Tampilkan postingan dengan label Pesawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesawat. Tampilkan semua postingan

Selasa, Oktober 04, 2016

Jangan Buang Boarding Pass Sembarang, Ini Akibatnya

Beberapa saat lalu muncul berita tentang bahaya mengunggah foto boarding pass ke dunia maya karena data kita dapat dimanfaatkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Belakangan, muncul pula artikel yang benar-benar meminta kita menjaga boarding pass kita dengan baik hingga setelah penerbangan. Bahkan, kita dihimbau untuk tidak membuang boarding pass sembarangan? Kenapa?
Pada kenyataannya, kertas boarding pass sering kali dipandang sebelah mata. Sudah banyak beredar saran untuk tidak unggah foto boarding pass di dunia maya, terutama "memamerkan" di media sosial, sesaat dan selama perjalanan.

Namun, Anda pun tetap perlu memperhatikan boarding pass bahkan ketika perjalanan itu sudah selesai. Dalam sebuah boarding pass termuat informasi nama penumpang, kode penerbangan, destinasi dan keberangkatan, nomor kursi, hingga nomor gate.

Banyak orang menganggap ketika perjalanan sudah usai, kertas boarding pass ini pun sudah bisa dibuang karena sudah "basi".

Ternyata, barcode pada kertas boarding pass memuat informasi pribadi mulai dari nama, alamat rumah, email, hingga nomor telepon. Barcode ini juga memuat akun frequent flyer Anda, sehingga seorang hacker dengan mudah bisa mengetahui sejarah perjalanan Anda hingga kartu kredit.

Cara mengetahuinya mudah saja. Barcode pada kertas boarding pass cukup difoto dan dipindai di situs-situs online pembaca barcode (barcode reader online) ataupun aplikasi pembaca QR code. Informasi berharga ini bisa dengan mudah dimanfaatkan untuk kejahatan.

Oleh karena itu, pastikan Anda mengamankan boarding pass sebelum, selama, dan bahkan setelah penerbangan. Jika Anda mau membuangnya, robek-robek terlebih dahulu, hingga seseorang sulit untuk menemukan barcode. Ada baiknya sebelum merobeknya, Anda coret terlebih dahulu barcode dengan spidol hitam.

http://jambi.tribunnews.com/2016/10/03/jangan-buang-boarding-pass-sembarang-ini-akibatnya
* www.ayojambi.com/

Jumat, Januari 08, 2016

Bahkan Jika Ada yang Memohon, Jangan Pernah Lakukan Ini di Bandara

    Hanya mengingatkan lagi bagi yang sering bepergian, semoga berguna. Mengingaykan untuk yang akan Travelin dan Umroh.

    Tadi saat saya check-in, tiba-tiba seorang bapak menghampiri, beliau memperkenalkan diri lalu menunjukan id card bahwa dia adalah ajudan atau protokoler seorang anggota DPR. Dia bermaksud menitipkan sebuah bingkisan punya bossnya yang menurut dia isinya sebuah sarung dan hendak menitipkannya ke bagasi saya. Dengan halus sy menolak, tapi dia maksa, dan sekali lagi secara tegas saya menolaknya, walaupun dia mulai menunjukan arogansinya sebagai seorang ajudan pejabat, saya tidak peduli. Sampai ahirnya sy minta bantuan petugas, saking keselnya.  
Ini bukan kejadian pertama, pernah waktu mau ke Qatar seorang ibu mau nitip bagasi karena dia kelebihan bagasi, sampe memelas-melas mau nitip, saya tidak mau dan tidak akan pernah mau. Urusan seperti ini musti super tega, demi keselamatan diri.

    Kalau dalam perjalanan, apalagi naik pesawat dan keluar negeri, waspadai hal seperti ini, bukan soal tega atau tidak tega, bukan pula soal tolong menolong, atau kepercayaan, tapi ini urusan serius. Kalau ternyata yang dititipkannya itu berisi barang terlarang atau bahkan narkoba, anda tidak akan bisa ngelak lagi, bagasi tersebut jelas atas nama Anda.

    Jadi kalau traveling urusan yang satu ini Anda harus tega dan nggak peduli, karena ini menyangkut keselamatan Anda.

    Saya pernah menonton sebuah kisah nyata, dua orang suami istri sudah tua, liburan keluar negeri, saat pulang di bandara mereka didekati seorang wanita yang menitipkan dus berisi sepatu, yang katanya untuk anak-anak mereka yang nggak sempat terbawa oleh suaminya. Karena ingin bantu kedua suami istri itu bersedia dan dus tersebut dimasukan kedalam luggage mereka lalu dimasukkan ke bagasi.

    Saat menunggu boarding, tiba-tiba mereka dihampiri 2 orang petugas, dan dibawa keruang pemeriksaa, rupanya saat luggage mereka akan masuk pesawat tercium sesuatu oleh anjing pelacak. Jelas kedua suami istri tsb bingung, waktu luggage mereka di bongkar, ternyata dalam sepatu (solnya) yang dititipkan tadi terdapat narkoba. Si istri langsung histeris, suaminya ditahan dan mereka berdua tidak punya siapa-siapa di negara tsb. Suaminya masuk penjara, nggak bisa ngelak karena bagasi itu atas nama dia.

    Jadi, ingatlah, apapun kondisinya jangan pernah mau terima titipan orang lain. Apalagi menjelang liburan. Waspadalah!! (Penulis: RK)

sumber: Facebook

http://warungkopi.okezone.com/thread/480808/bahkan-jika-ada-yang-memohon-jangan-pernah-lakukan-ini-di-bandara* www.ayojambi.com/

Jumat, Januari 09, 2015

Jonan Beri Sanksi Lima Maskapai, 61 Penerbangan Dibekukan

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Perhubungan menjatuhkan sanksi kepada lima maskapai penerbangan karena melanggar izin penerbangan. Sanksi diberikan dengan membekukan 61 penerbangan dari maskapai tersebut.
Dalam jumpa pers di Kementerian Perhubungan, Jumat (9/1/2015), Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyatakan, maskapai itu meliputi Garuda Indonesia, Lion Air, Wings Air, Trans Nusa, dan Susi Air. "Garuda ada 4 (pelanggaran penerbangan), Lion Air ada 35, Wings Air ada 18, Trans Nusa ada 1, dan Susi Air ada 3," kata Jonan, Jumat sore.

Jonan tidak menyebutkan rute-rute penerbangan yang dibekukan tersebut. Ia mengatakan, maskapai-maskapai tersebut dapat mengajukan izin penerbangan dan akan segera diproses untuk membuka kembali sanksi pembekuan tersebut.

"Sanksi pelanggaran tidak boleh terbang dan kami meminta maskapai tersebut untuk mengajukan izin secepatnya," kata Jonan.

Selain kelima penerbangan, Kemenhub juga memberikan sanksi kepada AirAsia yang melanggar izin penerbangan, termasuk untuk rute Surabaya-Singapura.

Pemberian sanksi itu dilakukan setelah Kemenhub bekerja sama dengan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri melakukan investigasi atas pelanggaran-pelanggaran tersebut. Investigasi itu juga melibatkan lima otoritas bandara, yaitu Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Kualanamu-Medan, Juanda-Surabaya, Ngurah Rai-Denpasar, dan Sultan Hasanuddin-Makassar. Salah satu tujuannya ialah mengungkap pejabat-pejabat otoritas bandara yang diduga terlibat dalam izin penerbangan.

Sebelumnya, sudah ada tujuh pejabat, baik dari kementerian maupun otoritas bandara, yang sudah dimutasi untuk kepentingan audit dan investigasi. Di antaranya ada dua pejabat kementerian yang dimutasi, yakni Kepala Bidang Keamanan dan Kelayakan Angkutan Udara merangkap Unit Kerja Pelaksana Slot-time (UPKD) di Otoritas Bandara Wilayah III Surabaya dan Principal Operational Inspector (POI) Kemenhub di AirAsia. Dari Air Navigation Indonesia, terdapat tiga orang, yakni General Manager Perum Airnav Surabaya, Manager Air Traffic Service (ATS) Operation Surabaya, dan Senior Manager ATS Kantor Pusat Perum Airnav. Adapun dari Angkasa Pura I ialah Departement Head Operation PT AP I cabang Bandara Juanda dan Section Head Apron Movement Control AP I Bandara Juanda.

Investigasi tersebut merupakan upaya lanjutan untuk menyelidiki penerbangan tak berizin pesawat AirAsia QZ8051 yang pada akhirnya tidak pernah tiba di Bandara tujuan Changi, Singapura. Pesawat itu jatuh di Selat Karimata sekitar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, 28 Desember 2014.

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/01/09/170913826/Jonan.Beri.Sanksi.Lima.Maskapai.61.Penerbangan.Dibekukan?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp
* www.ayojambi.com/

Minggu, Agustus 14, 2011

China Uji Coba Pendaratan Pesawat

BEIJING, KOMPAS.com — Militer China, Sabtu (13/8/2011), berencana melakukan latihan pendaratan pesawat udara di kapal induk pertamanya, kata media pemerintah, Sabtu. Latihan itu melibatkan pendekatan pesawat ke kapal itu, mendarat, dan kemudian segera lepas landas lagi, kata surat kabar Global Times, mengutip satu sumber militer yang terlibat dalam latihan pendaratan itu.
Kapal induk itu melakukan uji coba pelayaran pada Rabu. Hal itu memicu Amerika Serikat meminta penjelasan di tengah-tengah kekhawatiran tentang perluasan militer negara itu.

Beijing belum lama ini hanya menegaskan bahwa pihaknya sedang mengubah sebuah kapal tua Soviet menjadi kapal induk pertamanya dan tidak menghiraukan kemampuan kapal itu, dengan mengatakan kapal itu terutama akan digunakan untuk latihan dan "riset".

Global Times memberitakan, larangan radio telah diberlakukan di satu zona militer lepas pantai Provinsi Liaoning timur laut negara itu tempat kapal tersebut berlabuh.

Pesawat-pesawat yang digunakan untuk latihan itu adalah Shenyang J-15, versi China untuk Sukhoi Su-33 Flanker Rusia, tambah media itu.

Kementerian Pertahanan di Beijing menolak mengonfirmasikan apakah pelatihan itu dilakukan Sabtu.

http://internasional.kompas.com/read/2011/08/13/12420890/

Minggu, Maret 13, 2011

Korban Gempa-Tsunami Jepang Hampir 900

TOKYO, TRIBUNJAMBI.COM - Jumlah korban tewas akibat gempa dan tsunami di wilayah pantai timur laut Jepang hampir mencapai 900, kata kepolisian setempat, Ahad.
Dinas Kepolisian Nasional mengatakan bahwa 688 orang dipastikan tewas,a 642 hilang dan 1.570 terluka dalam bencana yang terjadi pada Jumat siang itu (11/3).

Angka perhitungan kepolisian nasional itu tidak mencakup jumlah kematian yang dihitung kepolisian kota Sendai, yang mengatakan sedikit-dikitnya 200 telah ditemukan.

Juru bicara Perdana Menteri Naoto Kan sekaligus tangan kanannya, Kepala Sekretaris Kabinet Yukio Edano, sebelumnya menyampaikan keyakinannya tentang jumlah korban yang mungkin telah mencapai lebih dari 1.000 orang.

Di tengah upaya penyelamatan massal, terdapat sejumlah laporan terbaru yang menunjukkan bertambahnya jumlah korban di sepanjang pantai timur Pulau Honshu, tempat gelombang bencana itu menghancurkan atau merusak lebih dari 12.250 rumah dan bangunan lain.

Sedikit-dikitnya 2.400 rumah tersapu oleh tsunami itu, sementara lebih dari 100 rumah lagi terbakar, menurut kepolisian, yang menambahkan terjadinya 60 kasus tanah longsor.

http://jambi.tribunnews.com/2011/03/13/korban-gempa-tsunami-jepang-hampir-900