Tampilkan postingan dengan label Hok Kheng Tong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hok Kheng Tong. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Oktober 07, 2017

占碑华社在福庆堂庆中秋佳节及犒赏内外神军饷

 
 
 
 
2017年10月4日(农历八月十五)占碑华社在Jalan Pangeran Diponegoro, Lorong Koni IV, Kelurahan Talangjauh, Ke-camatan Jelutung福庆堂“清水祖師公庙”庆祝中秋佳节,并感恩诸佛菩萨、神明及供奉犒赏内外神军饷。
  占碑省孔教最高理事会主席、占碑省獅仔殿庙宇主席黄春回、印尼孔教妇女会郑华玲(Herwai)、福神堂副主席黄汉雄、客属主席李鑫荣和潮州公会副主席李進荣出席祈拜仪式。
  占碑省福庆堂孔教会郑连丁学士主持祈拜仪式,礼拜天公、观音菩萨等多位神明,并祈祷国泰民安、风调雨顺、生意昌隆、六时吉祥、人民安康。随后,余兴节目接着开始,邀请来自巴淡华语歌手献唱,为中秋节带来了热闹气氛。
Romy/学科报道

http://www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20171007/342539.shtml
* https://www.facebook.com/makinjambi

Kamis, Oktober 05, 2017

Perayaan Tiong Ciu Cue Di MAKIN Hok Kheng Tong Jambi

 
占碑福慶堂孔教會慶祝中秋節

JAMBI - Hingga kini masih banyak tradisi yang dipertahankan warga keturunan Tionghoa yang beragama Khonghucu diseluruh dunia. Salah satu diantaranya adalah pesta kue bulan di bulan purnama yang biasa digelar setiap tanggal 15 bulan delapan Imlek (Pe Gwee Cap Go/八月十五日) dengan mengelar sembahyang kue bulan dan juga tidak ketinggalan pesta kembang api pada malam harinya.

Perayaan Tiong Ciu Cue tahun ini yang jatuh pada tangga 4 Oktober 2017 di klenteng Khonghucu “Hok Kheng Tong” 占碑福慶堂孔教會, di Jalan Pangeran Diponegoro, Lorong Koni IV, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi (depan pabrik kopi AAA) 占碑埠哥尼區.

Selain menyambut perayaan Kue Bulan (Tiong Ciu Phia/月餅), Hok Kheng Tong (福慶堂)juga melakukan kho khun (犒赏内外神军餉) yang dilakukan setiap tahun, “Tiap tahun kita rayakan sembahyang Tiong Ciu Cue sekaligus melakukan kho khun“ ujar pengurus Hok Kheng Tong (福慶堂).

Sehari sebelumnya prosesi akbar perayaan Tiong Ciu Cui dilakukan, terlebih dahulu para pengurus klenteng melakukan sembahyang didepan altar Tien (Tuhan), adapun maksud sebahyang tersebut adalah memberitahu kepada sang pencipta alam semesta, bahwa umatnya hendak merayakan Tiong Ciu Cue dengan menyembahyangi Tai Im Niu Niu (Dewi Bulan) dilanjutkan dengan pemotongan hewan qurban. Prosesi upacara dipimpin langsung rohaniwan dari MATAKIN Jambi, The Lien Teng  (鄭連丁先生).

Menurut Ketua Hok Kheng Tong (福慶堂主席), Zikif Effendy Lie (李鴻章先生), harapan kita semoga Tien (Tuhan/上帝) dapat memberikan perlindungan kepada bangsa dan negara, “Kita memohon kepada Tien (Tuhan/上帝) agar negara dapat terhindar dari segala bencana, agar masyarakat bisa melakukan aktifitas sehari dan warga aman sentosa, keluarga harmonis.

Tampak hadir dalam acara akbar tersebut, Ketua MATAKIN Jambi, Darman Wijaya (占碑省孔教最高理事會主席 黄春回黄春回先生), Ketua Perempuan Khonghucu (印尼孔教妇女) Herwai (郑华玲), Wakil Ketua Klenteng Hok Sin Tong (福神堂副主席黄汉雄先生), Ketua Perkumpulan Hakka Rudy Lidra (客属主席李鑫荣先生), Wakil Ketua Perkumpulan Teo Chew Jambi, Rozak  (潮州公会副主席李進荣先生). (ROMY)


* https://www.facebook.com/makinjambi

Kamis, Februari 02, 2017

Ratusan Umat Khonghucu Jambi Sembahyang Sejit Cheng Cui Co She


JAMBI – Setelah enam hari perayaan Tahun Baru Imlek 2568 kongzili, ratusan umat Khonghucu di Kota Jambi silih berganti mendatangi Kelenteng Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Kelenteng “Hok Kheng Tong” yang terletak di Jalan Koni IV, Rt. 02, depan pabrik Kopi AAA, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, kehadiran umat Khonghucu tersebut untuk untuk mengikuti prosesi upacara sembahyang bersama Sejit Roh Suci Shen Ren (baca dewa) “Cheng Cui Co She” Qing Shui Zu Shi atau yang lebih dikenal dengan nama sebutan “Co She Kong”, pada Kamis (2/2-2017).


Upacara sembahyang langsung dipimpin langsung Lim Tek Chong taoshe dari Tiongkok, upacara mulai dari pukul 09.00 pagi hingga pukul 13.30 [Lihat Gambar: Prosesi Sembahyang Sejit Cheng Cui Co She].
Prosesi upacara terbagi dua tahap, yakni tahap pertama adalah sembahyang menghadap altar Tien (Tuhan), tahap kedua baru sembahyang di altar Roh Suci Shen Ren “Co She Kong. Tahap demi tahap diikuti oleh segenap pengurus kelenteng Hok Kheng Tong beserta para Lo Cu (panitia), semua prosesi dilakukan pengurus dengan, setengah jam kemudian, prosesi upacara kedua dilanjutkan didalam kelenteng, yakni di altar Co She Kong. Sebagaimana biasanya berbagai sesajen terbentang di atas meja segi empat berwarna merah, sesajian ada yang dibawa oleh masing-masing umat sendiri.

Seusai sembahyang tersebut, sesajen-sesajen yang ada di altar lalu dimasak, kemudian dimakan bersama. Tradisi makan bersama ini, menurut kepercayaan umat Khonghucu, “Dengan memakan makanan dari hasil sembahyang ulang tahun para Roh Suci Shen Ming, maka diri mereka akan mendapatkan perlindungan dari mahluk-mahluk yang berniat jahat”.

Co She Kong berasal dari Propinsi Hok Kian, Kabupaten Yong Chun, Tiongkok. Nama panggilan sehari-hari adalah Chen Zhao Ying (Hok Kian = Tan Ciao Eng). Beliau dilahirkan pada tanggal 6 bulan 11 Imlek, tahun 1044 M, pada zaman Dinasti Song (960-1279 M), dimasa Pemerintahan Kaisar Ren Zhong tahun keempat.

Chen Zhao Ying mahir dalam bidang pengobatan dan mendatangkan hujan bagi penduduk di sekitar An Xi (An Hui) & Xia Men (E Meng). Beliau sering membantu penduduk yang miskin dalam masalah pengobatan dan suka menolong orang-orang membangun jembatan. Di dekat gua tempat beliau bertapa terdapat sumber air yang jernih, yang bernama Qing Shui Yan (Ching Cui Giam) yang berarti Cadas Air Bersih. Dengan air jernih dan meditasi di gua ini Chen Zhao Ying mengobati orang-orang yang meminta pertolongannya. (Romy)* https://www.facebook.com/makinjambi

Kamis, September 15, 2016

Perayaan Tiong Ciu Cie Di Kelenteng Hok Kheng Tong Jambi

JAMBI, Ayojambi.com - Salah satu tradisi yang masih dipertahankan masyarakat keturunan Tionghoa di Jambi adalah memperingati hari besar Tiong Ciu Cie 中秋节. Perayaan ini merupakan agenda tahunan dari Kelenteng Hok Kheng Tong 福慶堂 di Jalan Pangeran Diponegoro, Lorong Koni IV, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi (占碑埠哥尼區福慶堂庆祝中秋节).

Selain menyambut perayaan Tiong Ciu Cie, Kelenteng Hok Kheng Tong 福慶堂 juga melakukan kho khun (sembahyang persembahan) yang dilakukan setiap tahun, “Tiap tahun kita rayakan sembahyang Tiong Ciu Cue sekaligus melakukan kho khun“ ujar pengurus Makin Hok Kheng Tong 福慶堂 [Lihat Gambar: Prosesi Sembahyang Tiong CiuCue].
Acara perayaan Tiong Ciu Cie dimulai dengan melakukan sembahyang. Sembahyang dilakukan ini, tidak berbeda dengan sembahyang umumnya yang dilakukan masyarakat etnis Tionghoa kebanyakan.

Selain menyajikan berbagai buah-buahan, kue-kue dan daging babi sebagaimana sembahyang umumnya, pada perayaan kue bulan ini sengaja dipersembahkan kue bulan sebagai salah satu sesaji utama. Sedangkan perlengkapan sembahyang lainnya, tetap ada kertas sembahyang, garu (hio) dan lilin.

Usai pelaksanaan sembahyang kue bulan, perayaan Tiong Ciu di Kelenteng Hok Kheng Tong dilanjutkan dengan kegiatan hiburan karaoke serta makan bersama.

Sehari sebelumnya prosesi akbar perayaan Tiong Ciu Cue dilakukan, terlebih dahulu para pengurus Makin Kelenteng Hok Kheng Tong 印尼占碑省福慶堂孔教會 melakukan sembahyang didepan altar Tien (Tuhan), adapun maksud sebahyang tersebut adalah memberitahu sekaligus memohon ijin kepada sang pencipta alam semesta, bahwa umatnya di bumi hendak merayakan Tiong Ciu Cue dengan menyembahyangi Tai Im Niu Niu (Dewi Bulan) dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban. Prosesi upacara dipimpin langsung Rohaniawan dari Matakin Provinsi Jambi, The Lien Teng  (鄭連丁).

Tampak hadir dalam acara akbar tersebut diantaranya, Ketua MATAKIN Jambi, Darman Wijaya (占碑省孔教最高理事會主席黄春回) Ketua MAKIN Sai Che Tien, Darmadi Tekun (占碑省獅仔殿廟宇主席), Ketua Perkumpulan An Xi Jambi Alex Sujanto 占碑安溪公会胡玉志主席, Ketua Hok Liong Sai 福龍獅 serta beberapa pengusaha Bank di Jambi. (Romy)

Kamis, September 19, 2013

Melirik Tradisi Kue Bulan di Bulan Delapan Imlek “中 秋 節”

 Sembahyang Ti Kong (Tuhan)
  Ketua Kelenteng Hok Kheng Tong Lie Tiong Lam
JAMBI - Banyak tradisi yang masih dipertahankan warga Tionghoa hingga kini. Salah satu diantaranya adalah tradisi pesta bulan purnama yang biasa digelar tanggal 15 bulan delapan Imlek dengan sembahyang bersama dan pesta kembang api dimalam hari.
Tahun ini, Tiong Ciu Cui tidak dirayakan seperti tahun-tahun lalu yang malam harinya diadakan hiburan masyarakay (karaukean), kali ini dilakukan secara sederhana di Kelenteng Hok Kheng Tong, mengingat ada agenda penting di bulan Januari 2014, maka perayaan Kue Bulan dilaksanakan secara sederhana oleh umat Kelenteng Hok Kheng Tong, yaitu dengan sembahyang bersama memohon kehadapan Tien (baca Tuhan red) agar Tanah Air Indonesia dapat terhindar dari segala bencana, selain umat Khonghucu lakukan sembahyang bersama

Menurut Ketua Kelenteng Hok Kheng Tong, Ramli/ Lie Tiong Lam, “untuk tahun ini kelenteng Hok Kheng Tong tidak rayakan seperti tahun-tahun sebelumnya, pertimbangan karena iven penting yang akan dilakukan tahun 2014.

Sejarah Tiong Ciu Pia dapat dibagi dalam tiga bagian, diantaranya 1. Sembahyang Dewi Bulan, 2. kisah Dewi Bulan dan 3. Kue Bulan.

Menurut legenda dari Tai Im Niu Niu (Dewi Bulan), sebelum Dinasty Qin 221-206 SM rakyat China sudah mengenal tradisi/ adat sembahyang Dewi Bulan yang dihubungkan dengan posisi bulan bagi masyarakat untuk cocok tanam (agraris). Karena dianggapnya sinar rembulan dapat memberikan kesuburan dalam ekosistem tanah bagi kaum petani dan dimalam purnama memang bulan terterang sepanjang tahun juga diikuti musim panen.

Kedua, menurut legenda zaman dahulu kala terdapat 10 matahari yang sangat mempengaruhi ekosistem bumi sehingga oleh Dewa Ho Yi pemanah Jitu Khayangan (langit), dipanahlah matahari hingga tersisa satu. Peristiwa ini Yi Wang Ta Tie (Tuhan) sangat malah dan menghukum Hoyi dan istrinya Chang Er dengan cara menjadikan pasangan ini menjadi masyarakat biasa/ hidup di duniawi. Suatu hari mereka menemukan obat awet muda sepanjang masa dan dimakan oleh istrinya Chang Er sehingga tubuhnya ringan dan terbang menuju bulan. Dari sinilah asal muasal sembahyang Dewi Bulan.

Ketiga, kue Tiong Ciu Pia. Pada tahun 1206 M China dijajah Mongolia pimpinan Tieh Mu Chen hingga tahun 1368 M berarti selama 89 China dijajah Mongolia. China berhasil merebut kembali dari Mongolia berkat upaya kepala pengemis Zhu Yan Chang menjelang sembahyang Dewi Bulan mengedarkan pesan-pesan dalam kue-kue agar pada malam purnama (Tiong Ciu) kita merebut kekuasaan kembali dari tangan Mongolia dan ternyata berhasil bertepatan pada tanggal 9 September 1368 M. Semenjak itulah kue Tiong Ciu mengalami perkembangan hingga dewasa ini. Dan semenjak inilah berdirinya kerajaan pertama di Tiongkok dengan sebutan Dinasty Ming (1368-1644 M). Masa kepemimpinan Tieh Mu Chen 1206-1368 M oleh adiknya bernama Hu Pit Lei Han dinamai Dinasty Yan (1206-1368) M. (Romy) 
* http://ayen-servicekamera.blogspot.com/

Minggu, September 30, 2012

Ribuan Umat Khonghucu Jambi Sembahyang Tiong Ciu Cue

JAMBI – Sampai sekarang masih banyak tradisi yang dipertahankan masyarakat keturunan Tionghoa yang beragama Khonghucu diseluruh dunia. Salah satu diantaranya yaitu tradisi pesta kue bulan (Tiong Ciu Cue) di bulan purnama yang biasa digelar setiap tanggal 15 bulan delapan Imlek (Pe Gwee Cap Go) dengan mengelar sembahyang kue bulan dan juga tidak ketinggalan pesta kembang api dimalam harinya.
Perayaan Tiong Ciu Cue tahun ini yang jatuh pada tangga 30 September 2012 (Pe Gwee Cap Go Imlek), dirayakan di berbagai negara dan daerah di tanah air Indonesia, termasuk di Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) kelenteng “Hok Kheng Tong”, yang terletak di Jalan Pangeran Diponegoro, Lorong Koni IV, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi.

Selain menyambut perayaan Kue Bulan (Tiong Ciu Phia), Makin Kelenteng Hok Kheng Tong juga melakukan kho khun (sembahyang persembahan) yang dilakukan setiap tahun, “Tiap tahun kita rayakan sembahyang Tiong Ciu Cue sekaligus melakukan kho khun“ ujar pengurus Makin Hok Kheng Tong.

Sehari sebelumnya prosesi akbar perayaan Tiong Ciu Cue dilakukan, terlebih dahulu para pengurus Makin Kelenteng Hok Kheng Tong melakukan sembahyang didepan altar Tien (Tuhan), adapun maksud sebahyang tersebut adalah memberitahu sekaligus memohon ijin kepada sang pencipta alam semesta, bahwa umatnya di bumi hendak merayakan Tiong Ciu Cue dengan menyembahyangi Tai Im Niu Niu (Dewi Bulan) dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban. Prosesi upacara dipimpin langsung Rohaniawan dari Matakin Provinsi Jambi, The Lien Teng.

Menurut Ramli (Lie Tiong Lam) salah satu sesepuh Makin Hok Kheng Tong, harapan kita kedepan semoga Tien (Tuhan) dapat memberikan perlindungan kepada bangsa dan negara, “Kita memohon kepada Tien (Tuhan) agar negara dapat terhindar dari segala bencana, masyarakat bisa melakukan aktifitas sehari dan warga aman sentosa, keluarga harmonis”.

Tampak hadir dalam acara akbar tersebut diantaranya, Ketua MAKIN Sai Che Tien, Darmadi Tekun (The Kien Peng), Ketua MAKIN Hok Sin Tong, Darman Wijaya (Huang Chun Hui), Ketua MAKIN Gi Hong Tong, Alex Suyanto (Oh Giok Cie), Ketua Kelenteng Sam Leng Keng, Rudy Lidra, Ketua Hok Liong Sai, Herman Suprato (Chen He Siang) serta beberapa pengusaha di Jambi.

Legenda Kue Bulan
Kue Bulan (Tiong Ciu Phia) adalah salah satu tradisi dikalangan masyarakat Tionghoa yang masih bertahan, perayaan Kue Bulan (Tiong Ciu Phia) yang dirayakan setiap tanggal lima belas bulan kedelapan Imlek. Tradisi tersebut juga dikenal sebagai Festival Pertengahan Musim Gugur. Masyarakat Tionghoa merayakaan "zhong qiu jie" ketika bulan berada pada puncak kecerahannya disepanjang tahun.  Menurut legenda, Dewi Bulan yang tinggal di istana kaca, keluar untuk menari dibawah bayang-bayangan bulan. Kisahnya berawal ketika pada suatu masa ada sepuluh matahari bersinar bersamaan diatas langit.

Sejarah Kue Bulan atau Tiong Chiu Pia
Perkataan Tiong Chiu berasal dari kata Tiong yang arti tengah dan Chiu berarti musim rontok, jadi boleh dikatakan sebutan Tiong Chiu arti secara harafiah berarti pertengahan musim rontok.

Perayaan sembahyang kue bulan dirayakan setiap tahun tepatnya tanggal 15 bulan delapan kalender Imlek, untuk tahun ini memasuki tahun Imlek ke 2564, yang jatuh pada  tanggal 30 September 2012. Pada hari itulah bulan paling terang sepanjang tahun, karena hari itu jarak bulan dengan bumi dan bentuk kue yang bulat melambangkan terangnya bulan menyinari bumi. (romy)

http://ayojambi.com/
http://makinjambi.com/
http://tradisi-jambi.blogspot.com/
http://multi-nusantara.blogspot.com/
http://komunitas-jambi.blogspot.com/
http://media-fotografers.blogspot.com/
http://makin-jambi.blogspot.com/

MAKIN Leng Chun Keng, Sekali Dayung Dua Tiga Pulau Dilalui

JAMBI – Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN Leng Chun Keng) yang berlokasi di Jalan Pangeran Diponegoro, Lorong Koni II, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi mengadakan sembahyang Tiong Ciu Cui.
Selain menyambut perayaan Kue Bulan (Tiong Ciu Phia), MAKIN Leng Cun Kheng Jambi sekaligus merayakan shejit (ultah) sin beng dan kho khun, untuk menghemat pengeluaran “Tiap tahun kita rayakan sembahyang Tiong Ciu Cui sekaligus merayakan shejit sin beng “ Sun Peng Sing He/ Che Liong Kong” dan kho khun” kata Lim Yong Siang.

Sehari sebelumnya prosesi akbar perayaan Tiong Ciu Cui dilakukan, terlebih dahulu para pengurus kelenteng melakukan sembahyang didepan altar Tien (Tuhan), adapun maksud sebahyang tersebut adalah memberitahu kepada sang pencipta alam semesta, bahwa umatnya hendak merayakan Tiong Ciu Cui dengan menyembahyangi Tai Im Niu Niu (Dewi Bulan) dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban. (romy)

http://ayojambi.com/
http://makinjambi.com/
http://tradisi-jambi.blogspot.com/
http://multi-nusantara.blogspot.com/
http://komunitas-jambi.blogspot.com/
http://media-fotografers.blogspot.com/
http://makin-jambi.blogspot.com/