JAMBI - Masyarakat Peduli Candi Muaro Jambi atau The Society of Muaro Jambi Temple - The Somt) akan terus memperjuangkan agar situs candi Muaro Jambi dapat dikenal dan diakui dunia sekaligus bisa menjadi salah satu warisan budaya dunia. "Sampai sekarang The SOMT terus memperjuangkan candi Muaro Jambi agar bisa dikenal di manca negara melalui berbagai kegiatan dan publikasi serta mengupayakan sampai ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco),' kata salah satu pengurus The SOMT, di Jambi, Rabu.
Masyarakat peduli candi Muaro Jambi sudah melakukan kegiatan pengenalan situs candi tersebut sejak satu tahun lalu melalui program yang sudah disusun dan terencana.
Kemudian juga The SOMT telah menjalani kerjasama dengan pemerintah daerah dan provinsi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat untuk bersama-sama memperjuangkan candi Muaro Jambi tersebut bisa lebih dikenal dunia dan diakui sebagai salah satu warisan dunia.
Berbagai kegiatan yang telah dilakukan, diantaranya salah satu kegiatan menjalin kerjasama dengan pemerintah India, khususnya wilayah Nelanda (India) yang memiliki hampir kesamaan ada prastasi disana tentang ajaran agama Buddha yang juga terdapat dikesamaan pada peninggal situs candi Muaro Jambi tersebut.
Jalinan kerjasama tersebut sudah mulai berjalan dimana kedua belah pihak sudah melalukan saling kunjungan ke negara masing-masing dimana pihak perwakilan pemerintah India sudah berkunjung ke candi Muaro Jambi dan pihak perwakilan The SOMT Bambang Budi Utom ahli Arkeologi ke Nelanda, India beberapa waktu lalu.
Untuk memperkenalkan situs candi Muaro Jambi tersebut, sekilas tentang situs tersebut yakni terletak di Desa Muaro Jambi Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi.
Dikawasan ini terdapat Candi Astano, Candi Tinggi, Candi Gumpung, Candi Kembar Batu, Candi Gedong, Candi Kedato dan Candi Koto Mahligai dan dilihat dari segi arsiteknya, bangunan tersebut merupakan kebudayaan Budhis pada abad ke IV dan V masehi.
Dikompleks candi Muaro Jambi itu juga terdapat Candi Kembar Batu, letaknya sekitar 250 meter di tenggara Candi Tinggi yang dibatasi fisik oleh pagar keliling yang berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran yang tidak sama setiap sisinya dan disana juga pernah ditemukan Gong Cina oleh para arkeolog.
Sampai awal abad ke-21M ini, disitus candi Muaro Jambi telah teridentifikasi kurang lebih 110 bangunan candi yang terdiri dari kurang 39 kelompok candi.
Bangunan candi tersebut adalah peninggalan kerajaan Melayu hingga kerajaan Sriwijaya, yang berlatar belakang kebudayaan Melayu Buddhis dan diperkirakan candi-candi dilokasi situs sejarah candi Muaro Jambi mulai dibangun sejak abad 4M, salah satu diantara kelompok candi tersebut adalah Candi Gumpung. (taem)
http://ayojambi.com/
http://banyurawa.com/
http://www.makinjambi.com/
http://informasi-mediakita.blogspot.com/
http://media-nusantara.blogspot.com/
http://multmedia.multiply.com/
http://tradisi-jambi.blogspot.com/
http://media-fotografers.blogspot.com/
http://komunitas-jambi.blogspot.com/
http://multi-video.blogspot.com/
http://youtube.com/my_videos
http://videoku.tv/Multimedia/
Masyarakat peduli candi Muaro Jambi sudah melakukan kegiatan pengenalan situs candi tersebut sejak satu tahun lalu melalui program yang sudah disusun dan terencana.
Kemudian juga The SOMT telah menjalani kerjasama dengan pemerintah daerah dan provinsi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat untuk bersama-sama memperjuangkan candi Muaro Jambi tersebut bisa lebih dikenal dunia dan diakui sebagai salah satu warisan dunia.Berbagai kegiatan yang telah dilakukan, diantaranya salah satu kegiatan menjalin kerjasama dengan pemerintah India, khususnya wilayah Nelanda (India) yang memiliki hampir kesamaan ada prastasi disana tentang ajaran agama Buddha yang juga terdapat dikesamaan pada peninggal situs candi Muaro Jambi tersebut.
Jalinan kerjasama tersebut sudah mulai berjalan dimana kedua belah pihak sudah melalukan saling kunjungan ke negara masing-masing dimana pihak perwakilan pemerintah India sudah berkunjung ke candi Muaro Jambi dan pihak perwakilan The SOMT Bambang Budi Utom ahli Arkeologi ke Nelanda, India beberapa waktu lalu.
Untuk memperkenalkan situs candi Muaro Jambi tersebut, sekilas tentang situs tersebut yakni terletak di Desa Muaro Jambi Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi.Dikawasan ini terdapat Candi Astano, Candi Tinggi, Candi Gumpung, Candi Kembar Batu, Candi Gedong, Candi Kedato dan Candi Koto Mahligai dan dilihat dari segi arsiteknya, bangunan tersebut merupakan kebudayaan Budhis pada abad ke IV dan V masehi.
Dikompleks candi Muaro Jambi itu juga terdapat Candi Kembar Batu, letaknya sekitar 250 meter di tenggara Candi Tinggi yang dibatasi fisik oleh pagar keliling yang berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran yang tidak sama setiap sisinya dan disana juga pernah ditemukan Gong Cina oleh para arkeolog.
Sampai awal abad ke-21M ini, disitus candi Muaro Jambi telah teridentifikasi kurang lebih 110 bangunan candi yang terdiri dari kurang 39 kelompok candi.
Bangunan candi tersebut adalah peninggalan kerajaan Melayu hingga kerajaan Sriwijaya, yang berlatar belakang kebudayaan Melayu Buddhis dan diperkirakan candi-candi dilokasi situs sejarah candi Muaro Jambi mulai dibangun sejak abad 4M, salah satu diantara kelompok candi tersebut adalah Candi Gumpung. (taem)
http://ayojambi.com/
http://banyurawa.com/
http://www.makinjambi.com/
http://informasi-mediakita.blogspot.com/
http://media-nusantara.blogspot.com/
http://multmedia.multiply.com/
http://tradisi-jambi.blogspot.com/
http://media-fotografers.blogspot.com/
http://komunitas-jambi.blogspot.com/
http://multi-video.blogspot.com/
http://youtube.com/my_videos
http://videoku.tv/Multimedia/