Tampilkan postingan dengan label Sayur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sayur. Tampilkan semua postingan

Jumat, Mei 17, 2013

Jangan jadikan Makanan Ini Sebagai Sayur


Sayuran sangat disarankan untuk pola makan sehat. Namun beberapa sayuran justru tidak disarankan untuk dimakan karena bentuk penyajiannya tidak sehat. Berikut ini beberapa sayuran yang harus dicegah untuk dikonsumsi sehari-hari.

Kentang

Lupakan kentang yang sudah dibuat menjadi keripik karena sudah tidak ada sari patinya, sayuran ini tidak memiliki nutrisi yang baik bagi tubuh. Jika memang terpaksa makan keripik kentang, lebih baik bikin sendiri akan lebih bersih dan sehat dan tentunya bebas pengawet,

Sayuran beku

Ini tentunya mengandung bahan pengawet.

Jagung
Jagung bukanlah sayuran tapi biji-bijian itu. Jadi lebih baik jagung dihindari sebagai sayuran.

Sup sayuran kaleng
Ini memang memudahkan untuk memasak, tapi banyak kejahatan tersembunyi seperti kadar tinggi akan natrium, sup juga mengandung madu, gula dan pemanis lainnya yaitu sebanyak 15g gula per setengah cangkir porsi!

http://isidunia.blogspot.com/2013/05/jangan-jadikan-makanan-ini-sebagai-sayur.html
*Manfaatkan Waktu dan Kesempatan Untuk Belajar

Sabtu, Mei 14, 2011

Harga Tomat Anjlok

KERINCI, Jambi – Nasib para petani di Kabupaten Kerinci, Jambi kini kian terpuruk, pasalnya, hasil panen buah-buahan dan sayura yang dihasilkan kini tidak bisa lagi diharapkan untuk kebutuhan hidup, karena harganya anjlok.
Seperti di Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, Jambi, para petani Tomat membiarkan tomat-tomat mereka membusuk, karena tidak laku dipasarkan.

Akibat jeleknya Infrastuktur jalan dari dan menuju desa penghasil buah dan sayuran menjadi alasan para pengumpul enggan datang untuk membeli hasil panen petani yang melimpah.

Harga jual tomat tidak seimbang dengan harga pembelian pupuk yang melambung tinggi, kisaran harga tomat perkilo Rp. 300.

Pada hal dulu, harga jual tomat dari desa ini sangat baik, perkilo bisa di jual sekitar Rp. 3.000. rata-rata petani bisa meraup 5 juta perbulan, namun kini petani hanya bisa mendapatkan 2 juta rupiah saja.

Untuk mengatasi kerugian lebih parah, para petani hanya memanen seadanya dan menjual sendiri ke pasar-pasar tradisional terdekat. Sedangkan puluhan ton tomat lainnya dibiarkan membusuk atau dibuang dipinggir jalan. (tim)