Tampilkan postingan dengan label Kelenteng Leng Chun Keng Jambi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelenteng Leng Chun Keng Jambi. Tampilkan semua postingan
Rabu, Maret 30, 2016
Sabtu, Februari 06, 2016
Kelenteng Leng Chun Keng Langsung Jadi Tempat Selfie
JAMBI, ayojambi.com - Kemeriahan menjelang perayaan imlek dan tahun baru 2567 mulai terlihat sejak beberapa hari terakhir. Kemeriahan ini terlihat tak hanya di rumah tapi juga di hampir setiap Kelenteng di Kota Jambi [Lihat : Kelenteng Leng Chun Keng].
Namun, perayaan Imlek kali ini cukup spesial untuk umat Konghucu di Kelenteng Leng Chun Keng. Mengingat perayaan imlek dan pergantian tahun baru monyet api baru pertama kali akan dilaksanakan sejak diresmikan November 2015 lalu.
Namun, perayaan Imlek kali ini cukup spesial untuk umat Konghucu di Kelenteng Leng Chun Keng. Mengingat perayaan imlek dan pergantian tahun baru monyet api baru pertama kali akan dilaksanakan sejak diresmikan November 2015 lalu.
Kelenteng Leng Chun Keng berlokasi di lorong Koni I, Rt 03 no 04, Kelurahan Talang Jauh, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi termasuk kelenteng yang baru berdiri.
Kelenteng yang kini berdiri megah awalnya di bangun di tahun 2012, dan baru rampung pembangunannya pada November lalu.
Ornamen yang ada di kelenteng ini dibangun dengan rancangan khusus agar menghadirkan nuansa etnis Tionghoa. Ini terlihat dari tiang penyangga yang dihiasi ornamen naga melingkar tanpa cat.
Sementara di bagian dindingnya dihiasi dengan berbagai lukisan khas gambar dewa hingga sio tahun dengan latar belajang awan putih.
Bangunan tembok pagar didominasi warna merah bata, di bagian atas tampak berjejer lampion merah yang membuat bangunan ini kian semarak.
Di bagian depan pintu masuk ruangan sembahyang tampak terpasang meja altar, disertai perlengkapan ibadah. Di sisi kiri dan kanannya tampak berjejer lilin besar warna merah disertai gambar naga.
Di depan pintu masuk terdapat ukiran dua dewa penjaga pintu yang ditutupi kaca. Saat masuk ke ruang ibadah Anda akan disajikan ruangan yang penuh ukiran didominasi warna merah.
Tepat di atas altar yang paling tinggi tampak patung dewa perang Che Liong Kong dengan warna keemasan yang memancarkan wibawa.
Di sisi kanan terdapat patung dewa Hien Thien Siong Tee dan Dewa Bumi (Tua Pe Kong). Di sisi kanan ada dua patung dewa yakni dewa Kong Tek Cun Ong serta Fewi Kwan Im Pho Sat.
Di bagian dinding hingga langit-langit terdapat gambar naga serta lukisan khas para dewa. Keramik dengan lukisan khas di dinding sengaja didatangkan dari negri tirai bambu.
Lim Kok Kiong, pengurus kelenteng mengatakan, bangunan megah kelenteng Leng Chun Keng dibangun atas donasi dari umat Konghucu.
Kelenteng Leng Chun Keng mampu memfasilitasi sekitar tiga ribu umat untuk melaksanakan ibadah di hari imlek.
Untuk merampungkan proses pembangunannya terbilang cukup lama, setidaknya butuh tiga tahun untuk menjadikannya sebagai salah satu kelenteng megah yang ada di Kota Jambi.
Apa lagi ornamen yang ada di Kelenteng sebagian besarnya didatangkan dari RRC. Bahkan untuk mendirikan bangunan yang benar-benar mirip dengan nuansa di China, pengurus kelenteng sengaja mendatangkan seniman ukir dari negeri tirai bambu.
"Semua, mulai dari ornamen, patung dewa, keramik hias kita datangkan dari sana biar benar-benar dapat nuansanya, umat yang sembahyang bisa kusyuk," kata Akiong ditemui Tribun di lokasi, Jumat (5/1/2016) sore.
"Memang agak lama, sekitar tiga tahun, karena sempat terkendala waktu mau diimpor ornamennya. Lama disitu," kata Akiong.
Bangunan Kelenteng ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi umat Konghucu untuk mendekatkan diri pada sangpenciptanya. Sejak di resmikan di akhir tahun 2015 lalu Kelenteng Leng Chun Keng cukup ramai didatangi.
Bahkan tak hanya untuk kegiatan ibadah. Ada juga yang hanya sekedar untuk berfoto ria oleh warga sekitar yang melintas di sana.
Akiong mengatakan, menjelang imlek, bangunan kelenteng memang dibuka untuk umum. Terutama menjelang perayaan imlek di Jambi. Diharapkan, dengan begitu kemeriahan imlek dan Gong Xi Fat Chai bisa turut dirasakan masyarakat umum.
Bangunan Kelenteng ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi umat Konghucu untuk mendekatkan diri pada sangpenciptanya. Sejak di resmikan di akhir tahun 2015 lalu Kelenteng Leng Chun Keng cukup ramai didatangi.
Bahkan tak hanya untuk kegiatan ibadah. Ada juga yang hanya sekedar untuk berfoto ria oleh warga sekitar yang melintas di sana.
Akiong mengatakan, menjelang imlek, bangunan kelenteng memang dibuka untuk umum. Terutama menjelang perayaan imlek di Jambi. Diharapkan, dengan begitu kemeriahan imlek dan Gong Xi Fat Chai bisa turut dirasakan masyarakat umum.
http://jambi.tribunnews.com/2016/02/05/galeri-foto-baru-rampung-dibangun-kelenteng-leng-chun-keng-langsung-jadi-tempat-selfie
Kelenteng yang kini berdiri megah awalnya di bangun di tahun 2012, dan baru rampung pembangunannya pada November lalu.
Ornamen yang ada di kelenteng ini dibangun dengan rancangan khusus agar menghadirkan nuansa etnis Tionghoa. Ini terlihat dari tiang penyangga yang dihiasi ornamen naga melingkar tanpa cat.
Sementara di bagian dindingnya dihiasi dengan berbagai lukisan khas gambar dewa hingga sio tahun dengan latar belajang awan putih.
Bangunan tembok pagar didominasi warna merah bata, di bagian atas tampak berjejer lampion merah yang membuat bangunan ini kian semarak.
Di bagian depan pintu masuk ruangan sembahyang tampak terpasang meja altar, disertai perlengkapan ibadah. Di sisi kiri dan kanannya tampak berjejer lilin besar warna merah disertai gambar naga.
Di depan pintu masuk terdapat ukiran dua dewa penjaga pintu yang ditutupi kaca. Saat masuk ke ruang ibadah Anda akan disajikan ruangan yang penuh ukiran didominasi warna merah.
Tepat di atas altar yang paling tinggi tampak patung dewa perang Che Liong Kong dengan warna keemasan yang memancarkan wibawa.
Di sisi kanan terdapat patung dewa Hien Thien Siong Tee dan Dewa Bumi (Tua Pe Kong). Di sisi kanan ada dua patung dewa yakni dewa Kong Tek Cun Ong serta Fewi Kwan Im Pho Sat.
Di bagian dinding hingga langit-langit terdapat gambar naga serta lukisan khas para dewa. Keramik dengan lukisan khas di dinding sengaja didatangkan dari negri tirai bambu.
Lim Kok Kiong, pengurus kelenteng mengatakan, bangunan megah kelenteng Leng Chun Keng dibangun atas donasi dari umat Konghucu.
Kelenteng Leng Chun Keng mampu memfasilitasi sekitar tiga ribu umat untuk melaksanakan ibadah di hari imlek.
Untuk merampungkan proses pembangunannya terbilang cukup lama, setidaknya butuh tiga tahun untuk menjadikannya sebagai salah satu kelenteng megah yang ada di Kota Jambi.
Apa lagi ornamen yang ada di Kelenteng sebagian besarnya didatangkan dari RRC. Bahkan untuk mendirikan bangunan yang benar-benar mirip dengan nuansa di China, pengurus kelenteng sengaja mendatangkan seniman ukir dari negeri tirai bambu.
"Semua, mulai dari ornamen, patung dewa, keramik hias kita datangkan dari sana biar benar-benar dapat nuansanya, umat yang sembahyang bisa kusyuk," kata Akiong ditemui Tribun di lokasi, Jumat (5/1/2016) sore.
"Memang agak lama, sekitar tiga tahun, karena sempat terkendala waktu mau diimpor ornamennya. Lama disitu," kata Akiong.
Bangunan Kelenteng ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi umat Konghucu untuk mendekatkan diri pada sangpenciptanya. Sejak di resmikan di akhir tahun 2015 lalu Kelenteng Leng Chun Keng cukup ramai didatangi.
Bahkan tak hanya untuk kegiatan ibadah. Ada juga yang hanya sekedar untuk berfoto ria oleh warga sekitar yang melintas di sana.
Akiong mengatakan, menjelang imlek, bangunan kelenteng memang dibuka untuk umum. Terutama menjelang perayaan imlek di Jambi. Diharapkan, dengan begitu kemeriahan imlek dan Gong Xi Fat Chai bisa turut dirasakan masyarakat umum.
Bangunan Kelenteng ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi umat Konghucu untuk mendekatkan diri pada sangpenciptanya. Sejak di resmikan di akhir tahun 2015 lalu Kelenteng Leng Chun Keng cukup ramai didatangi.
Bahkan tak hanya untuk kegiatan ibadah. Ada juga yang hanya sekedar untuk berfoto ria oleh warga sekitar yang melintas di sana.
Akiong mengatakan, menjelang imlek, bangunan kelenteng memang dibuka untuk umum. Terutama menjelang perayaan imlek di Jambi. Diharapkan, dengan begitu kemeriahan imlek dan Gong Xi Fat Chai bisa turut dirasakan masyarakat umum.
http://jambi.tribunnews.com/2016/02/05/galeri-foto-baru-rampung-dibangun-kelenteng-leng-chun-keng-langsung-jadi-tempat-selfie
Rabu, November 25, 2015
Peresmian Kelenteng Leng Chun Keng Jambi
占碑龍春宮新廟啟用典禮
JAMBI, ayojambi.com - Ada pemandangan yang tidak biasa dan berbeda waktu masuk Jalan Koni 1, karena kedua sisi jalan terpasang berbagai umbul-umbul, lampion serta balon Peresmian Kelenteng Leng Chun Keng 占碑龍春宮 [Lihat Gambar Peresmian Kelenteng Leng Chun Keng Jambi].
JAMBI, ayojambi.com - Ada pemandangan yang tidak biasa dan berbeda waktu masuk Jalan Koni 1, karena kedua sisi jalan terpasang berbagai umbul-umbul, lampion serta balon Peresmian Kelenteng Leng Chun Keng 占碑龍春宮 [Lihat Gambar Peresmian Kelenteng Leng Chun Keng Jambi].
Sebelum acara peresmian, pada Senin (23/11) dini hari, Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Kelenteng Leng Chun Keng Jambi melakukan pengisihan roh suci (開光) terhadap lima She Ren (dewa) yang baru, juga pengisihan 9 roh suci Kim Sin (開光) yang lama, diantaranya 順平聖侯 (Sun Ping Sing He), 廣澤尊王 (Kong Tek Chun Ong), 南海觀音 (Nan Hai Kwan Im) dan 玄天上帝 (Hien Tien Siong Te. Pengisihan roh para suci dipimpin oleh Lim Ze Cheng taoshe dari Tiongkok (中国道士林泽承), selain itu ada Kai Kwang Men Shen (開光門神), Kim Tan (tempat pembakaran kertas sembahyang).
Acara juga dimeriahkan aneka hiburan, seperti karauke, atraksi barongsai, pemutaran film Sam Kok dan jamuan makan bersama, acara dari 22 sampai 27 Nopember 2015.
Kelenteng Leng Chun Keng 占碑龍春宮 merupakan sebuah tempat ibadah penganut Khonghucu yang bentuk bangunan dan ornamennya terlihat cantik dan anggun berlokasi Jalan Koni 1, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. Pembangunan Kelenteng Leng Chun Keng 占碑龍春宮 90 persen material pembangunan kelenteng didatangankan dari Tiongkok. begitu juga dengan asitektur bangunan serta tenaga pekerja (tukang) juga didatangkan dari Tiongkok. (ROMY)
* www.ayojambi.com/
Acara juga dimeriahkan aneka hiburan, seperti karauke, atraksi barongsai, pemutaran film Sam Kok dan jamuan makan bersama, acara dari 22 sampai 27 Nopember 2015.
Kelenteng Leng Chun Keng 占碑龍春宮 merupakan sebuah tempat ibadah penganut Khonghucu yang bentuk bangunan dan ornamennya terlihat cantik dan anggun berlokasi Jalan Koni 1, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. Pembangunan Kelenteng Leng Chun Keng 占碑龍春宮 90 persen material pembangunan kelenteng didatangankan dari Tiongkok. begitu juga dengan asitektur bangunan serta tenaga pekerja (tukang) juga didatangkan dari Tiongkok. (ROMY)
* www.ayojambi.com/
Minggu, September 27, 2015
Perayaan Sejit Che Liong Kong Di Kelenteng Leng Chun Keng Jambi
JAMBI, ayojambi.com –Perayaan Sejit “Sun Peng Sing He” yang lebih dikenal dengan panggilan Che Liong Kong di Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Kelenteng Leng Chun Keng yang berlokasi di Jalan Koni 1, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Minggu (27/9) pagi.
Sejit Che Liong Kong tepat pada Pwe Gwe Cap Go (lunar kalender) MAKIN Leng Chun Keng Kota Jambi, sekaligus Makin Leng Chun Keng mengadakan sembahyang Tiong Chiu/ Zhong Qiu Jie “中 秋 節”, 15 bulan 8 tahun 2566 Kongzili yang jatuh pada 27 September 2015 Masehi. Saat bulan purnama bersinar nan cemerlang di pertengahan musim gugur/rontok (Mid Autumn) dan dilakukan sembahyang syukur kepada Hok Tek Ceng Sin/ Fu De Zheng Shen 福 德 正 神 (Malaikat Bumi) dengan sajian khusus Tiong Chiu Pia atau Kue Bulan.
Sehari sebelumnya prosesi akbar perayaan Tiong Ciu Cui dilakukan, terlebih dahulu para pengurus kelenteng MAKIN Leng Chun Keng melakukan sembahyang Tie Kong (Tuhan) di altar depan kelenteng, adapun maksud sebahyang tersebut adalah meminta restu sekaligus pemberitahuan kepada Tuhan Yang Maha Esa (Tien), bahwa umatnya di Jambi hendak merayakan Tiong Ciu Cui dengan menyembahyangi Tai Im Niu Niu (Dewi Bulan) dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban.
Sejit Che Liong Kong tepat pada Pwe Gwe Cap Go (lunar kalender) MAKIN Leng Chun Keng Kota Jambi, sekaligus Makin Leng Chun Keng mengadakan sembahyang Tiong Chiu/ Zhong Qiu Jie “中 秋 節”, 15 bulan 8 tahun 2566 Kongzili yang jatuh pada 27 September 2015 Masehi. Saat bulan purnama bersinar nan cemerlang di pertengahan musim gugur/rontok (Mid Autumn) dan dilakukan sembahyang syukur kepada Hok Tek Ceng Sin/ Fu De Zheng Shen 福 德 正 神 (Malaikat Bumi) dengan sajian khusus Tiong Chiu Pia atau Kue Bulan.
Sehari sebelumnya prosesi akbar perayaan Tiong Ciu Cui dilakukan, terlebih dahulu para pengurus kelenteng MAKIN Leng Chun Keng melakukan sembahyang Tie Kong (Tuhan) di altar depan kelenteng, adapun maksud sebahyang tersebut adalah meminta restu sekaligus pemberitahuan kepada Tuhan Yang Maha Esa (Tien), bahwa umatnya di Jambi hendak merayakan Tiong Ciu Cui dengan menyembahyangi Tai Im Niu Niu (Dewi Bulan) dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban.
Sampai berita ini diturunkan, prosesi sembahyang masih berlanjut di Kelenteng Leng Chun Keng Jambi (Romy)
* www.ayojambi.com/
Langganan:
Postingan (Atom)







