Tampilkan postingan dengan label 孔子墓. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 孔子墓. Tampilkan semua postingan

Senin, Februari 10, 2014

Perayaan Imlek Nasional 2565 Kembali Di Hadiri Presiden RI

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi Ny Ani Yudhoyono serta Wakil Presiden Boediono yang didampingi Ny Herawati Boediono menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek Nasional 2565/ 2014 di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Selatan, Jumat (07/2/201), sore.
Acara yang Perayaan Tahun Imlek 2565 Tingkat Nasional tahun  ini digelar oleh Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) bertema "Pemimpin Sejati Berpegang Pada Cinta Kasih dan Kebenaran, Bukan Pada Keuntungan".

Presiden menilai bangsa Indonesia makin kokoh dalam kebersamaan antara etnis,  menghormati berbagai berbedaan, dan tidak saling mengganggu dan terpisahkan perbedaan etnis dan agama.

Hadir bersama Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono, Presiden didampingi Wakil Presiden Boediono dan Ibu Herawati Boediono, sejumlah  menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, pimpinan lembaga negara, perwakilan negara sahabat, dan sekitar 5000 undangan dan umat Khonghucu dari berbagai daerah. Tampak pula, Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) turut hadir.

Perayaan Imlek ke - 15 ini dihadiri  Perayaan ini diselenggarakan oleh "Majelis Tinggi Agama Khongucu Indonesia" (MATAKIN) sejak tahun 2000, yang mulai dilakukan sejak Presiden Gus Dur, kemudian Megawati dan SBY.

Sebelumnya, Ketua Matakin Wawan Wiratma menyampaikan harapan penganut Khonghucu kepada Presiden dalam acara perayaan Imlek hari ini. Menurut Wawan, umat Khonghucu berharap pemerintah membentuk Ditjen Agama Khonghucu di Kementerian Agama.

"Bolehlah kami memiliki Ditjen Agama Khonghucu sendiri, setara dengan ditjen yang telah dimiliki saudara-saudara kami lainnya. Tidak berlebihan harapan-harapan kami, dan saya harapkan pula seluruh umat Khonghucu berkontribusi menjaga kerukunan antar-umat beragama," ujar Wawan.

Presiden Minta Ditjen Khonghucu di Kemenag Segera Dibentuk
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merespons baik usulan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) mengenai pembentukan Direktorat Jenderal Khonghucu di Kementerian Agama. Presiden berharap pembentukan Ditjen Khonghucu bisa segera diwujudkan.

"Saya merespons baik usulan dari Matakin tadi dan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Agung Laksono) sebagai Menteri Agama ad interim agar direspons dengan baik usulan mendirikannya Ditjen Khonghucu. Mudah-mudahan tidak dalam waktu lama bisa diwujudkan," kata Presiden saat menghadiri Perayaan Tahun Baru Imlek Nasional 2565 Kongzili di Jakarta Convention Center. (Romy)
* www.ayojambi.com/

Jumat, Januari 31, 2014

Semarak menyambut Tahun Baru Imlek 2565

JAMBI - Menyambut Perayaan Tahun Baru Imlek 2565 merupakan sebuah momentum yang harus dirayakan bersama, karena perayaan tahun baru setahun hanya sekali, tinggal bagaimana masyarakat tionghoa merayakannya.
Tahun Baru Imlek yang lebih dikenal sebagai Tahun Baru Tionghoa tanggal 31 Januari 2014 atau Lunar Kalender Imlek Chia Gwee Chui It 2565, penyambutan kedatangan tahun baru imlek sudah terlihat sejak pukul 00.00 dini hari (31/1), umat Khonghucu mulai berdatangan ke tempat-tempat ibadah Kelenteng seperti di Kelenteng Siu San Teng yang berlokasi di kampung manggis, Rt 10 Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. Mereka datang bersama keluarga sambil membawa aneka sajian diantaranya buah-buahan segar.

Berdasarkan hasil pantauan ayojambi.com, Jumat (31/01) dini hari, ratusan umat Khonghucu Jambi sudah mendatangi kelenteng terbesar di Kota Jambi untuk sembahyang bersama keluarga.

Antusias umat Khonghucu di Jambi untuk merayakan tahun baru Imlek sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan penuhnya tempat peribadatan di kelenteng untuk melakukan sembahyang memperingati moment tahunan sambil memanjatkan doa agar tahun Kuda Kayu memberikan kesejahteraan, kesehatan dan usaha lancar.

Ujar pengurus Kelenteng Siu San Teng, "Mereka (umat) sudah datang sejak jam 12 malam, terus ramai hingga siang. Biasanya jam 1 (siang) ke atas baru mulai sepi," katanya.

Imlek yang kini dirayakan masyarakat Khonghucu sebagai hari besar keagamaan (Tahun Baru China) awalnya adalah sebagai penanda awal masa bercocok tanam. Oleh sebab itu, Imlek bisa dilihat dari sudut pandang agama dan juga kebudayaan. Sedangkan Cap Go Meh merupakan satu kesatuan dari Imlek, yang merupakan puncak perayaan Tahun Baru masyarakat Tiongkok yang beragama Khonghucu.

Di Indonesia, perayaan Imlek sebelumnya dilarang. Baru di Era Presiden Abdurrahmad Wahid alias Gus Dur masyarakat Tionghoa di Indonesia diperbolehkan merayakannya. (Romy)
* www.ayojambi.com/

Sabtu, Januari 18, 2014

佔碑獅子殿廟迎春獻演中國木偶劇

提線木偶演出提線木偶一劇照擺在舞台後的神壇
【本報訊】為迎接春節馬年的到來,佔碑獅子殿廟宇孔教會,於元月15日晚在廟宇址科尼街IV(Jalan Koni IV, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung,),特邀來自中國的遊越新(譯音)率領的提線木偶劇團表演,以答謝神恩及娛樂善男信女。
當天雖然下了毛雨,但檔不住觀眾前來觀賞,較早時也祭拜神明,答謝神恩。
據知,提線木偶古稱“懸絲傀儡”,由偶頭、籠腹、四肢、提線和勾牌組成,高約兩尺。偶頭以樟、椴或柳木雕成,內設機關,五官表情豐富;竹製胸腹,手有文、武之分,舞槍弄棒,筆走龍蛇,把盞揮扇,妙趣橫生;腳分赤、靴、旦3種,勾牌與關節間有長約3尺的提線。近年來,木偶舞台演出區域擴展,泉州木偶劇團提線表演佔據整個舞台空間,提線可達6尺,難度大,但表現力大增。提線一般為16條,據木偶動作需要取捨,合陽線戲基本提線5條,做特技時可增加到30餘條,演來細膩傳神,技巧高超。自古及今,倍受稱讚。
本報記者明光報導/ Romy供圖

http://www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20140118/145901.shtml

Kamis, Januari 16, 2014

Menyambut Imlek MAKIN Sai Che Tien Adakan Pentas Wayang Dari Tiongkok

JAMBI – Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Sai Che Tien Jambi mengadakan pertunjukan Wayang “綫劇團”yang dikendalikan dengan tali dari atas.
Pertunjukan “Wayang” ini pertama kali dilakukan di Kelenteng MAKIN Sai Che Tien Jambi “印尼占碑省獅仔殿廟宇孔教會”untuk menyambut tahun baru Imlek 2565 yang jatuh pada tanggal 31 Januari 2014. selain itu wayang juga dipersembahkan kepara para suci shen ming yang duduk di dalam altar kelenteng.

Rombongan Wayang (綫劇團)dari boneka ini dipimpin oleh Yiu Wat Sin sebagai dalang yang sengaja di undang ke Jambi didatangkan dari Tiongkok.

Walaupun hujan rintik-rintik tidak menguragi minat masyarakat untuk menyaksikan pertunjukan yang kali pertama mereka saksikan, walaupun masyarakat tidak memahami dialok dalam pertunjukan.

Sebelum pertunjukan dimulai, terlebih dahulu pemimpin dalang wayang melakukan sembahyang dengan memohon ijin dari para suci shen ming 神明 untuk melakukan pertunjukan wayang (綫劇團).

Menurut Ketua MATAKIN Kota Jambi yang juga ketua Kelenteng MAKIN Sai Che Tien, kita mau adakan pementasan Wayang di Kelenteng Sai Che Tien Jambi hari Rabu malam (15/1), wayang boneka yang terbuat dari kain. Sang dalang akan memainkan tali yang dihubungkan dengan boneka layaknya seperti wayang kulit.

Kata Js. The Lien Teng, untuk daerah lain seperti Sumsel, Jakarta dan daerah jawa petunjukan wayang sudah sering kali dipertontonkan kepada masyarakat tionghoa setiap ada acara besar di Kelenteng, namun untuk di Jambi baru pertama kali diadakan di Kelenteng MAKIN Sai Che Tien Jambi, ujar Js. The Lien Teng.

Tambah Js The Lien Teng, Panggung Potehi berhadapan dengan kelenteng Sai Che Tien, lantaran pertunjunkan Potehi dilakukan bersamaan dengan acara Kwan Teng sekaligus menyambut datangnya Tahun Baru Imlek 2565, namun dengan keterbatasanya anggaran waktu itu (tahun 2005), maka Potehi ditunda hingga kini, pementasan wayang 綫劇團 dipertunjukan untuk para shen ming yang berada di altar kelenteng dan di dalam kelenteng terdapat puluhan kim sin dari berbagai shen ming. Untuk mengadakan pertunjukan sejenis ini memerlukan dana yang besar dan mesti murni berasal dari pengurus kelenteng maupun sumbangan sukarela, tidak boleh main todong-todongan (memaksa), Kata Lien Teng.

Terlihat beberapa pengurus ini MATAKIN Kota Jambi, diantaranya Wakil Ketua MATAKIN Kota Huwanda Desswandhy, Sekretaris MATAKIN Kota Salim, Ketua Bidang FKUB Kota Jambi Robinhon (Romy) * www.ayojambi.com/

Wayang 綫劇團 Digelar Di Kelenteng MAKIN Sai Che Tien Jambi

JAMBI - Kondisi udara dingin lantaran beberapa hari ini hujan menguyur Kota Jambi, namun Kamis malam (15/1) tidak mengurangi minat ratusan masyarakat Kota Kota Jambi untuk datang ke kawasan Koni untuk menyaksikan pengelaran Wayang yang digelar oleh Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Sai Che Tien “印尼占碑獅仔殿孔教会” yang beralamat di Jalan Koni IV, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Kamis (15/1) malam.
"Wah menarik sekali Wayang 綫劇團. Baru kali ini saya menontonnya. Unik dan butuh pemahaman tersendiri untuk mengikuti alur ceritanya. Meski sekilas sama dengan pentas Wayang Golek atau Wayang Kulit, tapi masing-masing ada ciri khasnya tersendiri," ujar seorang penonton bernama Lenny (18).

Pertunjukkan Wayang, menjadi tontonan menarik, karena pertunjukkan ini baru kali pertama dipentaskan di Kelenteng Sai Che Tien 獅仔殿 Jambi, selama ini belum pernah ada kelenteng mengadakan acara seperti ini. Sehingga wajar jika mampu menyedot animo masyarakat kota Jambi untuk menyaksikannya. (Romy)
* www.ayojambi.com/

Rabu, Januari 15, 2014

Saksikanlah Pementasan Potehi Pertama Kali Di Jambi

JAMBI - Malam Ini Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Sai Che Tien yang beralamat di Jalan Koni IV mengadakan pertujukan kesenian wayang Potehi yang didatangkan dari negara panda.
Pertunjukkan Wayang Potehi, bakal menjadi tontonan menarik, karena pertunjukkan ini baru kali pertama diadakan Jambi. Seyogyanya pementasa Potehi dilakukan bersamaan Kwan Teng tahun 2005, karena keterbatasan anggaran maka diutamakan Kwan Teng

Pertunjukan spektakuler tersebut umumnya dipertunjukan dalam peresmian Kelenteng/ Miao dan pertunjukan Potehi juga untuk para kaisar jaman dahulu di Tiongkok.

Sedangkan di Indonesia sudah mengalami kaborasi dengan kesenian daerah. Pertunjukan Potehi biasanya diadakan pada malam sebelum malam Tahun Baru Imlek, Potehi berasal dari kata pou (kain), te (kantung) dan hi (wayang). Potehi disebut wayang boneka yang berasal dari Hokkian, Cina selatan. Kesenian ini dibawa oleh perantau etnis Tionghoa ke berbagai wilayah Nusantara pada masa lampau.

Ayo datang bersama saudara ke MAKIN Kelenteng Sai Che Tien untuk menyaksikan pementasan Potehi. (Romy)

Minggu, Januari 12, 2014

MAKIN Sai Che Tien Akan Adakan Wayang Potehi Dari China

JAMBI - Wayang Potehi merupakan salah satu jenis wayang khas Tionghoa yang berasal dari Cina bagian selatan. Kesenian ini dibawa oleh pemain dari Tiongkok yang sengaja di undang MAKIN Sai Che Tien Jambi.
Menurut informasi dari Ketua MATAKIN Kota Jambi yang juga ketua Kelenteng MAKIN Sai Che Tien, kita mau adakan pementasan Wayang Potehi di Kelenteng Sai Che Tien Jambi hari Rabu malam mulai, 15 Januari 2014 mendatang, pukul 17.00 Wib. Potehi berasal dari kata pou 布 (kain), te 袋 (kantong) dan hi 戯 (wayang). Wayang Potehi adalah wayang boneka yang terbuat dari kain. Sang dalang akan memasukkan tangan mereka ke dalam kain tersebut dan memainkannya layaknya wayang jenis lain.

Kata Js. The Lien Teng, untuk daerah lain seperti Sumsel, Jakarta dan daerah jawa petunjukan Potehi sudah sering kali dipertontonkan kepada masyarakat tionghoa setiap ada acara besar di Kelenteng, namun untuk di Jambi baru pertama kali diadakan di Kelenteng MAKIN Sai Che Tien Jambi, ujar Js. The Lien Teng. (Romy)* www.ayojambi.com/

Kamis, Januari 02, 2014

Pengisihan Roh Suci Men Shen (門神)


JAMBI - Kamis pagi (2/1-2014) Kelenteng MAKIN Gi Hong Tong Jambi (foto) mengadakan pengisihan roh suci Men Shen (門神) yang dipimpin Lim Tek Chong taushe dari China.
Berhubung kelenteng MAKIN Gi Hong Tong baru selesai di renovasi maka Men Shen (門神) yang ada disisi kanan dan kiri pintu masuk mesti dilakukan pengisihan roh suci Men Shen (門神), bila tidak dilakukan maka men shen tidak berfungsi sebagai penjaga pintu masuk. Sampai berita ini diturunkan, pengisihan roh masih berlangsung.

Siangnya MAKIN Gi Hong Tong lakukan sembahyang Ti Kong (Tuhan) dalam rangka menyambut sejit Un Cu Sam Tai (Sam Tai Kong) (Romy)  
* www.ayojambi.com/

Selasa, Desember 03, 2013

Tradisi Pernikahan Adat Tionghoa Yang Masih Bertahan

JAMBI - Pernikahan merupakan sebuah momen yang paling luar biasa dalam kehidupan manusia, dimana saat itu baik pria maupun wanita memutuskan untuk membentuk keluarga sendiri dan menyambung keturunan mereka. Hingga momen tersebut akan dipersiapkan dengan sebaik-baiknya baik dari berbagai aspek. Masyarakat Tionghoa di Indonesia merupakan masyarakat yang terdiri dari berbagai suku/ marga yang masih mempercayai adat leluhurnya.
Dengan banyaknya kebutuhan yang harus dilengkapi dan kekurang pengetahuan dalam masalah pernikahan, calon pasangan mempelai akhirnya menyerahkan kepada orangtuanya untuk mempersiapkannya segala sesuatu.

Seperti Lili Lim (Lim Li Cen) memutuskan untuk menerima Rudy (Chien Siang Hau) sebagai calon pendampi hidupnya pada hari Senin, 2 Desember 2013 melalui antaran adat, dalam rangkaian adat Tionghoa dikenal dengan sebutan Sangpia, sedangkan prosesi pernikahan dilakukan pada hari Rabu, 4 Desember 2013.

Seusai Sangpia (Sangjit) dilakukan, siang harinya di rumah calon mempelai wanita mengadakan resepsi hari pertunangan dengan mengundang tetangga disekitar tempat tinggalnya serta sanak famili dari kedua belah pihak dan tidak ketinggalan juga teman-teman dekat keluarga calon mempelai wanita, jamuan sederhana dilakukan di rumah calon mempelai wanita yang berlokasi di Jalan Koni 1, Rt. 3, Kelurahan Talanhgjauh, Kecamatan Jelutung, kota Jambi.

Lili Lim (Lim Li Cen) merupakan adik Salim sekretaris MATAKIN Kota Jambi, maka tak heran resepsi pertunangan banyak dihadiri oleh petinggi dari majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Provinsi Jambi dan Kota serta tidak ketinggalan dari pengurus Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Kota Jambi.

Hari dan waktu yang baik untuk melakukan Sangjit ini ditetapkan pada saat proses lamaran tersebut. Dalam prakteknya, Sangjit sering ditiadakan atau digabung dengan lamaran. Namun sayang rasanya meniadakan prosesi yang satu ini, karena makna yang terkandung di dalamnya sebenarnya sangat indah.“Secara harfiah, Sangjit dalam bahasa Indonesia berarti proses seserahan adat. Atau proses kelanjutan lamaran dari pihak mempelai pria dengan membawa persembahan ke pihak mempelai wanita.

Dalam budaya China, pernikahan yang akan dilaksanakan wajib harus memperhitungkan hari, jam dan tanggal baik bagi tradisi adat China. Yang diiharapkan nantinya, hari, tanggal dan jam baik tersebut adalah sebagai Do'a, sehingga kedua mempelai bisa menikmati kehidupan pernikahan mereka dengan bahagia sampai akhir hayat mereka.

Pada umumnya proses lamaran dilakukan kira-kira seminggu sebelum berlangsungnya pernikahan/ sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Lamaran merupakan pemberian barang dari mempelai pria untuk mempelai wanita yang nantinya akan digunakan oleh kedua calon mempelai untuk kehidupan setelah masa pernikahan. Barang yang diserahkan biasanya melambangkan kelanggengan, kesuburan dan juga kebahagiaan untuk pasangan. Yang unik dari barang lamaran pada adat ini ialah banyaknya nominal 9 (jiu) atau 8 (fat) yang menjadi kunci pokok langgeng dan berkembangnya kebahagiaan bagi kedua mempelai. (Romy)* www.ayojambi.com/

Kamis, November 28, 2013

Mulai 2014, Bikin KTP, KK, dan Akta Kelahiran Gratis!

JAKARTA, KOMPAS.com — Proses pengurusan dan penerbitan semua dokumen kependudukan, mulai dari akta kelahiran, kartu tanda penduduk (KTP) elektronik, hingga akta kematian akan bebas dari pungutan biaya.
Hal ini tercantum dalam Rancangan Undang-Undang tentang Administrasi Kependudukan yang baru saja disahkan dalam forum rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Selasa (26/11/2013).

Wakil Ketua Komisi II DPR Arief Wibowo menuturkan, pengurusan dan penerbitan itu meliputi penerbitan baru, penggantian karena rusak atau hilang, perbaikan akibat salah tulis, dan atau akibat perubahan elemen data.

"Dengan demikian, diharapkan, semua warga negara dapat dengan mudah memiliki segala dokumen kependudukan yang diperlukan," ujar Arief saat membacakan laporan Komisi II DPR terkait proses pembahasan RUU yang sudah diusulkan sejak tahun 2012 ini.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan, semua anggaran untuk penerbitan dokumen itu sudah ditanggung oleh anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Oleh karena itu, dia meminta masyarakat untuk sama-sama mengawasi aparatur perangkat daerah untuk memastikan bahwa tidak ada pungutan liar (pungli) yang terjadi dalam proses kepengurusan data kependudukan. Ia meminta agar masyarakat segera melapor jika ada aparat yang mengumpulkan pungli.

"Apa pun dokumen kependudukannya, mulai dari akta kelahiran, ada KTP, akta kematian, tidak boleh dipungut biaya. Semua anggaran itu akan dibiayai pemerintah pusat," katanya.

Sebelumnya, Gamawan menuturkan bahwa pemberlakuan biaya gratis dalam membuat dokumen kependudukan itu akan dimulai sejak awal Januari 2014. Pemerintah mengingatkan, aparat yang masih memungut biaya diancam dengan pidana dua tahun penjara atau denda seberat-beratnya Rp 25 juta.

Selain itu, semua penerbitan dokumen kependudukan dikeluarkan oleh dinas kependudukan dan catatan sipil (disdukcapil) di semua kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, warga tidak perlu lagi ke pengadilan hanya untuk mendapatkan akta kelahiran.

http://nasional.kompas.com/read/2013/11/26/1821506/
* www.ayojambi.com/

Selasa, November 26, 2013

Perkhin Pusat Menyerakan Kitab Suci Su Si Kepada Makin-Makin

JAMBI,ayojambi.com – Setelah selesai mensosialisasikan peran wanita dalam agama Khonghucu selama dua hari di Kota Jambi dan Kabupaten Tanjungjabung Barat. Rombongan Perempuan Khonghucu Indonesia (PERKHIN) Pusat yang dinahkodai oleh Gianti Setiawan.
Sebelum rombongan PERKHIN Pusat kembali ke Jakarta, mereka menyempatkan diri mengunjungi Kelenteng Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) di kota Jambi, ternyata kehadiran PERKHIN Pusat disambut oleh Sukardi ketua MAKIN Leng Chun Keng dan Gianti Setiawan ketua PERKHIN Pusat menyerahkan Kitab Suci Su Si kepada Sukardi, disamping itu Penasehat PERKHIN Pusat Hanida Harry juga menyerahkan buku-buku tentang agama Khonghucu kepada Sukardi.

Sebagaimana lazimnya setiap ada tamu yang berkunjung ke MAKIN-MAKIN Jambi, para tamu dijamu makanan dan minuman ala kadarnya, selain aneka kue-kue rombongan PERKHIN Pusat dijamu buah durien.

Seusai mengunjungi MAKIN Leng Chun Keng, PERKHIN Pusat melanjutkan perjalanan menuju Kelenteng MAKIN Sai Che Tien yang tidak jauh dari MAKIN Leng Chun Keng, Ketua PERKHIN Pusat diterima oleh Sekretaris MAKIN Sai Che Tien Handoko Thetro dan rohaniawan MATAKIN Jambi The Lien Teng.

Ketua PERKHIN Pusat beserta staf PERKHIN melihat altar Nabi Fuxi dan ruangan kursus bahasan Mandarin yang dimotori MAKIN Sai Che Tien sejak tahun 2009, tidak ketinggalan ketua PERKHIN Pusat menyerahkan Kitab Suci Su Si kepada Rohaniawan MATAKIN Jambi The Lien Teng diiringi penyerahan buku keagamaan Khonghucu. seusai dari Sai Che Tien, PERKHIN Pusat mengujungi Kelenteng Hok Kheng Tong yang belum bergabung menjadi MAKIN.

Selanjutnya rombongan menuju MAKIN Gi Hong Tong dikawasan kelurahan Payolebar, disini rombongan PERKHIN Pusat disambut ketua MAKIN Gi Hong Tong beserta istri dan beberapa pengurus kelenteng Gi Hong Tong.

Gianti Setiawan juga menyerahkan Kitab Suci Su Si kepada rohaniawan Gi Hong Tong Jambi, ketua PERKHIN Pusat juga memesan kepada MAKIN_MAKIN yang dikunjungi, agar Kitab Suci Su Si mesti sering dibaca, bukan sebagai barang pajangan maupun disimpan dalam lemari.

Tanggapan positif dari MAKIN disampaikan oleh Sukardi selaku ketua MAKIN Leng Chun Keng, “Kita merasa senang rombongan Perempuan Khonghucu Indonesia (PERKHIN) telah sudi mengunjungi kelenteng kita yang belum selesai dibangun”, sedangkan tanggapan dari Sekretaris MAKIN Sai Che Tien Handoko Thetro “Dengan kunjungan rombongan PERKHIN Pusat ini, mendorong semangat kami untuk mengembangkan Khonghucu di Jambi,” sedangkan unggapan Alex Sujanto selaku ketua MAKIN Gi Hong Tong yang sekaligus sebagai wakil MATAKIN Provinsi Jambi menyatakan bahwa kehadiran PERKHIN Pusat sangat bagus, apa lagi dengan mengunjungi satu persatu MAKIN yang ada di Kota Jambi sehingga tidak memicu rasa cemburu adanya pembedahan MAKIN, karena ada kabar bahwa PERKHIN hanya akan mengunjungi beberapa MAKIN saja, Tambah Alex bahwa prinsif di Jambi bedah dengan daerah lain, maka sebagai masukan jika berkunjungi ke Jambi mampir sebentar saja ke MAKIN-MAKIN, maka mereka akan merasa dihargai.

Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) di Jambi yang memiliki SK MATAKIN Pusat terdiri dari, 1. MAKIN Sai Che Tien (pertama berdiri tahun 2006),  2. MAKIN Kwan Kong Bio (Kuala Tungkal dan Sk nya telah mati), 3. MAKIN Leng Chun Keng, 4. MAKIN Gi Hong Tong, 5. MAKIN Gi Hong Tong, 6. MAKIN Leng San Keng Kuala Tungkal (Tanjab Barat), 7. MAKIN Lam Po Tong dan 8. MAKIN Seng To Keng, sedangkan beberapa kelenteng yang belum menyerahkan susunan pengurus untuk dijadikan MAKIN. (Romy)

Minggu, November 24, 2013

Empat Penjuru Adalah Saudara

JAMBI, yaojambi.com  – Sungguh mulia sekali Perempuan khonghucu Indonesia yang di singkat PERKHIN rela menempuh perjalanan lebih kurang 3 jam dari pusat Kota Jambi ke Kabupaten Tanjungjabung Barat (Kuala Tungkal) untuk membagi ilmu keagamaan kepada umat Khonghucu yang berada di kota Kuala Tungkal, sosialisasi dipimpin oleh ketua Perempuan Khonghcu Indonesia (PERKHIN) Pusat (23/11),
rombongan Perkhin bertolak dari Kota Jambi pukul 08.20 dan tiba di Kelenteng Makin Leng San Keng yang berlokasi di Parit Gompung pukul 11.30 WIB.
Rombongan Perkhin Pusat dan Provinsi Jambi disambut oleh ketua Makin Leng San Keng Alex Tay dan ketua Perkhin Leng San Keng Lystiani beserta pengurus Makin maupun Perkhin Kuala Tungkal.

Kehadiran Perkhin demi untuk berbuat kebajikan dan membagi ilmu pengetahuan tentang keagamaan kepada umat Khonghucu di kota Kuala Tungkal - Jambi, mereka rela mengambil cuti, meninggalkan keluarga maupun usaha hanya untuk memajukan perempuan Khonghucu Kuala Tungkal.

Sosialisasi mengenai peranan Perkhin yang dibawa naungan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) maupun Perkhin didalam wadah Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN). 

Kedatangan rombongan perempuan Khonghucu juga untuk bekal kepada Perkhin Tanjab Barat, bekal yang diberikan diantaranya, bagamana tatacara sembahyang (kebaktian) yang benar, tatacara memimpin melakukan doa kepada arwah yang telah wafat, bagaimana menghormati kepada yang lebih tua dan khotba keagamaan diselingi paduan suara.

Kunjungan kerja Perkhin ke Jambi bukan sekedar untuk bersenang-senang, melainkan untuk memberikan bekal kepada Perkhin Jambi dan Kabupaten Tanjab Barat agar kedepan masing-masing Perkhin mampu memberikan pelayanan kepada umat Khonghucu di Provinsi Jambi sebagai mitra kerja MATAKIN di daerah Jambi.

Gianti Setiawan Ketua Perkhin Pusat mengatakan, wanita bukan hanya dapat dibagian dapur sbagai pemegang konsumsi, perempuan Khonghucu juga bisa memimpin kebaktian dan ketua MAKIN maupun MATAKIN, “Banyak yang beranggapan bahwa tugas perempuan hanya dibagian dapur sebagai pensuplai konsumsi, namun sebanrnya perempuan juga bisa menjadi pemimpik kebaktian, menjadi Ketua MATAKIN atau ketua MAKIN.” Kata Gianti dihadapan puluhan umat Khonghucu Kuala Tungkal (Romy). 
* www.ayojambi.com/

Jumat, November 22, 2013

Srikandi Perkhin Bagi-Bagi Ilmu Ke Daerah

JAMBI, ayojambi.com – Sungguh mulia sekali, sebelas Srikandi Perempuan khonghucu Indonesia yang di singkat Perkhin telah tiba di Jambi dengan pesawat Citylink. Kehadiran Perkhin demi untuk berbuat kebajikan dan membagi ilmu pengetahuan keagamaan kepada umat Khonghucu di Jambi, mereka rela mengambil cuti, meninggalkan keluarga maupun usaha hanya untuk tabungan masa depan dikehidupan mendatang.
Kehadiran pengurus inti Perkhin Pusat ke Jambi adalah untuk melakukan sosialisasi mengenai peranan Perkhin dalam tubuh organisasi MATAKIN serta peran Perkhin didalam Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN), selain mensosialisasikan fungsi Perkhin, kedatangan rombongan perempuan Khonghucu juga untuk mengajarkan tatacara sembahyang (kebaktian) yang benar, tatacara memimpin sekolah minggu dan paduan suara.

Kunjungan kerja Perkhin ke Jambi bukan sekedar untuk bersenang-senang, melainkan untuk memberikan bekal kepada Perkhin Jambi agar kedepan mampu memberikan pelayanan kepada umat Khonghucu di Provinsi Jambi sebagai mitra kerja MATAKIN.

Hasil pantauan Reporter China Town ke beberapa MAKIN yang ada di Kota Jambi, sampai hari Rabu (20/11) mereka baru menerima pemberitahuan dari Perkhin Jambi akan ada kunjungan kerja Perkhin Pusat ke daerah Jambi dan kabupaten Tanjung Jabung Barat (kuala tungkal).

Gianti Setiawan Ketua Perkhin Pusat mengatakan, untuk kali pertama Perkhin Pusat menurunkan pengurus yang begitu banyak, pada hal semua pengurus Perkhin pusat mempunyai pekerjaan didaerah masing-masing, bahkan ada yang menjadi guru agama disekolahan, ada yang bekerja di perusahaan swasta, namun demi untuk memberikan sedikit bekal kepada Perkhin Jambi, maka mereka (pengurus Perkhin) rela tinggali pekerjaan, keluarga selama tiga hari untuk ke Jambi, domisili pengurus Perkhin Pusat ada yang tinggalnya di Bandung, Bogor, Tasik Malaya, Solo, Karawang dan Tangerang.

Sebelum menutup pembicaraan, ujar pengurus Perkhin Pusat, kami juga ada kesibukan masing-masing kalau mau sekedar jalan-jalan, kami gak bakal pilih Jambi lah.

Kedatangan Perkhin Pusat semestinya mendapatkan respon yang positif terhadap peran MATAKIN di Jambi untuk tabungan masa depan dikehidupan mendatang, maka mari kita berbuat kebajikan. (Romy) 
* www.ayojambi.com/

MAKIN Gi Hong Tong Menerima Penghargaan

JAMBI, ayojambi.com - Kita pasti pernah mendengar peribahasa ini, “Siapa yang menanam, Dia yang akan menuai.” Maksudnya, jika seseorang menanam kebaikan, maka ia akan menuai kebaikan pula. Dan jika seseorang menanam kejelekan, maka ia akan menuai hasil yang jelek pula.
Rabu (20/11) kemarin, Danyon 142/ Ksatria Jaya Letkol Infanteri Fredy Sianturi mengunjungi Kelenteng Makin Gi Hong Tong Jambi yang beralamat di Jalan Prof. M. Yamin, Lorong Teratai, Rt. 14, kelurahan Payolebar, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, pada kunjungan ini Letkol Infanteri Fredy Sianturi melihat Kelenteng Makin Gi Hong Tong yang baru selesai direnovasi sekaligus Penyerahan Plakat Patung TNI kepada Alex Sujanto selaku Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Gi Hong Tong Jambi, Alex Sujanto juga sebagai Wakil Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Provinsi Jambi.

Penyerahan Plakat Patung TNI Danyon 142 Ksatria Jaya kepada MAKIN Gi Hong Tong sebagai tanda kerja sama yang baik selama ini antara TNI Batalyon Infantri 142/ Ksatria Jaya Jambi dengan tempat ibadah umat Khonghucu selama ini.

Kata Alex Sujanto, “Selama ini kita lakukan kerja sama yang baik dengan Batalyon Infantri 142/ Ksatria Jaya Jambi” tambah Alex, Disamping itu Danyon 142/ Ksatria Jaya Jambi juga sebagai pembina Hok Liong Say dan Liong.

Selama ini Yonif 142/ Ksatria Jaya Jambi sering ikut ambil bagian dalam atraksi Barongsay dan Liong di Malam Perayaan Cap Go Meh.

Kelenteng MAKIN Gi Hong Tong Jambi salah satu tempat ibadah Khonghucu yang sering dikunjungi para pejabat provinsi Jambi, lantaran posisi Kelenteng Gi Hong Tong berdampingan dengan Masjid Al-Jihad (Romy)
* www.ayojambi.com/

Rabu, November 20, 2013

Baksos Siswa SPN Jambi Di Kelenteng Makin Gi Hong Tong Jambi

JAMBI - Dalam rangka mewujudkan sinergitas Polri dengan masyarakat sekaligus bertujuan peduli terhadap tempat-tempat ibadah di Kota Jambi, pihak Sekolah Polisi Negara (SPN) Jambi yang terletak di Kabupaten Muaro Jambi menurunkan satu pleton siswa Pendidikan Pembentukan (Diktuk) Bintara tahun 2013 untuk melakukan bakti sosial di Kelenteng Makin Gi Hong Tong Jambi yang beralamat di Jalan M. Yamin, Rt. 14, Kelurahan Payolebar, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Sabtu (16/11/2013).
Menurut, KOMPOL (komisaris polisi) Nelson Sianipar didampingi KOMPOL Mufrizen mengatakan, kegiatan bakti sosial membersihkan tempat-tempat ibadah tersebut adalah untuk membina siswa calon Bintara agar merasa peduli terhadap tempat ibadah masyarakat Kota Jambi, baksos antara lain di Masjid-masjid, Gereja-gereja, Vihara, Pura dan Kelenteng.

"Tujuannya yakni membangun sinergitas dengan masyarakat dan menggugah kepekaan sosial bagi siswa sebagai dasar pembentukan karakter sebagai Polisi yang profesional, modern dan patuh terhadap hukum," pungkas Nelson.

Alex Sujanto selaku Ketua Makin Kelenteng Gi Hong Tong Jambi merasa bersyukur dengan adanya bakti sosial dari Siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Jambi terhadap kelentengnya, rasa sykur dan terima kasih atas partisipasi dari Siswa SPN Jambi yang datang membersihkan Kelenteng Gi Hong Tong serta mengecat tembok kelenteng. ujar Alex diselah baksos siswa SPN Jambi.
* www.ayojambi.com/

Rencana Perkhin Pusat Jambangi Makin Jambi

JAMBI, ayojambi.com - Bila tidak ada alar melintang, Jumat (22/11) mendatang sebanyak sebelas pengurus intin Perempuan Khonghucu Indonesia (PERKHIN) pusat yang dibawah naungan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia akan kunjungi Perkhin Jambi dan Perkhin Leng San Keng di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Kehadiran Perkhin Pusat adalah untuk melakukan sosialisasi mengenai peranan Perkhin dalam tubuh organisasi keagamaan MATAKIN maupun peran Perkhin di MAKIN-MAKIN, selain mensosialisasikan fungsi Perkhin, kedatangan rombongan perempuan Khonghucu juga untuk mengajarkan tatacara sembahyang (kebaktian), sekolah minggu dan paduan suara, namun sangat disayangi nampaknya para pengurus Matakin dan Perkhin di Jambi belum begitu siap menerima kehadiran rombongan di Jambi. Pada hal rencana kunjungan ke Jambi bukan untuk bersenang-senang, melainkan untuk memberikan bekal kepada Perkhin Jambi agar mampu melayani umat Khonghucu di Provinsi Jambi sebagai mitra MATAKIN.

Hasil pantauan ayojambi.com ke beberapa MAKIN yang ada di Kota Jambi, sampai hari Senin (18/11) mereka belum menerima pemberitahuan dari MATAKIN Jambi, pada hal kunjungan Perkhin Pusat sangat bermanfaat bagi kepentingan MATAKIN dan Perkhin, bahkan dikabari kunjungan ini hanya sekedar jalan-jalan saja.

Menurut salah satu pengurus Perkhin Pusat yang dihubungi via phoncel, mengatakan, untuk kali pertama Perkhin Pusat turunkan personil yang begitu banyak, pada hal semua pengurus Perkhin pusat mempunyai pekerjaan didaerah masing-masing, bahkan ada yang ngajari agama disekolahan, demi untuk memberikan sedikit bekal kepada Perkhin Jambi, maka mereka (pengurus Perkhin) rela tinggali pekerjaan, keluarga, “ Kami disini serius pak, telah menyiapkan semua keperluan mulai dari buku, CD lagu dan lain sebagainya”. Hari ini teman-teman dari Tasik Malaya, Solo, Bandung Bogor, Karawan akan kumpul di Jakarta.

Sebelum menutup pembicaraan, ujar pengurus Perkhin Pusat, “Kami juga ada kesibukan masing-masing kalau mau sekedar jalan-jalan, kami gak bakal pilih Jambi lah.”

Kedatangan Perkhin Pusat semestinya mendapatkan respon yang positif terhadap peran MATAKIN di Jambi untuk tabungan masa depan dikehidupan mendatang, maka mari kita berbuat kebajikan. (Romy)