JAMBI, ayojambi.com – Razia penyakit masyarakat (Pekat) yang dilakukan tim gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jambi, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jambi dan PMKS Kota Jambi, Polresta Jambi, Dandim 0415/Batanghari, Denpom Jambi, Sabtu (13/12) malam, dengan sasaran hotel-hotel melati sepertinya telah bocor hampir separoh hotel ditinggali para penghuninya dalam kondisi tempat tidur acak2an [Lihat Video: Razia Hotel Bocor]. Walaupun petugas gabungan berhasil menjaring puluhan pasangan remaja yang tengah bermesraan di hotel. Mereka yang terjaring, tidak memiliki identitas maupun kartu pelajar serta ada bukan pasangan resmi suami istri (pasutri).
Tampilkan postingan dengan label PSK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PSK. Tampilkan semua postingan
Minggu, Desember 14, 2014
Selasa, Oktober 14, 2014
Warga Pucuk Minta Pemkot Adil
TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Aksi penutupan lokalisasi di Jambi masih diwarnai penolakan. Sejumlah warga yang tinggal di kawasan lokalisasi Pucuk atau Payo Sigadung menilai rencana pemerintah untuk menutup lokalisasi merupakan kebijakan sebelah pihak. Mereka menuding pemerintah tidak adil dalam menjalankan perda [Lihat foto: Sosialisasi Pemkot Jambi].
"Kok cuma Pucuk saja yang ditutup, sementara yang diluar masih banyak tempat pelacuran berkedok salon, panti pijat dan karaoke tidak ditutup, "kata Budi Jefri Siahaan, ketua Forum warga Rt 05 Kelurahan Rawasari, Senin (13/10).
Warga juga mengancam akan tetap menjalankan usapa prostitusi disana jika pemerintah terbukti tidak konsisten. "Memang sebagian sudah ada yang pulang, sebagian masih tetap buka,"katanya.
Hal senada juga disampaikan salah seorang mucikari. "Kalau sekarang memang tutup. Tapi, kalau nanti diluar sana mereka tetap buka, kami buka juga. Kenapa takut, disini rumah kami kok. Ada sertifikatnya,"kata salah seorang mucikari yang enggan namanya dikutip. (*)
http://jambi.tribunnews.com/2014/10/13/warga-pucuk-minta-pemkot-adil
Warga juga mengancam akan tetap menjalankan usapa prostitusi disana jika pemerintah terbukti tidak konsisten. "Memang sebagian sudah ada yang pulang, sebagian masih tetap buka,"katanya.
Hal senada juga disampaikan salah seorang mucikari. "Kalau sekarang memang tutup. Tapi, kalau nanti diluar sana mereka tetap buka, kami buka juga. Kenapa takut, disini rumah kami kok. Ada sertifikatnya,"kata salah seorang mucikari yang enggan namanya dikutip. (*)
http://jambi.tribunnews.com/2014/10/13/warga-pucuk-minta-pemkot-adil
* www.ayojambi.com/
Senin, Oktober 13, 2014
Pemkot Jambi Deklarasi Penutupan Lokalisasi Prostitusi Payo Sigadung
JAMBI – ayojambi.com - Ratusan personil keamanan dari Kepolisian, TNI, Detasemen Polisi Militer dan Satpol PP untuk pengamanan deklarasi penutupan lokalisasi prostitusi Payo Sigadung yang dikenal dengan sebutan Pucuk [Lihat foto: Deklarasi Penutupan Lokalisasi Prostitusi PayoSigadung] (13/10).
Lokalisasi prostitusi terbesar di Provinsi Jambi, Payo Sigadung dengan sebutan nama “Pucuk” yang terletak di RT 04 dan RT 05, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi.
Pemerintah kota Jambi mendeklarisasi penutupan Lokalisasi Payo Sigadung atau Pucuk dan Langitbiru.
Sejumlah warga Pucuk yang berkumpul di dekat lokalisasi menyatakan Pemkot Jambi tidak manusiawi, dengan menutup lokalisasi pucuk dan membiarkan lokalisasi prostitusi berkedok tempat-tempat hiburan seperti Café, Karaoke, Diskotik dan rumah kos-kosan, “Kalau mau tutup, Pemkot jangan pilih kasih, tutup tempat prostitusi berkedok tempat hiburan malam.” Ujar salah satu warga yang enggan sebut jati dirinya.
Pantauan ayojambi.com dilapangan, rumah-rumah, wisma atau tempat karaoke di Pucuk memang tampak lengang. Pintu-pintu rumah tertutup. Sepinya pucuk ini diketahui sudah terjadi sejak beberapa hari lalu.
Sedangkan pandangan masyarakat, tujuan Pemkot Jambi sangat baik dengan penutup Lokalisasi Payo Sigadung, namun apakah Pemkot Jambi sudah antisipasi tempat pelarian mencari nafka para Pekerja Seks Komersial (PSK)?, mereka bisa menyebar ke tempat-tempat lain seperti ke kabupaten-kabupaten maupun ke hotel-hotel, tempat hiburan karaoke dan kos-kosan.
Payo Sigadung alias Pucuk, sebagai lokalisasi pekerja seks komersial (PSK), sudah beroperasi sejak lima puluh tahun silam (Romy)
Pemerintah kota Jambi mendeklarisasi penutupan Lokalisasi Payo Sigadung atau Pucuk dan Langitbiru.
Sejumlah warga Pucuk yang berkumpul di dekat lokalisasi menyatakan Pemkot Jambi tidak manusiawi, dengan menutup lokalisasi pucuk dan membiarkan lokalisasi prostitusi berkedok tempat-tempat hiburan seperti Café, Karaoke, Diskotik dan rumah kos-kosan, “Kalau mau tutup, Pemkot jangan pilih kasih, tutup tempat prostitusi berkedok tempat hiburan malam.” Ujar salah satu warga yang enggan sebut jati dirinya.
Pantauan ayojambi.com dilapangan, rumah-rumah, wisma atau tempat karaoke di Pucuk memang tampak lengang. Pintu-pintu rumah tertutup. Sepinya pucuk ini diketahui sudah terjadi sejak beberapa hari lalu.
Sedangkan pandangan masyarakat, tujuan Pemkot Jambi sangat baik dengan penutup Lokalisasi Payo Sigadung, namun apakah Pemkot Jambi sudah antisipasi tempat pelarian mencari nafka para Pekerja Seks Komersial (PSK)?, mereka bisa menyebar ke tempat-tempat lain seperti ke kabupaten-kabupaten maupun ke hotel-hotel, tempat hiburan karaoke dan kos-kosan.
Payo Sigadung alias Pucuk, sebagai lokalisasi pekerja seks komersial (PSK), sudah beroperasi sejak lima puluh tahun silam (Romy)
* www.ayojambi.com/
Minggu, September 14, 2014
Pasangan Mesum Terjaring Razia Pekat Di Hotel Melati
JAMBI, ayojambi.com - Razia penyakit masyarakat (Pekat) yang dilakukan tim gabungan dari pemerintah Kota Jambi, Sabtu (13/9) malam, dengan sasaran hotel-hotel melati dan tempat karaoke, berhasil menjaring puluhan pasangan remaja yang tengah bermesraan di hotel. Mereka yang terjaring, tidak memiliki identitas dan bukan pasangan resmi suami istri (pasutri).
Razia yang dimulai pukul 20.00 hingga dini hari, selain hotel-hotel melati yang menjadi jadi tempat sasaran razia serta para wanita Escort yang tidak memiliki identitas (KTP) digelandang dengan dipaksa naik ke mobil Satuan Polisi Pamong Peraja (Sat Pol PP).
Dari pantauan ayojambii.com di lokasi, tim razia mengerahkan 3 truk dan beberapa unit mobil lain untuk mengangkut remaja yang menyalahi norma-norma di tempat hiburan karaoke maupun hotel. Beberapa wanita yang tengah bermadu kasih dan remaja yang masih status pelajar SMA diangkut.
Namun sangat di sayangkan, tidak semua karaoke dan hotel dirazia. Termasuk hotel dan tempat karaoke yang sering dipergunakan remaja untuk melakukan hubungan layaknya sebagai pasutri. Razia tim gabungan terkesan tebang pilih mendapatkan protes dari beberapa hotel maupun tempat hiburan karaoke “Kalau mau razia hotel, jangan tebang pilih, masa hotel kami yang selalu jadi sasaran razia,” ujar salah seorang pegawai hotel. Demikian juga 1 tempat karaoke di kawasan pasar Impres Kebun Hadil didatangi, pada hal di kawasan Kebun Handil ada banyak tempat karaoke yang tidak tersentuh oleh razia Satpol PP Kota Jambi. Informasi dari warga Kebun Handil mengatakan, bahwa ada beberapa tempat hiburan berkedok karaoke menyedia wanita yang bisa di boking. (Romy).
Dari pantauan ayojambii.com di lokasi, tim razia mengerahkan 3 truk dan beberapa unit mobil lain untuk mengangkut remaja yang menyalahi norma-norma di tempat hiburan karaoke maupun hotel. Beberapa wanita yang tengah bermadu kasih dan remaja yang masih status pelajar SMA diangkut.
Namun sangat di sayangkan, tidak semua karaoke dan hotel dirazia. Termasuk hotel dan tempat karaoke yang sering dipergunakan remaja untuk melakukan hubungan layaknya sebagai pasutri. Razia tim gabungan terkesan tebang pilih mendapatkan protes dari beberapa hotel maupun tempat hiburan karaoke “Kalau mau razia hotel, jangan tebang pilih, masa hotel kami yang selalu jadi sasaran razia,” ujar salah seorang pegawai hotel. Demikian juga 1 tempat karaoke di kawasan pasar Impres Kebun Hadil didatangi, pada hal di kawasan Kebun Handil ada banyak tempat karaoke yang tidak tersentuh oleh razia Satpol PP Kota Jambi. Informasi dari warga Kebun Handil mengatakan, bahwa ada beberapa tempat hiburan berkedok karaoke menyedia wanita yang bisa di boking. (Romy).
* www.ayojambi.com/
Puluhan Pelajar Terjaring Razia Pekat Di Tempat Hiburan
JAMBI, ayojambi.com – Malam minggu naas bagi puluhan pelajar sekolah menengah atas dan beberapa remaja yang tengah asik berduaan didalam hotel melati di kota Jambi, mereka tengah asik berbulan madu diatas ranjang terjaring oleh tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jambi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jambi, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jambi dan PMKS Kota Jambi, Polresta Jambi, Dandim 0415/Batanghari, Denpom Jambi lakukan razia di mulai dari pukul 22.00 (13/9-2014) [Lihat Gambar Razia Pekat Di Tempat Hiburan].
Kali ini razia dibagi dalam tiga kelompok, kelompok yang diikuti ayojambi.com adalah jurusan Kecamatan Pasar dan Kecamatan Jelutung, sedangkan tim lain meliputi jurusan Telanaipura, Kota Baru, Kecamatan Jambi Timur [Lihat Video: Razia Pekat Di Tempat Hiburan].
Sasaran razia Pekat ini adalah para Pekerja Seks Komersial (PSK) maupun para remaja yang masih berstatus pelajar di Kota Jambi, pasalnya kini banyak pelajar aktif yang hamil diluar nikah. sehingga membuat para orangtua merasa kuatir terhadap putra-putri mereka.
Dari hasil razia terdapat beberapa pelajar SMA yang terngah happy dengan Lady Escort yang berbusana mini sambil merokok ditempat hiburan karaoke di kawasan Pasar Impres Kebun Handil, sedangkan sebagian lagi terjaring di hotel Camar Jalan Gatot Subroto, namun sangat disayangkan sepertinya razia gabungan bocor. Karena ada beberapa pasangan hotel Camar melarikan/ sembunyikan diri dengan meninggalkan pakaian mereka didalam kamar. Di hotel Camar tim razia mendapatkan protes dari pemilik hotel karena salah satu kamar didobrak paksa oleh orang yang tidak dikenal, dan beberapa tamu hotelpun merasa tidak adil dalam razia, sebabnya petugas pilih-pilih kasih dalam razia.
Seperti banyak tempat karaoke di kawasan Kebun Handil, yang dirazia hanya 1 pas karaoke yang berada diseberang pasar impres Kebun Handil, demikian juga dengan hotel yang dirazia adalah Hotel Camar, Hotel 88, sedangkan Mexicana Hotel tidak tersentuh oleh petugas demikian juga dengan Hotel Jambi Raya tidak dirazia.!
Atas kejadian tim gabungan dari instansi lain bertanya-tanya “Ada apa dengan razia ini, sepertinya ada yang bermain atau pilih kasih.”
Hingga berita ini diturunkan razia masih berlangsung, tim ayojambi.com memutuskan pulang daripada mengikuti razia yang telah bocor serta tidak jelas arah razia (Romy)
Sasaran razia Pekat ini adalah para Pekerja Seks Komersial (PSK) maupun para remaja yang masih berstatus pelajar di Kota Jambi, pasalnya kini banyak pelajar aktif yang hamil diluar nikah. sehingga membuat para orangtua merasa kuatir terhadap putra-putri mereka.
Dari hasil razia terdapat beberapa pelajar SMA yang terngah happy dengan Lady Escort yang berbusana mini sambil merokok ditempat hiburan karaoke di kawasan Pasar Impres Kebun Handil, sedangkan sebagian lagi terjaring di hotel Camar Jalan Gatot Subroto, namun sangat disayangkan sepertinya razia gabungan bocor. Karena ada beberapa pasangan hotel Camar melarikan/ sembunyikan diri dengan meninggalkan pakaian mereka didalam kamar. Di hotel Camar tim razia mendapatkan protes dari pemilik hotel karena salah satu kamar didobrak paksa oleh orang yang tidak dikenal, dan beberapa tamu hotelpun merasa tidak adil dalam razia, sebabnya petugas pilih-pilih kasih dalam razia.
Seperti banyak tempat karaoke di kawasan Kebun Handil, yang dirazia hanya 1 pas karaoke yang berada diseberang pasar impres Kebun Handil, demikian juga dengan hotel yang dirazia adalah Hotel Camar, Hotel 88, sedangkan Mexicana Hotel tidak tersentuh oleh petugas demikian juga dengan Hotel Jambi Raya tidak dirazia.!
Atas kejadian tim gabungan dari instansi lain bertanya-tanya “Ada apa dengan razia ini, sepertinya ada yang bermain atau pilih kasih.”
Hingga berita ini diturunkan razia masih berlangsung, tim ayojambi.com memutuskan pulang daripada mengikuti razia yang telah bocor serta tidak jelas arah razia (Romy)
* www.ayojambi.com/
Kamis, Juni 05, 2014
Lokasi Karaoke Jadi Tempat Prostitusi
Dugaan tempat karaoke berfungsi sebagai tempat prostitusi terselubung dan peredaran obat terlarang kini marak dibangun di Kota Jambi. Dengan demikian tempat tersebut diduga sebagai salah satu lokasi penyebaran penyakit.
Karaoke tersebut dari luar tampak biasa saja. Sama persis dengan tempat karaoke lainnya, tarif karaoke perpaket Rp. 300.000 diluar minuman belum termasuk PPN dan wanita usia belasan berbusana sexy sebagai pendamping. "Ini bisa jadi teman karaoke kalau mau."
Setiap bulan pemilik karaoke mengeluarkan untuk untuk oknum yang membackingi tempat karaokenya, maka tempat karaoke di Kota Jambi jarang kena razia, boleh dibilang langganan tempat karaoke di Kota Jambi mendapatkan jaminan tidak akan tertangkap kalau ada razia menghabiskan anggaran pemda. Ada kode khusus untuk razia, jika adalah kode listrik yang dipadamkan berkali-kali berarti pelanggan cepat keluar. "Biasanya sebelum ada razia pemilik karaoke telah diberitahu oknum yang melakukan razia."
Karaoke Diduga Tempat Prostitusi
Meski berlabel family karaoke, tempat hiburan musik karaoke di Kota Jambi pantas dicurigai sebagai tempat prostitusi terselubung. Karena merupakan tempat hura-hura alias dugem, tak tertutup kemungkinan karaoke itu pun dijadikan ajang konsumsi dan transaksi Narkoba beromset puluhan juta rupiah permalam.
‘’Semua hal negatif bisa saja terjadi di tempat karaoke itu. Apalagi pemiliknya bersifat apatis. Yang penting ramai dan duit masuk berlimpah. Meski belum didukung bukti konkrit, kabarnya ada karaoke yang menyediakan perempuan penghibur. Ini sudah menjadi isu santer di masyarakat, kata masyarakat disekitar lokasi karaoke.
Harapan masyarakat Kota Jambi agar Pemerintah serius menindak lokasi portitusi berkedok tempat karaoke dan memberikan sanksi pidana kepada oknum yang membacking tempat karaoke (Tim) * www.ayojambi.com/
Setiap bulan pemilik karaoke mengeluarkan untuk untuk oknum yang membackingi tempat karaokenya, maka tempat karaoke di Kota Jambi jarang kena razia, boleh dibilang langganan tempat karaoke di Kota Jambi mendapatkan jaminan tidak akan tertangkap kalau ada razia menghabiskan anggaran pemda. Ada kode khusus untuk razia, jika adalah kode listrik yang dipadamkan berkali-kali berarti pelanggan cepat keluar. "Biasanya sebelum ada razia pemilik karaoke telah diberitahu oknum yang melakukan razia."
Karaoke Diduga Tempat Prostitusi
Meski berlabel family karaoke, tempat hiburan musik karaoke di Kota Jambi pantas dicurigai sebagai tempat prostitusi terselubung. Karena merupakan tempat hura-hura alias dugem, tak tertutup kemungkinan karaoke itu pun dijadikan ajang konsumsi dan transaksi Narkoba beromset puluhan juta rupiah permalam.
‘’Semua hal negatif bisa saja terjadi di tempat karaoke itu. Apalagi pemiliknya bersifat apatis. Yang penting ramai dan duit masuk berlimpah. Meski belum didukung bukti konkrit, kabarnya ada karaoke yang menyediakan perempuan penghibur. Ini sudah menjadi isu santer di masyarakat, kata masyarakat disekitar lokasi karaoke.
Harapan masyarakat Kota Jambi agar Pemerintah serius menindak lokasi portitusi berkedok tempat karaoke dan memberikan sanksi pidana kepada oknum yang membacking tempat karaoke (Tim) * www.ayojambi.com/
Rabu, Juni 04, 2014
Razia Kos-kosan, Satpol PP Jaring Penghuni Tidak Miliki KTP
JAMBI, ayojambi.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jambi, Rabu (4/6) menggelar razia di kos-kosan. Razia gabungan diikuti oleh Poltabes Jambi, Danrem 0415/Batanghari, Denpom Jambi, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jambi, PMKS Kota Jambi, lakukan razia di mulai dari pukul 09.30 WIB meliputi tiga wilayah, yakni Jambi Selatan, Jambi Timur dan Telanaipura.
Dari tim Jambi Timur, meliputi kawasan Tanjung Pinang, Kasang, Tanjung Sari (tempat portitusi yusef), saat memasuki lokasi Tanjung Sari, puluhan PSK melarikan diri hingga ada yang tinggalkan tas berisi pakaian. Tim gabungan menjaring 8 orang perempuan dan 2 orang pria yang habis bermadu kasih dikamar. Ketika tim melakukan pemeriksaan, mereka panik saat ditanyai identitas oleh petugas. Karena tidak bisa menunjukkan identitas (KTP) hingga akhirnya mereka dibawa ke kantor Satpol PP Kota Jambi untuk dilakukan pendataan. (Romy)
* www.ayojambi.com/
Minggu, April 20, 2014
Puluhan Pasang Remaja Terjaring Razia Pekat Di Hotel Jambi
JAMBI, ayojambi.com – Malam minggu kelabu bagi puluhan pasang remaja yang tengah asik berduaan didalam hotel melati di Jambi, mereka tengah asik berbulan madu terjaring oleh tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jambi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jambi, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jambi dan PMKS Kota Jambi, Polresta Jambi, Dandim 0415/Batanghari, Denpom Jambi lakukan razia di mulai dari pukul 22.30 hingga dini hari (17/4-2014).
Razia terbagi dalam dua kelompok, kelompok dua jurusan Kecamatan Pasar, Kecamatan Jambi Timur dan Kecamatan Jambi Selatan, sedangkan tim satu meliputi jurusan Telanaipura, Kota Baru, Kecamatan Jelutung.
Sasaran razia Pekat ini adalah para Pekerja Seks Komersial (PSK) di Kota Jambi. Inti dari razia untuk menciptakan rasa nyaman dan tentram di Kota Jambi.
Dari razia puluhan pasangan muda mudi yang asyik memadu kasih di hotel-hotel Melati pada sembunyi di kamar, ada yang yang meninggalkan hotel tanpa membawa tas dan sepatu, sepertinya razia telah bocor.
Dari razia yang digelar dibeberapa titik, seperti Hotel Camat di Jalan Gatot Sobroto, terlihat kamar hotel ditinggalkan oleh penguninya dalam keadaan terdesak, karena kondisi kamar dalam keadaan berantakan (seperti habis bertempur), bahkan tas serta sepatu wanita ditinggalkan dalam kamar, tim razia kembali mendatangi Mexicana Hotel Jalan Halim Perdana Kusumah, lalu menuju Hotel 88 tidak jauh dari Hotel Mexicana, terus ke Hotel Dalia, Pundi 1, Hotel Anggrek, Mayang Sari 1 dan Hotel Jambi Raya, ternyata beberapa hotel yang dikunjungi ini dalam kondisi kosong ditinggali penghuninya.
Namun tim razia tidak putus asal, mereka, mereka kembali menelusuri Hotel Sarina di kawasan Angsa Dua, di hotel ini tim mendapati beberapa wanita yang tengah menunggu pelanggan, ada dua pasang yang baru selesai melakukan adegan layanknya pasutri. Di samping itu tim gabungan juga mendapatkan 5 pasang remaja yang tengah bermadu kasih di Hotel Surya di Jalan Raden Matthaher Jambi, tim mendapati seorang wanita dalam kamar bersama dengan 2 pria bertempur melawan 1 wanita (2 in 1) dan seorang remaja yang mengunakan jilbab bersama sang idola.
Pasang remaja terjaring dalam kondisi tidak berbaju, saat ditanya petugas surat nikah mereka tidak bisa menunjukannya, maka merekapun diangkut ke truk Satpol PP. (Romy)
Sasaran razia Pekat ini adalah para Pekerja Seks Komersial (PSK) di Kota Jambi. Inti dari razia untuk menciptakan rasa nyaman dan tentram di Kota Jambi.
Dari razia puluhan pasangan muda mudi yang asyik memadu kasih di hotel-hotel Melati pada sembunyi di kamar, ada yang yang meninggalkan hotel tanpa membawa tas dan sepatu, sepertinya razia telah bocor.
Dari razia yang digelar dibeberapa titik, seperti Hotel Camat di Jalan Gatot Sobroto, terlihat kamar hotel ditinggalkan oleh penguninya dalam keadaan terdesak, karena kondisi kamar dalam keadaan berantakan (seperti habis bertempur), bahkan tas serta sepatu wanita ditinggalkan dalam kamar, tim razia kembali mendatangi Mexicana Hotel Jalan Halim Perdana Kusumah, lalu menuju Hotel 88 tidak jauh dari Hotel Mexicana, terus ke Hotel Dalia, Pundi 1, Hotel Anggrek, Mayang Sari 1 dan Hotel Jambi Raya, ternyata beberapa hotel yang dikunjungi ini dalam kondisi kosong ditinggali penghuninya.
Namun tim razia tidak putus asal, mereka, mereka kembali menelusuri Hotel Sarina di kawasan Angsa Dua, di hotel ini tim mendapati beberapa wanita yang tengah menunggu pelanggan, ada dua pasang yang baru selesai melakukan adegan layanknya pasutri. Di samping itu tim gabungan juga mendapatkan 5 pasang remaja yang tengah bermadu kasih di Hotel Surya di Jalan Raden Matthaher Jambi, tim mendapati seorang wanita dalam kamar bersama dengan 2 pria bertempur melawan 1 wanita (2 in 1) dan seorang remaja yang mengunakan jilbab bersama sang idola.
Pasang remaja terjaring dalam kondisi tidak berbaju, saat ditanya petugas surat nikah mereka tidak bisa menunjukannya, maka merekapun diangkut ke truk Satpol PP. (Romy)
Selasa, Maret 26, 2013
Pria Kediri Sangat Doyan 'Jajan'
TRIBUNJAMBI.COM, KEDIRI - Ibu rumah tangga di Kediri ternyata sangat rawan tertular virus HIV. Berdasarkan data 2012, terdapat 14 ibu rumah tangga yang positif mengidap HIV.
"Pengidap baru HIV dari kalangan ibu rumah tangga, menempati ranking kedua setelah PSK. Jika pengidap dari PSK ditemukan 17 kasus, dari ibu rumah tangga 14 kasus," ungkap Heri Nurdianto, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Kediri, Senin (25/3/2013).
Heri menjelaskan, hingga bulan ketiga di 2013, sudah ditemukan enam kasus baru pengidap HIV. Hasil temuan itu berasal dari layanan di RSUD Gambiran, dan layanan daerah Dinas Kesehatan Kota Kediri.
Tingginya angka ibu rumah tangga yang terjangkit, sekaligus menjadi sinyal rawannya penularan virus HIV dari suami. Apalagi, berdasarkan hasil pemetaan, pria di Kota Kediri yang mengakses layanan Pekerja Seks Komersial (PSK) juga sangat tinggi, mencapai belasan ribu setiap tahun.
KPAD kini tengah getol melakukan kampanye sosialisasi penanggulangan virus HIV, di kalangan pria berisiko tinggi.
"Dari hasil pemetaan kami, pria yang biasa mengakses layanan PSK terbanyak dari kalangan menengah ke bawah," imbuhnya.
Atas dasar temuan itu, kini kampanye sosialisasi KPAD Kota Kediri tengah fokus menggarap sasaran para pria berisiko tinggi. Langkah itu dilakukan dengan melakukan kampanye sosialisasi di tempat berkumpulnya masyarakat, seperti stasiun dan pasar.
"Progam kami sekarang jemput bola mendekat ke sasaran," ucapnya.
Sementara, rentannya penularan virus HIV dan penyakit kelamin juga terlihat dari rendahnya pemakaian kondom di lokalisasi. Mayoritas pengunjung lokalisasi di Semampir, Kota Kediri, enggan memakai kondom karena dianggap mengurangi sensasi kenikmatan.
http://jambi.tribunnews.com/2013/03/26/duh-pria-kediri-sangat-doyan-jajan
Heri menjelaskan, hingga bulan ketiga di 2013, sudah ditemukan enam kasus baru pengidap HIV. Hasil temuan itu berasal dari layanan di RSUD Gambiran, dan layanan daerah Dinas Kesehatan Kota Kediri.
Tingginya angka ibu rumah tangga yang terjangkit, sekaligus menjadi sinyal rawannya penularan virus HIV dari suami. Apalagi, berdasarkan hasil pemetaan, pria di Kota Kediri yang mengakses layanan Pekerja Seks Komersial (PSK) juga sangat tinggi, mencapai belasan ribu setiap tahun.
KPAD kini tengah getol melakukan kampanye sosialisasi penanggulangan virus HIV, di kalangan pria berisiko tinggi.
"Dari hasil pemetaan kami, pria yang biasa mengakses layanan PSK terbanyak dari kalangan menengah ke bawah," imbuhnya.
Atas dasar temuan itu, kini kampanye sosialisasi KPAD Kota Kediri tengah fokus menggarap sasaran para pria berisiko tinggi. Langkah itu dilakukan dengan melakukan kampanye sosialisasi di tempat berkumpulnya masyarakat, seperti stasiun dan pasar.
"Progam kami sekarang jemput bola mendekat ke sasaran," ucapnya.
Sementara, rentannya penularan virus HIV dan penyakit kelamin juga terlihat dari rendahnya pemakaian kondom di lokalisasi. Mayoritas pengunjung lokalisasi di Semampir, Kota Kediri, enggan memakai kondom karena dianggap mengurangi sensasi kenikmatan.
http://jambi.tribunnews.com/2013/03/26/duh-pria-kediri-sangat-doyan-jajan
Jumat, November 02, 2012
Jual Diri, Para PSK Itu Diantar Suami...
SURABAYA, KOMPAS.com — Selain kawasan Jalan Pandanaran yang terkenal dengan "gadis" bermotor, ada ruas jalan lain di Kota Semarang yang juga dikenal sebagai kawasan prostitusi pinggir jalan, antara lain, di Jalan Imam Bonjol dan Jalan Tanjung, dekat dengan kawasan Stasiun Poncol.
Berbeda dengan Jalan Pandanaran yang tidak terlihat vulgar, di kawasan ini, setiap yang lewat akan melihat para perempuan malam menjajakan diri di pinggir jalan. Para pekerja seks komersial (PSK) itu tampak berusaha berpakaian seksi sambil mejeng di pinggir-pinggir jalan.
Dulu, para perempuan yang terlihat sudah dewasa dengan umur antara 20 hingga lebih dari 30 tahun tersebut biasa menjajakan diri dengan berdiri di pinggir jalan. Mereka akan menawarkan diri pada setiap lelaki yang lewat. Sekarang, sejak beberapa tahun terakhir, mereka tampak berbeda karena mulai mengendarai sepeda motor, yang sebagian besar berjenis matic. PSK di sepanjang jalan ini mangkal dengan cara duduk di atas motor.
Dengan menggunakan sepeda motor, mereka akan lebih mudah untuk lari dari kejaran petugas saat razia. Sebab, sebelum menggunakan sepeda motor, mereka sering terkena razia dari para petugas. Sayangnya, meski razia dilakukan rutin, tempat ini juga tidak berubah sejak beberapa tahun lalu, bahkan semakin ramai dengan puluhan PSK.
Di pinggir-pinggir jalan, juga terdapat banyak warung yang terkadang digunakan para PSK untuk bertransaksi sebelum ke kamar hotel.
Namun, ada pemandangan lain di salah satu sudut jalan tersebut, ada sejumlah lelaki bergerombol yang tampak asyik ngobrol. Mereka bukanlah pelanggan para PSK tersebut. Ternyata sebagian besar dari mereka merupakan suami atau pasangan dari para PSK, baik pasangan yang sah secara hukum, pasangan karena nikah siri, maupun pasangan kumpul kebo.
Para lelaki ini tampak mengawasi para perempuannya yang tengah mencari nafkah dengan menjual diri. Selain itu, mereka juga terkadang mencarikan pelanggan bagi pasangannya. Parahnya, jika terlihat "tidak laku", PSK itu bisa menjadi sasaran kemarahan dari suaminya.
Tidak segan-segan para suami ini menghajar istri mereka di depan umum. “Dulu pernah ada yang dihajar di depan umum karena sampai malam tidak laku, tetapi ya nggak ada yang berani melerai, itu urusan mereka. Sudah jadi pemandangan umum di sini,” ungkap salah seorang pedagang nasi di kawasan itu.
Sebagian besar PSK di kawasan ini sudah memiliki anak. Mereka memang bekerja untuk menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anaknya. Mereka kebanyakan berasal dari beberapa wilayah di sekitar Kota Semarang.
Para "kupu-kupu malam" tersebut memang biasa mengenakan baju ketat dan seksi, tetapi untuk badan dan wajah bisa tergolong pas-pasan sehingga tarif PSK di kawasan ini pun lebih murah dibandingkan dengan kawasan Jalan Pandanaran. Mereka bisa memberikan pelayanan dengan tarif di bawah Rp 200.000 untuk setiap pelanggan, sudah termasuk sewa kamar di hotel-hotel kecil di kawasan itu.
http://regional.kompas.com/read/2012/11/02/09554389/
Dulu, para perempuan yang terlihat sudah dewasa dengan umur antara 20 hingga lebih dari 30 tahun tersebut biasa menjajakan diri dengan berdiri di pinggir jalan. Mereka akan menawarkan diri pada setiap lelaki yang lewat. Sekarang, sejak beberapa tahun terakhir, mereka tampak berbeda karena mulai mengendarai sepeda motor, yang sebagian besar berjenis matic. PSK di sepanjang jalan ini mangkal dengan cara duduk di atas motor.
Dengan menggunakan sepeda motor, mereka akan lebih mudah untuk lari dari kejaran petugas saat razia. Sebab, sebelum menggunakan sepeda motor, mereka sering terkena razia dari para petugas. Sayangnya, meski razia dilakukan rutin, tempat ini juga tidak berubah sejak beberapa tahun lalu, bahkan semakin ramai dengan puluhan PSK.
Di pinggir-pinggir jalan, juga terdapat banyak warung yang terkadang digunakan para PSK untuk bertransaksi sebelum ke kamar hotel.
Namun, ada pemandangan lain di salah satu sudut jalan tersebut, ada sejumlah lelaki bergerombol yang tampak asyik ngobrol. Mereka bukanlah pelanggan para PSK tersebut. Ternyata sebagian besar dari mereka merupakan suami atau pasangan dari para PSK, baik pasangan yang sah secara hukum, pasangan karena nikah siri, maupun pasangan kumpul kebo.
Para lelaki ini tampak mengawasi para perempuannya yang tengah mencari nafkah dengan menjual diri. Selain itu, mereka juga terkadang mencarikan pelanggan bagi pasangannya. Parahnya, jika terlihat "tidak laku", PSK itu bisa menjadi sasaran kemarahan dari suaminya.
Tidak segan-segan para suami ini menghajar istri mereka di depan umum. “Dulu pernah ada yang dihajar di depan umum karena sampai malam tidak laku, tetapi ya nggak ada yang berani melerai, itu urusan mereka. Sudah jadi pemandangan umum di sini,” ungkap salah seorang pedagang nasi di kawasan itu.
Sebagian besar PSK di kawasan ini sudah memiliki anak. Mereka memang bekerja untuk menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anaknya. Mereka kebanyakan berasal dari beberapa wilayah di sekitar Kota Semarang.
Para "kupu-kupu malam" tersebut memang biasa mengenakan baju ketat dan seksi, tetapi untuk badan dan wajah bisa tergolong pas-pasan sehingga tarif PSK di kawasan ini pun lebih murah dibandingkan dengan kawasan Jalan Pandanaran. Mereka bisa memberikan pelayanan dengan tarif di bawah Rp 200.000 untuk setiap pelanggan, sudah termasuk sewa kamar di hotel-hotel kecil di kawasan itu.
http://regional.kompas.com/read/2012/11/02/09554389/
Minggu, Juni 24, 2012
Puluhan Pasang Terjaring Dalam Razia Hotel
JAMBI – Tim gabungan yang dikoordinir oleh Kadis Sosial dan Tenegakerja Kota Jambi semalam (23/6) melakukan razia pekerja seks komersial (PSK) menjelang datangnya bulan Ramadha di sejumlah tempat hotel melati di Kota Jambi, razia hotel-hotel terhenti satu tahun lebih.
Petugas dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Sosnaker) Kota Jambi, Poltabes Jambi serta Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Jambi dan instansi terkait lainnya.
Dari hasil razia gabungan tersebut yang dilaksanakan malam Minggu hingga dini hari, diawali dari hotel Camar dikawasan Gatsu, di hotel ini, petugas mencari sepasang yang menggaku sebagai suami istri namun tidak bisa menunjukan surat nikah dan usia keduanyapun jauh berbeda, akhirnya pasangan tersebut digiring ke truk Satpol PP Kota Jambi, sedangkan beberapa kamar ditinggal lari oleh penghuninya, seperti kamar 207, terdapat jilbab, bra, tas wanita dan alat isap sabu-sabu (bong), untuk melanjutkan razia, kasus penemuan alat isap sabu-sabu ditindak lanjuti pihak kepolisian sektor pasar dan anggota BNN.
Selanjutnya tim meluncur ke belakang Novita Hotel, yaitu hotel Jambi Raya, di hotel Jambi Raya petugas mendapatkan sepasang isang berlainan jenis tengah bermadu kasih, sedangkan di hotel Anggrek, hotel Mayang Sari I, hotel Dalia kosong, hal ini petugas tidak melakukan razia di hotel Pundi.
Seusai razia dikawasan Mayang Sari, petugas melakukan razia ke hotel-hotel didaerah Angso Duo, di hotel Sarina petugas Sosnaker tidak diijinkan razia oleh salah satu petugas dengan dalih mengapa hotel lain tidak di razia, disini sempat berdepat dan petugas Sosnaker minta penjaga hotel Sarina membuat surat pernyatakan menolak petugas gabungan razia, namun penjaga hotel tidak berani akhirnya membiarkan tim lakukan tugas. Razia yang dilakukan di hotel-hotel kelas melati ini cukup mengejutkan dan mendapatkan perhatian dari masyarakat sekitar tempat razia.
"pasangan muda-mudi itu tertangkap dalam kamar hotel sedeang berduaan dengan pasangan yang bukan suami istri (pasutri). Tapi sebagian hotel di Kota Jambi sepertinya sudah bersih dari prostitusi, biasanya beberapa hotel tersebut wanita yang terjaring cukup banyak. Mungkin rencana razia sudah bocor, hingga terget pada kabur sebelum dirazia oleh tim gabungan,"ujar salah satu petugas razia.
Razia dibagi dalam dua tim, yaitu di wilayah Pasar Kota Jambi, Kecamatan Jambi Timur, Kecamatan Telanaipura, Kecamatan Jelutung dan Kecamatan Kota Baru. Razia dimulai sekitar pukul 23.00 WIB hingga dini hari. (tim)
Dari hasil razia gabungan tersebut yang dilaksanakan malam Minggu hingga dini hari, diawali dari hotel Camar dikawasan Gatsu, di hotel ini, petugas mencari sepasang yang menggaku sebagai suami istri namun tidak bisa menunjukan surat nikah dan usia keduanyapun jauh berbeda, akhirnya pasangan tersebut digiring ke truk Satpol PP Kota Jambi, sedangkan beberapa kamar ditinggal lari oleh penghuninya, seperti kamar 207, terdapat jilbab, bra, tas wanita dan alat isap sabu-sabu (bong), untuk melanjutkan razia, kasus penemuan alat isap sabu-sabu ditindak lanjuti pihak kepolisian sektor pasar dan anggota BNN.
Selanjutnya tim meluncur ke belakang Novita Hotel, yaitu hotel Jambi Raya, di hotel Jambi Raya petugas mendapatkan sepasang isang berlainan jenis tengah bermadu kasih, sedangkan di hotel Anggrek, hotel Mayang Sari I, hotel Dalia kosong, hal ini petugas tidak melakukan razia di hotel Pundi.
Seusai razia dikawasan Mayang Sari, petugas melakukan razia ke hotel-hotel didaerah Angso Duo, di hotel Sarina petugas Sosnaker tidak diijinkan razia oleh salah satu petugas dengan dalih mengapa hotel lain tidak di razia, disini sempat berdepat dan petugas Sosnaker minta penjaga hotel Sarina membuat surat pernyatakan menolak petugas gabungan razia, namun penjaga hotel tidak berani akhirnya membiarkan tim lakukan tugas. Razia yang dilakukan di hotel-hotel kelas melati ini cukup mengejutkan dan mendapatkan perhatian dari masyarakat sekitar tempat razia.
"pasangan muda-mudi itu tertangkap dalam kamar hotel sedeang berduaan dengan pasangan yang bukan suami istri (pasutri). Tapi sebagian hotel di Kota Jambi sepertinya sudah bersih dari prostitusi, biasanya beberapa hotel tersebut wanita yang terjaring cukup banyak. Mungkin rencana razia sudah bocor, hingga terget pada kabur sebelum dirazia oleh tim gabungan,"ujar salah satu petugas razia.
Razia dibagi dalam dua tim, yaitu di wilayah Pasar Kota Jambi, Kecamatan Jambi Timur, Kecamatan Telanaipura, Kecamatan Jelutung dan Kecamatan Kota Baru. Razia dimulai sekitar pukul 23.00 WIB hingga dini hari. (tim)
Rabu, Juli 27, 2011
Petugas Pilih Kasih Dalam Razia Hotel
JAMBI – Dalam operasi pemberantasan Penyakit Masyarakat (Pekat) yang digelar Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Sosnakertrans) Kota Jambi dan Pol PP Kota Jambi bersama instansi terkait dalam rangka menyambut Ramadhan, Jumat malam (22/07) yang berhasil menjaring belasan pasangan diluar nikah yang kedapatan menginap di hotel-hotel melati di Kota Jambi. Razia yang dimulai pukul 23.30 dibagi dalam dua kelompok, yakni kawasan Telanaipura dan Pasar Jambi. Untuk kawasan Pasar Jambi, sasaran pertama adalah hotel Jambi Raya, selanjutnya razia dilanjutkan di beberapa hotel lain seperti Hotel 99, Hotel 88, Sri Ramayana, Mayang Sari 2, Mandamin, Hotel Sarina dan Hotel Camar
Sementara razia di kawasan Telanaipura, yakni di Hotel Sepia Paal V, Perdana dan hotel Aurduri Buluran.
Ada beberapa hotel yang enggan mencantumkan identitas mereka menyatakan bahwa petugas Dinas Sosnakertrans Kota Jambi tebang pilih dalam operasi pekat, coba lihat Hotel Jambi Raya dirazia, sedangkan disekitar Hotel Jambi Raya ada Hotel Anggrek, Mayang Sari 1, Rido dan Dalia, terus Hotel Sarina dikawasan pasar Angso Duo, disitu juga ada Hotel Anda dan Marina, “Mengapa hotel-hotel tersebut tidak tersentuh oleh razia, ada apa ini,? kalau mau razia, razialah secara adil dan bijaksana.” Sebut salah satu sumber yang tidak mau disebutkan jati dirinya.
Sepetinya ada indikasi pilih kasih dalam razia, pasalnya banyak hotel-hotel melati yang tidak tersentuh oleh razia, hingga menimbulkan tanda tanya dari pemilik hotel yang sering kena razia (apa hotel yang tidak kena razia, diduga ada setoran bulanan,?).
Kalau disimak, dalam operasi yang diikuti berbagai media elektronik maupun media cetak, sepertinya banyak hotel-hotel yang sama sekali tidak kena razia, pada hal di hotel itu sering kedapatan pasangan mesum yang menginap di hotel tersebut. (Rom-Nug)
Sementara razia di kawasan Telanaipura, yakni di Hotel Sepia Paal V, Perdana dan hotel Aurduri Buluran.
Ada beberapa hotel yang enggan mencantumkan identitas mereka menyatakan bahwa petugas Dinas Sosnakertrans Kota Jambi tebang pilih dalam operasi pekat, coba lihat Hotel Jambi Raya dirazia, sedangkan disekitar Hotel Jambi Raya ada Hotel Anggrek, Mayang Sari 1, Rido dan Dalia, terus Hotel Sarina dikawasan pasar Angso Duo, disitu juga ada Hotel Anda dan Marina, “Mengapa hotel-hotel tersebut tidak tersentuh oleh razia, ada apa ini,? kalau mau razia, razialah secara adil dan bijaksana.” Sebut salah satu sumber yang tidak mau disebutkan jati dirinya.
Sepetinya ada indikasi pilih kasih dalam razia, pasalnya banyak hotel-hotel melati yang tidak tersentuh oleh razia, hingga menimbulkan tanda tanya dari pemilik hotel yang sering kena razia (apa hotel yang tidak kena razia, diduga ada setoran bulanan,?).
Kalau disimak, dalam operasi yang diikuti berbagai media elektronik maupun media cetak, sepertinya banyak hotel-hotel yang sama sekali tidak kena razia, pada hal di hotel itu sering kedapatan pasangan mesum yang menginap di hotel tersebut. (Rom-Nug)
Sabtu, April 30, 2011
Puluhan Remaja Terjaring Dalam Razia PSK
JAMBI - Razia pekerja seks komersial (PSK) di sejumlah tempat hotel melati di Kota Jambi kembali digelar pada malam Sabtu hingga dini hari (30/4), razia PSK sempat terhenti satu tahun lebih. Petugas dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Sosnaker) Kota Jambi, Poltabes Jambi serta Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Jambi dan instansi terkait lainnya.
Dari hasil razia gabungan tersebut yang dilaksanakan Sabtu malam. Razia yang dilakukan di hotel-hotel kelas metali cukup mengejutkan, yang menjaring 22 wanita dan laki-laki 16 orang.
"pasangan muda-mudi itu tertangkap dalam kamar hotel sedeang berduaan dengan pasangan yang bukan suami istri (pasutri). Tapi sebagian hotel di Kota Jambi sepertinya sudah bersih dari prostitusi, biasanya beberapa hotel tersebut wanita yang terjaring cukup banyak. Mungkin rencana razia sudah bocor, hingga terget pada kabur sebelum dirazia oleh tim gabungan,"ujar salah satu petugas razia.
Menurut Kepala Kantor Sosnaker Kota Jambi, Kaspul, SH. ME, razia yang dilakukan pihaknya baru kali pertama di tahun 2011. "tujuan razia adalah untuk menekan maraknya PKS di Kota Jambi,"katanya.
Sementara itu ada beberapa kamar hotel hotel, tak satu pun oknum yang ditemukan. Namun tv menyala, handuk yang berserakan, tempat tidur yang masih hangat, serta botol minuman, tetapi penghuninya sudah lari.
Razia dibagi dalam dua tim, yaitu di wilayah Pasar Kota Jambi, Kecamatan Jambi Timur, Kecamatan Telanaipura, Kecamatan Jelutung dan Kecamatan Kota Baru. Razia dimulai sekitar pukul 23.00 WIB.
Tim yang melakukan razia di Pasar Jambi sempat terjadi kejar-kejaran dengan beberapa PSK yang sedang menunggu para hidung belang dibelakang Novita Hotelt
Bahkan banyak terdapat hidung belang yang membawa wanita usia muda ke hotel, dan juga ditemukan beberapa pasang yang usianya cukup senja sedang bercinta di dalam hotel (rom)
Dari hasil razia gabungan tersebut yang dilaksanakan Sabtu malam. Razia yang dilakukan di hotel-hotel kelas metali cukup mengejutkan, yang menjaring 22 wanita dan laki-laki 16 orang.
"pasangan muda-mudi itu tertangkap dalam kamar hotel sedeang berduaan dengan pasangan yang bukan suami istri (pasutri). Tapi sebagian hotel di Kota Jambi sepertinya sudah bersih dari prostitusi, biasanya beberapa hotel tersebut wanita yang terjaring cukup banyak. Mungkin rencana razia sudah bocor, hingga terget pada kabur sebelum dirazia oleh tim gabungan,"ujar salah satu petugas razia.
Menurut Kepala Kantor Sosnaker Kota Jambi, Kaspul, SH. ME, razia yang dilakukan pihaknya baru kali pertama di tahun 2011. "tujuan razia adalah untuk menekan maraknya PKS di Kota Jambi,"katanya.
Sementara itu ada beberapa kamar hotel hotel, tak satu pun oknum yang ditemukan. Namun tv menyala, handuk yang berserakan, tempat tidur yang masih hangat, serta botol minuman, tetapi penghuninya sudah lari.
Razia dibagi dalam dua tim, yaitu di wilayah Pasar Kota Jambi, Kecamatan Jambi Timur, Kecamatan Telanaipura, Kecamatan Jelutung dan Kecamatan Kota Baru. Razia dimulai sekitar pukul 23.00 WIB.
Tim yang melakukan razia di Pasar Jambi sempat terjadi kejar-kejaran dengan beberapa PSK yang sedang menunggu para hidung belang dibelakang Novita Hotelt
Bahkan banyak terdapat hidung belang yang membawa wanita usia muda ke hotel, dan juga ditemukan beberapa pasang yang usianya cukup senja sedang bercinta di dalam hotel (rom)
Langganan:
Postingan (Atom)










