JAMBI, ayojambi.com - Untuk kali kedua semenjak masa pemerintahan Orde Baru, Kelenteng MAKIN Lam Po Tong yang berada beralamat di Jalan Perdana Raya (belakang kantor DPRD Kota Jambi) Rt. 33, No. 19, Kelurahan Paal V, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi., mengelar upacara Li Yuen atau pemberkatan pernikahan adat Khonghucu [Lihat Gambar: Pernikahan Khonghucu].
Tampilkan postingan dengan label Lam Po Tong Jambi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lam Po Tong Jambi. Tampilkan semua postingan
Minggu, Januari 03, 2016
Jumat, Oktober 02, 2015
Umat Khonghucu Jambi Gelar Sembahyang Doa Minta Hujan
JAMBI, ayojambi.com – Dalam perayaan ulang tahun 生日 Kun Ce Tua Lang Kong 君子大人公 yang digelar Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) 孔教會 Kelenteng Lam Po Tong 南寶堂, Jambi, yang beralamat di Jalan Perdana Raya (belakang kantor DPRD Kota Jambi) Rt. 33, No. 19, Kelurahan Paal V, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi [Lihat Gambae: Umat Khonghucu Jambi Gelar Sembahyang Doa Minta Hujan].
Umat Khonghucu Jambi menggelar sembahyang dan doa bersama, memohon agar segera turun hujan di Jambi. Sehingga dapat memadamkan kebakaran hutan dan menghilangkan tebalnya kabut asap yang melanda Kota Jambi hingga kini.
Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) mengajak seluruh umat Khonghucu Jambi maupun masyarakat umum memohon agar Jambi segera turun hujan.
”Hari ini kita, berdoa meminta hujan turun, agar Jambi terbebas dari musibah kebakaran hutan/ lahan. Mudah-mudahan Tien (Tuhan) mengabulkan permohonan kita dan mengabulkan permohonan kita,” kata Darman Wijaya 黄春回主席, selaku Ketua MATAKIN Provinsi Jambi 印度尼西亞占碑孔教會.
Dengan khusyuk ratusan umat Khonghucu silih berganti berdoa dihadapan altar 神壇 Tien (天). Mereka seakan sudah tak tahan lagi dengan kondisi asap yang semakin pekat yang terjadi sekarang.
Sementara itu, Rohaniawan MATAKIN 印度尼西亞占碑孔教會, The Lien Teng 鄭連丁, menghimbau agar umat Khonghucu dapat berdoa bersama memohon kepada sang pencipta alam semesta menurunkan hujan, hanya melalui hujan, kita baru dapat padamkan kebakaran hutan di Jambi dan menghilangkan tebalnya kabut asap yang membahayakan kesehatan masyarakat.
”Saya harap umat Khonghucu Jambi bisa ikut melakukan doa bersama, agar Jambi bisa turun hujan” kata The Lien Teng. (Romy)
* www.ayojambi.com/
Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) mengajak seluruh umat Khonghucu Jambi maupun masyarakat umum memohon agar Jambi segera turun hujan.
”Hari ini kita, berdoa meminta hujan turun, agar Jambi terbebas dari musibah kebakaran hutan/ lahan. Mudah-mudahan Tien (Tuhan) mengabulkan permohonan kita dan mengabulkan permohonan kita,” kata Darman Wijaya 黄春回主席, selaku Ketua MATAKIN Provinsi Jambi 印度尼西亞占碑孔教會.
Dengan khusyuk ratusan umat Khonghucu silih berganti berdoa dihadapan altar 神壇 Tien (天). Mereka seakan sudah tak tahan lagi dengan kondisi asap yang semakin pekat yang terjadi sekarang.
Sementara itu, Rohaniawan MATAKIN 印度尼西亞占碑孔教會, The Lien Teng 鄭連丁, menghimbau agar umat Khonghucu dapat berdoa bersama memohon kepada sang pencipta alam semesta menurunkan hujan, hanya melalui hujan, kita baru dapat padamkan kebakaran hutan di Jambi dan menghilangkan tebalnya kabut asap yang membahayakan kesehatan masyarakat.
”Saya harap umat Khonghucu Jambi bisa ikut melakukan doa bersama, agar Jambi bisa turun hujan” kata The Lien Teng. (Romy)
* www.ayojambi.com/
Sabtu, September 26, 2015
Makin Kelenteng Lam Po Tong Gelar Li Yuen (Pemberkatan Pernikahan)
JAMBI, ayojambi.com - Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Kelenteng Lam Po Tong Sabtu (26/9) pagi mengelar upacara Li Yuen atau pemberkatan pernikahan adat Khonghucu untuk pertama kasli dilakukan di MAKIN Lam Po Tong yang beralamat di Jalan Perdana Raya (belakang kantor DPRD Kota Jambi) Rt. 33, No. 19, Kelurahan Paal V, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi. [Lihat Gambar: Pemberkatan Pernikahan].
Shen Ren (dewa) Kun Ce Tua Lang Kong yang duduk di singgasana (altar) menjadi menjadi saksi cinta antara Chu Hardi dengan Meliana Happyanti, kedua mempelai di Li Yen oleh JS The Lien Teng.
Chu Hardi dan Meli menyatakan ikrar satu hati satu cinta di hadapan Shen Ren (dewa) Kun Ce Tua Lang Kong di MAKIN Kelenteng Lam Po Tong 印度尼西亚占碑市南寶堂孔教會. “Sesuai dengan UU No 1/ 1974 bahwa syarat sah pernikahan ialah dilakukan cara agama dan dicatatkan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispekdukcapil), maka mereka berdua telah sah menjadi pasangan suami istri,” kata JS The Lien Teng, selepas memberikan pemberkatan pernikahan kepada Chu Hardi dan Meli (26/9), upacara Li Yuen disaksikan oleh Wakil Ketua MATAKIN Kota Jambi Huwanda Desswandhy.
Pada waktu acara peneguhan pernikahan dihadiri oleh orang tua Chu Hardi, Chu Harto (ketua MAKIN Lam Po Tong Jambi (ayah) Soe Eng (ibu) dan orang tua Meli, Hasan (ayah) Yeni (ibu), kedua belah pihak orang tua/ wali mempelai sebagai lambang merestui perkawinan kedua mempelai.
Ajaran Khonghucu lebih menekankan betapa pentingnya penghormatan dan ketaatan istri terhadap suami, atau rakyat terhadap penguasa, dan dalam kehidupannya selalu memiliki dua nilai Yuen dan Li, Yuen bermakna cinta dan keramahan sedangkan Li bermakna serangkaian perilaku, ibadah, adat, tatakrama dan sopan santun. Kekagumannya diarahkan pada perintah Tuhan, tokoh-tokoh penting dan kata-kata bijak.
Ajaran Khonghucu atau Konfisius berdasarkan wejangan-wejangan Khonghucu dan murid-muridnya yang terdiri dari dua kitab penting;
Pertama, Enam Kitab klasik terdiri dari Shu Ching berisi sejarah dinasti kuno negeri Cina, Shih Ching berisi puisi lima abad pertama dinasti Chan, Yi Ching berisi filsafat, Li Chi berisi tentang upacara tradisional, Yeo Yang berisi musik yang dikaitkan dengan puisi, Chu’un Ch’ii berisi tentang keterangan musim semi dan musim rontok;
Kedua, tiga Kitab Kebajikan terdiri dari Ta Hsuch berisi tentang perkembangan diri menuju kebajikan tertinggi, Chung Yung berisi tentang doktrin kehendak, dan Hsioo Ching berisi tentang perilaku baik dari anak.
Pemeluk Agama Khonghucu dalam kehidupannya, manusia perlu memiliki rasa hormat dalam pergaulan maupun hormat terhadap tugas dan kewajiban.
Kalau hak asasi ingin dihormati dan dijunjung, maka harus menghormati dan menjunjung hak asasi orang lain, dan kehidupan demikian selaras dengan HAM.
Perbuatan tidak hormat dan tidak sungguh-sungguh sama halnya menghina diri sendiri dan me-rusak diri sendiri. (Romy)
Chu Hardi dan Meli menyatakan ikrar satu hati satu cinta di hadapan Shen Ren (dewa) Kun Ce Tua Lang Kong di MAKIN Kelenteng Lam Po Tong 印度尼西亚占碑市南寶堂孔教會. “Sesuai dengan UU No 1/ 1974 bahwa syarat sah pernikahan ialah dilakukan cara agama dan dicatatkan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispekdukcapil), maka mereka berdua telah sah menjadi pasangan suami istri,” kata JS The Lien Teng, selepas memberikan pemberkatan pernikahan kepada Chu Hardi dan Meli (26/9), upacara Li Yuen disaksikan oleh Wakil Ketua MATAKIN Kota Jambi Huwanda Desswandhy.
Pada waktu acara peneguhan pernikahan dihadiri oleh orang tua Chu Hardi, Chu Harto (ketua MAKIN Lam Po Tong Jambi (ayah) Soe Eng (ibu) dan orang tua Meli, Hasan (ayah) Yeni (ibu), kedua belah pihak orang tua/ wali mempelai sebagai lambang merestui perkawinan kedua mempelai.
Ajaran Khonghucu lebih menekankan betapa pentingnya penghormatan dan ketaatan istri terhadap suami, atau rakyat terhadap penguasa, dan dalam kehidupannya selalu memiliki dua nilai Yuen dan Li, Yuen bermakna cinta dan keramahan sedangkan Li bermakna serangkaian perilaku, ibadah, adat, tatakrama dan sopan santun. Kekagumannya diarahkan pada perintah Tuhan, tokoh-tokoh penting dan kata-kata bijak.
Ajaran Khonghucu atau Konfisius berdasarkan wejangan-wejangan Khonghucu dan murid-muridnya yang terdiri dari dua kitab penting;
Pertama, Enam Kitab klasik terdiri dari Shu Ching berisi sejarah dinasti kuno negeri Cina, Shih Ching berisi puisi lima abad pertama dinasti Chan, Yi Ching berisi filsafat, Li Chi berisi tentang upacara tradisional, Yeo Yang berisi musik yang dikaitkan dengan puisi, Chu’un Ch’ii berisi tentang keterangan musim semi dan musim rontok;
Kedua, tiga Kitab Kebajikan terdiri dari Ta Hsuch berisi tentang perkembangan diri menuju kebajikan tertinggi, Chung Yung berisi tentang doktrin kehendak, dan Hsioo Ching berisi tentang perilaku baik dari anak.
Pemeluk Agama Khonghucu dalam kehidupannya, manusia perlu memiliki rasa hormat dalam pergaulan maupun hormat terhadap tugas dan kewajiban.
Kalau hak asasi ingin dihormati dan dijunjung, maka harus menghormati dan menjunjung hak asasi orang lain, dan kehidupan demikian selaras dengan HAM.
Perbuatan tidak hormat dan tidak sungguh-sungguh sama halnya menghina diri sendiri dan me-rusak diri sendiri. (Romy)
Langganan:
Postingan (Atom)