Tampilkan postingan dengan label Jambi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jambi. Tampilkan semua postingan

Minggu, Maret 12, 2017

Bidan Cantik Berjuang Lewat Jalan Rusak di Bahar, Netizen: Astaga Itu Jalan Manusia atau Binatang?

 Seorang perempuan tengah berjuang melewati jalan rusak 
di Kawasan Sungai Bahar, Muaro Jambi
 Berjuang melewati jalan berlumpur
 Seorang bidan di desa Tanjung lebar, Sungai Beruang, 
Sungai Bahar, Muarojambi
Bidan Ini Berjuang melewati jalan rusak berlumpur
Hermanita Bidan Cantikdi Sungai Bahar Desa Tanjung Lebar 
tepat nya Sungai Beruang, Muarojambi
Foto bidan cantik yang berjuang melewati jalan rusak di wilayah Sungai Bahar, Muaro Jambi jadi perbincangan hangat.

Adalah akun Rahman Dewan Pers Pamenang yang mengunggahnya di grup Facebook Suara Rakyat Jambi.

Foto tersebut memperlihatkan seorang perempuan cantik berjilbab yang tengah mengendarai sepeda motor matiknya melewati kerusakan jalan yang begitu parah.
Lima foto yang diunggah memperlihatkan seorang perempuan mengenakan baju batik dan berkerudung tengah berjuang melewati lubang dan kubangan lumpur yang dalamnya setinggi lutut orang dewasa.

Momen perjuangan tenaga kesehatan dan kebidanan di desa.

Salut perjuangan tenaga kesehatan dan kebidanan kita. salam salut untuk dindo Hermanita semoga secepatnya pemerintah muaro jambi membangun jalan tersebut. di Sungai bahar desa Tanjung lebar tepat nya Sungai Beruang. Tulis akun tersebut.
Netizen pun ramai memperbincangkannya,

Hamid Kencleng Ariyansah menuliskan 'sabar ini ujian supik, berdoa bae semoga didengar pemerintah kito..'
Akun Irma Wati menuliskan keprihatinannya  'Kasian nianl klo jatuh bidan cantik itu... Hati" yo dek jlnx licin...'

Ahmad Mulyadi 'Butuh segera pembenahan jalan kasian dengan bu bidan..'

Ahmad Taridi menuliskan kalimat pedas melaihat kondisi jalan yang rusak tersebut 'Di mano jln kyak gitu..di jambi masih ado jln kyak gitu..bikin malu bae...'

Panatar Manurung 'Astaga itu jalan manusia atau jalan binatang?
Soalnya beda tipis sama jalan binatang sprti kerbau'

https://www.facebook.com/groups/Suara.Rakyat.Jambi/permalink/779140172233107/

Ambulans Mesti Menginap

Beberapa waktu terakhir kerusakan ruas jalan di wilayah Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi semakin mengkhawatirkan saja.

Jalan rusak parah mengakibatkan akses masyarakat menjadi terganggu.

Selain akses ekonomi hancurnya jalan juga mengakibatkan masyarakat terhambat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Beberapa waktu lalu netizen juga menuliskan sebuah mobil ambulans terjebak di tengah jalanan berlumpur, di kawasan Unit 20, 21, 22 Kecamatan Sungai Bahar Selatan.

Berjam-jam kendaraan yang mengangkut pasien itu terjebak hingga bermalam. Kendaraan rumah sakit itu sedang mengangkut seorang pasien demam berdarah, yang akan dibawa ke rumah sakit di Kota Jambi.

Postingan akun Facebook Kolipin Doel Jabar pada 8 Maret memperlihatkan sebuah ambulans terjebak di dalam jalan yang berlumpur.

MENINGGAL
Jalan bahar selatan makin rusak parah, ambulance yg membawa jenazah unit 21 melintas unit 7 tepatnya di karetan unit 7 arah ke simpang unit 17 (jalur ke kantor kecamatn) harus di tarik warga dan forum pemuda bahar selatan secara manual,warga dan FPB yang sudah menunggu melintasnya ambulance dengan cekatan memasang seling dan menariknya.

Pernahkan anda bayangkan jika hal ini terjadi pada keluarga anda..??
Semoga pemangku kekuasaan terbangun hatinya akan perbaikan jalan bahar selatan. Tulis akun Kolipin Doel Jabar yang membagikan foto tersebut.

http://jambi.tribunnews.com/2017/03/12/bidan-cantik-berjuang-lewat-jalan-rusak-di-bahar-netizen-astaga-itu-jalan-manusia-atau-binatang?page=all

Selasa, Desember 27, 2016

3 Kesepakatan atas Insiden Hiasan Natal di Jambi

Liputan6.com, Jambi - Gubernur Zumi Zola tak ingin insiden hiasan Natal di salah satu hotel ternama di Kota Jambi menjadi isu gaduh. Ia langsung mengumpulkan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) di rumah dinasnya.

Selain unsur Forkompinda, turut diundang sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, ormas hingga sejumlah petinggi media di Jambi.
"Jangan sampai Jambi menjadi gaduh. Kita harus menahan diri agar Jambi tetap kondusif," ujar Zumi Zola usai rapat bersama, Sabtu, 24 Desember 2016.

Zola mengatakan rapat tersebut salah satunya bertujuan agar ada satu sikap bersama dalam menyikapi insiden hiasan Natal tersebut. Sikap tersebut adalah saling percaya, menahan diri, dan tidak terprovokasi yang bisa menjurus keributan atau anarki.

Selain itu, Zumi Zola juga meminta agar kasus tersebut diusut tuntas oleh pihak kepolisian. Dari rapat tersebut, diperoleh tiga kesepakatan penting.

Berikut tiga kesepakatan itu:
1. Percaya dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan terhadap motif dan modus hiasan Natal yang ada hiasan mirip tulisan lafaz Allah di Hotel Novita, Kota Jambi.

2. Menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk mengambil tindakan hukum, apabila ternyata terdapat unsur kesengajaan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan penistaan terhadap agama Islam.

3. Sepakat untuk menjaga situasi dan kondisi yang kondusif di Provinsi Jambi dan tidak akan melakukan tindakan (aksi) turun ke jalan atau melakukan tindakan-tindakan anarki terkait permasalahan tersebut.

http://regional.liputan6.com/read/2687147/3-kesepakatan-atas-insiden-hiasan-natal-di-jambi
* https://www.facebook.com/makinjambi

Jumat, Maret 25, 2016

KABAR GEMBIRA! Xpress Air Hadir Layani Rute Jambi - Bandung

Rencananya Xpress Air akan melayani masyarakat Jambi yang akan bepergian ke Bandung, Jawa Barat.

Dari slot time yang diberikan pihak bandara Sultan Thaha Jambi, maskapai yang sebelumnya juga malayani Palembang Bandung ini akan tiba pukul 13.45 dan berangkat ke Bandung pukul 15.50
Berdasarkan jam keberangkatan ini menurut Kepala Unit Operasi Bandara Sultan Thaha Jambi Parolan Simanjuntak Kamis (24/3) berarti penumpang dapat check in pukul 13.50 atau dua jam sebelum keberangkatan.

Menggunakan pesawat Boeing 737-300/500 Xpress Air dapat mengangkut hingga 190 penumpang.

Xpress Air rencananya akan terbang di awal April, saat ini mereka masih mempersiapkan sarana dan prasarana.

"Kalau sarana dan prasarana kita siapkan seperti kantor, sarana mereka di check in counter dan penempatan customer servis di drop zone," jelasnya.

Dari sisi aplikasi Airport Prosses Passenger Sistem juga disiapkan pihak bandara.

http://jambi.tribunnews.com/2016/03/24/kabar-gembira-xpress-air-hadir-layani-rute-jambi-bandung
* www.ayojambi.com/

Jumat, April 20, 2012

占碑旅游局和千年佛塔基金会热烈迎接

玛哈德罗高僧赠阿迪峡尊者唐卡像,迪迪、蔡邦胜接收,巴鲁瓦、冯麒达 在旁。 占碑省旅游局局长长迪迪、千年佛塔基金会领导蔡邦胜居士等热烈迎接孟加拉高僧玛哈德罗。 【本 报讯】4月 17日 上午午,占碑的天气阴沉,下了场小雨,似乎上天洒下甘露水,作为迎接千年前到慕亚拉占碑的孟加拉僧人阿迪峡尊者舍利。占碑省旅游局局长长迪迪、千年佛塔基 金会领导蔡邦胜居士、佛教学校师生等热烈迎接孟加拉玛哈德罗高僧及其秘书巴鲁瓦。他两由孟加拉直飞雅加达然后转机到占碑。他们带来了阿迪峡尊者的舍利,似 乎他又回到了千年前的占碑港(MuaraJambi)佛教圣地。旅游局长迪迪表示,这次孟加拉高僧的造访,将更加强占碑与孟加拉关系发展。哈德罗高僧表 示,阿迪峡尊者在西藏圆寂(1054),火化后的舍利曾在中国的博物馆收藏许久,文革时期遭受破坏,后来经过高僧们的要求,经过中国周总理的同意,转送给 孟加拉保存至今,所以非常珍贵。千年前的占碑港(MuaraJambi)佛教圣地遗址,位在占碑巴当哈到7.5公里之处的占碑港,面积2062公顷。根据 我国考古学者记载,此处共有82座佛塔,已被发掘的有6座已被修,已所以我们可以说占碑千年佛塔古迹是我国最大的佛教圣地之一。这广阔的占碑港佛塔地带, 可理解当时是继印度纳兰陀(Nalanda)之后,在这曾是全球最大的佛教大学教义中心,是属于三佛齐(Srivijaya)王朝所管。中国僧人,如果要 到印度纳兰陀深造佛教大学,该到三佛齐实习1、2年,先行了解,并适应各种佛教大学教学规律公暦9世纪期间,孟加拉高僧阿迪峡(Atisha)尊者,他曾 是王子后来出家。据知,他也曾居住占碑港佛塔地带学习达 12年之久,。Atisha尊者此之后居住在西藏(1041年至1054),最后在西藏圆寂 .今他的舍利抵达占碑。纵然使我们觉得孟加拉高僧阿迪峡尊者(Atish)似乎与我们在一起,重温占碑昔日的辉煌。   本报记者明光占碑报道 http://www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20120419/117709.shtml

Minggu, Juli 17, 2011

Konflik Manusia-Harimau di Jambi Tertinggi Kedua

JAMBI, TRIBUNJAMBI.COM - Konflik antara manusia dengan harimau di wilayah Provinsi Jambi selama 2011 termasuk tertinggi kedua di Sumatera setelah Provinsi Riau.

Berdasarkan data Forum Konservasi Harimau Kita, Sabtu, konflik manusia dengan satwa, khususnya harimau di Jambi sejak 1998 hingga 2010 mencapai 103 kasus.
Perwakilan Forum Konservasi Harimau Kita, Wulan ketika ditemui di Jambi menjelaskan, angka itu hasil dari riset lapangan yang dilakukan belum lama ini.

Angka konflik tertinggi ada di Provinsi Riau yang menembus angka 134 kasus, disusul Provinsi Aceh sebanyak 98 kasus, Lampung 86 kasus, Bengkulu 71, Sumatera Utara 11 kasus, Sumatera Barat delapan kasus dan Sumatera Selatan empat kasus.

Ia juga mengatakan jika berdasarkan tahun terhitung 1998-2011, jumlah konflik terbesar terjadi pada 2010 sebanyak 98 kasus, tahun 2009 (87 kasus), 2004 (81) dan 2008 (61).

Pada tahun 2006 dan 2007 jumlahnya sama yakni 44 kasus, 2002 dan 2005 juga sama (39 kasus), 2001 (29) dan 2003 (19). Sedangkan tahun 1998, 1999 dan 2000, jumlah konflik hanya tiga atau satu kasus pertahunnya.

Perseteruan antara satwa liar dengan manusia itu juga menimbulkan kerugian di kedua belah pihak. Dari 563 konflik yang terjadi, korban meninggal dunia 57 orang dan korban hidup atau luka-luka 81 orang.

Selain manusia, banyak hewan ternak milik masyarakat menjadi korban yang jumlahnya bervariatif, di antaranya kambing 101 ekor, unggas (87), anjing (82), sapi dan kerbau (42), babi (11), kuda (2) dan simpai satu ekor.

Namun tidak sedikit pula harimau yang mati menggenaskan ditangan warga. Dari jumlah kasus tersebut, harimau mati sebanyak 46 kasus, ditangkap sebanyak 22 kasus, yang berkeliaran ada 63 dan dilepas 223.

Menurut Wulan, timbulnya konflik ini akibat tergerusnya kawasan hutan akibat kegiatan manusia yang memanfaatkan kawasan tersebut sehingga menganggu habitat satwa seperti kegiatan penambangan, perkebunan, perambahan dan lain sebagainya.

Sementara itu, berdasarkan hasil rekapitulasi data konflik satwa liar di Jambi versi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi, tercatat pada 2010 sebanyak 15 kasus.

Sementara hingga paruh tahun 2011, konflik dengan harimau di Jambi ada sudah mencapai lima kasus.

http://jambi.tribunnews.com/2011/07/16/konflik-manusia-harimau-di-jambi-tertinggi-kedua

Sabtu, Juni 11, 2011

Komplek Tamtama Dilalap Si Jago Merah

JAMBI - Si jago merah tak pernah pandang bulu jika sudah mengamuk!, terbukti puluhan rumah tamtama yang berada di Kompi Bantuan Batalyon 142/ Ksatria Jaya Jambi ludes dilalapnya.

Api menghanguskan 10 rumah Tamtama di blok 1/ Kompi Bantuan Batalyon 142/ Ksatria Jaya yang letaknya bersebelahan dengan Makorem 042/ Garuda Putih, di Jalan Urip Sumoharjo kawasan Telanaipura Jambi.
Asal api sendiri diduga berasal dari konsleting arus pendek listrik dari salah satu rumah prajurit di barak tersebut, kobaran api pertama kali diketahui oleh salah satu warga penghuni barak sekitar pukul 17.30 sore. Saat kejadian berlangsung kondisi komplek dalam keadaan sepi, karena banyak ditinggal prajurit berlatih di batalyon.

Para prajurit yang sedang piket beserta warga sekitar berupaya untuk memadamkan api, namun api dengan cepat menjalar ke bangunan lain.

6 unit Damkar Kota Jambi yang datang ke lokasi kejadian, baru bisa memadamkan api satu jam setelah kejadian.

Meskipun tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Menurut keterangan Kepala Penerangan Korem 042/ Gapu, Mayor ARH. Alexius, api berasal dari rumah Praka Simanjuntak, “Api berasal dari arus pendek listrik (konsleting) di rumah salah satu anggota yang sedang latihan.”

Dengan musibah kebakaran yang melanda komplek prajurit ini, para korban kini ditampung sementara di aula Korem 042/Gapu.

Sedangkan data dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jambi, sejak awal tahun 2011 hingga pertengahan Juni ini, setidaknya telah terjadi 32 kasus kebakaran dan 60 persen diantaranya terjadi akibat konsleting arus pendek listrik. (rom-nug)

Kamis, April 21, 2011

Ulat Bulu Mulai Serang Tanjab Barat, Jambi

JAMBI - Serangan ulat bulu ternyata mulai mewabah dan menyerang tanaman warga di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.

Namun serangan hama ini belum dikategorikan mengkhawatirkan, karena cepat ditangani oleh warga yang dibantu petugas pengendali hama setempat.
Serangan pertama ulat bulu di Jambi ini terjadi di Rt 12 Dusun Pasar dan di Rt 25 dusun Kampung, desa Pematang Lumut, kecamatan Betara, kabupaten Tanjab Barat, Provinsi Jambi.

Ulat bulu menyerang tanaman warga seperti pohon mangga yang letaknya banyak menyebar di pekarangan rumah.

Ulat bulu yang diperkirakan berjenis Lymantria Marganita ini berjumlah ribuan dan telah menggerogoti dedaunan yang terdapat di pohon mangga ini.

Bahkan, serangan ulat bulu juga sempat menjalar hingga ke rumah warga sehingga tak jarang ada warga yang terkena ulat bulu yang mengakibatkan gatal-gatal pada kulit.

Sebelum dilakukan penyemprotan Desinfektan oleh petugas warga mengatasinya dengan cara membakar ulat dan memangkas beberapa dahan pohon namun ternyata cara ini belum berhasil mengusir ulat bulu.

Setelah berupaya mengatasi sendiri dan tidak berhasil, warga yang mulai resah akhirnya mendapat bantuan dari dinas terkait dan kini telah melakukan upaya penyemprotan untuk mencegah penyebaran.

Untuk lebih menyakinkan jenis ulat bulu yang menyerang tanaman warga di Jambi, petugas telah mengambil beberapa sampel ulat untuk diteliti lebih lanjut.

Petugas dinas pertanian sendiri telah menghimbau kepada warga sekitar agar segera melaporkan ke petugas bila terdapat serangan ulat bulu agar tidak menyebar ke daerah lainnya. (nug)

Minggu, April 03, 2011

Kunker Wapres Boediono di Jambi

JAMBI – Kunjungan kerja Wakil Presiden Boediono selama di Jambi, yaitu membuka rapat koordinasi Gubernur se-Belajasumba (Bengkulu, Lampung, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung). Rakor Gubernur se-Belajasumba digelar di Hotel Abadi Suites, Jambi, Jumat pagi (1/4-2011).
Ratusan siswa-siswi pelajar dari berbagai sekolahan menyambut kunjungan kerja Wakil Presiden Boediono di SMPN 7 Jambi.
Setelah itu, wapres didampingi Ibu Herawati Boediono melakukan bersilahturahmi dengan perwakilan Pelajar SMP, SMA, SMK/ MAN dan Guru Se-Provinsi Jambi di SMPN 7 Jambi. Usai bersilaturahmi dengan perwakilan sekolah dan guru Se-Jambi, wapres melanjutkan peresmian Jambi Emas Expo (JEE) 2011. yang digelar di eks Arena MTQ Palmerah, Kecamatan Jambi Selatan.

Kamis, Maret 24, 2011

Teror Bom Di Jambi

JAMBI - Sepekan menjelang kunjungan kerja Wakil Presiden RI ke Jambi, teror paket bom berupa bungkusan misterius ditemukan di salah satu rumah warga.
Satu paket misterius ini ditemukan di rumah Yulianto (58) warga Jalan Pattimura, Rt 22, No 78, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi.

Dalam paket misterius yang diduga bom tersebut, terdapat tulisan yang mengutuk para kafir dan yahudi, sehingga sang penerima paket merasa ketakutan dan langsung melaporkan temuan itu kepada pihak kepolisian.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, satuan Gegana Polda Jambi yang turun ke tempat kejadian langsung mengamankan paket misterius tersebut untuk dimusnahkan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian daerah Jambi masih mengusut siapa pelaku pengirim paket itu dan apa motif dari teror bom.

Kata Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah, bahwa paket berukuran 20x30 centimeter yang diduga berisi bom, setelah di deteksi Tim Gegana Polda Jambi dengan mengunakan X Ray, ternyata paket tersebut mengandung benda logam, maka maka paket tersebut di bawa ke Makosat Brimod untuk disposal, ternyata paket itu hanya berisi kabel sepanjang 1 meter dan beberapa telor busuk.

“Paket yang diamankan Tim Gegana Polda Jambi, ternyata berisi kabel speaker dan telor busuk” katanya. (nug-rom)

Selasa, Maret 01, 2011

Jambi Peringkat Enam Pecandu Narkoba

JAMBI,TRIBUNJAMBI.COM - Suasana berbeda tampak di markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0415 Batanghari, Senin (29/2) pagi. Sebanyak 335 anggota mengikuti kegiatan sosialisasi bahaya narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) yang diadakan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi.
Hadir sebagai pembicara dalam cara Sekertaris BNNP Jambi AKBP Yuslizar. Dalam sosialisasinya di hadapan ratusan anggota TNI, Yuslizar menjelaskan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. "Narkoba itu akan berguna apabila digunakan untuk kegiatan medis, tetapi tidak berguna apabila disalahgunakan," jelasnya.

Menurut Yuslizar, orang yang sudah kecanduan narkoba, kondisi kesehatan fisik dan psikisnya akan terganggu bahkan kalau sudah pada tingkat pecandu berat akan bisa berakibat fatal pada diri korban.

"Kalau sudah pada tataran pecandu berat maka akan berbahaya bagi keselamatannya, karena pecandu narkoba itu tidak bisa disembuhkan tetapi hanya mampu dipulihkan dan itu pun tidak bisa kembali 100 persen seperti sedia kala," terangnya

Yuslizar menceritakan, peredaran narkoba tidak hanya ada di kota-kota besar, tetapi sudah merata di hampir semua wilayah. "Sekarang ini 1,99 persen penduduk Indonesia adalah pecandu narkoba," ucapnya.

Pria kelahiran 4 Maret itu menjelaskan kalau Provinsi Jambi masuk sepuluh besar se- Indonesia. "Jambi menduduki rangking keenam pengguna narkoba berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan oleh Universitas Indonesia pada tahun 2008 bekerjasama dengan BNN dan Lembaga Swadaya Masyarakat," ucapnya.

Sedangkan hasil survei tingkat kerawanan penggunaan narkoba yang dilakukan oleh BNN pada tahun yang sama, Provinsi Jambi berada di peringkat 16 untuk seluruh Indonesia. Di akhir acara pria kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, itu mengajak kepada seluruh anggota untuk dapat menjaga keluarganya dari bahaya narkoba.

http://jambi.tribunnews.com/2011/03/01/jambi-peringkat-enam-pecandu-narkoba

Kamis, Februari 17, 2011

Kalangan UKM Jambi Khawatirkan Konversi

JAMBI, Kompas.com - Hingga dimulainya konversi minyak tanah ke gas, Jumat (4/2/11), belum ada kepastian mengenai keberlanjutan pasokan minyak tanah bagi kalangan usaha kecil dan menengah di Jambi. Padahal, Pertamina sudah akan menghentikan suplai minyak tanah paling lambat awal Maret mendatang.
Perajin kayu ukir di Desa Pulau Betung, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, Jambi, Sulaiman merasa khawatir akan rencana konversi minyak tanah ke gas. "Kalau sudah konversi, apakah minyak tanah bakal hilang dari peredaran. Apa solusi bagi kami yang selama ini memanfaatkan minyak tanah untuk kegiatan produksi," tanyanya.

Kekhawatiran Sulaiman sangat beralasan. Selama ini ia memanfaatkan minimal 40 liter minyak tanah untuk proses produksi kayu ukir di bengkelnya. Bahan bakar ini dibutuhkan untuk memanaskan permukaan kayu sebelum dilakukan pengamplasan. Dalam keadaan panas, permukaan kayu menjadi lebih mudah halus.

"Kalau distribusi minyak tanah dihentikan, kami tidak tahu lagi harus bagaimana. Pemanasan kayu tidak mungkin menggunakan gas, karena belum ada ada alatnya," ujar Sulaiman.

Perajin batik di Kelurahan Olak Kemang, Danau Teluk, Kota Jambi, Edy Sunarto mengatakan, ada dua pilihan bagi perajin jika minyak tanah tak lagi beredar: kembali menggunakan arang atau memanfaatkan canting elektrik. Bagi perajin batik, penggunaan kedua alat ini kurang efektif. Butuh waktu lebih lama untuk menyalakan arang.

Sedangkan pada penggunaan canting elektrik, perajin harus menggunakan lilin yang berukuran kecil. Penggunaan canting elektrik saat ini belum umum digunakan perajin batik di Jambi.

Dalam kegiatan distribusi perdana paket subsidi gas elpiji di Desa Sungai Tenam, Kecamatan Muara Bulian, Jambi, Jumat (4/2), Manajer Elpiji dan Produk Gas PT Pertamina Region II Sumbagsel, Chairul Adin mengatakan, distribusi paket akan selesai pada akhir Februari. Tahap awal, sebanyak 478.000 keluarga di Jambi yang akan memperoleh bantuan paket tabung dan gas. Pihaknya juga masih akan menyalurkan tambahan paket bagi warga yang baru terdata belakangan.

Menurut Chairul, bersamaan dengan selesainya penyaluran paket elpiji, pasokan minyak tanah bersubsidi akan dihentikan. Seluruh agen minyak tanah di Jambi secara otomatis menjadi agen penyalur elpiji. Pada Maret nanti, seluruh agen tidak lagi menyalurkan minyak tanah subsidi, tetapi gas, ujar Chairul, di sela pendistribusian perdana.

Pihaknya berupaya untuk tetap memenuhi kebutuhan bagi kalangan usaha kecil dan menengah (UKM) yang memanfaatkan minyak tanah untuk kegiatan produksinya, namun dengan volume terbatas dan dengan harga ekonomi sekitar Rp 8.000 per liter.

Hanya saja, mengenai volume minyak tanah yang akan dipasok, pihaknya menunggu masuknya surat pengajuan dari pemerintah daerah masing-masing. Sejauh ini belum ada permintaan dari pemda mengenai jumlah minyak tanah yang dibutuhkan kalangan UKM, tuturnya.

Kebutuhan akan minyak tanah sebagai bahan bakar dianggap vital bagi kalangan usaha kecil dan menengah di Jambi. Di wilayah Kota Jambi saja, ada sekitar 300 UKM yang masih bergantung pada minyak tanah untuk kegiatan produksinya. UKM batik misalnya membutuhkan minyak tanah untuk proses pelilinan pada kain. Sedangkan pelaku usaha ketek (perahu mesin) membutuhkan minyak tanah dicampur solar sebagai bahan bakar sehari-hari. Sejauh ini, para pelaku usaha belum memperoleh alternatif pemanfaatan bahan bakar atas dilaksanakannya konversi minyak tanah ke gas.

http://regional.kompas.com/read/2011/02/15/16392590/

Rabu, Februari 02, 2011

Wabah Flu Burung Serang Jambi

JAMBI, KOMPAS.com - Ribuan ekor ayam di Kabupaten Kerinci yang tersebar di dua kecamatan dan lima desa di Jambi, mati akibat serangan flu burung (H5N1).
Sekretaris Dinas Peternakan Kabupaten Kerinci, Igor di Jambi, Rabu (2/2/2011) mengatakan, saat ini tercatat sedikitnya 4.164 ekor ayam milik warga yang mati terserang flu burung.
"Guna mencegah meluas dan berkembangnya wabah tersebut, Dinas Peternakan Kabupaten Kerinci kini bekerja keras melakukan pencegahan dengan melakukan pembinaan kepada warga serta melakukan penyemprotan," katanya.

Dalam keterangan secara terpisah Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Kabupaten Kerinci, Ariyan mengatakan, dua kecamatan dan lima desa yang terserang wabah flu burung itu meliputi, desa Sleman di Kecamtan Danau Kerinci, serta desa Sebukar, Semerah, Tanjung Muda, Koto Baru Hiang dan Pendung Tengah di kecamatan Sitinjau Laut.

Ayam yang mati itu meliputi ayam potong, ayam petelur dan ayam kampung, yang mati mendadak secara massal sejak sepekan terakhir. Dua Kecamatan dan lima desa yang terserang wabah flu burung itu kini menjadi perhatian serius Dinas Peternakan setempat untuk melakukan pembinaan pada warganya supaya memusnahkan ayam yang teridentifikasi terular penyakit berbahaya tersebut.

Diakui sampai saat ini masih banyak warga yang tidak mau memusnahkan ayamnya, namun secara persuasif Dinas Peternakan terus memberikan penyuluhan dan pembinaan.
Saat ini masyarakat hanya diminta memusnahkan ayam yang teridentifikasi tertular penyakit tersebut, namun yang masih sehat dilakukan upaya pencegahan. Selanjutnya bagi ayam yang mati warga diminta tidak membuang ke sungai dan ke jalan seperti yang sebelumnya dilakukan, namun dikubur dan dibakar.

"Warga juga diminta tidak bersentuhan langsung dengan ayam yang mati akibat terserang flu burung tersebut, kalau pun bersentuhan harus menggunkan sarung tangan, setelah itu dicuci bersih menggunkan sabun, sarung tangan dan badan yang tersentuh ayam tersebut," kata Ariyan.

http://regional.kompas.com/read/2011/02/02/10191414/

Sabtu, Januari 01, 2011

Pesta Kembang Api Di Jambi

JAMBI - Pergantian Tahun Baru di Jambi tadi malam sunggug meriah, ratuasan ribu warga Jambi menyambut pesta kembang api dan pagelaran musik.
”Sejumlah penyanyi papan atas akan menghibur warga Jambi, seperti Mansyur S dan kawan-kawan juga didampingi penyanyi lokal Jambi,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, Didy Wurjadi (31/12/2010).

Pihaknya juga sudah menyiapkan acara lain sebelum perayaan pergantian tahun seperti hiburan musik dankdut, mulai pukul 21.00 WIB hingga dini hari.

Didy menjelaskan pada puncak acara, pengunjung dapat menikmati persembahan pesta kembang api dengan tema Kembang Api jenis “Meteor”. ”Kembang api tersebut akan mewarnai langit kawasan Ancol Jambi pada malam pergantian tahun 2010 ke 2011,” ungkapnya.

Selain kembang api, pengunjung bisa menikmati kemeriahan acara puncak detik-detik pergantian tahun di Jambi dengan menyaksikan hiburan artis dangdut, Mansyur. S mulai pukul 22.00 WIB hingga pukul 23.30 WIB.

Pesta kemeriahan dalam menyambut pergantian tahun 2010-2011 di kota Jambi tepat pada Sabtu (1/1) pukul 00.00 WIB, akan diwarnai hujan kembang api diatas langit Jambi. (tim)

Tahun.2010 segera kita tinggalkan yg penuh dengan peristiwa suka dan duka,namun
semua itu menjadi introspeksi di dalam diri untuk melangkah lebih baik di tahun 2011.
Saudara-saudari sekalian, marilah kita masuki thn .2011 dengan niat dan tekad yang tulus, sehingga akan semakin sukses !

Selamat Tahun Baru 2011, Semoga Semakin Jaya dan Sukses… Dalam Kehidupan Sehari-Hari.!