JAMBI - Keluarga besar Zikif Effendy Lie (Bakko) ziarah ke makam orangtuanya Lie Tiong Lam (李中南) yang dikebumikan di Taman Pemakaman Tionghoa Pondok Meja Jambi (占碑华人義山) Km 12, Desa Pondok Meja, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muara Jambi.
Mereka datang bersama keluarga untuk sembahyang Ceng Beng atau penghormatan kepada orangtuanya serta leluhurnya. Ceng Beng “Qing Ming” yang tahun ini jatuh pada tanggal 5 April 2018 (Ji Gwee Ji Cap lunar kalender). Mereka datang dengan membawa berbagai perlengkapan sembahyang maupun aneka sesajian kesukaan orangtua/ leluhur
Di Indonesia lebih dikenal sebagai Ceng Beng (bahasa Hokkien) merupakan agenda tahunan masyarakat Tionghoa untuk bersembahyang atau berziarah ke kuburan orangtua maupun leluhur sesuai dengan agama masing.
Sejak pagi hari mereka mengunakan beberapa kendaraan roda empat mengangkut berbagai perlengkapan sembahyang dan sesajian seperti makanan kesukaan Lie Tiong Lam (李中南) serta berbagai asesoris diantaranya pakaian jadi dari kertas, sepatu, emas batangan yang dikemas dalam bentuk karton tebal untuk kebutuhan arwah almarhum, layaknya seperti kebutuhan orang-orang hidup diatas dunia.
Ujar, Zikif Effendy Lie (李鴻章) “Kita kirimkan berbagai kebutuhan orangtua (leluhur) kita yang berada dialam baka, disana mereka juga memerlukan apa yang kita pakai sehari-hari di alam dunia”.
Sebagai anak, memiliki kewajiban untuk memberi hormat kepada orangtua/ leluhur yang telah wafat dengan cara menyembahyangi, imbuhnya.
Ceng Beng bagi masyarakat Tionghoa, adalah penghormatan kepada orangtua, baik kepada yang masih hidup maupun kepada yang sudah meninggal dunia, ini merupakan sebuah kebudayaan sejak jaman dahulu kala. Relasi antar manusia dalam tradisi Tionghoa tidak akan hilang begitu saja, meskipun kematian telah memisahkan orang dari kehidupan di dunia ini. Karena itu tidak heran kalau dalam setiap keluarga penghormatan kepada leluhur menjadi bagian penting dalam kehidupan bersama.
Orang yang tidak lagi menghormati leluhur yang telah meninggal dianggap sebagai seorang anak durhaka, sebab mereka melupakan asal usul dan jasa dari para pendahulunya, bahkan melupakan akar kehidupannya sendiri. (Romy)
JAMBI, ayojambi.com – Albert Christiono putra sulung Zikif Effendy Lie (李鴻章) mempersunting seorang dara yang dicintai bernama Kateryna Talanova putri sulung Alexandra Talanov dari Ukraina, pernikahan mereka pada tanggal 5 Desember 2015 di Jakarta, sedangkan acara resepsi pernikahan baru dilakukan pada Minggu (10/1) malam, resepsinya dihadiri ribuan tamu di Golden Ballroom Abadi Convention Center Jalan HMO Prof. Bafadhal No 111 Jambi [Lihat Ambum Foto Albert Christiono & Kateryna Talanova].
Albert Christiono merupakan cucu dari tokoh masyarakat pembina Perkumpulan Aneka Kesejahteraan (ANKE) Jambi yang tidak asing lagi, yaitu Almarhum Lie Tiong Lam “李中南”.
Acara dimulai dari pukul 18.00 sampai pukul 22.30, diawali keluarga besar Zikif Effendy Lie (李鴻章) menyambut para tamu, selanjutnya kedua mempelai Albert Christiono dan Kateryna Talanova memasuki ruang resepsi diikuti orang tuanya Zikif Effendy Lie (李鴻章). Acara juga dimerihakan aneka tarian dari Provinsi Jambi dan biduanita dari Singapura maupun Jambi.
Para tamu yang hadir selain dari Provinsi Jambi, juga ada yang sengaja datang dari Amerika, Thailand, Singapura, Hong Kong, Jakarta, Batam, Sumatera Selatan (Palembang), Pontianak, Kalimantan Timur.
Tidak ketinggalan semua perkumpulan sosial Tionghoa turut meramaikan resepsi pernikahan putra Zikif Effendy Lie (李鴻章).
Mereka adalah teman dekat Zikif Effendy Lie (李鴻章) maupun kedua mempelai yang sengaja datang memenuhi undangan. (Romy)
* www.ayojambi.com/
JAMBI, ayojambi,com - Keluarga besar Lie Tiong Lam/ Ramli (李中南) hari Jumat (20/11) mengadakan acara mengenang almarhum Lie Tiong Lam berpulang kepangkuan Sang Khalik. Meski beliau telah tiada, namun cita-cita almarhum tidak pupus seketika. Cita-cita luhur diteruskan kepada sang anak sulung, yaitu Zikif Effendy Lie (李鴻章) yang kini menjabat Ketua Kelenteng Hok Kheng Tong Jambi 福慶堂主席 [Lihat Foto: Memperingati Kepergian Tokoh Masyarakat Jambi Lie Tiong Lam]
Almarhum Lie Tiong Lam (李中南) dikenal sebagai sesepuh masyarakat Tionghoa di Jambi dan juga sebagai Ketua Pembina Perkumpulan Aneka Kesejahteraan (ANKE) Jambi.
Lie Tiong Lam yang dihormati siapapun serta dikenal oleh berbagai golongan dari kelas bawah hingga pejabat negara, beliau wafat di Gleneagles Hospital Singapore dalam usia 91 tahun dan di kebumikan di Pemakaman Bumi Langgeng, KM 12 Pondok Meja, Muaro Jambi.
Lie Tiong Lam (Ramli) meniggalkan seorang istri, dan 6 orang anak laki-laki dan 2 orang anak perempuan. Boleh dibilang almarhum adalah orang yang paling bahagia, lantaran anak-anak sudah pada dewasa dan bisa mandiri serta memiliki 6 cucu dalam dan 4 cucu luar.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, keluarga almarhum membakar Replika rumah-rumahan (灵厝) yang terbuat dari bahan bambu, karton, kertas warna warni, pernak pernik lukisan serta segala perlengkapan isi rumah tangga, dan dayang-dayang. “Membakar rumah-rumahan berikut segala isi ini untuk dikirim kepada almarhum Lie Tiong Lam.” Pengiriman replika rumah-rumahan (灵厝) merupakan salah satu tradisi warga Tionghoa sejak ribuan tahun silam hingga kini masih dipertahankan sebagian masyarakat Tionghoa.
Selain itu, mereka juga mengirim perlengkapan lainya, seperti, sabun mandi/ sabun cuci, handuk, pakaian, sepatu, minyak sayur, garam, beras sebagai syarat untuk orangtua mereka pergunakan di alam baka, tidak ketinggalan beberapa dayang/ pembantu rumah tangga untuk membantu orangtua mereka di alam baka.
Serta ada dua jenis kertas yang digunakan dalam tradisi ini, yaitu kertas yang bagian tengahnya berwarna keemasan (Kim Cua) dan kertas yang bagian tengahnya berwarna keperakan (Gin Cua). Menurut kebiasaan-nya Kim Cua (Kertas Emas) digunakan untuk upacara sembahyang kepada dewa-dewa, sedangkan Gin Cua (Kertas Perak) untuk upacara sembahyang kepada para leluhur dan arwah-arwah orang yang sudah meninggal dunia. Bahwa dengan membakar kertas emas dan perak itu berarti mereka telah memberikan kepingan uang emas dan uang perak kepada para dewa atau leluhur mereka; sebagaimana diketahui kepingan emas dan perak adalah mata uang yang berlaku pada jaman Tiongkok kuno.
Semua bahan diletakan didalam rumah-rumahan, setelah itu anak laki-laki melakukan sembahyang dengan mengundang roh/ arwah orangtua mereka untuk dapat menempati rumah-rumahan yang dibeli oleh anak-anak lekaki, seusai itu baru rumah-rumahan dibakar.
Upacara sembahyang mengenang Lie Tiong Lam dipimpin oleh Lim Tek Chong Taoshe dari Tiongkok (China) 中国道士林泽宗. Tidak lupa keluarga besar almarhum membawa berbagai sajian kesukaan almarhum Lie Tiong Lam. (Romy)
JAMBI, ayojambi.com - Dalam rangka mengenang kepergian Ayah, Mertua, Kakek, Buyut Lie Tiong Lam (李中南), keluarga besar almarhum Lie Tiong Lam terdiri dari putra-putri, menantu, cucu dan cicit lakukan ziarah ke makam di Pemakaman Bumi Langgeng KM 12 Pondok Meja, Muaro Jambi [Lihat Foto: Ziarah Makam Lie Tiong Lam].
Upacara sembahyang di Makam Lie Tiong Lam dipandu oleh Lim Tek Chong Taoshe dari Tiongkok (China) 中国道士林泽宗.
Diatas makam diletakkan kertas merah kecil memanjang dan kertas sembahyang Kim Cua dan Gin Cua ditaburkan diatas makam, putra-putra Lie Tiong Lam menanam Keladi dan Jahe.
Lie Tiong Lam yang dihormati siapapun, meninggal tahun lalu di Gleneagles Hospital Singapore dalam usia 91 tahun dan di kebumikan di Pemakaman Bumi Langgeng,
JAMBI, ayojambi.com – Keluarga Besar Almarhum Lie Ting Lam (Ramli) Jambi berkumpul di Jalam Mr. M. Roem, Kelurahan Pasar, Kecamatan Pasar Jambi untuk mengenang setahun wafatnya ayah, metua, kakek buyut mereka, Lie Tiong Lam “李中南” yang wafat 3 Januari 2014 di Singapure [Lihat Foto: Mengenang Setahun Wafatnya Tokoh Masyarakat Jambi “Lie Ting Lam”].
Almarhum Lie Tiong Lam/ 李中南 (Ramli) dikenal sebagai sesepuh masyarakat Tionghoa di Jambi dan juga sebagai Ketua Pembina Perkumpulan Aneka Kesejahteraan (ANKE) Jambi.
Lie Tiong Lam/ 李中南 yang dihormati siapun, meninggal tahun lalu di Gleneagles Hospital Singapore dalam usia 91 tahun dan di kebumikan di Pemakaman Bumi pada 9 Januari 2014 di TPU Bumi Langgeng KM 12 Pondok Meja, Moaro Jambi.
Lie Tiong Lam (李中南) meninggalkan seorang istri, dan 6 orang anak laki-laki dan 2 orang anak perempuan. Boleh dibilang almarhum Lie Tiong Lam (李中南) adalah orang yang cukup bahagia, lantaran anak-anak sudah pada bisa mandiri dan memiliki 6 cucu dalam dan 4 cucu luar.
Almarhum Lie Tiong Lam (李中南) merupakan orang yang sangat aktif di dalam setiap kegiatan sosial, selain itu Lie Tiong Lam (李中南) juga adalah tokoh masyarakat Tionghoa Jambi yang cukup disegani orang, beliau juga tidak pernah tebang pilih dalam menolong orang.
Upacara sembahyang setahun wafatnya Almarhum Lie Tiong Lam (李中南) dipimpin oleh Lim Tek Chong Taoshe dari Tingkok (China). #Romy
Yth Bapak Ketua dan Anggota Pengurus Perkumpulan ANKE Bapak / Ibu / Sdr/ Sdri dan Hadirin/hadirat Sdr/ Sdri Keluarga besar Almarhum Bapak Lie Tiong Lam
Salam Kebajikan We De Dong Tian Berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa (THIEN) karena kita diberikan kesehatan dan kesejahteraan untuk berkumpul di Perkumpulan Aneka Kesejahteraan (ANKE) dalam rangka turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Lie Tiong Lam (Ramli) pada hari Jum’at tanggal 3 Januari 2014 di Singapura dan pelepasan jenazah almarhum Bapak Lie Tiong Lam pada hari ini Kamis tanggal 9 Januari 2014 ke pemakaman Km 12 Jambi Luar Kota.
Almarhum Bapak Lie Tiong Lam semasa hidupnya ikut menyumbangkan waktu dan pikiran baik moril maupun material di berbagai tempat ibadah/ kelenteng dan Yayasan (perkumpulan) di Kota Jambi. Hal yang sama di lakukan Almarhum Bapak Lie Tiong Lam dalam pengembangan Matakin Provinsi Jambi dan Kota Jambi beserta Makin-Makin yang ada di Propinvi Jambi, di mana beliau adalah Ketua Dewan Kehormatan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Provinsi Jambi. Almarhum Bapak Lie Tiong Lam adalah sesepuh masyarakat Tionghoa dan tokoh panutan, ini akan menjadi suri tauladan bagi generasi penerus dan khususnya bagi keluarga almarhum.
Almarhum Bapak Lie Tiong Lam telah berusaha hidup di dalam jalan suci dengan melaksanakan lima pokok kebajikan yaitu :
1. Cinta kasih 2. Kebenaran 3. Berlaku susila 4. Bijaksana 5. Dapat di percaya
Dengan amal dan kebajikan yang diperbuat oleh Alm. Bapak Lie Tiong Lam di dunia, sehingga beliau layak mendapat tempat kedamaian (Peaceful) di haribaan Thien dan kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dan kekuatan iman.
Untuk itu seluruh pengurus dan anggota MATAKIN Provinsi dan Kota Jambi beserta masyarakat Jambi umumnya dan umat Khonghucu khususnya mengucapkan selamat jalan kepada Almarhum Bapak Lie Tiong Lam atas pengabdianmu untuk masyarakat Jambi dan umat Khonghucu khususnya akan di kenang jasa-jasamu sepanjang masa.
JAMBI - Sejumlah warga Tionghoa Jambi, Kamis (9/1) siang terlihat ratusan warga masyarakat dari berbagai suku dan agama turut menghantar jenazah almarhum Ketua Dewan Kehormatan MATAKIN Provinsi Lie Tiong Lam (李中南) ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Bumi Langgeng tempat pemakaman khusus masyarakat Tionghoa yang berlokasi di Desa Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi.
Diawali kendaraan Polisi Lalu Lintas (voorrijder) melakukan pengawalan rombongan kendaraan pengantar jenazah kepemakaman Bumi Langgeng, selain itu terdapat pengawalan dari Denpom membunyikan sirine untuk meminta pengguna jalan lain memberi jalan terhadap ratusan kendaraan roda empat dan roda dua serta puluhan kendaraan gede dari Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) Jambi, yang diketuai Sutrisno mengiringi mobil jenazah.
Terlihat ikut menghantar almarhum Lie Tiong Lam terdiri dari tokoh masyarakat, para pelaku bisnis Jambi seperti Sukirman Johan, Roni Attan, Robin, Rozak, ketua-ketuan perkumpulan sosial kematian Jambi, tokoh keagamaan diantaranya Ketua Matakin Provinsi Jambi Darman Wijaya beserta jajaran, Ketua Walubi Provinsi Jambi Usdi, ketua Makin se-kota Jambi.
“Saya dan beberapa teman ikut mengantar jenazah beliau, karena Lie Tiong Lam 李中南 bukan hanya milik orang masyarakat Tionghoa, beliau adalah milik masyarakat Jambi,” kata Yuda. Menurut Surijaty Aminan Sekretaris ANXI Pusat yang datang bersama bersama rombongan mengatakan Lie Tiong Lam merupakan sosok yang ramah dan aktif dalam membina Perkumpulan suku Hokkien di Jambi, beliau selalu ikut dalam berbagai kegiatan baik di dalam perkumpulan Anxi Indonesia maupun Anxi yang berada di luar negeri, “Kita sangat kehilangan seorang tokoh yang begitu banyak memberikan kontribusi kepada masyarakat Jambi”.
Semoga arwah Bapak Lie Tiong Lam diterima di sisi Tien Yang Maha Esa sesuai dengan amal bajiknya, Kami turut berduka cita yang mendalam. (Romy)
JAMBI - Ada salah satu tradisi Tionghoa yang dilakukan sebelum mengantarkan keluarga yang sudah meninggal (jenazah) ke pembaringan terakhir (9/1).
Saat masih disemayamkan di Perkumpulan Aneka Kesejahteraan (Anke), digelar sembahyang Suan Keng. Acara ini dihadiri oleh ratusan warga Tionghao Jambi yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah.
Menurut Js. The Lien Teng, rohaniawan Khonghucu Jambi bahwa ritual Suan Keng diartikan sebagai doa. Doa yang dipanjatkan kepada jenazah yang akan dimakamkan atau dikremasi. Tujuannya untuk mengirimkan doa kepada jenazah sebagai bentuk penghormatan baik dari keluarga, teman, saudara maupun rekan bisnis.
"Ada banyak tahapan dalam sembahyang yang dilakukan sehingga jenazah bisa mendapatkan kebahagiaan di alamnya, "ujarnya disela sela kesibukannya mengikuti ritual.
Acara Suan Keng yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dimulai dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Lim Tek Chong Taoshe (Pembina Khonghucu Jambi) dan disampingi oleh dua Taoshe yang sengaja di undang langsung dari Tiongkok (China). Selain itu ada dua rohaniawan yang memainkan alat musik gendang dan terompet.
Doa-doapun dipanjatkan. Namun ritual Suan Keng hanya dikhususkan untuk para keluarga seperti anak, menantu dan cucu. Anak dan menantu menggunakan pakaian berwarna putih sedangkan cucu menggunakan pakaian biru.
Semua keluarga membakar gaharu dan mengikuti seluruh rangkaian doa yang dipimpin oleh Taoshe. Prosesi acara memakan waktu lebih dari satu jam. Doa-doa terus dikumandangkan, sedangkan para tamu yang hadir menunggu dihalaman perkumpulan.
Setelah acara penghormatan terakhir kepada almarhum Lie Tiong Lam dilaksanakan khusus oleh anggota keluarga, ritual dilanjutkan dengan penghormatan oleh para tamu yang hadir. Satu persatu tamu membakar garu lalu memberikan penghormatan didepan altar.
Dilanjutkan dengan penghormatan bunga. Ini merupakan oleh teman, rekan bisnis ataupun dari berbagai marga dan yayasan yang ada di Jambi melalui rangkaian bunga yang sudah disusun rapi.
“Ini sebagai simbol penghormatan bahwa dengan bunga tersebut kita sebagai orang yang telah mengenal beliau sangat berduka dengan kepergiannya,” tuturnya.
Upacara Suan Keng (doa) yang dilakukan Lim Tek Chong Taoshe di Perkumpulan Aneka Kesejahteraan (ANKE) (9/1) merupakan kali pertama dilakukan di Provinsi Jambi.
“Sebelumnya tidak pernah ada ritual Suan Keng yang dipimpin langsung oleh tiga Sai Kong dari Tiongkok, Cina,” ujar The Lien Teng, rohaniawan Konghucu Jambi yang ikut mengiringi ketiga Sai Kong melaksanakan sembahyang.
Salah satu warga Tionghoa yang turut hadir. acara ini dianggap cukup besar karena harus mengundang tiga Taoshe dari Cina dan dilaksanakan selama lebih kurang satu jam.
“Selama saya di Jambi, belum pernah melihat ritual seperti ini saat menjelang memakamkan jenazah. Ini baru yang pertama kali. Ini karena yang meninggal dunia adalah salah satu tokoh Tionghoa yang sangat dihormati dan disegani,” ujarnya.
Memang, ritual Suan Keng ini belum pernah dilaksanakan sebelumnya di Jambi. Umumnya, jenazah yang akan dimakamkan hanya didoakan dan disembahyangkan oleh keluarga dan handai tolan seperti doa pada umumnya. Namun sedikit berbeda, kali ini doa yang disampaikan harus diiiringi dengan alunan musik yang terdiri dari terompet dan gendang. Juga alunan doa doa yang disampaikan oleh tiga Taoshe yang menggunakan pakaian serba merah.
“Pihak keluarga sengaja mengundang para Taoshe dari Tiongkok karena tidak semua orang memiliki kemampuan seperti mereka dalam memimpin doa menjelang pemakaman. Inipun memiliki makna bagi anggota keluarga yang ditinggalkan. Semoga dengan ritual ini, arwah beliau bisa merasakan hidup berbahagia di alamnya nanti,”tambah Js. The Lien Teng.
Duka Cita Dari Umat Khonghucu Indonesia, melalui jenjang sosial Facebook “Cinta Jambi”
Semoga arwah Bapak Lie Tiong Lam diterima di Rumah Sentosa di haribaan kebajikan Tian sesuai dengan amal bajiknya! Kami turut berduka cita yang mendalam.
JAMBI - Sejak pagi Rumah Duka Perkumpulan Aneka Kesejahteraan (ANKE) di Jalan Untung Suropati (Puncak) Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi (9/1) sudah ramai, kedatangan masyarakat pagi itu untuk melihat prosesi sembahyang Suan Keng (doa) yang pertama kali dilakukan Taoshe dari Tiongkok sembari untuk mengantar jenazah almarhum Lie Tiong Lam ke tempat peristirahatan terakhir.
Pukul 08.20 prosesi diawali Suan Keng (doa) dimulai, dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Lim Tek Chong Taoshe (Pembina Khonghucu Jambi) dan disampingi oleh dua Taoshe yang sengaja di undang langsung dari Tiongkok (China). Selain itu ada dua rohaniawan yang memainkan alat musik gendang dan terompet.
Upacara dipimpin oleh Lim Tek Chong Taoshe dibantu beberapa asisten yang sengaja didatangkan dari China. Prosesi Suan Keng merupakan kali pertama dilakukan masyarakat Jambi untuk memberikan doa kepada orang meninggal, kalau Suan Keng sudah umum di lakukan di China.
“Sebelumnya tidak pernah ada ritual Suan Keng yang dipimpin langsung oleh tiga Sai Kong dari Tiongkok, Cina, ujar The Lien Teng, rohaniawan Konghucu Jambi yang ikut mengiringi ketiga Sai Kong melaksanakan sembahyang.
“Pihak keluarga sengaja mengundang para Taoshe dari Tiongkok karena tidak semua orang memiliki kemampuan seperti mereka dalam memimpin doa menjelang pemakaman. Inipun memiliki makna bagi anggota keluarga yang ditinggalkan. Semoga dengan upacara ini, arwah beliau bisa merasakan hidup berbahagia di alamnya nanti,”tambah Js. The Lien Teng. (Romy)
* www.ayojambi.com/
JAMBI – Malam ini marupakan malam terakhir tokoh terkemuka masyarakat Tionghoa Jambi yang wafat di Singapure, diperkirakan yang datang melayat almarhum Lie Tiong Lam mencapai ratusan orang dari berbagai suku yang ada di Jambi, mereka datang menyampaikan duka cita kepada keluarga yang ditinggali dan mereka juga berdo’a agar almarhum Lie Tiong Lam bisa ditempatkan disisi Tuhan YME. T
idak ada yang tidak kenal dengan Almarhum Lie Tiong Lam (Ramli), nama besar Lie Tiong Lam bukan saja dikenal oleh warga Jambi, melainkan Lie Tiong Lam banyak dikenal oleh Suku Hokkien (ANXI) baik yang berada di Indonesia maupun di manca negara, terutama di China. Buktinya malam ini rombongan ketua Hokkien (ANXI) sengaja datang dari Jakarta, ada yang datang dari Surabaya dan Palembang.
Diperkirakan besok yang akan menghantar almarhum ketempat pemakaman bisa lebih dari seribu orang, sehingga panitia menyediakan beberapa bus besar dan iringan-iringan bisa mencapai 2 km. jenazah diberangkatkan dari rumah duka di Perkumpulan Aneka Kesejahteraan (ANKE) Jambi di Jalan Untung Suropati (Puncak), Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi pukul 13.30 Wib. (Romy)
“Selamat jalan sesepuh saysrakat Jambi yang tercinta, tidak ada orang yang kedua seperti engkau (Lie Ting Lam) yang membedahkan orang kaya mapun orang miskin”
JAMBI - Tidak ada yang tidak kenal dengan Almarhum, maka sejak wafatnya Lie Tiong Lam (李中南 foto) pada Jumat lalu (3/1) berbagai tokoh masyarakat dari berbagai kalangan di Kota Jambi sirih berganti mendatangi Perkumpulan Aneka Kesejahteraan (ANKE) Jambi di Jalan Untung Suropati (Puncak), Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi untuk menyampaikan duka cita atas kepergian salah seorang tokoh yang sangat dihormati dan disegani.
Kabar wafatnya Ramli (Lie Tiong Lam 李中南) tokoh terkemuka di Jambi itu membuat masyarakat di Provinsi Jambi khususnya dan umumnya di Indonesia berduka. Berikut ucapan belasungkawa dan doa datang dari berbagai elemen, Senin (6/1) malam. dari sore hingga malam pada mendatangi Perkumpulan Aneka Kesejahteraan (ANKE) untuk menyatakan turut belasungkawa serta doa secara kelompok maupun perorangan, mereka merasa sangat kehilangan seorang tokoh Tionghoa Jambi yang tidak ada duanya, Lie Tiong Lam wafat pada Kamis, 3 Januari 2014 pukul 20.20 waktu Singapure di Gleneagles Hospital Singapure dalam usia 91 tahun.
Bahkan Bupati Tanjung Jabung Timur Zumi Zola Dan Wakil Walikota Jambi Drs. H. Abdullah Sani menyempatkan diri datang ke rumah duka untuk menyampaikan duka cita atas meninggalnya bapak Lie Tiong Lam (Romy)
JAMBI – Salah satu orang yang memiliki rasa jiwa sosial yang sangat tinggi kini telah tiada. Masyarakat Tionghoa di Jambi kini sangat berduka dengan berpulangnya Ramli atau yang lebih dikenal dengan Lie Tiong Lam (李中南). Dalam usia ke 91 tahun, Lie Tiong Lam (李中南) yang aktif diberbagai yayasan di kota Jambi menghembuskan nafas terakhirnya di Gleneagles Hospital Singapore tepatnya hari Jumat, 3 Januari 2014 pukul 20.20 waktu Singapore.
Menurut Darman Wijaya ketua MATAKIN Provinsi Jambi bahwa dimasa hidupnya Lie Tiong Lam (李中南) merupakan orang yang sangat aktif di dalam setiap kegiatan sosial, selain itu Lie Tiong Lam (李中南) juga adalah tokoh masyarakat Tionghoa Jambi yang cukup disegani orang, beliau juga menjadi Pembina Perkumpulan Aneka Kesejahteraan (ANKE) Jambi dan Tidak pernah tebang pilih dalam menolong orang. Sehingga beliaupun memegang beberapa jabatan penting baik di Yayasan, Perkumpulan marga maupun kelenteng.
“Beliau orangnya baik sekali. Jiwa sosialnya sangat tinggi. Dan saya mewakili warga Tionghoa Jambi sangat berduka mendalam atas kepergian beliau, semoga beliau kembali ke alam yang berbahagia,”ujarnya.
Pelayat yang datang bukan saja dari Kota Jambi, melainkan ada yang sengaja datang dari Singapure, Jakarta, Batam dan tanggal 8 Januari mendatang, ketua Yayasan Anxi Pusat akan datang untuk menghadiri pemakam almarhum Lie Tiong Lam (李中南) di makamkan di Pemakaman Bumi Langgeng Pal 12 Pondok Meja Moaro Jambi pada 9 Januari 2014 mendatang.
Lie Tiong Lam (李中南) meninggalkan seorang istri, dan 6 orang anak laki-laki dan 2 orang anak perempuan. Boleh dibilang almarhum Lie Tiong Lam (李中南) adalah orang yang cukup bahagia, lantaran anak-anak sudah pada bisa mandiri dan memiliki 6 cucu dalam dan 4 cucu luar.
Mengingat wafatnya Lie Tiong Lam (李中南) di Gleneagles Hospital Singapore, maka sore tadi upacara memanggil arwah (Cau Hun 招魂) kembali ke Jambi yang dipimpin oleh rohaniawan dari Matakin Provinsi Jambi, Js. The Lien Teng dan di depan altar almarhum, putra sulung Lie Tiong Lam, Zikif Effendy (Lie Hong Chang) memohon agar orangtuanya dapat pergi dengan tenang dan juga memohon untuk bisa melindungi anak-anaknya serta cucu-cucunya yang ditinggali. (Romy)
JAMBI - Hujan yang menguyuri Kota Jambi sejak sore hari, bagaikan turut berduka cita atas kepergian sesepuh masyarakat Jambi, yakni Ramli (Lie Tiong Lam 李中南foto) Ketua Pembina Perkumpulan Aneka Kesejahteraan (ANKE) Jambi, sehingga para sesepuh dari perkumpulan sosial yang berada di Jambi khusus ke Bandara Sultan Thaha menjemput almarhum Ramli (Lie Tiong Lam 李中南).
Almarhum wafat di rumah sakit Gleneagles Singapure tepat pukul 20.20 waktu Singapure, jenazah dibawa ke Jambi dengan pesawat Trans Nusantara khusus dicateran menjemput jenazah almarhum di Singapure, dari Singapure menuju Batam baru ke Jambi, pesawat tiba di Bandara Sultan Thaha pukul 20.11 menit.
Tokoh-tokoh masyarakat Jambi khusus menjemput kedatangan jenazah Ramli (Lie Tiong Lam 李中南 foto) di bandara, diantaranya Ketua Matakin Provinsi Jambi Darman Wijaya, Ketua Perkumpulan Aneka Kesejahteraan (ANKE) Jambi Tan Ka Sui, Ketua Kesejahteraan Sentosa (YKS) Jambi Roni Attan, Wakil Ketua Perkumpulan Tio Chew Jambi Robin, Ketua Perkumpulan Hakka Jambi Rudi Lidra, Ketua-ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Jambi diantarannya dari Makin Leng Chun Keng Sukardi (Lim Han Mong), Makin Gi Hong Tong (Alex Sujanto), Makin Huat Cu Kong Tanoto Kusuma, Ketua Harian Pengprov Pexi Jambi Mulyadi, serta beberapa pengusaha Jambi ikut dalam penjemputan jenazah di Bandara Sultan Thaha Jambi.
Setelah peti mati almarhum Lie Tiong Lam 李中南 masuk ke rumah duka, Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) melayat ke rumah duka bersama dengan mantan Gubernur Jambi beserta Ketua Lembaga Adat Jambi Hasip Syam dan Asnawi Nasution
Ratusan ribu masyarakat keturunan Anxi Jambi merasa sangat kehilangan sosok orang yang paling disegani dari berbagai kalangan, baik dari masyarakat awam maupun kalangan pengusaha dan pejabat pemerintah tidak ada yang tidak mengenal almarhum Lie Tiong Lam 李中南 merupakan salah satu tokoh pendiri Perkumpulan Aneka Kesejahteraan (ANKE).
Almarhum Lie Tiong Lam 李中南 disemahyamkan di Rumah Duka Perkumpulan Aneka Kesejahteraan (ANKE) Jambi di Jalan Untung Suropati (Pucak Jelutung), Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. Jenazah akan dikebumikan pada hari Kamis, 9 Januari 2014, pukul 13.30 Wib di Km 12, TPU Bumi Langgeng, Kelurahan Pondok Meja, Kabupaten Muarojambi.(Romy)