Tampilkan postingan dengan label Klenteng Sai Che Tien Jambi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Klenteng Sai Che Tien Jambi. Tampilkan semua postingan

Selasa, Januari 02, 2018

印尼占碑孔教会庆祝母亲节

 
 
 
 
 暨拜访孤儿院和老人院

【本报占碑讯】2017年12月22日,是一个特别的日子“母亲节”,在印尼占碑的孔教理事会及成员举行了向母亲感恩的节日盛会暨探访座落在南占碑镇Tambak Sari 乡 (jl. Guru Mukhtar, Rt. 9 No, 32)“Ridahiyatul Bilad”孤儿院和新城镇 Kenali Asam Atas 乡 (jl. Pangeran Hidayat "Budi Luhur)老人院 。
  在庆母亲节会上,占碑每位妇女组的儿女在这一天向母亲献花及洗脚来报答多年来的培育之恩。有些儿女的母亲被感动得热泪盈眶,场面感人,深入人心。
  郑建平在会上说,母亲无私的为我们付出,我们有时会忽略了,我们很少看到或者关心我们的母亲,虽然她已年老了,但是她们从来不抱怨,也不会乞求孩子们的怜悯。

我们的母亲对我们的爱护是无限的,我们甚至无法报答他们,不管我们多么爱我们的母亲,相比于母亲对我们的爱和情感,我们会发现我们的爱其实不算什么 。所以我们应趁着这有生之年,多报答在世父母之恩。请大家不要错过这机会。
  今次的母亲节我们也拜访孤儿院及老人院,以表我们对他们的关爱送温暖,向他们赠物品送爱心。
  本报记者明光报道
  Romy供图

http://www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20180102/388384.shtml
* https://www.facebook.com/makinjambi

Selasa, Oktober 17, 2017

Perempuan Tionghoa di Jambi Mengenang Confucius


JAMBI - SEBAGAI bentuk bakti, perempuan Tionghoa di Jambi yang menganut Khonghucu mengenang teladan dari Confucius, Sang Nabi.

Perempuan Khonghucu Indonesia (Perkhin) Jambi, mayoritas warga Tionghoa, mengadakan peringatan mengenang Confucius. Peringati kelahiran yang ke 2.500 tahun dari tokoh folosofi paling berpengaruh di Tiongkok.

Peringatan yang berlangsung pada 15 Oktober 2017 ini sehari sebelum tanggal kelahiran Sang Nabi dalam agama Konghucu.

Herwai, Ketua Perkhin Jambi, mengatakan perayaan atas kelahiran Confucius itu baru kali pertama dilakukan. Sehingga wajar, jika banyak kekurangan dalam peryaan salah satu manusia paling sakral dalam Konghucu.

Perayaan ini, sambungnya, juga untuk mengenalkan ajaran dari Confucius. Selalu mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. “Kami mengenang konsep ajaran Confusius. Mengajar tanpa diskriminasi, memperingati warisan beliau terhadap budaya Tionghoa,” tuturnya.

Dia menjelaskan, Confucius adalah lelaki yang terpuji, meninggalkan ajaran dan prinsip etika yang terkenal di seluruh dunia. Menekankan kepada pembersihan diri melalui Lima Kebaikan yaitu kebajikan, keadilan, kesopanan, kebijaksanaan dan kesetiaan.

Ia melihat, Confucius merupakan seorang guru yang tulus, juga terhadap diri sendiri. Ia pernah sukses sebagai gubernur di daerah Cheng-tu, dalam tiga bulan tiada pencurian ataupun tindak pidana lain.

Bahkan posisi Menteri Kehakiman merangkap Perdana Menteri Negeri Lu pernah dijabat. Tetapi semua itu ditinggalkan, penyebabnya sepela, kaisar lupa melakukan kewajiban sembahyang kepada Tuhan.

Kesadaran akan misi mengembangkan kebajikan tetap dipertahankan. Moral yang bajik itulah yang amat disenangi, tanpa gerutu kepada Tuhan. Sesal kepada sesama.

http://indochinatown.com/daerah/perempuan-tionghoa-di-jambi-mengenang-confucius/2847
* https://www.facebook.com/makinjambi

Peringatan Hari Kelahiran Confucius 2017 Di Jambi

JAMBI - Perempuan Khonghucu Indonesia (Perkhin) Provinsi Jambi, Minggu (15/10-2017) siang mengadakan upacara memperingati Hari Lahir Confucius jatuh pada tanggal 16 Oktober 2017. Confucius dilahirkan 2500 tahun dahulu, Confucius adalah satu daripada ahli falsafah Tiongkok yang paling berpengaruh. Lelaki yang terpuji ini meninggalkan ajaran dan prinsip etika yang terkenal di seluruh dunia yang menekankan kepada pembersihan diri melalui Lima Kebaikan iaitu kebajikan, keadilan, kesopanan, kebijaksanaan dan kesetiaan.

Perayaan ini adalah kali pertama yang dilakukan Perkhin Jambi, ujar Herwai selaku ketua Perkhin Jambi, “Ini adalah pertama kali kita adakan Peringatan Hari Lahir Confucius”, dan mungkin terdapat kekurangan-kekurangan yang mesti kita perbaiki tahun depan, kata Herwai.

Demi mengenang konsep pengajaran Konfusius yang mengajar tanpa diskriminasi, memperingati warisan beliau terhadap budaya Tionghua, seperti klenteng Confusius di Jambi dan kota lain sebagainya pada mengadakan upacara Peringatan Hari Kelahiran Confusius.

Confucius seorang guru yang tulus, juga terhadap diri sendiri. Ia pernah sukses sebagai gubernur daerah Cheng-tu, dalam tiga bulan tiada pencurian maupun tindak pidana lain pun di situ. Bahkan posisi Menteri Kehakiman Merangkap Perdana Menteri negeri Lu pernah dijabatnya! Tetapi semua itu ia tinggalkan, hanya disebabkan sang raja 'lupa' melakukan kewajiban sembahyang kepada Tuhan. Ia sangat menyadari akan misinya mengembangkan kebajikan. Moral yang bajik itulah yang amat disenanginya, tanpa gerutu kepada Tuhan, sesal kepada sesama, dijalaninya misi kebajikan itu sampai akhir hayatnya. (Romy)
* https://www.facebook.com/makinjambi