Tampilkan postingan dengan label banjir di jambi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label banjir di jambi. Tampilkan semua postingan

Senin, April 11, 2016

BMKG: Warga Jambi Diimbau Waspadai Bencana Hidrologi

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulthan Thaha Jambi memperkirakan dalam beberapa hari ke depan, Jambi masih berpotensi terjadi hujan.

Seperti disampaikan Nabila Fikroh, Prakirawan BMKG Sulthan Thaha Jambi, potensi hujan lebat merata di seluruh Provinsi Jambi.
"Cuaca di Provinsi Jambi umumnya berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat merata hampir di seluruh Provinsi Jambi," katanya ditemui, Minggu (10/4/2016) sore.

Nabila menambahkan, peluang hujan masih cukup tinggi ini dikarenakan di bulan April hingga awal Mei Jambi masuk pada peralihan musim.

Potensi hujan cukup tinggi yang secara merata di setiap kabupaten kota di Provinsi Jambi.

BMKG Sulthan Thaha Jambi juga mengingatkan agar warga waspada terhadap awan Cumulonimbus (CB).



Yakni gumpalan awan yang bisa mengakibatkan terjadinya hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

"Untuk wilayah timur Jambi seperti kita lihat dalam beberapa hari terakhir umumnya terjadi pada siang hingga sore hari. Untuk wilayah barat umumnya malam hingga dini hari,"katanya.

"Waspadai juga hujan lebat ekstrim yang bisa mengakibatkan bencana hidrologi. Seperti banjir dan longsor,"pungkas ucap Nabila.

Photo- Jalan Patimura, Kota Jambi digenangi air setinggi lutut usai hujan lebat beberapa waktu lalu. BMKG asulthan Thaha Jambi memperkirakan potensi hujan lebat masih berpeluang dalam beberapa hari kedepan.

http://jambi.tribunnews.com/2016/04/10/bmkg-warga-jambi-diimbau-waspadai-bencana-hidrologi?page=2
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulthan Thaha Jambi memperkirakan dalam beberapa hari ke depan, Jambi masih berpotensi terjadi hujan.

Seperti disampaikan Nabila Fikroh, Prakirawan BMKG Sulthan Thaha Jambi, potensi hujan lebat merata di seluruh Provinsi Jambi.

"Cuaca di Provinsi Jambi umumnya berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat merata hampir di seluruh Provinsi Jambi," katanya ditemui, Minggu (10/4/2016) sore.

Nabila menambahkan, peluang hujan masih cukup tinggi ini dikarenakan di bulan April hingga awal Mei Jambi masuk pada peralihan musim.

Potensi hujan cukup tinggi yang secara merata di setiap kabupaten kota di Provinsi Jambi.

BMKG Sulthan Thaha Jambi juga mengingatkan agar warga waspada terhadap awan Cumulonimbus (CB).

Yakni gumpalan awan yang bisa mengakibatkan terjadinya hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

"Untuk wilayah timur Jambi seperti kita lihat dalam beberapa hari terakhir umumnya terjadi pada siang hingga sore hari. Untuk wilayah barat umumnya malam hingga dini hari,"katanya.

"Waspadai juga hujan lebat ekstrim yang bisa mengakibatkan bencana hidrologi. Seperti banjir dan longsor,"pungkas ucap Nabila.

Photo- Jalan Patimura, Kota Jambi digenangi air setinggi lutut usai hujan lebat beberapa waktu lalu. BMKG asulthan Thaha Jambi memperkirakan potensi hujan lebat masih berpeluang dalam beberapa hari kedepan.

http://jambi.tribunnews.com/2016/04/10/bmkg-warga-jambi-diimbau-waspadai-bencana-hidrologi?page=2* www.ayojambi.com/

Selasa, Maret 05, 2013

Pasca Banjir, Matakin Jambi Kembali Bantu Warga Danau Sipin

JAMBI – Air sungai batanghari telah surut, ribuan warga telah kembali kerumah masing sebelumnya mereka (warga) harus mengungsi ke tenda-tenda yang disediakan oleh pemerintah daerah sebagai tempat penampungan sementara. Walaupun warga yang terkena banjir sudah kembali kerumah masing-masing, namun mereka tidak sepenuhnya bisa melakukan aktifitas sebagaimana mestinya, karena warga mesti memperbaiki rumah merekan yang terendam air maupun membersihkan rumah mereka pasca banjir.
Mengingat beban yang di derita warga cukup berat, serta ada permintaan dari empat ketua rukun tetangga yaitu Rt, 24, 25, 26 dan 36 di desa Danau Sipin, Kelurahan Legok, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.

Akhirnya warga Desa Danau Sipin mendapatkan bantuan, berupa mie instant masing-masing KK 1 dus dari Majelis Tingga Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Provinsi Jambi dan Kota Jambi.

Kami sangat mengharapkan uluran tangan dari semua pihak yang peduli. Karena selama banjir kami tidak bisa bekerja disebabkan seluruh lahan pertanian tempat kami cari nafka terendam banjir. Umumnya warga disini bekerja sebagai petani. Kalau lahan terendam terpaksa menganggur dan tidak berpenghasilan,” ujar Yuliana (30)

Pasca bencana banjir yang merendam sebagian rumah warga di Kota Jambi ini beberapa waktu yang lalu, membuat MATAKIN Provinsi Jambi dan Kota perlu melakukan bantuan kepada warga yang terkena musibah banjir. Salah satu progran kerja Matakin yaitu bakti sosial melalui Makin-Makin, diantaranya Makin Po Seng Tai Te yang dikenal kelenteng “Hua Liong Kiong” kelenteng tersebut berada di Danau Sipin sejak tahun 1904. Hua Liong Kiong adalah salah satu tempat ibadah umat Khonghucu cukup tua di Rt. 23, Kelurahan Legok, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, sampai saat ini masih berdiri kokoh.

Darman Wijaya selaku Ketua Matakin Provinsi Jambi, mengatakan bantuan mie instan ini merupakan solidalitas umat Khonghucu di Jambi, ”Bantuan ini tulus dari umat Khonghucu dan tidak ada unsur politis. Maka kami perlu sampaikan langsung bantuan kepada yang bersangkutan, kami memberikan langsung dengan kupon yang telah disebarkan oleh ketua Rt setempat kepada keluarga yang rumahnya terendam.” (Romy)

Jumat, Maret 01, 2013

Matakin Jambi Suplay Bantuan Korban Banjir Di Danau Sipin

JAMBI - Soridalitas umat Khonghucu melalui Majelis Tingga Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Provinsi Jambi dan Kota Jambi menyampaikan bantuan sosial kepada warga Danau Sipin yang tempat tinggalnya terkena dampak banjir.
Banjir yang masih merendam sebagian tempat tinggal warga di Kota Jambi, sejak beberapa pekan lalu sudah mulai surut, tingginya air tidak separah kemarin-kemarin. Dari dampak banjir di Kota Jambi ini mambuat ribuan masyarakat Kota Jambi terpaksa harus mengungsi ke posko yang disediakan oleh pemerintah setempat maupun pihak swasta, saat ini mereka sudah kembali kerumah masing-masing seperti warga dikawasan Danau Sipin.

Bencana banjir yang merendam sebagian rumah warga di Kota Jambi ini, membuat Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Provinsi Jambi dan Kota merasa perlu melakukan bakti sosial melalui Kelenteng Makin Po Seng Tai Te yang dikenal kelenteng “Hua Liong Kiong”. Hua Liong Kiong adalah salah satu tempat ibadah umat Khonghucu tertua yang terletak di Rt. 23, Kelurahan Legok, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Kelenteng yang didirikan sejak tahun 1904, hingga kini masih berdiri kokoh.

Bantuan akan disalurkan di Kelenteng Makin Po Sheng Tai Te yang dikenal "Hua Liong Kiong ". di Rt. 23, 39 dan 40, Kelurahan Legok, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, bantuan disalurkan melalui salah Makin di Danau Sipin, di Kelenteng Makin Po Sheng Tai Te bantuan itu dibagikan kepada warga yang mengalami musibah banjir.

Penyaluran bantuan langsung Matakin Jambi melalui jalur darat menuju Kelenteng Po Sheng Tai Te. terus bantuan ini langsung diserahkan oleh ketua Matakin Jambi, Darman Wijaya didampingi para pengurus Matakin Jambi dan kota kepada warga setempat disaksikan oleh ketua Rt setempat.

Menurut Ketua Matakin Provinsi Jambi, Darman Wijaya, bantuan ini merupakan solidalitas umat Khonghucu di Jambi, “Walaupun sedikit terlambat dalam menyalurkan bantuan ini, berhubung beberapa hari lalu Matakin dan Makin di Jambi banyak kegiatan yang tidak bisa ditunda,” maka pada hari ini bantuan baru bisa serahkan kepada warga yang sangat membutuhkan bantuan tersebut. (Romy)

Matakin Jambi Bantu Korban Banjir di Danau Sipin

JAMBI – Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Provinsi Jambi dan Kota, menyalurkan bantuan langsung kepada 235 Kepala Keluarga (KK) di Rt 24,39 dan 40, Kelurahan Legok, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, berupa air mie instant. Sebanyak 235 Kepala Keluarga (KK), Jumat (1/3) pagi.
Beberapa waktu yang lalu para pengurus inti Matakin Jambi dan Kota melakukan tinjauan langsung ke lokasi banjir (25/2) sambil mendata jumlah korban banjir di Danau Sipin.

Darman Wijaya selaku ketua Majelis Tingga Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Provinsi Jambi mengatakan pihaknya memberi bantuan dengan hati ikhlas dan tidak ada unsur politis. ”Ini sebagai bentuk rasa kepedulian umat Khonghucu di desa ini, masing-masing keluarga mendapatkan satu dus mie instan,” ujar Darman Wijaya yang didampingi pengurus Matakin Jambi dan Kota.

Tambah Darman Wijaya, kami harapkan bantuan ini dapat meringankan korban banjir yang selama ini rumahnya kebanjiran, sehingga warga tidak bisa melakukan aktifitas untuk mencari nafkah. Walau kecil tapi seluruh warga dapat menikmatinya,” jelasnya dihadapan sejumlah wartawan yang ikut rombongan. (Romy)

Rabu, Februari 27, 2013

Yayasan Kesejahteraan Sentosa Salurkan Bantuan Korban Banjir

JAMBI (ayojambi.com) - Yayasan Kesejahteraan Sentosa (YKS) Jambi bekerja sama dengan Lions Club Jambi menyalurkan bantuan sosial kepada korban banjir di kawasan Kumpeh Ulu, adapun bentuk bantuan berupa mie instan sebanyak 600 dus dan air mineral sebanyak 600 dus.
Penyerahan diserahkan oleh Wakil Ketua Yayasan Kesejahteraan Sentosa (YKS), Darman Wijaya didampingi oleh presiden Lions Club Jambi, kepada warga di 14 RT (600 KK) di kantor kepala desa Muara Kumpeh.

Untuk menghindari terjadinya rebutan, maka setiap  KK diberikan satu kupon, setiap kupon dapat ditukarkan dengan satu dus mie instan dan air mineral satu dus, penukaran kupon dilakukan di kantor kepada desa.

Bantuan tersebut disalurkan Yayasan Kesejahteraan Sentosa (YKS) bekerja sama dengan Lions Club Jambi yang dipimpin oleh Lily beserta segenap pengurus Lions Club Jambi.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka YKS langsung menyalurkan bantuan ke warga yang sangat membutuhkan, bantuan ini adalah sumbangan dari masyarakat tionghoa melalui Yayasan Kesejahteraan Sentosa (YKS) Jambi, ujar Darman Wijaya, “Bantuan ini diberikan untuk para korban banjir. Ini adalah bentuk kepedulian YKS Jambi,’’ maka YKS Jambi mengharap semoga bantuan dapat meringankan warga yang sedang mengalami musibah banjir. (Romy)