Pangdam di Bandara Sultan Thaha Jambi. (Romy)  
* www.ayojambi.com/

Selasa, November 04, 2014

Ini Nomor HP Jokowi yang Benar: 08122600960

Nomor telefon (handphone/HP) yang dicantumkan di sebuah media massa ternyata bukan yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada para pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Rabu 29 Oktober 2014.
Nomor telefon yang beredar tersebut ternyata milik seorang warga Gorontalo bernama Herman Abidun (30).

Nomor yang diberikan Presiden Jokowi saat itu adalah 0812 260 0960. Nomor tersebut sengaja diberikan Presiden Jokowi agar bisa mendapat keluhan langsung dari masyarakat.

Sementara, nomor yang dimuat sebuah media massa adalah 081296007000. Nomor tersebut milik Herman.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Jokowi sengaja memublikasikan nomor telefon pribadinya untuk memudahkan berhubungan dengan masyarakat yang ingin melaporkan suatu permasalahan.

"Beliau menyampaikan nomor itu kalau ada persoalan yang ingin dilaporkan," kata Khofifah Sabtu (1/11/2014) sore.

Khofifah ikut mendampingi Jokowi dalam kunjungan tersebut. Menurut dia, penyebaran nomor telefon merupakan bentuk bahwa negara hadir untuk rakyat.

"Presiden hadir untuk masyarakat di mana pun. Kalau mereka (pengungsi) akan menyampaikan apa yang terjadi di pengungian diberi kesempatan melaporkan ke Presiden," papar Khofifah.

Sebelumnya diberitakan, Herman mengatakan menerima ratusan telefon dan pesan singkat (SMS). Penelefon serta pengirim pesan singkat mengira Herman adalah Presiden Jokowi sebagaimana nomor telefon yang tertera di media massa tersebut.

http://theglobejournal.com/Sosial/ini-nomor-hp-jokowi-yang-benar-08122600960/index.php* www.ayojambi.com/

Rabu, Oktober 29, 2014

Inilah Kekayaan Menteri Kabinet Kerja yang Pernah Dilaporkan ke KPK

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah menteri pada Kabinet Kerja periode 2014-2019 pernah melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara yang dapat diakses di situs acch.kpk.go.id, sebanyak 22 orang dari 34 menteri di Kabinet Kerja pernah melaporkan kekayaannya ke KPK.
Berikut daftar kekayaan sejumlah menteri seperti dikutip dari situs acch.kpk.go.id:

1. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 31 Januari 2010. Dalam laporan tersebut, harta kekayaan Puan senilai Rp 34.156.704.143 dan 28.125 dollar AS.

2. Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M Soemarno
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 8 Desember 2004 senilai Rp 48.072.991.734, tetapi dollar AS yang dimilikinya minus 1.236.000.

3. Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 21 Oktober 2014 senilai Rp 32.814.761.982 dan 129.705 dollar AS.

4. Menteri Pariwisata Arief Yahya
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 17 Agustus 2010 senilai Rp 24.780.289.672.

5. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 5 April 2012 senilai Rp 23.567.626.289 dan 5.101 dollar AS.

6. Menteri Perindustrian Saleh Husin
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 1 Oktober 2013 senilai Rp 19.294.621.779.

7. Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 29 Desember 2011 senilai Rp 6.627.917.784 dan 231.806 dollar AS.

8. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly

Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 1 Oktober 2009 senilai Rp 6.614.312.134

9. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 10 Desember 2012 senilai Rp 6.490.453.221.

10. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 15 April 2011 senilai Rp 6.267.510.423 dan 13.776 dollar AS.

11. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin
Terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 21 Desember 2009 senilai Rp 4.562.300.496 dan 102.274 dollar AS.

12. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 1 November 2004 senilai Rp 5.218.428.924
dan 91.670 dollar AS.

13. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 16 Mei 2008 senilai Rp 3.593.118.228.

14. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu

Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 29 Juni 2001 senilai Rp 3.551.451.438.

15. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Yuddy Chrisnandi

Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 19 Desember 2003 senilai Rp 2.535.800.000 dan 29.400 dollar AS.

16. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 16 Juli 2010 senilai Rp 2.653.995.100.

17. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya

Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 12 Maret 2008 senilai 1.272.097.282 dan 6.700 dollar AS.

18. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 12 Juni 2001 senilai Rp 1.008.533.640 dan
14.476 dollar AS.

19. Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 20 Agustus 2002 senilai Rp 903.167.000 dan 1.800 dollar AS.

20. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 15 Mei 2001 senilai Rp 511.571.313.

21. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edy Purdjianto
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 1 Oktober 2002 dengan total
harta sebesar Rp 478.100.000.

22. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said
Terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 25 Oktober 2005 senilai Rp 432.093.283 dan 1.128 dollar AS.

http://nasional.kompas.com/read/2014/10/28/20035931/Inilah.Kekayaan.Menteri.Kabinet.Kerja.yang.Pernah.Dilaporkan.ke.KPK?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp

Selasa, Oktober 21, 2014

Mama Papua Rela Habis Modal Dagang Demi Bertemu Jokowi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tiga ibu (mama) yang sehari-hari berjualan di pasar tradisional Mama Papua di Kota Jayapura, Papua atau lebih dikenal 'Mama-mama Papua' mendapat potongan tumpeng 'Syukuran Rakyat' Pelantikan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden di Monas, Jakarta, Senin (20/10/2014) malam [Foto: Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI].
Yuliana Pigay, Miriam Awarawi dan Dolfiance Sraun bekerja keras menjadi tulang punggung keluarga dan penggerak ekonomi bersama 1.200 ibu pedagang lainnya di Pasar Mama Papua. Keseharian mereka berdagang ternak dan hasil pertanian di pasar tersebut.

"Kami, mama-mama Papua bekerja keras untuk kebutuhan sehari-hari. Tidak mengharapkan pemberian orang lain. Kami tidak pernah diberi modal oleh pemerintah di sana. Pasar saja tidak dibangun, akhirnya mama-mama Papua susah berjualan. Saya berjualan sejak 2001 tidak ada tempat berjualan. Di Pasar Mama-mama Papua ada sekitar 1.200 mama-mama," ujar Ketua Pedagang Mama-mama Papua, Yuliana Pigay.

Ketiganya mengaku rela terbang jauh dari Papua dengan menghabiskan modal dagang masing-masing Rp 8 juta untuk ongkos pesawat dan penginapan di Jakarta. Semua pengorbanan itu dilakukan ketiga mama Papua demi bertatap muka dan menyampaikan harapan kepada sang idola, Presiden Jokowi.

"Kami tidak dibiayai, uang kami sendiri. Pemerintah tidak pernah perhatikan kami, apalagi kami mau ke sini. Dari panitia juga tidak dapat biaya. Kami tinggal di hotel, tapi tidak tahu hotelnya di daerah mana, karena kami baru pertama di Jakarta," kata Yuliana.

"Biar uang kami habis, tapi kami bisa bersyukur Jokowi naik jadi presiden dan bisa bertemu. Nanti, kami berharap Jokowi ke Papua dan bangun pasar dan mal di sana. Karena sejak saya lahir, saya ingin dibangun mal untuk mama-mama Papua," imbuh perempuan yang menjadi Ketua Pedagang Mama-mama Papua.

Yah, permintaan ketiga mama Papua kepada Jokowi hanya satu, yakni penyedian fasilitas berdagang khusus dan layak untuk mama-mama Papua.

Menurut Yuliana, permintaan sekaligus harapannya ini sudah diupayakan kepada pemerintah setempat sejak 2001. Namun, hingga kini belum terwujud dan tertinggal janji semata.

"Pak Jokowi, tolong bangun pasar dan mal-mal di Papua. Tolong, bangun pasar dan mal di sana seperti di Jakarta. Kami minta ini ke Jokowi karena pemerintah di Papua tidak memperhatikan mama-mama Papua," pinta Yuliana yang berasal dari Kabupaten Nabire Dogiyai itu.

Yuliana mengaku bangga bisa bertemu dan satu panggung dengan Jokowi pada hari pertama menjabat sebagai presiden. Namun, kebanggaan itu akan terkikis jika Jokowi juga tidak mampu membangun fasilitas berdagang untuk mama-mama Papua.

Selain kepada mama-mama Papua, Presiden Jokowi juga menyerahkan potongan tumpeng 'Syukuran Rakyat' kepada seorang ibu yang menjadi sopir taksi demi membiayai pendidikan dua anaknya, Siti Bugiah.

Kerja keras dan tujuan baik Siti Bugiah itu dianggap sebagai simbol pentingnya revolusi mental untuk membangun negeri ini.

Sementara, potongan tumpeng lainnya diberikan Jokowi untuk siswi peraih medali emas Olimpiade Fisika Internasional, Josephine Monica.

Josephine Monica yang kini kuliah di Nanyang University Singapore itu layak mendapat tumpeng kehormatan dari Jokowi karena dinilai menjadi simbol komitmen pendorong anak-anak untuk berprestasi di internasional dan bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (coz)

https://id.berita.yahoo.com/mama-papua-rela-habis-modal-dagang-demi-bertemu-184158351.html
* www.ayojambi.com/

Ketika Bocah Satu Tahun Nge-"Fans" Jokowi...

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam keramaian massa, terutama yang ingin berkesempatan masuk ke dalam Istana Merdeka, Senin (20/10/2014), terdapat satu orang anak laki-laki berusia satu tahun hadir di sana bersama ibunya. Dia adalah Jeoffry. Anak dari Yuanita ini tampil dengan mengenakan kemeja kotak-kotak mirip dengan kemeja kotak-kotak yang pernah dikenakan Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi.
Mata anak itu memandang ke sana ke mari, melihat ke sekeliling, seakan sama dengan rasa penasaran massa yang menunggu Jokowi serta wakilnya, Jusuf Kalla datang di Istana. "Dia memang nge-fans sama Pak Jokowi. Waktu saya hamil dia, enggak tahu kenapa sama suka lihat Pak Jokowi. Sampai dia sudah lahir pun suka nonton berita Pak Jokowi," ujar Yuanita sambil menggendong Jeoffry kepada Kompas.com, Senin.

Selain itu, kata Yuanita, anaknya suka menirukan gaya yang ada pada video "Salam Dua Jari", salah satu lagu yang digunakan saat kampanye Jokowi dan JK dalam Pilpres 2014. Jeoffry yang menonton video tersebut menirukan dengan mengangkat tangannya dan mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya.

Tidak hanya Jeoffry yang senang dengan Jokowi. Yuanita yang tinggal di Sunter, Jakarta Utara, juga mengaku mengagumi Jokowi karena terkena efek baik dari kebijakan dan program-program yang pernah diusung sang mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Dia mengaku jadi lebih memilih kendaraan umum dibandingkan kendaraan pribadi.

"Saya jadi mau ikut kebijakannya Pak Jokowi loh. Ini saya ada mobil di rumah tapi saya lebih pilih naik bus transjakarta," tambah Yuanita.

Dengan resminya Jokowi sebagai Presiden RI yang ke tujuh, Yuanita berharap agar Jokowi tetap bisa merakyat dan selalu menginspirasi banyak orang, terutama rakyat kecil.

http://megapolitan.kompas.com/read/2014/10/21/08232121/Ketika.Bocah.Satu.Tahun.Nge-.Fans.Jokowi.?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
* www.ayojambi.com/

Demi Bertemu Jokowi, Warga 3 Papua Ini Bayar Pesawat dan Hotel Sendiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga warga Papua, Juliana Pigai, Dorvin Che Seraom dan Miriam Awarau, yang menerima tumpeng dari Presiden Joko Widodo, ternyata berangkat ke Jakarta dengan biaya sendiri. Mereka juga tidak mendapatkan akomodasi baik dalam bentuk hotel, transportasi atau pun konsumsi selama berada di Ibukota.
"Kita biaya sendiri, tidak dibiayai," kata Juliana usai menerima tumpeng dari Jokowi di Monumen Nasional, Jakarta, Senin (20/10/2014).

Juliana bersama kedua temannya adalah pedagang di Papua. Mereka bertemu Jokowi saat kampanye Pemilu Presiden 2014 lalu. Mereka tidak keberatan menghabiskan biaya cukup besar demi bertemu Sang Presiden.

"Pesawat Rp 2,5 Juta (per orang), bolak-balik Rp 5 Juta. Hotel semalam Rp 1 Juta (per orang). Kita empat malam jadi Rp 4 Juta," tambah Juliana.

Juliana berharap, kedatangannya ke Jakarta dapat dibalas Jokowi dengan kunjungan ke Papua. Jokowi, menurut dia, sudah berjanji untuk membangun pasar untuk tempat mereka berjualan.

"Pak Jokowi sudah berjanji akan bangun pasar. Selama ini kita berjualan di trotoar. Tadi setelah memberi nasi tumpeng, dia janji akan ke Papua," ujarnya.

Juliana mengaku gembira dan bangga akhirnya bisa menerima tumpeng dari Jokowi. Apalagi, momen tersebut bisa disaksikan oleh seluruh rakyat Indonesia.

"Teman-teman di Papua nelpon terus, tanya kapan ditayangkan. Ini sekarang juga masih nelpon terus," kata Juliana sambil menunjukkan telepon genggamnya.

http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/10/21/06494671/demi.bertemu.jokowi.3.warga.papua.ini.bayar.pesawat.dan.hotel.sendiri?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
* www.ayojambi.com/

Jokowi Akui Akan Ajak Rakyat Bersakit-sakit Dahulu...

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo meminta masyarakat Indonesia membantunya bersama-sama membangun Indonesia. Dia pun mengatakan, rakyat akan berjuang bersamanya menghadapi kesulitan sebelum mendapat manfaat yang lebih besar.
"Di awal-awal mungkin agak sakit-sakit dulu, tetapi itu bisa kelihatan setelah tiga tahunan," ujar Jokowi kepada Kompas dalam wawancara di Balaikota, Selasa (14/10/2014).

Jokowi berpandangan, sebuah negara besar harus terlebih dulu menghadapi rintangan besar. "Pasti ada hal-hal yang memang (membuat) kita harus sakit dulu, harus kerja keras," kata dia.

Pengusaha mebel yang akhirnya tercebur ke dunia politik itu berjanji bahwa apa yang telah dijanjikannya pada masa kampanye akan dia kerjakan, begitu dia menjadi Presiden.

Jokowi memberikan contoh, pengurusan kartu tanda penduduk hingga perizinan yang berbelit akan menjadi fokus penataannya.

"Beri waktu enam bulan, akan saya selesaikan, akan kami rombak. Bisa!" ujar Jokowi. "Harus bangun kepercayaan (masyarakat) dari sana (pelayanan publik)."

Fokus pangan
Selain itu, Jokowi juga menyatakan bahwa fokus pekerjaannya nanti akan dilakuan di sektor pertanian dan perikanan. Jokowi ingin Indonesia bisa berdaulat dalam hal pangan.

Menurut Jokowi, kesalahan manajemen-lah yang membuat Indonesia harus mengimpor pangan. "Target kami, 3 tahun harus dicapai (swasembada pangan). Beras, jagung, dan gula," sebut dia.

Jokowi pun optimistis targetnya tercapai. "Yakin bisa sehingga neraca perdagangan kita tidak jomplang seperti sekarang ini. Sudah kami hitung, produksi melimpah harus ada hilirisasi, pasca-panen lagi, karena menjual barang-barang pertanian kan tidak gampang," kata dia.

Tulisan utuh dari wawancara ini dapat dibaca pada harian Kompas edisi 20 Oktober 2014. Berikut ini adalah cuplikan video wawancara itu:

http://nasional.kompas.com/read/2014/10/20/22094681/Wawancara.Khusus.Jokowi.Akui.Akan.Ajak.Rakyat.Bersakit-sakit.Dahulu.?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
* www.ayojambi.com/

Ini Orang Pertama yang Memberikan Panggilan 'Jokowi'

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sosok presiden terpilih Joko Widodo lebih dikenal dengan sebutan Jokowi. Sejak menjabat Wali Kota Solo, pria berusia 53 tahun ini memang lebih sering dipanggil dengan sebutan tersebut.
Saat beberapa juru warta sedang berbincang-bincang dengan Iriana, isteri Jokowi, perempuan asal Boyolali itu tiba-tiba menarik seorang pria bule berambut putih ke hadapan wartawan.

"Ini buyer saya yang pertama. Namanya Bernard," kata Iriana di kediaman dinas Gubernur DKI Jakarta, di Menteng, Jakarta, Minggu (19/10).

Bernard pun kemudian memperkenalkan dirinya. Ia berkata, ia merupakan pembeli pertama produk kayu hasil olahan perusahaan Jokowi. Ia mengatakan sudah 21 tahun mengenal bekas Wali Kota Solo tersebut.

Bernard menjelaskan, ia menyingkat nama Jokowi karena kesusahan mengeja nama Joko Widodo. Lebih lanjut ia mengatakan, nama Joko terlalu umum dan dimiliki banyak pria Indonesia.

Soal kepribadian Jokowi, warga negara Prancis ini menyatakan tak ada yang berubah dari rekannya itu. Ia melihat Jokowi tetaplah pria sederhana yang ia kenal sejak lama.

Bernard pun memuji koleganya ini. Menurutnya, Jokowi melakukan seluruh tugasnya dengan hati. "For me, he's not a politician. He is a natural leader. He is very simple, smart, and see things advance," tuturnya.

Sebelum berkiprah di panggung politik, Jokowi merupakan wirausahawan. Usahanya bergerak di bidang pengolahan kayu. Dua tahun setelah menikah dengan Iriana, Jokowi membangun perusahaan bernama Rakabu Sejahtera.

https://id.berita.yahoo.com/ini-orang-pertama-yang-memberikan-panggilan-jokowi-105452951.html
* www.ayojambi.com/

Senin, Oktober 20, 2014

Ini Pesan Presiden Jokowi untuk Nelayan, Petani, hingga Pengusaha

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Joko Widodo menyebutkan, ada dua bekal yang harus dimiliki bangsa Indonesia agar menjadi bangsa besar. Dengan adanya persatuan dan gotong royong oleh pemerintah dan masyarakat, maka beban sejarah dapat ditopang bersama.
"Saya yakin beban sejarah yang mahaberat ini akan dapat kita pikul bersama dengan persatuan, dengan gotong-royong, dengan kerja keras. Persatuan dan gotong-royong sangat menjadi bekal untuk menjadi bangsa besar," kata Jokowi dalam pidatonya seusai dilantik menjadi presiden di Gedung MPR, Jakarta, Senin (20/10/2014).

Jokowi mengimbau kepada segenap masyarakat dengan berbagai latar belakang untuk mewujudkan semangat tersebut. Ia mengatakan, lembaran pemerintahan yang baru ini menjadi momen sejarah untuk terus bergerak bersama dan bekerja keras.

"Kepada para nelayan, buruh petani, para pedagang, pasar para pedagang asongan, sopir, akademisi, TNI, Polri, pengusaha, dan kalangan profesional, saya menyerukan untuk bekerja keras, bahu-membahu, bergotong-royong," kata Jokowi.

Jokowi menyadari bahwa pekerjaan rumah negara tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan presiden, wakil presiden, beserta jajaran pemerintahannya. Oleh karena itu, kata Jokowi, sinergi kerja keras dan gotong-royong oleh pemerintah dan masyarakat diperlukan untuk mewujudkan Undang-Undang Dasar 1945.

http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/10/20/12004741/ini.pesan.presiden.jokowi.untuk.nelayan.petani.hingga.pengusaha?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
* www.ayojambi.com/

Ini Sumpah dan Janji Jokowi-JK sebagai Presiden dan Wapres

JAKARTA, KOMPAS.com — Joko Widodo-Jusuf Kalla mengucapkan sumpah dan janjinya saat dilantik sebagai presiden dan wakil presiden. Pengambilan sumpah dipimpin oleh Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali.
Berikut isi sumpah yang diucapkan Jokowi-JK.

"Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban sebagai presiden/wakil presiden dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan semua undang-undang dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada nusa dan bangsa," ujar Jokowi dan JK membacakan sebuah kertas secara bergantian.

Setelah itu, Jokowi-JK menandatangani berita acara dan resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI untuk periode 2014-2019.

http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/10/20/10395651/ini.sumpah.dan.janji.jokowi-jk.sebagai.presiden.dan.wapres?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp
* www.ayojambi.com/

Cerita Jokowi Minta Ajudan Tidur Bareng Satu Ranjang

KISAH: Keakraban Jokowi bersama ajudan, sopir dan makan bersama di warung kaki lima.

JAKARTA – Suatu kali, Herwin, ajudan pertama Joko Widodo (Jokowi) ketika masih menjabat Wali Kota Surakarta, dibuat kaget saat diajak tugas luar kota di Jakarta.
Jokowi meminta Herwin untuk memesan satu kamar saja. Herwin mengira, ia akan tidur di sofa, sedangkan Jokowi tidur di kasur. Namun, Jokowi malah menyuruh Herwin untuk tidur satu kasur dengannya.

Demikian seperti dikutip dari buku Jokowi Pemimpin Berjiwa Rocker. Meskipun sudah terbiasa dengan sikap Jokowi yang tidak mengenal batas protokoler pejabat dan ajudan, tetap saja Herwin merasa canggung, sebab tidak semua pejabat mau melakukan hal tersebut.

Seorang kepala daerah biasanya bangga dengan peraturan baku protokoler pemerintahan. Namun Jokowi memilih jalan di luar kelaziman para pejabat tersebut. Bukan hanya tidur satu kamar, Jokowi kerap makan satu meja bersama ajudan dan sopirnya bahkan sering juga berbagi lauk dan sayur dalam satu piring.

Sebagai pemimpin yang lahir dari keresahan akan kondisi daerah yang tak kunjung maju, sikap Jokowi sangat sederhana dan praktis. Peraturan protokoler yang dianggapnya tidak efisien, ia modifikasi menjadi lebih luwes.

Contohnya mengenai pemesanan kamar tadi. Hal itu ia lakukan untuk menghemat biaya akomodasi tugas luar kota, selain juga untuk keperluan efektivitas koordinasi.

Kedekatan dengan ajudan dan orang-orang di sekelilingnya, ternyata bukan hanya sebatas hubungan profesional. Jokowi juga menganggap bawahannya seperti kerabat sendiri.

Keakraban Jokowi bersama sopir dan para ajudannya sering terlihat ketika makan bersama di warung kaki lima. Tak jarang Jokowi juga mengajak istri dan anak-anaknya.

Sikapnya yang bersahabat dengan wong cilik ia terapkan pula ketika membenahi Pedagang Kaki Lima (PKL). Tidak ada perlawanan dari para pedagang ketika penertiban dilakukan. Jokowi memerintahkan Satpol PP untuk “mengudangkan” senjata dan pentungan mereka.

Sebaliknya, para pedagang kaki lima diajaknya makan siang bersama di Loji Gandrung, rumah dinas Jokowi. Dari obrolan yang terjadi, muncullah kesepahaman visi, sehingga PKL ikhlas di relokasi.

Lantas untuk persoalan gaji, Jokowi termasuk dari sedikit kepala daerah yang tak mempermasalahkannya. Suami Iriana itu bahkan tidak pernah menggunakan gaji yang ia dapat untuk kepentingan pribadi.

Kerinduan masyarakat akan sosok pemimpin yang merakyat, mengantarkan pengusaha kayu dan mebel ini ke gerbang istana negara. Jokowi adalah antitesa dari kebanyakan pejabat publik dengan rapor merah.

http://www.ruangpojok.com/berita/peristiwa/cerita-jokowi-minta-ajudan-tidur-bareng-satu-ranjang.html* www.ayojambi.com/

Senin, Oktober 13, 2014

Pelantikan Jokowi-JK, 100 Ribu Relawan Akan Padati Monas

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Bidang Aksi Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Syafti Hidayat mengatakan, kelompok relawannya akan mengadakan acara khusus dalam rangka menyambut pelantikan presiden dan wakil presiden baru Indonesia pada 20 Oktober mendatang. Syafti mengatakan, acara tersebut merupakan bentuk syukur atas resminya presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla menjadi pemimpin Indonesia untuk lima tahun ke depan.
"Kami ada acara syukuran dan pesta rakyat, sekaligus mengantar Jokowi ke istana," ujar Syafti saat dihubungi Kompas.com, Minggu (12/10/2014) malam.

Syafti mengatakan, acara yang rencananya digelar di Monumen Nasional itu akan dimeriahkan oleh pertunjukan musik dari grup band Slank dan beberapa artis lainnya yang merupakan pendukung Jokowi-JK. Ia menambahkan, acara tersebut tidak jauh beda dengan konser "Salam Dua Jari" beberapa waktu lalu, yang diinisiasi oleh relawan Jokowi dan melibatkan puluhan artis sebagai pengisi acara.

"Selain Slank, banyak artis lain. Jadi kolaborasi antara relawan dan Slank. Konsepnya seperti konser salam dua jari," kata Syafti.

Selain acara musik, kata Syafti, dalam kegiatan tersebut juga akan diadakan pergelaran pakaian adat, tarian, dan juga orasi oleh Jokowi seusai dilantik oleh DPR sebagai penutup acara. Ia memperkirakan total relawan yang akan hadir dalam acara tersebut sekitar 100.000 orang.

"Habis dilantik, nanti Jokowi dari DPR langsung ke Monas," kata Syafti.

Sementara itu, Koordinator Nasional Projo, Budi Arie Setiadi memastikan bahwa aksi para relawan dalam mengawal pelantikan Jokowi-JK akan berlangsung damai. Ia mengatakan, Projo telah berkoordinasi dengan kelompok relawan lainnya antara lain Seknas Jokowi, Pusat Informasi Relawan, dan Jasmev untuk menggagas Gerakan Rakyat 20 Oktober atau Geruduk.

"Semua elemen bersama-sama merayakan pelantikan pemimpin rakyat. Kami akan bergerak bersama dari Senayan sampai Monas," ujar Arie.

http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/10/13/06004131/pelantikan.jokowi-jk.100.ribu.relawan.akan.padati.monas?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
* www.ayojambi.com/

Rabu, Agustus 27, 2014

Cara Jokowi Uji Pengawalan Paspampres



TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Semenjak Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) mengambil alih pengawalan terhadap Presiden terpilih Joko Widodo, baru hari ini, Selasa (26/8/2014), mereka mengawal pria yang sapaan akrabnya Jokowi ini blusukan.
Jokowi berangkat dari Balai Kota sekitar pukul 10.45 WIB. Bersama iring-iringan paspampres, Jokowi melintasi jalan Thamrin, Sudirman, kemudian menuju ke Jakarta Timur.

Tidak ada yang luar biasa dalam perjalanan dari Balai Kota. Iring-ringan terlihat sesuai permintaan Jokowi, bahwa tidak lebih dari tujuh rangkaian, termasuk mobil Kijang Innova hitam yang ditumpangi Jokowi maupun Mercedes Benz hitam sebagai mobil cadangan.

Iring-iringan kendaraan pun tidak sampai mengganggu kendaraan lain, atau sampai harus melakukan sterilisasi jalan yang akan dilalui. Hal ini sesuai keinginan Jokowi yang tidak ingin kedekatan dengan masyarakat terganggu.

Lokasi pertama yaitu menuju ke kawasan pembangunan proyek sodetan kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) di kawasan Kebon Nanas, Kelurahan Cipinang-Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Saat itu Jokowi ditemani oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Manggas Rudi Siahaan dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak.

Saat itu kurang lebih ada tujuh sampai delapan paspampres yang melekat kepada Jokowi. Jika melihat pengawalan yang dilakukan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tentu jauh berbeda. Paspampres yang bertugas mengawal Jokowi ini nampak memberi ruang kepada para pekerja untuk bisa mengabadikan sosok Jokowi dengan memfoto dari dekat.

Para paspampres ini hanya memberi peringatan agar tidak terlalu dekat dengan cara menyentuh bagian tubuh saja, sambil mengucap, "ayo mas, sudah ya, agak minggir sedikit."

Terhadap awak media pun, paspampres memberi ruang banyak agar bisa melakukan wawancara dari dekat, tanpa perlu pengeras suara. Hanya saja terkadang paspampres mengingatkan awak media agar tidak menyodorkan rekaman terlalu dekat dengan tubuh Jokowi.

Ini pun sesuai dengan pernyataan Jokowi, bahwa dirinya tidak ingin mengubah gayanya saat bekerja sebagai Walikota Surakarta, juga sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Minta Paspampres Bicara di Depan Media
Tidak biasanya seorang paspampres diwawancarai oleh awak media oleh seorang Presiden. Hal itu disebabkan menyangkut keamanan seorang paspampres itu sendiri sebagai pengamanan orang nomor satu di negara ini.

Namun, berbeda ketika Presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi yang dikawal oleh paspampres.

Saat mengunjungi Lokasi kedua di Rawa Kendal, Jakarta Utara, ia justru meminta seorang paspampres berbicara mengenai pengamanan terhadap dirinya kepada awak media ketika media meminta tanggapan mengenai pengawalan paspampres saat blusukan.

"Ayo kamu ngomong, bagaimana rasanya," kata Jokowi meminta seorang paspampres berpangkat Mayor Infanteri ini untuk berbicara.

Si Mayor pun bingung, namun tetap berbicara kepada awak media mengenai standar operasional prosedur (SOP) bagaimana mengawal seorang presiden. Saat berbincang pun, mata si Mayor ini tidak bisa lepas dari sosok Jokowi.

"Perintahnya adalah SOP yang dipegang harus dilaksanakan, kemana bapak pergi kami ikuti. Etika terhadap presiden, ada simulasi, kami sesuaikan dengan karakter bapak," katanya canggung.

Bahkan, para paspampres yang melekat kepada Jokowi ini pun ikut membagikan buku kepada warga, khususnya anak-anak yang berada di lokasi. Hal ini memang selalu menjadi rutinitas Jokowi ketika menyambangi suatu daerah di Jakarta.

Ikut Makan Bersama Jokowi
Penyesuaian ini belum selesai di lapangan. Jokowi pun mencoba cara lain agar paspampres ikut menyesuaikan diri, salah satunya saat makan siang di dekat pemukiman warga. Jokowi memilih makan di restoran seafood di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pemandangan unik kembali terlihat. Saat itu paspampres yang melekat ke Jokowi awalnya mengawasi restoran yang disambangi Jokowi, termasuk tamu-tamu yang hadir. Namun seperti mendapatkan perintah, paspampres ini tiba-tiba meminta dua meja dikosongkan untuk mereka duduk makan.

Bahkan, paspampres yang membawa senjata laras sedang pun ikut masuk ke dalam restoran dan makan. Dengan begitu, suasana seperti diawasi pun hilang dalam beberapa menit, sebab, seluruh paspampres makan.

Meski makan, mereka para paspampres tidak lupa akan tugasnya menjaga keamanan Jokowi. Cara makan pun nampak diatur. Beberapa makan terlebih dahulu, kemudian gantian dengan paspampres lain. Waktu makan pun terbilang cepat, mereka hanya butuh kurang lebih 3 sampai 5 menit untuk makan, kemudian berganti dengan anggota lain.

Jokowi sendiri mengaku blusukan kali ini sekaligus menguji bagaimana kesigapan anggota paspampres dan bagaimana paspampres menyesuaikan diri mengawal dirinya.

"Semuanya dites, yang kagok paspampres, ini kan proses menyesuaikan, paspampres menyesuaikan presiden," kata Jokowi.

https://id.berita.yahoo.com/cara-jokowi-uji-pengawalan-paspampres-222617841.html

Senin, Agustus 25, 2014

Jokowi pilih naik Innova, mobil Mercy kintili dari belakang

MERDEKA.COM. Sejak Jumat (22/8), Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) sudah dikawal Paspampres. Keesokan harinya, kendaraan yang ditumpangi Jokowi juga berganti.
Jika sebelumnya menggunakan Kijang Innova dengan nomor polisi B 1154 BH, Jokowi kemarin sempat menjajal kendaraan dinas kepresidenan Mercedes Benz S-Class pelat nomor B 1190 RFS. Mobil ini dengan kenyamanan dan keamanan tingkat tinggi seperti yang dipakai oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Namun hari ini ada pemandangan berbeda. Saat Jokowi menjadi saksi nikah di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, dia kembali memilih menggunakan Kijang Innova B 1154 BH. Istrinya, Iriana pun memilih satu mobil dengan mantan wali kota Solo ini.

Sedangkan mobil dinas kenegaraan Mercy S-Class hanya ikut beriringan di belakang mobil kijang tersebut. Dengan pengawalan ketat Paspampres, Jokowi malah pilih kijang Innova daripada Mercy S-Class.

Bahkan, usai menjadi saksi nikah relawan Diponegoro Santoso, Jokowi juga memilih duduk manis di Kijang Innova yang menemaninya blusukan seperti saat bertugas sebagai gubernur DKI.

Jokowi mengatakan kendaraan dinas kenegaraan tersebut masih ujicoba terlebih dahulu. Jokowi mengakui lebih nyaman menggunakan mobil jenis Kijang Innova.

"Ini kan baru mencoba seperti apa pakai Mercy, pakai Kijang seperti apa. Kalau dipakai berhenti di pasar seperti apa, kalau (jalan) sama kamu (wartawan) seperti apa," ujar Jokowi di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (24/8).

https://id.berita.yahoo.com/jokowi-pilih-naik-innova-mobil-mercy-kintili-dari-055638358.html
* www.ayojambi.com/