Tampilkan postingan dengan label Makin Solo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makin Solo. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Oktober 26, 2013

Wisata Ke Taman Borobudur

MAGELANG - Setelah rombongan Perempuan Khonghucu (PERKHIN) Jambi gagal mengunjung Taman Wisata Candi Borobudur yang terletak di Kabupaten Magelang (17/10) lalu, kegagalan di karena waktu kunjungan di Candi hanya batas pukul 17.00 sore, seharusnya rombong Perkhin tiba di Yogjakarta pukul 13.00, namun sangat disayangi keterlambat diakibatkan delay pesawat Lion Air dari Jakarta menuju Yogjakarta, sehingga rombongan Perkhin tiba di Yogjakarta pukul 15.00 wib, dari Yojakarta ke Borobudur memakan waktu lebih kurang dua jam.
Seusai mengikuti acara Pertemuan Nasional Perempuan Khonghucu (PERKHIN) di Surakarta (Solo) dan Hari Ulang Tahun Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Solo ke 95, panitia menyediakan wisata tour untuk masing-masing peserta, setiap daerah dapat memilih objek kunjungan, mau wisata ke air terjun di Tawangmangu, wisata belanja di Pasar Klewer Namun rombongan Perkhin Jambi terobati, wisata kuliner dan belanja oleh-oleh makanan khas Kota Solo.

Rombongan Perkhin Jambi meminta panitia untuk mengunjungi Candi Borobudur, ternyata permintaan rombongan Jambi dikabulkan panitia untuk mengunjungi Candi Borobudur, panitia menyediakan dua kendaraan, masing-masing kendaran diisi enam orang. Rombongan berangkat dari hotel Just Inn di Jalan Surya No. 129 (Purwopuran), Surakarta pukul 05.30 melalui jalur Sleman menuju Magelang. Sepanjang jalan rombongan menikmati pemandangan sawah, gunung merapi dan tiba di Candi Borobudur pukul 07.30.

Setiap wisatawan yang hendak memasuki kawasan Candi Borobudur, wajib membeli tiket yang seharga Rp. 30.000/perorang, setelah masuk kawasan candi wisatawan bisa memilih naik kereta menuju pintu gerbang candi atau berjalan kaki, jika naik kereta dikenakan tarip perorang Rp. 7.500 dapat satu botol kecil air mineral.

Terusik dengan pedagang Souvenir
Bahwa salah satu pemandangan yang unik, lucu dan menjengkelkan wisatawan adalah para pedagang souvenir (cindramata) di Kawasan Wisata Candi Borobudur sebelum menuju puncak Candi Borobudur masalah yang krusial di Kawasan Wisata Candi Borobudur. Para pengunjung merasa tidak nyaman ketika baru saja memarkir kendaraannya telah ditawari souvenir (cindramata) dengan nada memaksa. Berjalan menuju ke toilet maupun loket telah dikerubuti para pedagang Souvenir, seperti topi, gantungan kunci, baju kaos, sandal jepit hingga aneka minuman. Sepanjang perjalanan menuju ke candi dan sebaliknya juga demikian halnya. Suasananya menjadi tidak nyaman. Di mata pedagang sendiri, dengan jumlah mereka yang makin banyak, posisi tawar menawar baju kaos dari 5 lembar Rp. 100.000 menjadi 7 lembar Rp. 100.000 dilepaskan pedagang.

Seusai jalan-jalan di Borobudur, rombongan kembali ke Solo untuk mengikuti perayaan 95 tahun MAKIN Solo yang di Wisma Boga di Jalan Raya Solo Baru.

Tanggal 20 Oktober 2013, Peserta Pertemuan Nasional Perkhin kembali ke daerah masing-masing (Romy)
* www.ayojambi.com/

Senin, Oktober 21, 2013

Perayaan Kelahiran Nabi Khongcu 2564

Kapus Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI, Mubarok, SH. Msi
SOLO - Hujan deras disertai angin kencang mengguyur Kota Solo (19/10) malam. Tidak menjadi penghalang ribuan undangan mendatangi Gedung Wisma Boga, Solo (Jateng).
Malam yang gelap dengan kondisi cuaca yang tak bersahabat, namun tidak membuat para undangan untuk melewatkan momen spektakuler yang diselenggarakan oleh MAKIN Solo. Yakni, Perayaan Nasional hari kelahiran Nabi Khongcu 2564, nabi besar yang dipuja umat Khonghucu di dunia. Tak hanya itu, perayaan semakin megah karena bersamaan dengan perayaan 95 tahun Hari Jadi Majelis Agama Khonghucu (MAKIN) Solo dan 50 tahun masa bakti Haksu Tjhie Tjay Ing.

Ungkapan kebahagiaan disampaikan Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu (Matakin) Pusat, Ws, Ir. Wawan Wiratma.

Wawan Wiratma mengatakan, sejak Agama Khonghucu diakui sebagai salah satu agama di Indonesia, dari tahun ke tahun terlibat dalam kemajuan Agama Khonghucu. “Masa kini adalah waktunya pengurus beserta umat Khonghucu untuk memberi kontribusi lebih banyak untuk bangsa kita. Kita harus mampu mengejar ketertinggalan dari umat agama lain karena perlakuan diskriminatif di masa lalu,” ujarnya.

Perayaan Nasional itu berlangsung sangat meriah dengan dihadiri oleh Kapela Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama, Mubarok, SH. Msi, Kepala Bidang  Bimbingan Masyarakat Khonghucu Kementerian Agama RI, Hj. Emma Nurmawati Hadian, MM, Walikota Surakarta Fx. Hadi Rudyatmo serta Lintas Agama Kota Solo tidak ketinggalan pertunjukan kesenian Liong dan Barongsai Tripusaka Solo dengan Tari Merak dari sanggar Suryo Sumirat, paduan suara dari berbagai Makin di Indonesia yang memberikan kesan luar biasa. (Romy) * www.ayojambi.com/

Pertemuan Perkhin Nasional Di Solo

JATENG, SOLO - Untuk pertama kali pertemuan nasional Perempuan Khonghucu Indonesia (PERKHIN) yang dibawa naungan Majelis Tinggi Agama Khoghucu Indonesia di Solo/Jateng (18/10).
Sebelum acara dimulai para peserta melantunkan lagu-lagu rohani Khonghucu yang di pandu oleh dua srikandi dari Perkhin Pusat diantaranya Dq. Suryani dan Dq Novita Sari, Spd, dari masing-masing daerah membawa lagu-lagu rohani bernuasa Khonghucu dengan judul yang berbeda. Tepat pukul 10 diskusi dibuka secara resmi dengan pemukulan lonceng oleh ketua Matakin Pusat Xs, Wawan Wiratma didampingi oleh Ketua Perkhin Pusat, Gianti Setiawan dan ketua Makin Solo, Hendri Susanto. Pertemuan nasional di hadiri lebih dari 200 orang Perempuan Khonghucu diseluruh nusantara dengan tema "Kesungguhan hati menjadikan jarak tak berarti". Agenda pertemua Perkhin di Solo adalah diskusi Peluang Bisnis Perempuan Khonghucu disampaikan oleh Xs. Kim Giok Nio, sesi kedua Peran Perempuan dalam Agama Khonghucu bertindak sebagai pembicara adalah Bratayana Ongkowijaya, Xds dan dilanjutkan diskusi antar Perkhin yang disajikan oleh Gianti Setiawan ketua Perkhin pusat. Menurut ketua umum Matakin Pusat, ini merupakan gerakan yang positit, maka perlu kita (Matakin Pusat) ajungkan jempol.

Sedangkan kata Gianti ketua Perkhin Matakin, acara pertemuan Perempuan Khonghucu ini, adalah pertama dihadiri seluruh Perkhin nusantara, "Ini merupakan respon yang datang dari Perkhin, agar satu sama lain bisa mengenal dan menambah wawasan dari Makin-Makin yang ada di daerah, tambah Gianti, bisa kegiatan yang  dilaksanakan Perkhin tidak seramai ini, "Harapan kedepan Perkhin bisa lakukan secara rutin dari daerah ke daerah lain." Tambah Gianti, untuk tahun depan pertemuan kedua kalinya dilaksanakan di Manado (Romy)* www.ayojambi.com/