Tampilkan postingan dengan label Mutilasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mutilasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, Agustus 13, 2014

Kabar Pelaku Mutilasi Jual Daging Korban untuk Sate Merugikan Pedagang

PEKANBARU, KOMPAS.com - Kasus dugaan pelecehan seksual disertai pembunuhan dengan cara mutilasi yang ditangani Kepolisian Resor Kabupaten Siak, Riau, berpotensi mendatangkan kerugian bagi para pedagang daging.
"Terlebih ada berita yang menyatakan jika pelaku MD (19) menjual daging para korbannya itu kepada sejumlah tempat bahkan ke pedagang sate," kata Psikolog Universitas Islam Riau, Yanuar Arif di Pekanbaru, Rabu (13/8/2014).

Menurut Yanuar, hal itu dipicu oleh doktrin yang masuk ke masyarakat lewat berbagai pemberitaan tentang kasus dugaan mutilasi tersebut.

"Kecenderungan berfikir manusia berada pada hal-hal yang negatif, termasuk jika diberitakan terkait adanya daging manusia dijual ke sejumlah tempat. Tentu masyarakat akan lebih berhati-hati ketika hendak membeli daging," kata dia.

Terlebih, kata Yanuar, kecenderungan berfikir masyarakat jika telah didoktrin kasus daging mutilasi yang diduga dijual oleh pelaku, yang kemudian memunculkan isu baru. "Tidak heran jika ada masyarakat berpandangan jika daging manusia saja bisa dijual ke pasar tanpa terdeteksi, bagaimana dengan daging tikus dan babi yang bisa saja dicampurkan dengan daging sapi," kata dia.

"Kondisi itu tentunya berpotensi mendatangkan kerugian bagi pedagang daging, karena masyarakat bisa saja akan lebih berhati-hati dalam hal membeli daging sapi untuk konsumsi sehari-hari," kata Yanuar.

Pernyataan psikolog ini menanggapi adanya kasus dugaan pelecehan seksual disertai mutilasi oleh empat pelaku, MD (19), DD (19), S (26) dan DP (17). Keempat orang tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dengan tujuh korban. Empat di antaranya merupakan korban dari kalangan bocah berumur 5,5 tahun hingga 10 tahun.

Otak pelaku kejahatan itu, MD, kepada penyidik kepolisian sempat mengaku daging para korban dijualnya ke sejumlah tempat, termasuk ke para pengusaha warung minuman tradisional tuak yang ada di Perawang, Siak. Terkait pengakuan itu, kepolisian masih menyelidikinya.

http://regional.kompas.com/read/2014/08/13/14345921/Kabar.Pelaku.Mutilasi.Jual.Daging.Korban.untuk.Sate.Merugikan.Pedagang?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
* www.ayojambi.com/

Jumat, Maret 15, 2013

Pelaku Mutilasi Utang Judi Bola Rp 200 Juta

JAKARTA, KOMPAS.com - Motif Alanshia (32) membunuh dan memutilasi Tony Arifin Djomin (45) di Ruko Marina Mediterania nomor 26 D, Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, terungkap. Rupanya, dia sakit hati kepada Tony yang kerap menagih utang judi bola dengan cara kasar.
"Motifnya tersangka karena sakit hati. Korban sering menagih utang (judi bola) dan berteriak secara kasar," kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jendral Putut Eko Bayuseno, Jumat (15/3/2013).

Alanshia membunuh Tony pada Senin (11/3/2013). Awalnya, Tony mendatangi ruko pelaku untuk menagih utang. Namun ada perkataan Tony yang malah menyulut cekcok antara keduanya.

Tony kemudian menyerang pelaku dengan cutter dan Alanshia membalasnya menggunakan benda yang ada. Kemudian, Alanshia menjerat Tony dengan seutas tali hingga akhirnya tewas. Baru pada Selasa (12/3/2013) tengah malam, sekitar pukul 00.00 WIB, Alanshia memotong-motong tubuh Tony menjadi 11 bagian.

"Tersangka mulai memutilasi di kamar mandi lantai 3. Kemudian potongan tubuh dimasukkan ke dalam koper, dua kardus, dan lima karung plastik," ujar Putut.

Mengenai utang piutang tersebut, Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol M Iqbal menyebut Alanshia memiliki utang Rp 200 juta kepada korban. "Tersangka itu punya utang 200 juta, utangnya judi, tapi lagi didalami," ujar Iqbal.

Sementara barang bukti yang disita petugas yakni 2 cincin, gergaji besi, gergaji kayu, cutter dan pisau, las listrik, kain berlumuran darah, rekaman CCTV, berangkas diduga berisi narkoba, 656 gram narkoba jenis key, 140 butir pil narkoba, 32,35 gram shabu, serbuk putih yang belum diketahui sebanyak 60 gram, plastik, timbangan, dan gelas ukur.

http://megapolitan.kompas.com/read/2013/03/15/18515626/