Tampilkan postingan dengan label Candi Muaro Jambi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Candi Muaro Jambi. Tampilkan semua postingan

Selasa, Juli 11, 2017

印大考古学生在慕阿拉占碑



 
 
 
千年佛塔遗址进行学习和考古
2017年7月10日,印度尼西亚大学(简称UI)50名考古系大学生, 在占碑港佛塔遗址( Muara Jambi )进行学术性考古工作,随行中有多位教授,包括吉杰教授和阿古斯教授卡力那教授(Karina Arifin, Ph. D.)和英格力教授(Ingrid HE Pojoh)。

  这活动也受到省府有关部门的积极响应,并得到慕亚拉占碑协会(The Somt)创始人之一华裔蔡邦胜居士的积极支持和赞助。蔡居士也在机场热烈欢迎他们的到来。

  占碑的佛塔早在公元664年唐朝就已建设,成为室利威查雅王朝国王祭拜的重地,印尼国家历史文物研究中心在1981年开始对其遗址进行调查研究,发现约有80处佛塔遗址被埋于地下,此后陆续对4个遗址进行挖掘,显示出这是印尼古代马来王朝在亚洲的一所最大型的佛教学府,占地2612公顷,今印大学生考古队对Kandato佛塔遗址,进行学术性挖掘。在50多人中,有些是最后一期5年级的印大考古系大学生。

  吉杰教授表示,以往我们是在爪哇岛进行考古活动,由于受到省长的推荐和占碑关爱慕亚拉占碑佛塔协会 创办人蔡邦胜居士推动,促成今次的活动顺利举行。佛塔遗址面积比当今中爪哇的婆罗浮图佛塔面积大20倍,是柬埔寨安格瓦佛塔面积的两倍。

  蔡居士表示,对学生们在占碑佛塔遗址的学习和考察,感到欣慰,因为这样一来青年人今对占碑佛塔遗址进一步认识。从出土的文物中可知有不少来自中国的僧人,他们很早就来占碑这块土地了,占碑昔日的辉煌,将重新放光茫普照四方。

  本报记者明光报道/romy供图

Jumat, Juli 01, 2016

佛教僧人及沙弥在占碑千年佛塔静坐禅修


 
 
2016年6月20日,10多位来自 Manikaya佛教理事会7位僧人,从早至晚上,在占碑千年佛塔 群遗址其中之Candi Tinggi,和Candi Gumpung,举行诵经念佛,,围绕佛寺走一圈,坐禅进修活动.
  占碑的佛塔早在公元664年唐朝就已建设,成为室利威查雅王朝国王祭拜的重地。
  印尼国家历史文物研究中心在1981年开始对其遗址进行调查研究,发现约有80处佛塔遗址被埋于地下,此后陆续对4个遗址进行挖掘,
  显示出这是印尼古代马来王朝在亚洲的一所最大型的佛教学府,占地2612公顷,因为是学府,其建筑格式与日惹的婆罗浮屠完全不同,其中包括了师生的生活区和祭拜区。
  关爱占碑佛塔群学会组织创办人蔡邦胜居士,对占碑佛塔遗址,他做了大量的工作及宣传等活动,并也使佛塔群一带民间的生计激活了起来,此外促使了也海内外的考古专家到这里进行考察等活动.他对弘扬占碑佛塔遗址,功不可没.
本报记者明光报道Romy供图.

http://www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20160701/275570.shtml
* www.ayojambi.com/

Rabu, Juni 22, 2016

Bhikkhu dan Samanera Meditasi di Candi Muaro Jambi

JAMBI, Ayojambi.com – Salah satu agenda pembinaan terhadap Samanera (calon bhikkhu) dari Maha Cetiya Oenang Hermawan Jambi adalah melakukan meditasi. Lokasi meditasi adalah candi bekas tempat pendidikan para Bhikkhu, yaitu itu Candi Muaro Jambi yang terletak di Desa Muara Jambi, Keca¬matan Marosebo, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi.
Kompleks Percandian Muara Jambi merupakan percandian peninggalan agama Buddha terluas di Indonesia, dengan luas sekitar 12 kilometer persegi. Candi yang dipercaya sebagai peninggalan budaya abad XI ini pertama kali ditemukan tentara Inggris sekitar 1820. Kawasan percandian Muarojambi ini diperkirakan dulunya merupakan pusat pembelajaran agama Budha di dunia dan juga budaya secara luas, termasuk mempelajari ilmu pengetahuan lainnya.

Sebelum meditasi di Candi Gumpung, para Bhikkhu dan Samanera melakukan meditasi di Candi Muaro Jambi merupakan tempat suci bagi umat Buddha, Senin, 20 Juni 2016. acara diawali menggeliling Candi Tinggi sambil membaca Parita sebanyak 3 putaran, setelah itu mereka lakukan hal yang sama ditingkat atas.

Selanjutnya para Bhikkhu dan Samanera melakukan meditasi di Candi Gumpung yang tidak jauh dari Candi Tinggi, meditasi dilakukan sampai malam hari.

Candi merupakan tempat pendidikan para Bhikkhu.
Candi Muaro Jambi merupakan buktinya, bahwa istimewa Candi Muaro Jambi. Dahulu kala digunakan sebagai tempat pendidikan Bhikkhu untuk mendalami ajaran Buddha. (Romy)* www.ayojambi.com/

Jumat, Maret 11, 2016

印尼全日蝕在佔碑省慕阿拉占碑佛塔


 
 省長朱米.佐拉出席這難能可貴盛會
【本報記者陳春鈿報導】印尼全日蝕在占碑省慕阿拉佔碑佛塔地帶; Gumbung 佛塔盛大舉行,有幾千國內外觀眾前來觀看這難能可貴盛會。剛剛上任年輕省長朱米 . 佐拉( Zumi Zola ),在其令嚴即前兩屆任省長如基弗里 . 努爾丁( Zulkifli Nurdin )陪同下,及隨行地方長官出席當地縣政府舉辦的歡迎會。熱鬧異常。

印尼全日蝕是於 1983 年時曾經出現過,迄今已有 33 年之久。這次的印尼全日蝕只有在印尼出現,前來觀看觀眾踴躍選擇到慕阿拉佔碑佛塔地帶; Gumbung 佛塔來看,主要在於我華社精英蔡邦勝居士的號召力,舉辦這次觀看印尼全日蝕在佔碑省的慕阿拉佔碑佛塔地帶; Gumbung 佛塔舉行。趁這之便適巧於當天,又是興都教假日靜居日及道教農曆二月初一日,因此,這三大假日湊合在一起於慕阿拉佔碑佛塔地帶舉行,實為一大善事盛舉。

蔡邦勝居士為《關注占碑佛塔地帶》( The Society of Muarajambi Temple 簡稱為 The SOMT )其中創會人之一,目前正積極通過各種渠道,設法向聯合國有關文化遺產事宜組織申請,獲取被承認成為世界文化遺產。幾年來的努力總算不致白費,已經得到我國前總統蘇西洛 . 龐邦 . 尤多約諾簽署承認慕阿拉占碑佛塔地帶成為印尼國家文化遺產。

現在慕阿拉佔碑佛塔地帶已成為我國其中的旅遊景點,也擴大範圍到世界佛教界高僧也開始前來觀看這規模龐大,及充滿傳奇神秘的慕阿拉占碑佛塔地帶。

蔡居士以佛教的信仰,也於當天安排放生儀式。占碑省長朱米 . 佐拉在其父親即二屆前省長如基弗里 . 努爾丁陪同下,積極參與這放生儀式。呈現宗教多元化的相融氣氛。

此之前,曾亞細安十個國家的 40 多學者,前來觀看穆阿拉占碑佛塔地帶,對這宏偉壯觀的佛塔地帶甚感驚訝與好奇,對占碑省有著一段歷史的文明燦爛深感敬仰。

Short URL : http://www.shangbaoindonesia.com/?p=147596
* www.ayojambi.com/

Kamis, Maret 10, 2016

占碑省慕阿拉占碑千年佛塔址观日食奇景






【本报讯】印尼全日蚀观景在占碑省慕阿拉占碑千年佛塔 址,Gumbung佛塔举行,有数千国内外来宾前来观看这难能可贵盛会。刚上任年轻省长朱米.佐拉(Zumi Zola),在其令尊即前两届任省长如基弗里.努尔丁(Zulkifli Nurdin)陪同下,及随行地方长官出席当地县政府举办的欢迎会。场面热闹非常。
 
  印尼全日蚀是于1983年时曾经出现过,迄今已有33年之 久。这次的印尼全日蚀只有在印尼出现,前来观看观众踊跃选择到慕阿拉占碑佛塔地带;Gumbung佛塔来看,主要在于我华社精英蔡邦胜居士的号召力,举办 这次观看印尼全日蚀在占碑省的慕阿拉占碑佛塔地带;Gumbung佛塔举行。趁这之便,适巧“日全食”当天,又是兴都教假日“静居日”及农历二月初一日祭 拜日,因此,这三大假日凑合在一起,于慕阿拉占碑佛塔地带举行,实为一大善事盛举。
 
  蔡邦胜居士为《关注占碑佛塔协会》(The Society of Muarajambi Temple 简 称 为The SOMT)其中创会人之一,目前正积极通过各种渠道,设法向联合国有关文化遗产事宜组织申请,获取被承认成为世界文化遗产。已经得到我国前总统苏西洛.庞 邦.尤多约诺签署承认慕阿拉占碑佛塔地带成为印尼国家文化遗产。
 
  现在慕阿拉占碑佛塔地带已成为我国其中的旅游景点,也扩大范围到世界佛教界高僧也开始前来观看这规模庞大,及充满传奇神秘的慕阿拉占碑佛塔地带。
  蔡居士也于当天安排放生仪式。占碑省长朱米.佐拉在其父亲即二届前省长如基弗里.努尔丁陪同下,积极参与这放生仪式。呈现宗教多元化的和谐气氛。
  本报记者明光报道/摄影

http://www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20160310/257681.shtml
* www.ayojambi.com/

Rabu, Maret 09, 2016

Masyarakat Tumpah Ruah Di Candi Muaro Jambi

JAMBI, ayojambi.com - Sejak pukul 06. 45 wib, Gerhana Matahari Total (GMT) mulai menampakan parasnya di kawasan Candi Muaro Jambi. Meskpun belum tertutup penuh, namun antusias masyarakat mulai terlihat [Lihat Foto: Masyarakat Tumpah Ruah Di Candi Muaro Jambi].

Dengan menggunakan kacamata khusus, sejumlah masyarakat melihat langsung bagaimana proses terjadinya Gerhana Matahari Total (GMT).

Tidak sedikit sejumlah masyarakat yang melihat Gerhana Matahari tanpa menggunakan kacamata. Sedangkan kacamata yang disediakan panitia yang ludes diserbu warga.

Saking antusiasnya masyarakat hadir untuk melihat langsung Gerhana Matahari Total di Candi Muaro Jambi, mereka datang dari semalam sampai inap di candi.

Ruas jalan memasuki tempat wisata candi Muaro Jambi mengalami kemacetan sampai puluh meter. (Romy)* www.ayojambi.com/

Selasa, Maret 08, 2016

Rekomendasi Tempat Nonton Gerhana di Jambi

JAMBI, ayojambi.com - Momen gerhana matahari total tanggal 9 Maret sudah di depan mata. Bagi traveler yang ingin melihat gerhana di Jambi, ada dua lokasi yang paling oke.

"Jambi nanti ada dua daerah, Komplek Percandian Muaro Jambi sama Kabupaten Sarolangun buat nonton gerhana. Kalau liat dri BMKG gerhana 06.20 pagi, tapi acara sudah dari subuh," ujar Dendy Denmar, Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Provinsi Jambi ketika ditemui di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (7/3/2016).
Berbagai acara meriah untuk menyambut gerhana berlangsung mulai tanggal 6 hingga 9 Maret di kedua lokasi tersebut. Di Kabupaten Sarolangun, acara melihat gerhana dipusatkan di sekitar Jembatan Beatrix. Selain nonton bareng gerhana matahari total, akan digelar pula salat gerhana, Subuh Akbar, pentas seni, hingga event kuliner khas Jambi.

"Sarolangun pusatnya di Pasar Bawah Sarolangun, Jembatan Beatrix. Di Sarolangun ada Masjid Agung Al Falah, untuk salat gerhana ada space khusus," papar Dendy.

Sedangkan di Komplek Percandian Muaro Jambi, akan diadakan berbagai kegiatan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan tim Lacak Artefak Jambi. Undangan acara ini ditujukan untuk umum, jadi wisatawan bisa saja mengikuti beberapa rangkaian acara yang digelar.

"Tanggal 9 Maret ada kunjungan Dekranas pusat. Ada paparan gerhana matahari dan Candi Muaro Jambi oleh Lacak Artefak Jambi. Ada juga tutorial foto gerhana," kata pria berbaju batik ini.

Dalaman acara ini ada pula kegiatan foto bersama serta selfie sebagai dukungan Dekranas dan Lacak Artefak kepada Candi Muaro Jambi untuk Situs Warisan Dunia Unesco. Setelah itu akan ada observasi keliling candi dan mengunjungi aneka cagar budaya. Seperti rumah tua seroja di seberang Kota Jambi, melihat koleksi batik antik di sanggar Komplek Candi Muaro Jambi, Museum Siginjei untuk melihat koleksi kriya baju tua, perhiasan dan songket, serta menyusuri Sungai Batanghari.

"Menyusuri Sungai Batanghari bukan pakai kapal modern tapi menggunakan getek masyarakat yang jadul tapi aman," ucapnya. (aff/aff)

http://travel.detik.com/read/2016/03/07/175032/3159482/1382/rekomendasi-tempat-nonton-gerhana-di-jambi
* www.ayojambi.com/

Kamis, Agustus 21, 2014

Seminar Internasional Sriwijaya Di Jambi

 
JAMBI, ayojambi.com - Internasional Seminar Srivijaya in the Context of Regional Southeast Asia and South Asia dibuka langsung Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus (HBA) di Auditorium Gubernuran Jambi, Rabu (20/8) Malam.
HBA mengatakan, "Tinggalan budaya seperti Borobudur, Angkot Wat di Kamboja, Taj Mahal di India dan Tembok besar di Tiongkok dan banyak lagi tinggalan budaya masa lampau umat manusia, adalah sumbangan masyarakat suatu bangsa kepada kebudayaan masyarakat dunia," jelas HBA (lihat foto).

Bambang Budi Utomo (lihat foto) selaku ketua panitia penyelenggaraan Seminar Internasional Sriwijaya mengatakan, tujuan dari acara seminar tidak lain adalah untuk mempererat tali persahabatan antara negara-negara di Asia Selatan, Asia Tenggara dan Tiongkok.

Pelaksaan seminar ini dihadiri 11 narasumber, yakni dari Prancis, India, Thailand, Malaysia, Singapura, Taiwan dan Jepang. Sayangnya perwakilan dari India dan Tiongkok berhalangan hadir, dikarenakan keperluan mendesak di negaranya. Padahal, kedua negara ini sangat besar kaitannya dengan kerajaan Sriwijaya.

Selain dari narasumber, acara yang digelar oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan juga mengundang lebih dari 100 peserta aktif dari Jambi maupun luar Jambi. "Mereka ini adalah orang-orang yang peduli dengan Sriwijaya dan peduli dengan kepurbakalaan Muaro Jambi yang bercita-cita menjadi warisan dunia," kata Bambang. (Romy)
* www.ayojambi.com/

Minggu, Agustus 03, 2014

Puluhan Ribu Warga Padati Candi Muaro Jambi Saat Lebaran

JAMBI, ayojambi.com - Candi Muarojambi yang terletak di Desa Muara Jambi, Kecamatan Marosebo, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi (Lihat Foto). Untuk bisa mencapai ke lokasi situs dapat dipakai kendaraan roda empat melalui Jembatan Batanghari II atau melalui sungai Batanghari dengan speedboat maupun ketek, Candi Moarojambi menjadi lokasi wisata favorit bagi wisatawan lokal dan manca negara, bahkan saat perayaan besar seperti Idul Fitri puluhan ribu warga Jambi dan warga dari luar daerah menikmati libur Lebaran 1435 Hijriah.
Menurut Borju, salah seorang pemandu wisata di kawasan Candi Muarojambi (Lihat Foto) mengatakan bahwa dalam sepekan liburan Lebaran sudah lebih dari 40.000 orang yang mengunjungi kawasan situs percandian Muarojambi.

"Memasuki hari 7 lebaran ini bahkan semakin ramai. Banyaknya pengunjung hingga memacetkan jalan masuk ke kawasan percandian," ujarnya di Borju, Minggu (3/8-2014).

Menurut dia, tahun ini agak special, karena tahun ini panitia mengadakan beberapa kegiatan yang menyedot pengunjung, diantaranya ada acara lomba Fashion Show, Pentas Seni dan Budaya Jambi dan setiap tiket masuk kawasan percandian di undi, panitia menyediakan puluhan Doorprize berbentuk barang dan hadiah khusus lebaran dari Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus. (Romy) 
* www.ayojambi.com/

Rabu, Agustus 28, 2013

Dewan Pertimbangan Presiden Mengunjungi Candi Muaro Jambi

JAMBI – Kemarin rombongan Anggota Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (WANTIMPRES) Bidang Hubungan Luar Negeri/ Internasional, Dr. N. Hassan Wirajuda beserta peneliti dari Universitas Indoneseia (UI) datang melihat ke kompleks percandian, yakni ke Candi Kedaton dan Candi Tinggi. Dr. N. Hassan Wirajuda mengaku terkesan melihat dari dekat candi yang disebut-sebut sebagai satu diantara pusat studi agama Budha terbesar di dunia pada abad ke 7 ini. "Ada kemiripan batuan candi di sini dengan yang ditemukan di pusat pendidikan Agama Buddha di Nalanda," kata Hassan Wirajuda. Kemiripan itu sebutnya yakni bentuk batu dan juga ukurannya.
Bahkan di Nalanda dan juga di Cina juga ditemukan bangunan-bangunan semacam candi yang dulunya merupakan hadiah dari Kerajaan Sriwijaya kepada kedua negara yang di masa lalu merupakan pusat peradaban agama Budha. "Ini luar biasa di bangunan itu ada disebutkan kalau ini merupakan hadiah dari kerajaan di Sumatera yakni Swarna Bumi. Bahkan Dharma Kirti dan Atisa tokoh pembaharu Agama Buddha di Tibet pernah belajar Agama Buddha di sini selama 12 tahun," sebutnya.

Dia mengatakan sangat mengapresiasi langkah pemerintah provinsi yang bekerjasama melakukan ekskavasi terhadap peninggalan bersejarah ini, dan menurutnya pihaknya bakal mendorong agar ini bisa terus dikembangkan. Ke depan bilang Hasan Wirayuda bakal diadakan konfrensi untuk membahas tentang Kerajaan Sriwijaya, bahkan juga akan dibuat pusat study untuk mempelajari Kerajaan Sriwijaya, selain menterjemahkan tulisan-tulisan di zaman kejayaan Sriwijaya yakni satu diantaranya karya I Tsing. "Untuk tempatnya masih belum kita tentukan," bilangnya.

Sementara itu Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) mengatakan Provinsi Jambi bersedia menjadi tuan rumah bagi pelaksanaan konfrensi tersebut. "Kita usulkan kalau memang dimungkinkan di sini," ucap HBA. Ditambahkannya berkaca dari sejarah masa lalu Provinsi Jambi yang merupakan satu diantara pusat peradaban Agama Buddha ini agar memperkuat motivasi dan melecut semangat generasi muda Jambi saat ini.
"Kalau disebutkan ahli UI pusat Kerajaan Sriwijaya di Jambi, kita tidak mempermasalahkan di manapun pusatnya, kita berharap ini bisa memacu motivasi generasi muda kita," katanya. (Romy)
* http://ayen-servicekamera.blogspot.com/

Minggu, Juni 23, 2013

Mahasiswa FIB Universitas Indonesia Melakukan Penelitian Di Candi Kedaton

JAMBI – Siapa yang tidak kenal Candi Muarojambi peninggalan umat Buddha pada masa Kerajaan Melayu abad VII hingga XIV ini masih menumbuhkan getaran yang dirasakan dunia hingga kini. Di sinilah berdiri monumen kebesaran sebuah bangsa.
Pada masa itu, ratusan biksu dari sejumlah negara berlayar ke Muaro Jambi (video) untuk menimba ilmu. Tidak hanya untuk memperdalam agama, mereka juga mempelajari ilmu kedokteran, logika, filosofi, hingga tata bahasa.

Kemasyhuran nama Muaro Jambi sebagai tempat lahirnya para agamawan kondang mengundang kehadiran tokoh-tokoh agama dari berbagai negara. Tidak ketinggalan Sekumpulan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia melakukan penelitian di Candi Kedaton yang termasuk kompleks percandian Muaro Jambi.

Minggu siang (23/6) rombongan Universitas Indonesia (UI) yang dipimpim oleh Prof. Dr. Bambang Wibawarta (Dekan FIB UI), Prof. Dr. Noerhadi Magatsari, Prof. Dr. Agus Aris Munandar, Dr. Kresno Yulianto (ketua departement Arkeologi UI), dr. Wanny Raharjo, Dr. Cecep Eka Permana, Drs. Agi Ginandjar, M, Drs. Agus Widiatmo, MM, Drs. R.R. Wiwoho mengunjungi komplek Candi Muarojambi.

Kedatangan rombongan disambut oleh tokoh Pencinta Candi Muarojambi, Hidayat, sebelum meluncur ke candi, rombongan diterima Gubernur Jambi Hasan Basri Agus dirumah dinas Gubernur Jambi.

Dari hasil peneliti mahasiswa, menemukan beberapa bangunan penting yang menunjukkan bukti bahwa di masa lampau Candi Muarojambi merupakan pusat pembelajaran agama Buddha paling tidak di Asia Tenggara, diantaranya ialah sumber pentirtaan yaitu bangunan sumur. "Di sini kita menemukan bangunan candi, pentirtaan yang diwakili oleh sumur kolam atau sumber air lainnya dan juga tempat tinggal para pendeta," sebut Prof Dr Agus Aris Munandar dari Universitas Indonesia (UI).

Temuan struktur baru oleh para peneliti UI ini mengundang rasa ingin tahu Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, Minggu (23/6) sore Gubernur yang didampingi Kadis Pariwisata Provinsi Jambi Budidaya dan staf ahli gubernur Junaidi T Noor datang melihat langsung di kompleks Candi Kedaton.

Jika tidak ada alar melintang, besok akan diadakan penandatangan MOU antara Pemerintah Provinsi Jambi dengan Universitas Indonesia tentang penelitian Arkeologi di Kawasan Percandian Muarajambi. (Romy)

Minggu, Maret 31, 2013

Peninggalan Kerajaan Malayu Di Kunjungi Bhiksu Taiwan

MUAROJAMBI, ayojambi.com - Situs Candi Muaro Jambi di Desa Muaro Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, Minggu sore (31/3-2013) kembali mendapatkan kehormatan dikunjungi tiga Bhiksu asal negara Taiwan, yaitu Bhiksu Ho Ying Teng, Bhiksu He Chia Ho, Bhiksu Chou Cen Kuo dan Bhiksu Yang Shang Yung.

Rombongan Bhiksu bisa datang ke Candi Muaro Jambi, lantaran melihat website bahasa mandarin. Maka melalui Singapure mereka langsung ke Batang dari Batam rombongan ke Jambi.

Kehadiran mereka disambut oleh Hidayat pengusaha Kopi AAA Jambi sekaligus tokoh Pencinta Candi Muarojambi di Bandara Sultan Thaha Jambi, pukul 13.30, dari Bandara para tamu dijamu makan siang ala vegetarian.

Seusai makan, Tokoh Pencinta Candi Muarojambi, membawa rombongan mengunjungi Candi Bukit Perak, selain melihat keindahan alam di Candi Bukit Perak, para Bhiksu juga melakukan pembacaan parita (doa) dan bressing. Selanjutnya rombongan dihantar Hidayat mengunjungi Candi Kadaton, mereka cekup lama berada di Candi Kadaton, setiap sisi dinding candi mereka telitiin dan tidak ketinggalan para Bhiksu pembacaan parita (doa).

Setelah dari Candi Kadaton, rombongan Bhiksu Taiwan mengunjungi Gedung Museum di komplek Candi Muaro Jambi, dari Candi Bhiksu Ho Ying Teng dan kawan menujun hotel untuk beristirahan dan besok harinya mereka (bhiksu) merencakana mengunjungi Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jambi dan Gedung Museum Negeri Jambi (dulu Museum Negeri Propinsi Jambi) yang berlokasi di perempatan Jalan Urip Sumaharjo dan Jalan Sri Soedewi Masjchun Sofwan, SH. (Romy)

Kink:
http://informasi-mediakita.blogspot.com/
http://tradisi-jambi.blogspot.com/
http://media-fotografers.blogspot.com/

Minggu, September 25, 2011

Indonesia Sambut Baik Partisipasi Tiongkok dalam Penelitian Arkeologi

Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono kemarin (22/09) menyatakan menyambut partisipasi Tiongkok dalam penelitian arkeologi di Candi Muaro Jambi.
Presiden SBY mengatakan hal ini dalam peresmian Kompleks Percandian Muaro Jambi sebagai kawasan wisata sejarah terpadu. SBY mengatakan, penemuan Candi Muaro Jambi memperlihatkan gemilangnya sejarah Indonesia. Sementara itu, SBY juga berharap bekerja sama di bidang pariwisata. Dia mengatakan pemandangan Indonesia sangat indah, kebudayaan beragam, dan masyarakat Indonesia sangat ramah, makanan Indonesia pun lezat, sehingga mempunyai potensi besar di bidang pariwisata. Pemerintah Indonesia sedang memperluas bandara Jambi dan memperbaiki infrakstruktur agar lebih banyak wisatawan dapat berkunjung ke Jambi.

Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Zhang Qiyue mengatakan, benda-benda peninggalan Tiongkok yang ditemukan di Candi Muaro telah mencerminkan sejarah panjang persahabatan Tiongkok-Indonesia. Tahun-tahun terakhir ini, hubungan kedua negara berkembang pesat. Oleh karena itu kedua negara hendaknya mengembangkan hubungan di berbagai bidang.

Luas situs Candi Muaro sekitar 2612 hektar, merupakan kawasan peribadatan agama Budha pada zaman kerajaan Sriwijaya. Pusat Penelitian Arkeologi Indonesia pernah mengadakan penelitian di lokasi percandian ini. Di sini ditemukan sejumlah benda peninggalan Tiongkok, antara lain kepingan uang Dinasti Tang.

http://indonesian.cri.cn/201/2011/09/23/1s121574.htm

Rabu, September 21, 2011

Rumah Peninggalan Pangeran Wiro Kusuma

JAMBI - Jurnalis dari CCTV (China), Taiwan Macroview TV (Taipeh), Metro TV (Ind), dan tidak ketinggalan wartawan cetak diantaranya dari Harian China News Service (bahasa mandarin), Harian Indonesia Shang Bao (bahasa mandarin), Sebelum meninggalkan Kota Jambi, menyempatkan diri bertandang ke rumah batu peninggalan Pangeran Wiro Kusuma di Jalan KH Ibrahim, Sekoja.
Ternyata di Kota Jambi masih memiliki peninggalan sejarah berupa cagar budaya rumah asli penduduk lokal di Olakemang, dibangun sekitar tahun 1905 silam, rumah tersebut kini mendapat pengakuan sebagai cagar budaya pemerintah.

Rumah batu yang berada di Jalan KH Ibrahim RT 02, Kelurahan Olak Kemang, Kecamatan Danau Teluk, Seberang Kota, ini merupakan peninggalan seorang penyebar agama Islam di Kota Seberang pada abad ke 18 yaitu Sayyid Idrus Hasan Al-Jufri atau yang dijuluki Pangeran Wiro Kusumo. Sayangnya, rumah bersejarah ini, terkesan tidak terawat.

Untuk membuktikan, Salah satu generasi keturunan dari Pangeran Wiro Kusuma bernama Sarifa Ulia mengambil foto usang dari rumahnya, foto hitam-putih itu diabadikan pada tahun 1905, dadalam terlihat seorang lelaki memegang tongkat, sedang duduk dikelilingi beberapa orang lelaki lainnya. “Itu pengikut-pengikutnya,” jelas Sarifa Ulia.

Menurut Sarifa, Pangeran Wiro Kusuma, ketika akan membangun rumah, Sayid mendapat banyak saran dari rekannya. Termasuk dari Tuk Sintai, seorang pedagang dari negeri Cina. Liwat tangan Tuk Sintai itu lah rumah yang kini jadi cagar budaya kebanggaan Jambi itu berdiri. “Yang bangun orang Cina, makanya ada relief Naga di dinding,” beber Satifa.

Setelah dicermati di depan, terlihat relief naga di dinding bercat putih, disisi kanan terdapat sebuah batu berukiran singa dan bunga. Di pilar bagian dalam, tampak relief bertuliskan huruf-huruf Arab. Paduan Cina-Arab, terkesan kental pada bangunan tua itu. “Banyak yang bingung, kenapa ada gambar naga di rumah raja Islam. Harusnya kan relif Arab. Ya karena itu, yang bangun orang Cina,” tuturnya.

Bangunan berlantai dua itu, sebagian besar sudah rusak dimakan usia. Di sana-sini keropos, lantai dua malah tinggal beberapa keping papan saja. Belum lagi lantai dan pintu jendela, semuanya sudah terbongkar. Yang masih utuh hanyalah lantai di halaman depan dan sisa gapura pagar.

Bangunan itu menghadap ke Sungai Batanghari. Pasalnya, pada jaman dahulu kala, akses jalan terbesar berada di pinggiran Sungai Batanghari, bukan di jalan protokol Kecamatan Danau Teluk saat ini. “Dulu tepi sungai sangat dekat. Jalan di sekitar sini sempit,” tambah Sarifa, menunjuk hamparan kebun jagung di hadapannya, yang persis berada di depan rumah tua itu. (Romy)

Selasa, September 06, 2011

Tour Ke Situs Purbakala di Provinsi Jambi

JAMBI – Untuk kali pertama situs purbakala di Komplek Candi Muarojambi di Desa Muaro Jambi, Kecamatan Marasebo Kabupaten Muaro Jambi sekitar 40 KM dari Kota Jambi, dikunjungi Junalis dari CCTV (China), Taiwan Macroview TV (Taiwan) dan Metro TV (Indonesia).

Rombongan tiba di Jambi, Selasa (6/9-2011) siang, pukul 13.30 dengan pesawat Garuda, selanjutnya rombongan makan siang, setelah makan siang, langsung menuju Candi Muarojambi.

Selain mengunjungi Candi Muarojambi, rombongan juga menyempatkan diri bertandang ke Kantor Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jambi.

Jika tidak ada alar melintang besok pagi (7/9-2011) rombongan akan menuju Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Merangin dengan pesawat (Romy)

Sabtu, September 03, 2011

35 Ribu Pengunjung Candi Muarojambi

JAMBI - Libur lebaran di Situs Candi Muarojambi yang terletak di Desa Muara Jambi, Kecamatan Marosebo, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Untuk bisa mencapai ke lokasi situs dapat dipakai kendaraan roda empat melalui jembatan Batanghari II atau melalui sungai Batanghari dengan speedboat maupun ketek.
Candi Muarojambi masih menjadi primadona warga Jambi dan sekitarnya yang haus hiburan. Hingga hari ini sudah tercatat lebih kurang 35 pengunjung, perhari diperkirakan seribu lebih, ujar Brata, “sampai kini kira-kira 35 pengunjung yang datang ke Candi Muarojambi, nanti Senin (5/9-2011) baru kita rekap” katanya saat dihubungi via Handphone.

Hasil pantauan dilapangan warga yang datang ke Candi Muarojambi rata-rata bersama keluarga, mereka ada yang membawa rantang makanan ada juga yang menikmati makanan yang dijajak pedagang makanan di komplek candi, tak kalah menarik adalah tempat penyewaan sepeda, para pengunjung bisa menyewa sepeda untuk mengelilingi candi, berbagai jenis sepeda tersedia disana, tinggal selera pengunjungi untuk memilih, harga sewapun relatif murah, perjam hanya Rp. 5.000/ lima ribu rupiah. (Rom)

Kamis, Agustus 25, 2011

Wisata Sepeda di Candi Muaro Jambi

MUARO JAMBI – Disaat mengunjungi Situs Muaro Jambi, jangan hanya sekedar untuk menikmati keindahan alam disekitar candi. Untuk menikmati keindahan Candi Muaro Jambi serta benda bersejarah dari masa lalu denga mengelilingi komplek percandian seluas 12 kilometer dengan sepeda.
Apabila anda berniat untuk mengeliling kompleks percandian seluas 12 kilometer bujur sangkar ini berdiri sejumlah candi. Anda tidak usah membawa sepeda dari rumah, lantaran semua telah tersedia di komplek percandian, biaya sewa menyewa relatif murah, satu jam Rp. 5.000. anda juga bisa keliling candi dengan jasa tukang ojek setempat.

Waktu anda memasuki pintu gerbang candi, sekitar 200 meter saat masuk akan langsung terlihat sebuah pos satpam candi. Persis di depan pos terjejer puluhan sepeda, tingal anda memilih sepeda untuk dinaiki dua orang atau untuk tiga orang. Setelah anda menyewa sepeda, selanjutnya anda bisa keliling candi megah, yaitu candi Gumpung. Di sekitar candi juga akan terlihat beberapa candi-candi kecil lainnya.

Sekitar candi Gumpung, ada sebuah candi yang lebih tinggi, yaitu Candi Tinggi. Percandiain ini juga di kelilingi oleh pagar tembok dari bahan batu bata berukuran besar. ini yang membuat percandian ini menjadi unik.

Selain itu, masih banyak lagi candi-candi lainnya, yang jaraknya lumayan jauh dari percandian utama itu. Seperti candi Kembar Batu, Candi Astano, Candi Gedong I dan II, Candi Kedaton, Candi Koto Mahligai dan candi-candi lainya.

Kawasan Candi Muaro Jambi cukup eksotik. Hamparan rumput, pepohonan besar dan bangunan candi dari bata, baik yag utuh ataupun reruntuhan. Tak heran, lokasi ini cocok untuk tempat wisata keluarga.

Namun jangan lupa membawa kamera foto untuk mengabadikan keindahan candi maupun alam disekitar percandian sebagai kenangan indah anda bersama keluarga maupun sang kekasih tercinta (Romy)

Sabtu, Juni 18, 2011

Terus Gali Potensi Candi Muaro Jambi

JAMBI, TRIBUNJAMBI.COM - Terus mencari dan menggali potensi pariwisata Jambi, itulah kegiatan utama Dinas Pariwisata Provinsi Jambi selama satu minggu ke depan. Menurut Kabid Sejarah dan Purbakala, Ujang Hariadi, jajarannya akan bekerja sama dengan beberapa peneliti untuk melakukan penelitian lebih mendalam di situs percandian Muaro Jambi.
Lanjut Ujang, para peneliti itu rencanaya akan datang ke Jambi pada Senin (20/6). "Saya sudah dapat sms kepastian tanggal, smoga tidak ada perubahan," ujar Ujang.

Ujang pun menceritakan maksud dan tujuan para peneliti itu. Secara singkat, ujang mengatakan para peneliti itu datang untuk memeriksa kondisi tanah di bawah situs percandian Muaro Jambi.

Katanya lagi, mereka akan mencari dan memastikan ada tidaknya reruntuhan lain di bawah situs percandian Muaro Jambi. "Nanti pakai alat Georadar, jangkauannya bisa sampai 10 meter ke bawah tanah," ujar Ujang semangat.

Menurut Ujang, penelitian kali ini melibatkan banyak peneliti dan lintas organisasi. Katanya, mereka berasal dari Balai Arkeologi Palembang, Badan Geologi, Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional, Disbudpar dan BP3 Jambi.

Selain itu, menurut Ujang akan hadir pula penulis buku Budha di Nusantara, Bambang Budi Utomo. Mereka akan melakukan penelitian selama sekitar 20 ha. (aye)

http://jambi.tribunnews.com/2011/06/18/ayo-terus-gali-potensi-candi-muaro-jambi

Sabtu, April 23, 2011

Kursi Roda Untuk Rumah Sakit Jiwa

JAMBI – Masyarakat Peduli Candi Muaro Jambi atau The Society Of Muaro Jambi Temple (The SOMT), Sabtu siang (23/4-2011) menyalurkan bantuan kursi roda kepada Rumah Sakit Jiwa, bantuan tersebut diantar langsung oleh beberapa perwakilan The SOMT yang langsung diterima oleh Direktur Rumah Sakit Jiwa, dr. hj Hernawati didampingi beberapa staf rumah sakit.

Pada kesempatan ini, dr.hj Hernawati atas nama Rumah Sakit Jiwa Jambi menyampaikan ucapan terima kasih kepada The SOMT.

Sabtu, April 09, 2011

Stand The SOMT Ramai Dikunjungi

JAMBI – Jambi Emas Expo 2011 yang resmi dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Boediono, tanggal 1 April 2011 lalu.
Setiap hari, ribuan pengunjung menyerbu arena Jambi Expo 2011 yang berlokasi di bekas arena Musabaqah Tilalwatil Quran (MTQ) Provinsi Jambi.

Selama sepekan, stand Masyarakat Peduli Candi Muaro Jambi atau The Society Of Muaro Jambi Temple (The SOMT) yang hadir di Pekan Inovasi Sumatera “Jambi Emas Expo 2011” selalu ramai dikunjungi oleh pengunjung pameran.

Peserta Jambi Emas Expo 2011 terdiri dari 75 persen merupakan pelaku usaha dan 25 persen merupakan Pemda Kabupaten/ Kota Se-Provinsi Jambi, dan The SOMT adalah termasuk salah satu peserta pada ajang pameran kali ini.

Masyarakat Peduli Candi Muaro Jambi atau The Society Of Muaro Jambi Temple (The SOMT) pada kegiatan Jambi Emas Expo 2011, lebih mengedepankan promosi keberadaan Situs Muaro Jambi kepada masyarakat Jambi dan sekitarnya.

Menampilkan foto hasil kegiatan The SOMT, membagi-bagikan buku sejarah Candi Muaro Jambi karangan Bambang Budi Utomo, brosur, pin/ bros, sticker dan bendera logo The SOMT.

Hidayat, merupakan seorang tokoh masyarakat yang sekaligus pengusaha terkemuka di Jambi mendukung semua biaya kegiatan The SOMT, dengan antusias Hidayat setiap malam hadir di stand untuk membagi-bagikan buku sejarah Candi muaro Jambi, pin/ bros, sticker dan lain sebagainya.

Total buku sejarah Candi Muaro Jambi yang dibagikan lebih dari 6000 buku, buku tersebut khusus dibagikan pada malam hari, sedangkan pada siang harinya, hanya brosur dan sticker

Salah satu pernyataan Hidayat, adalah, “Kalau bukan kita yang peduli terhadap Candi Muaro Jambi, siapa lagi yang akan peduli.” (romy)