Tampilkan postingan dengan label Klenteng Sai Che Tien. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Klenteng Sai Che Tien. Tampilkan semua postingan

Minggu, Februari 10, 2019

Klenteng Sai Che Tien Gelar “Po Un” 保運

JAMBI – Mulai hari ini Sai Che Tien menggelar Po Un (memperbaiki nasib). Po Un sudah menjadi tradisi bagi etnis Tionghoa yang. Meski ada perbedaan tata cara pelaksanaannya di masing-masing klenteng, namun tujuanya sama yakni untuk memperbaiki nasib satu tahun kedepan.

Menurut, The Lien Teng  di Klenteng Sai Che Tien di Jalan Koni 4, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Sabtu (6/2-2019) malam,  prosesi Po Un bisa dilakukan setelah shen ming turun dari langit, cia gwek ce shi (tanggal 4 bulan 1 penanggalan imlek).  “Po Un ini bertujuan untuk memohon berkah  dan memperbaiki nasib di tahun Babi Tanah, setiap peserta Po Un cukup membawa pakaian sehari-hari digunakan baik miliknya maupun anggota keluarga yang hendak mengikuti prosesi Po Un,”kata Lien Teng.

Dikatakannya, “Po Un” merupakan tradisi yang telah mendarah daging dikalangan etnis Tionghoa yang beragama Khonghucu.” Jadi, bagi umat Khonghucu selalu menggelar ritual tersebut di klenteng. katanya.

Dari beberapa ritual Po Un yang telah dilakukan, kata Rohaniawan Matakin Jambi tentunya ada perbedaan antara ritual Po Un yang digelar klenteng  dimasing-masing dengan klenteng lainnya, namun semuanya tetap satu tujuan yakni memohon berkah,  keselamatan dan memperbaiki nasib.

Ritual ini, sambung The Lien Teng, etnis Tionghoa sejak ribuan tahun silam hingga sekarang masih mempertahankan ritual tersebut, saat ini warga Tionghoa tetap menggelar acara tersebut. Masing-masing orang yang dilahirkan memiliki chiong. Maka chiong inilah yang harus dicocokkan dengan shio setiap orang dan shio disetiap tahunnya.

“Ada beberapa shio yang bertentangan dengan shio Babi Tanah pada tahun 2019 ini. Maka, orang yang memiliki shio yang bertentangan tersebut harus ikut dalam ritual Po Un ini,” katanya.

Orang yang memiliki shio ada yang chiong dengan thai sui, go kui dan lainnya. Maka agar menghindari musibah ataupun kesialan pada tahun Ular air ini, maka mereka harus mengikut upacara Po Un dengan melakukan sembahyang kepada Tuhan Yang Maha Esa dan para roh suci shen ming yang terdapat di kelenteng dengan membawa sejumlah persyaratan (sesajen) untuk melewati rintangan tahun ini.

Tahapannya biasanya seperti ini :
Semua persembahan diatas akan disusun diatas altar. 2. Lalu Rohaniawan akan menjalankan ritualnya, baca mantra sambil menggelilingi altar meliwati jembatan sebanyak 12 kali sambil menyebut kuwe ah (maksudnya liwatlah). Selanjutnya baju di stempel pada bagian pundak dan baju yang telah distempel ini nantinya akan dipakai yang bersangkutan selama 3 hari berturut, setelah itu, membakar semua kertas sembahyang yang udah di berkati dengan doa. Terakhir, Wajik (ketan), Mie Sua dan Telor dikasih warna merah dibawa pulang lalu dimasak dan dimakan bersama-sama, sedangkan kertas Hu (ada 2 jenis) yang agak besar untuk ditempelkan di pintu masuk rumah, yang agak kecil memanjang untuk dibawa (boleh letakan didalam dompet).

1. Hio (gaharu) dan lilin merah.
2. Satu piring kecil untuk mie sua.
3. Satu mangkok wajik ketan.
4. Telor dikasih warna merah.
5. Satu set gambar orang-orangan terbuat dari kertas, terdiri dari laki-laki (ortu) wanita  (ibu) dan anak laki-laki maupun perempuan.
6. Semua kertas sembahyang ini. (poin 1-6 disediakan oleh pihak panitia).
7. Nama yang bersangkutan berikut tanggal lahir, jam kelahiran untuk dibacakan oleh Rohaniawan.
8. Baju tiap-tiap anggota keluarga yang mau di Po Un. (Romy)
* https://www.facebook.com/makinjambi

Jumat, Juni 22, 2018

占碑埠狮仔殿庙祝伏羲帝仙圣寿暨犒赏军将寿

 
 
2018年6月9日(农历四月廿六日),占碑埠哥尼区狮仔殿庙,庆祝伏羲帝圣寿暨犒赏军将寿,来自中国的林泽取道士主持庆典活动仪式。
  此次庆典活动的首日(四月廿五日)上午十时起,鼓拈香,法表请圣 清供,献青安奉出令,请安五营神将至晚上。是日晚七时开始,设有卡拉OK歌唱联欢会并释放花灯,热闹气氛令活动增色,助兴群众约有百余名。
  翌日(四月廿六日)上午十时开始,循惯备办牲礼果品敬拜天公,然后祭拜庙内祝寿伏羲帝仙及列位恩主诸佛神搞赏内外军,祈求神佑:风调雨顺,国泰民安,化灾纳福,民族和谐相亲相爱。祭拜礼毕后,开设120桌平安餐宴招持,与会者约千余人,宴会中有卡拉ok歌唱舞蹈余兴节目,场面非常热闹。
  庆典活动临结朿前 该庙理事长郑建平与郑连丁代表全体理事会,特登台向来宾们致意,对大家百忙中拨冗参加庆典,亦为伏羲帝仙神灵显赫,香火鼎盛而感欣慰,同时向各位表示万分感谢,并祈仙公:赐佑大家身体健康,家庭幸福,事业进步,万事如意。
  本报记者明光报道/Romy供图

http://www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20180622/648180.shtml
* https://www.facebook.com/makinjambi

Minggu, Juni 10, 2018

Ribuan Umat Khonghucu Menghadiri HUT Hook Hie Te Shien

JAMBI – Pada saat memasuki gerbang MAKIN klenteng Sai Che Tien, sayup-sayup terdengar irama suara gendrang diiringi irama suling yang begitu merdu di dengar, dan suara taoshe (Sai Kong) yang tengah membaca mantera So Bun (sejenis surat pemberitahuan) yang dibacakan oleh Sai Kong Lim Tek Chu yang sengaja di undang dari Tiongkok (China).

Suasana dalam klenteng, kilauan sinar dari pancaran lilin-lilin merah menambah keindahan klenteng yang mayolitas berwarna merah, selain itu aroma wewangian dari gaharu/ hio yang dinyalakan umat Khonghucu.

Dihalaman depan dan samping kiri kanan klenteng ratusan umat tengah menyaksikan atraksi barongsai dari perkumpulan Leng Chun Sai Jambi, turut menyemarakan acara hari ulang tahun senren “Hook Hie Te Shien” yang biasa disebut Shien Kong, selain merayakan haur sin beng, ada juga ritual Kho Kun yaitu persembahan sesajian kepada para pengawal dewa-dewa (军將).

Dari pantauan di klenteng sudah mulai dipadati oleh umat Khonghucu sejak pukul 09.00. Ada sekitar 1.000 umat Khonghucu yang hadir, tidak hanya dari Kota Jambi, juga beberapa kabupaten di Provinsi Jambi. Pagi harinya, umat menumpukkan kertas sembahyang yang kemudian dibakar bersama-sama dengan teng lau yang dibuat oleh Sai Kong Liem Tek Chu. Ritual dimulai dengan melakukan sembahyang Tien (Tuhan red)  dihalaman depan pintu masuk klenteng. Sembahyang berlangsung hingga satu jam dengan melantunkan doa-doa.

Ritual lalu dilanjutkan dengan sembahyang sin beng Hook Hie Te Shien yang digelar di dalam klenteng. Ini bertujuan untuk memohon doa serta mengundang beberapa sin beng untuk datang pada acara tersebut. Setelah itu, ritual dilanjutkan dengan membakar kertas sembahyang yang telah disediakan. Setiap daerah prosesi ritualnya berbeda-beda namun tujuan tetap sama yaitu memohon pelindungan dari sang pencipta alam semesta (Tien) dan para sin beng maupun leluhur. (Romy)

* https://www.facebook.com/makinjambi

Sabtu, Juni 09, 2018

Fuxi “伏羲” dan Nvwa “女媧” Adalah Nenek Moyang Manusia di China

Cerita mengatakan bahwa Fuxi tidak hanya pemimpin klan di timur dan kepala tiga raja bijak dan lima kaisar berbudi luhur Tiongkok pada awal peradaban manusia, tetapi juga orang bijak mahakuasa mampu berbagai macam keterampilan. Dia menciptakan Delapan Diagram dan simulasi laba-laba untuk jaring ikan menenun. Dia tidak hanya mampu membuat alat musik, tapi juga pandai memasak makanan lezat. Selain itu, ia memberikan kontribusi banyak ke pengobatan tradisional Cina dan merupakan nenek moyang dari peradaban Tiongkok 中华民族的人文始祖. Dia juga merumuskan etika dan peraturan bagi orang-orang, mengurangi pernikahan barbar dengan merampok.

Nuwa adalah pemimpin perempuan terkenal selama periode legendaris terpencil di Cina, dilengkapi dengan kemampuan kuat. Dikatakan bahwa bencana yang besar sekali terjadi di alam dan kemudian langit runtuh, bumi itu cekung, dan binatang liar kejam membunuh orang umum. Nuwa diperbaiki langit dengan batu berwarna dan membunuh binatang-binatang yang brutal. Dia juga digunakan tanah liat untuk menciptakan manusia dan masyarakat manusia dengan mensimulasikan penampilan sendiri. Hal ini juga mengatakan bahwa Nuwa menciptakan semacam alat musik yang disebut buluh pipa instrumen angin sehingga dia dihargai sebagai seorang dewi musik. Selain itu, dia menciptakan sistem perkawinan untuk memungkinkan manusia untuk memperbanyak keturunan, sehingga ia disebut dewi pernikahan.

Ada banyak legenda di Fuxi dan Nvwa, yang dicatat dalam banyak buku kuno Cina seperti Kitab Perubahan, elegi Chu, Tulisan-tulisan Pangeran Huainan dan Kitab Gunung dan Laut. Mitos-mitos semuanya telah diturunkan dan dampaknya sangat luas dan mendalam. Sampai saat ini, Miao dan Dong masyarakat di China provinsi Yunnan masih menyembah Nvwa sebagai primogenitor mereka sendiri. (Romy)
* https://www.facebook.com/makinjambi

Jumat, Maret 09, 2018

占碑福庆堂、獅仔殿、龙春宮、忠义堂、四庙联合庆祝元宵节





3月2日元宵节晚, 占碑四间寺庙, 包括福庆堂, 狮子殿, 龙春宫, 忠义堂, 在日罗东 koni IV 街 联合举办庆祝元宵节活动.

  占碑省府官员及各族群兴高彩烈参加庆典, 场面热闹. 近千人观看元宵节的各种节目, 有乩童走火炭,及从各自庙宇抬轿神爷,  从Koni IV出发游街至福庆堂庙终点为止, 表演乩童刺身术等传统习俗.
  
Nonton Video: Joli Cap Go Meh Melintasi Api
福庆堂孔教会主席李鸿章由代表李振海致词表示, 每年的元宵节,我们都会联合多间寺庙共同庆祝元宵,抬神爷出游,驱凶迎吉,消灾避难, 风调雨顺, 祈福国泰民安. 希望在狗年旺旺, 大家配合政府建设纲领, 同心协力建设家园.
  本报记者明光报道/Romy 供图

http://www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20180309/417963.shtml

* https://www.facebook.com/makinjambi

Kamis, Maret 08, 2018

占碑庙宇狮子殿春节期间举行大众保运法会

 
占碑是华人传统文化非常浓厚,没分过年过节在庙宇都会举办各种活动,在30多年来华文受禁锢,但传统习俗还是源源不断地流传。在农历正月初十(25/2)上午,占碑哥尼区狮子殿庙举行大众保运法会,邀请来了中国道士林绎主持法会 [Lihat Video: Ritual Po Un (保運)].

逾500多人参与盛会。法会肃穆庄严,每位要求保运信众要求绕神坛及走独木桥以表尊重12生肖,确保接受保运者,祈保在狗年里,身心安康,吉祥如意,生意兴隆,心想事成。本报记者明光报道/Romy

http://www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20180308/416845.shtml
* https://www.facebook.com/makinjambi

Sabtu, Maret 03, 2018

Tradisi Yang Bertahan Dari Cap Go Me Menyambut Dewa

JAMBI – Salah satu tradisi yang telah ada ribuan tahun yang lalu masih bertahan sampai sekarang, tradisi tersebut adalah bila ada ritual perayaan Cap Go Meh (malam tanggal 15 bulan 1 imlek), warga masyarakat yang menganut kepercayaan Khonghucu di bermukim disepanjang Jalan Pangeran Diponegoro, Lorong Koni I sampai Lorong Koni IV selalu menyediakan sesajian untik menyambut rombongan karvanal yang melintasi didepan rumah mereka.

Tradisi tersebut merupakan sebuah legenda rakyat di Tiongkok menyambut kedatangan rombongan Kaisar beserta para jenderal dan prajurit yang sedang melakukan kunjungan kerja dipemukiman penduduk atau di desa-desa. Sebagai contoh kehadiran Presiden maupun Pejabat Negara yang berkunjung ke Provinsi maupun Kabupaten.

Jikalau iring-iringan karvanal yang melintasi depan rumah makan Khi Tong yang telah dirasuki roh dewa akan mampir memberikan berkah demikian juga dengan iring-iringan Barongsai dan Liong.

Menurut beberapa orangtua yang berhasil dihimpun saat perayaan Cap Go Meh di Lorong Koni I hingga Koni IV, bahwa yang masih bertahan hingga kini adalah setiap Cap Go Meh warga sini selalu menyiapkan sesajian yang diletakan diatas meja, adapun sesajian terdiri dari aneka buah-buahan, juga beberapa jenis kue, Teh yang telah diseduh terus memasang lilin merah dan Hio/Garu menyambut rombongan karvanal para suci sen ren (dewa) dengan sesajian yang diletakan didepan rumah.

Selain itu tradisi tersebut sebagai wijud diri kita menghormati orang yang lebih tua dari diri kita, atau jikalau kita berada dirumah mesti kita menghormati yang lebih tua dari seperti Ayah, Ibu maupun kakak-kakak (Romy).

* https://www.facebook.com/makinjambi

Perayaan Cap Go Meh di Kota Jambi Diadakan Secara Rutin Setiap Tahun

JAMBI - Pada hari perayaan Cap Go Meh, kawasan pecinaan kota Jambi malam akan diadakan festival lampion, namun prosesi perayaan diawali upacara sembahyang kepada Tien (Yuhan) dengan persembahan Sam Seng. Di mana menurut pandangan masyarakat Sam Seng mewakili 3 jenis hewan di dunia, yaitu babi untuk hewan darat, ikan untuk hewan laut, dan ayam untuk hewan udara. Demikianlah persembahan ini berlangsung secara turun-menurun sampai sekarangpun masih ada. Upacara dipimpin oleh rohaniawan dari MATAKIN Jambi/ Kota Jambi, Js The Lian Teng.

Cap Go Meh (Hokkien: 十五暝) melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama (Cap = Sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam). Ini berarti, masa perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama lima belas hari.

Besok malam ada empat klenteng terdiri dari klenteng MAKIN Hok Kheng Tong, klenteng MAKIN Leng Chun Keng, klenteng MAKIN Sai Che Tien dan klenteng Tiong Gie Thong akan adakan karnaval arak-arakan dari masing-masing klenteng menuju pusat perayaan Cap Go Meh. Arak-arakan terdiri dari bendera para suci sen ren (dewa), barongsai, kursi tandu dan atraksi tatung melompati kobaran api. Hampir setiap klenteng mengarak dewa dan dewi. Seperti klenteng MAKIN Hok Kheng Tong sen ren (dewa) “Cheng Cui Co She, klenteng MAKIN Leng Chun Keng sen ren (dewa) “Sun Ping Sing He, klenteng MAKIN Sai Che Tien sen ren (dewa) “Fu Xi” Hok Hie Tee Sieng dan klenteng Tiong Gi Tong sen ren (dewa) Kwan Seng Tai Te (Kong). Karnaval ini dimulai pukul 17.30 dari persiapan masing-masing klenteng (Romy).

* https://www.facebook.com/makinjambi

Malam Cap Go Meh Di Jambi

JAMBI - Tahun Baru Imlek nampaknya kurang meriah kalau nggak ada Cap Go Meh. Kebanyakan orang cuma tahu Cap Go Meh adalah perayaan yang dilakukan orang Tionghoa dua minggu setelah Tahun Baru Imlek. Ternyata Cap Go Meh bukan sekadar itu, karena Cap Go Meh juga punya makna.

Imlek biasanya dirayakan dengan sembahyang ke klenteng untuk memanjatkan doa keselamatan dan keberkahan di tahun yang baru. Setelah itu, baru deh kumpul dan makan bersama keluarga. Sedangkan, ketika Cap Go Meh, orang-orang membawa persembahan dan sembahyang ke klenteng untuk mengucap syukur dan memohon keselamatan.

Ada empat klenteng bekerja sama dalam perayaan Cap Go Meh di Jambi, yaitu dari klenteng MAKIN Hok Kheng Tong, klenteng MAKIN Leng Chun Keng, klenteng MAKIN Sai Che Tien dan klenteng Tiong Gie Thong akan adakan karnaval arak-arakan dari masing-masing klenteng menuju pusat perayaan Cap Go Meh. Arak-arakan terdiri dari bendera para suci sen ren (dewa), barongsai, kursi tandu dan atraksi tatung melompati kobaran api. Hampir setiap klenteng mengarak dewa dan dewi utamanya. Seperti klenteng MAKIN Hok Kheng Tong sen ren (dewa) “Cheng Cui Co She, klenteng MAKIN Leng Chun Keng sen ren (dewa) “Sun Ping Sing He, klenteng MAKIN Sai Che Tien sen ren (dewa) “Fu Xi” Hok Hie Tee Sien dan klenteng Tiong Gi Tong sen ren (dewa) Kwan Seng Tai Te (Kong). Karnaval ini dimula
i pukul 17.30 dari persiapan masing-masing klenteng.

Cap Go Meh (Hokkien: 十五暝) melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama (Cap = Sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam). Ini berarti, masa perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama lima belas hari. disebut Festival Yuanxiao atau Festival Shangyuan. Perayaan Cap Go Meh dilakukan untuk memberi penghormatan terhadap para suci sen ren/ sen ming (Romy).
* https://www.facebook.com/makinjambi

Jumat, Februari 23, 2018

占碑孔教妇女春节向孔子学校学生分发红包

 
 
 
2月16日农历正月初一新春佳日上午10时,印尼占碑孔教妇女会主席郑华玲和夫婿黄汉雄在占碑孔教学校礼堂分发节日红包予该校学生和孔教老师。
  学生们整齐列队,井然有序地领取红包。华人传统节日春节,都会分发红包。红色是代表欢喜及带来好运。
  郑华玲对学生们解说为何要用红色纸张包起来后分发给大家,她表示,在春节期间由长辈在年三十晚上0点后派给晚辈的红包称作压岁钱,是表示把新的一年的祝福和好运带给他们……而给年老人寓意为“长命百岁”;用红纸包一枚大洋,象征“一本万利”。至今,红包已普及为一种习俗。因为红色象征好运,所以,每逢婚嫁、添丁、新宅、开工、生日等等……皆发红包。
  郑华玲也简述春节过年,都用红色装饰,有其特殊意义。相传:中国古时候有一种叫"年"的怪兽,头长尖角,凶猛异常,每到除夕,爬上岸来吞食牲畜伤害人命,因此每到除夕,村村寨寨的人们扶老携幼,逃往深山,以躲避“年”的伤害.原来“年”兽最怕红色,火光和炸响。这时大门大开,“年”兽大惊失色,仓惶而逃。本报记者明光报道Romy供图

http://www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20180223/413018.shtml

Kamis, Februari 22, 2018

Sai Che Tien Gelar Ritual Po Un


JAMBI – Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Klenteng Sai Che Tien Jambi 占碑獅子殿” yang terletak di Jalan Pangeran Diponegoro, Lorong Koni IV, Rt. 01, Kelurahan Talang Jauh, Kecamatan Jetung, kota Jambi, di Klenteng tersebut sebuah Kim Sin (dewa) yang dikenal dengan Hok Hie Te Sien atau Sien Kong, dewa tersebut juga dikenal sebagai dewa obat, dewa pencipta Bagua [Noton Video: Sai Che Tien Gelar Ritual Po Un].
Selasa pagi (20/2) puluhan kepala rumah tangga atau yang diwakili salah satu keluarga hadir di klenteng Makin Sai Che Tien untuk mengikut upacara Po Un yang dipimpin langsung oleh Lim Tek Cuh Taoshe (中國道士林绎取) dari negara tirai bambu, Po Un tahun ini diikuti lebih kurang seratus kepala keluarga (kk) dan dilaksanakan dari 20 Februari hingga 15 Maret 2018, bagi warga yang hendak Po Un sebelumnya harus mendaftarkan diri dengan menyebutkan nama lengkap, tanggal kelahiran, jam kelahiran dan shio serta membawa baju satu lembar, sedangkan beberapa sesajen disediakan Makin Klenteng Sai Che Tien, peserta Po Un wajib ikut dalam prosesi upacara, dapat diwakili oleh salah satu keluarganya.

Prosesi Po Un dimulai pukul 09.00 hingga pukul 15.00 dengan membaca nama, tanggal kelahiran, jam kelahiran dan shio yang bersangkutan dihadapan dewa Hok Hie Te Sien atau Sien Kong terus mengelilingi altar sang dewa sebanyak 12 putaran.

Menurut penuturan Sai Kong, Lim Tek Cuh, bahwa, “Manusia lahir, hidup dan meninggal merupakan takdir dari sang pencipta alam semesta, namun perjalanan seseorang maupun nasib seseorang tergantung dari perilakunya sehari-hari”, sedangkan prosesi Po Un adalah untuk membuang kiat atau sial diri yang bersangkutan.

Selanjutnya ujar Lim Tek Cuh, perjalanan seseorang di tahun Anjing, ada bulan yang baik dan ada pula bulan yang kurang baik, maka kita mesti memohon kepada Yang Maha Esa serta memohon agar para dewa memberikan perlindungan dan memberikan berkah yang baik bagi keluarga maupun yang bersangkutan.

Bagi yang ingin ikut Po Un (保運) dapat hubungi Rohaniawan The Lien Teng (鄭連丁) Hp: 0813 6613 2661 (Romy)* https://www.facebook.com/makinjambi

Senin, Januari 29, 2018

占碑孔教和城市狮子殿孔教妇女组春节前夕


 
 
 
向郊区华裔贫苦居民送温暖献爱心

春节来临之际,占碑孔教妇女组主席郑华玲和占碑城市狮子殿孔教妇女组主席黄丽珠,于元月28日上午10时,前往占碑郊区华人贫困居民献爱心,送温暖,向该区贫困居民赠必需品,送爱心红包。使他们能度过一个快乐的春节。
  郑华玲表示,对占碑郊区华人贫困居民送节日礼包及爱心红包,以表示们的关心,使他们能渡过一个快乐的春节。她说,我们在这美丽的群岛上生活的华人,并不是说全部都是富裕的,您不妨可到占碑郊外观察,贫困的华人居民还是不少,他们住的房子非常简陋。
  她说,我们有幸获得上帝赐给我们的美好生活,但不能忘还有些受苦之人,所以我们就要捨出布施,有捨才有得。
  当天,郑华玲令夫婿黄汉雄也协助分发礼包及爱心红包。
  黄丽珠表示,占碑孔教妇女组也在其他族群节日的到来,也分发些礼品给周围贫苦居民。本报记者明光报道/Romy供图

www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20180129/402474.shtml
* https://www.facebook.com/makinjambi