Tampilkan postingan dengan label Petani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Petani. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Mei 14, 2011

Harga Tomat Anjlok

KERINCI, Jambi – Nasib para petani di Kabupaten Kerinci, Jambi kini kian terpuruk, pasalnya, hasil panen buah-buahan dan sayura yang dihasilkan kini tidak bisa lagi diharapkan untuk kebutuhan hidup, karena harganya anjlok.
Seperti di Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, Jambi, para petani Tomat membiarkan tomat-tomat mereka membusuk, karena tidak laku dipasarkan.

Akibat jeleknya Infrastuktur jalan dari dan menuju desa penghasil buah dan sayuran menjadi alasan para pengumpul enggan datang untuk membeli hasil panen petani yang melimpah.

Harga jual tomat tidak seimbang dengan harga pembelian pupuk yang melambung tinggi, kisaran harga tomat perkilo Rp. 300.

Pada hal dulu, harga jual tomat dari desa ini sangat baik, perkilo bisa di jual sekitar Rp. 3.000. rata-rata petani bisa meraup 5 juta perbulan, namun kini petani hanya bisa mendapatkan 2 juta rupiah saja.

Untuk mengatasi kerugian lebih parah, para petani hanya memanen seadanya dan menjual sendiri ke pasar-pasar tradisional terdekat. Sedangkan puluhan ton tomat lainnya dibiarkan membusuk atau dibuang dipinggir jalan. (tim)

Sabtu, Januari 15, 2011

Enam Petani Sawit Ditembak

JAMBI, KOMPAS.com- Enam petani plasma tertembak aparat dan tujuh lainnya ditahan saat memanen sawit di kebun plasma yang bermitra dengan PT Kresna Duta Abadi di Desa Karang Mendapo, Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun, Jambi, Sabtu (15/1/2011) pagi tadi.
Berdasarkan informasi, situasi di kawasan tersebut memanas sejak satu pekan terakhir. Petani yang memanen sawit, dicegat aparat kepolisian. Buah sawit mereka kemudian disita.

Sabtu (15/1/2011) pagi tadi sekitar pukul 10.00, sejumlah petani yang tengah memanen sawit kembali dihadang aparat Brimob Polda Jambi. Ketika hendak melakukan perlawanan, aparat melepaskan tembakan, dan mengenai enam petani. para petani langsung dilarikan ke Kota Jambi untuk memperoleh pengobatan.

Sedangkan tujuh lainnya ditahan aparat. "Kami sangat kecewa, kenapa para petani yang tengah memanen sawit di lahannya sendiri, malah ditembaki aparat," tutur Rusdi Karmen, Kepala Desa Karang Mendapo.

http://regional.kompas.com/read/2011/01/15/14565550/