Tampilkan postingan dengan label Pexi Jambi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pexi Jambi. Tampilkan semua postingan

Selasa, Desember 20, 2016

印尼队参加大马雪兰莪州象棋比赛


 
 
 
印度尼西亚象棋队参加12月初在马来西亚雪州 Klang Histana 酒店举行的象棋比赛。

  印度尼西亚象棋队包括来自邦加勿里洞伊宛(Iwan Setiawan)和占碑的爱力克(Eric Rudy),其中伊宛,在参加2009年在中国邢台举办的非华人组象棋比赛中夺得冠军,2011年雅加达象棋比赛获得季军和在2015年在德国慕尼黑举办的象棋比赛荣获亚军。

  参加这次比赛的代表队有中国、中华台北、新加坡、印度尼西亚及马来西亚象棋协会。
  雪州象棋总会主席黄才斌表示,感到很高兴能在雪州Klang举行象棋比赛,希望大家通过互相切磋棋艺,提高水平,友谊第一,比赛第二,胜者不骄,败者不馁。

  印度尼西亚象棋协会李敏勇主席说,希望我国象棋借着这平台,好好磨练自己,胜败无所谓,最要紧是积累经验,以备明年再菲律宾举行的世界象棋锦标赛,能取得好成绩,为国争光。
  (Romy)

http://www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20161220/299276.shtml
* https://www.facebook.com/makinjambi

Rabu, September 28, 2016

第十四届全国象棋锦标赛在巴厘圆满举行

 
 
9月20-23日,在巴厘举行的第十四届全国象棋锦标赛,由印尼象棋总会(简称PEXI)秘书李俊憑代表印尼象棋总会总主席李敏勇主持闭幕礼。
  在开幕礼时 巴厘省长助理Anak Agung Gede Riye读出省长sa I Made Mangku Pastika.书面致词表示,朋加诺曾说过,通过体育活动可塑造国民人物形象。他希望我国民通过体育能成为身心健康,品德修养的良好公民。
  中国驻巴厘总领事胡银全致词表示,希望印尼象棋总会(Pexi)能继续举行比赛,以发掘更多的新棋手,不断培育新的年轻一代。
  李敏勇致词表示,希望各地象棋分会,大家同舟共济,在国际象棋锦标赛中为我国争光。他说,PEXI也尽量争取为我国体委(KONI)会员。比赛分为团体组、个人组、妇女组和高级组。在经过紧张的角逐后,结果妇女组由占碑省象棋队女棋手郑爱娜(Cynthia Novela Sari)荣获冠军,亚军是Tri Nurdiyanti(友族), 季军是 Devi Noviantari(巴厘)。
  这次参赛的队伍有11个省,包括:巴厘、万登、邦加勿里洞、西爪、楠榜、中爪、西加、北加、东加、廖岛省、苏北。结果:
  团队冠军是东爪队,亚军是南加里曼丹,季军是苏北。
  个人赛冠军游聪明(译音)东爪(Jatim), 2.维镰(Wili-iam)东爪, 3.陈登鹏(译音)苏北(Sumut)。
  高级组:冠军Erwin Alexander 苏北(Sumut), 2. 亚军Rendi Nur Alam西爪,3. JarrelMarved Sunjaya(西爪)。下届全国象棋锦标赛将在中爪哇举行。
  各冠军者将代表我国参加11月在马来西亚古晋举行的象棋锦标赛。

  占碑省象棋协会主席李清和表示,占碑省象棋协会就派出了4位棋手参加,这次代表省级队伍参赛,由占碑多位华社贤达热心赞助,使我们能顺利成行,参加在巴厘举行的第十四届全国象棋锦标赛,而且荣获冠军和亚军,为占碑省争光。
本报记者明光/Romy报道摄影

http://www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20160928/286265.shtml* www.ayojambi.com/

Selasa, Agustus 04, 2015

巴厘省象棋总会理事就职礼隆重圆满举行

【本报讯】巴厘省象棋总会理事,于2015年7月26日在巴里古达哈利斯大旅店隆重举行。   印尼象棋总会秘书李俊品代表总会授受权书及锦旗予新任主席翁青海。   

在进行一系列的就职礼仪式后,新任主席翁春海致词表示,他将把象棋在巴厘岛普及化,把象棋深入到学校去。从小学开始至到中学部,使学生们有着正当的爱好这有益于身心的活动,象棋可锻练开发脑力、训练思考、培养逻辑观念,以及人格养成的媒介。   

本报记者明光报道/romy供图
http://www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20150804/230037.shtml

Minggu, April 20, 2014

Pemain Senior Dihajar Pemain Junior

Jambi, ayojambi.com – Selama sepekan para pecatur Xiangqi (Catur Gajah) junior menghantam oleh pemain-pemain Xiangqi senior dalam event Open Turnamen Xiangqi 2014 di Kelenteng Makin Leng Chun Keng, Jalan Koni 1, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi dari tanggal 14 hingga 18 April 2014.
Pemain senior tidak mampu menahan serangan demi serangan pemain muda Jambi, seperti Ricky mengandaskan (KO) Akay pada babak pertama, TONNY HU di babak ke tiga, YANTO di babak ke lima, sedangkan Tri Nurdiyanti mengalahkan ANG CHONG SIE pada babak ke tiga dan mengalahkan TONNY HU di babak ke lima, disamping itu Eric Rudi mengalahkan pemain handal lainnya seperti TONNY HU pada babak ke empat,selanjutnya mengkandaskan ANG CHONG SIE. 

Tidak disangka perkembangan permainan junior begitu cepat hingga mampu meredam pemain kawakan Jambi disamping itu dewi fortuna sedang menghampiri pemain muda Jambi.

Ujar beberapa mantan ketua Percasi Jambi, Drs, Asnawi AB, mengatakan, pemain Xiangqi tingkat junior Jambi telah menunjukan prestasi yang luar biasa dalam event Open Turnamen Xiangqi 2014 di Kelenteng Makin Leng Chun Keng, siapa sangka mereka (pemain junior Xiangqi) mampu mengalahkan beberapa pemain kawakan.

"Mereka sangat hebat, pada pertandingan ini mereka bisa mengalahkan pemain senior, mudah-mudahan ke depan pemain muda Jambi bisa mengharumkan nama Provinsi Jambi” imbuh Asnawi AB. (Romy) 
* www.ayojambi.com/

Kamis, April 17, 2014

Pengprov Pexi Jambi Gelar Open Turnamen

JAMBI – Pengurus (Lihat foto: Provinsi Persatuan Xiangqi Indonesia (Pengprov Pexi) Jambi) mengelar Open Turnamen 2014 di Kelenteng (Lihat foto: Makin Leng Chun Keng), Jalan Koni 1, Rt. 2, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi.  Pertandingan Xiangqi (Catur Gajah) berbagai ajang uji coba pemain-pemain Junior Jambi.
Pasalnya sejak pengalihan Ketua Umum PB Pexi Pusat tahun 2013 hingga kini Atlit Xiangqi (Catur Gajah) Jambi belum ada kegiatan pertandingan baik ditingkat daerah maupun nasional, apa lagi tingkat asian yang sempaty dibatalkan oleh mantan Ketua Umum PB Pexi Taher Ferdian, maka Darman Wijaya dan Mulyadi selaku ketua Pengprov Pexi Jambi memandang perlu adakan silulasi antar pemain junior dengan pemain senior Jambi.

“Anak-anak perlu lakukan latihan agar setiap waktu bisa diturunkan dikanca nasional maupun internasional” Pengprov Pexi Jambi berkeyakinan bahwa PB Pexi dibawa naunangan Anton Gozalie, S. Kom akan semakin baik, hingga kedepan Xiangqi Indonesia semakin maju setarap dengan pemain luar negeri. Ujar Mulyadi.

Sesuai dengan program kerja Pengprov PEXI Jambi, bahwa mereka (atlit) yang berprestasi dalam Kejurda Xiangqi akan di dikirim untuk mewakili Jambi dalam ajang kejuaraan nasional maupun internasional. (Romy)* www.ayojambi.com/

Kamis, Juli 11, 2013

Anton Gozali Memimpin PB PEXI Lima Tahun Kedepan

Jakarta - Musyawara Nasional (Munas) Persatuan Xiangqi Indonesia yang di singkat PEXI kembali di gelar oleh tim furmatur Munas Pexi tahun 2009 pada hari Minggu (7/7) pagi, seharusnya Munas Pexi dilaksanakan 5 Juli 2013 di Hotel Sanno Jalan Pluit Raya Selatan, Jakarta, Munas sempat memanas, karena PB PEXI yang demisioner tetap memaksa Munas mesti di tunda Oktober mendatang dengan alasan PB Pexi belum siap.
Namun beberapa Pengprov Pexi keberatan, lantaran Pengprov beranggapan bahwa PB PEXI telah melanggar amanah AD/ ART PEXI, selain itu, tidak jelas susunan pengurus PEXI pusat. Kata Iwan Setiawan dengan keras, sejak kapan Pexi Pusat di serah terima dari ketua umum lama Bunyanto Eka Chendana kepada Tahir Ferdian, dan PB PEXI mesti dilantik, "Mana ada susunan pengurus Pexi Pusat dan serah terima kepengurusan juga tidak ada." ujar Iwan dari Pengprov Pexi Babel.

Selain itu tangapan Pengprov Pexi Jambi menyatakan, bahwa PB PEXI tidak memiliki sumber daya manusia (SDM) yang handal dan ketidak becusnya panitia pelaksana, karena pra senior Jambi tidak bisa turun bertanding, sedangkan beberapa daerah yang belum terbentuk Pexi, pemainnya adalah warga Jakarta, bahkan ada China yang bekerja di Jakarta bisa ikut bertanding, "Ini Kejurnas Xiangqi apa Open Turnamen" kata sekretari Pengprov Pexi Jambi, Romy, sehingga Pengprov Pexi Jambi dan Babel Walk Out.

Dengan rencana mundurnya Munas Pexi, mengundang reaksi keras dari tim formatur yang dipandang sebelah mata oleh pengurus PB PEXI versi Tahir Ferdian, kata ketua tim formatur Munas Pexi 2009 di Hotel Batavia, "PB Pexi dipilih oleh pengprov Pexi melalui tim formatur dari beberapa Pengprov, maka pengurus Pexi Pusat mesti laksanakan amanah berdasarkan AD/ART." kata Anton Gozali, S. Kom.

Akhirnya Taher Ferdian mengundurkan diri dari calon Ketua Umum, selanjutnya tim furmatur menyatakan Anton Gozali sebagai Ketua Umum PB Pexi untuk lima tahun kedepan. (Romy)

Jambi Berjaya Dalam Kejurnas Xiangqi Di Jakarta

JAKARTA - Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Xiangqi ke-12 Tahun 2013 resmi dibuka oleh Tahir Ferdian selaku Ketua Umum (Demisioner) Persatuan Xiangqi Indonesia (PEXI) di restoran Raja Kuring, Jakarta, Kamis (4/7) lalu, acara diawali defile perwakilan peserta dari masing-masing pengprov Pexi.
Kejuaraan Nasional Xiangqi ke 12 yg dilaksanakan di hotel Sanno Jakarta dr tgl 4-8 Juli 2013 resmi dibuka Kamis (4/7) malam di Restoran Raja Kuring, seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu panitia terkesan asal-asalan hingga satu pemain pra senior dari Jambi Eric Rudy tidak bisa bermain/tanding, bukan hanya pemain Jambi yang merasa dirugikan, namun beberapa daerah juga mengalami nasib yang sama.

Pertandingan Kejuaraan Nasional Xiangqi dihelat di lantai IX Ballroom Hotel Sanno, Jakarta Utara, dimulai hari Jumat (5/7) dengan jenis-jenis pertandingan diantaranya beregu (antar pengprov), perorangan putra, perorangan putri, dan perorangan junior putra U-18.

Seyogyanya pertandingan Xiangqi adalah Kejuaraan Nasional Persatuan Xiangqi Indonesia (Kejurnas Xiangqi) adalah agenda tahun Pexi, namun adanya pemain asing dari China, maka tidak bisa disebut Kejurnas Xiangqi dan PB Pexi tidak memiliki data basemen. Ujar Iwan Setiawan dari Babel "Kejurnas Xiangqi adalah pertandingan antar provinsi, mana bisa ada pemain asing (cina)." hal senada juga disampaikan Cokra Sait dari Riau "peserta open turnamen ini tidak murni dari daerah" tambah Iwan boleh pemain asing ikut bertanding, tapi bukan lagi dengan sebutan Kejurnas Xiangqi, melainkan Open Turnamen Xiangqi, Open Turnamen dibagi dalam tiga kategori, diantaranya kategori senior 50 peserta, kategori wanita 11 peserta dan kategori junior putra 8 peserta. peserta terdiri dari Jatim, Jambi, Jabar, DKI, Sumut, Kalbar, Riau, Banten, Bali, Kaltim, Aceh, ada beberapa daerah yang belum terbentuk dimainkan tuan rumah bahkan ada pemain china sementara untuk Sumsel, Lampung dan Jateng tahun ini absen.

Untuk peringkat pertama wanita Tri Nurdiyanti dari Jambi disusul peringkat kedua Dian dari DKI, peringkat ketiga Marieta Charistabel Carola dari Jabar, dan peringkat keempat Cynthia Novela Sari dari Jambi. Sedangkan peringkat junior putra U-18 adalah pringkat kesatu Rendi Nuralam dari Jabar, peringkat kedua Ricky Chandra Johanes dari Jambi, peringkat ketiga Yolanda Arga Pratama dari Jambi dan pringkat keempat Adisaputra dari Sumut. (Romy)

Jumat, Juni 14, 2013

Mancari Hadiah Dalam Permainan Xiangqi (Catur Gajah)

Xiangqi atau Catur Gajah, umumnya disukai kalangan masyarakat tionghoa sebagai sumber mencari hadiah maupun dijadikan mainan taruhan makan dan lain sebagainya, bila kita telusuri di warung-warung kopi banyak kita temukan warga tionghoa yang tengah memainkan buah bulat yang bertulisan aksara mandarin.
Dalam waktu dekat Pexi DKI akan menyelenggarakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Xiangqi ke-12, Kejurnas tersebut akan dihadiri Pengprov Pexi yang terdaftar di PB Pexi, namun sangat disayangi muncul Pengprov Pexi yang tidak jelas ujung pangkalnya, bahkan di daerah tersebut sama sekali belum terbentuk Pengprov Pexi, maka hal tersebut menjadi tanda tanya apa tujuan dari Kejurnas, karena Kejurnas Xiangqi adalah untuk mengembangkan para pemain Xiangqi di kalangan pemain Pengprov Pexi yang resmi terdaftar.

Ujar Pemain Babel, Iwan Setiawan dan Sekeretaris Pengpro PEXI Jateng, Tina Suryani, SH. MH, Permainan Xiangqi merupakan agenda tahunan Persatuan Xiangqi Indonesia (PEXI) untuk mencari bibit muda dari tingkat daerah, namun sangat disayangi bahwa kini event tersebut telah disalahgunakan oleh para penyelenggara, dengan berbagai cara para penyelenggara memasukan pemain sendiri atas nama daerah-daerah yang belum terbentuknya Pengprov PEXI, seperti Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, NTB, Sulawesi Selatan dan Aceh dan tidak tanggung-tanggung memasukan warga asing yang bekerja di Indonesia sebagai pemain penyelenggara, “Ini telah merusak fungsi dan tujuan dari sebuah event nasional.” Ujar Iwan dan Tina Suryani dalam pesan singkat (SMS).

Sebenarnya Pengurus PB PEXI telah Definisi 'demisioner' bulan Maret 2013 lalu dan sudah dilakukan Musyawarah Nasional (MUNAS) 9 Maret 2013 untuk mencari ketua umum yang baru dan berbobot dalam memimpin organisasi olah raga asah otak, dari pada pengurus PB PEXI 2009-2013 yang sangat memperhatinkan adalah carut marutnya administrasi dalam organisasi Xiangqi (catur gajah).

Permainan ini merupakan hasil pengembangan dari sejenis permainan catur yang berasal dari Asia Tengah, yang telah berusia lebih dari dua ribu lima ratus tahun, dan dalam penyebarannya ke barat sampai ke daratan Eropa yang dibawa oleh Khalifah Harun Al’rasyid dan ke utara sampai ke daratan Tiongkok dibawa oleh para musafir/ saudagar-saudagar kaya, dikedua wilayah itu masing-masing mengalami perobahan fundamental dan modifikasi bentuk, di Eropa merupa catur biasa sedangkan di Tiongkok berupa Xiangqi.

Ditanah air kita ini, jenis permainan Xiangqi tersebut usianya sama tuanya dengan usianya arus kedatangan (migrasi) warga keturunan Tionghoa ke Nusantara pada Abad ke XIV. Untuk kedepan pemain Xiangqi sudah harus ada regenerasi seperti negara lain diantaranya, Malaysia, Singapura, Vietnam, Jepang yang lebih banyak menurunkan pemain muda dari pada Indonesia yang rata-rata pemainnya usia diatas 45 tahun, sangat disayangi pemain Indonesia tidak menyadari bahwa usia dan kemampuan mereka jauh sekali dibanding negera lain.

Saat ini Pengprov Pexi yang terdaftar dimasa kepemimpinan Bunyanto Eka Cendana adalah 1. Medan (Sumut), 2. DKI Jakarta, 3. Bandung (Jabar), 4. Surabaya (Jatim), 5. Bangka Belitung (Babel), 6. Bali, 7. Pekanbaru (Kepri Riau), 8. Palembang (Sumsel), 9. Jambi, 10. Lampung, 11. Kalimantan Barat, 12. Banten dan Batam baru sebatas sebagai peninjau. (Romy)
* Kamera Rusak Datang Saja Ke AYEN Service Kamera

Selasa, Juni 11, 2013

Pecatur Gajah Jambi Ikuti Kejurnas Di Jakarta

JAMBI, ayojambi.com – Kecintaan ketua Pengprov Pexi Jambi “印尼占碑省象棋恊会” Darman Wijaya/ Ng Tjun Hue (黄春回主席) terhadap Xiangqi di Jambi, maka Pengprov Pexi Jambi mempersiapkan para pecatur gajah Jambi untuk mengikuti Kejuaraan Xiangqi di Jakarta bulan depan, pada hal perkumpulan Xiangqi Jambi nyaris bubar akibat ketidak piawainya PB Pexi yang tidak mampu menjadi pengayon olah raga asah otak catur gajah.
Saat ini Pengprov Pexi Jambi tengah melakukan seleksi para pemain Junior putra-putri untuk di kirim ke tingkat nasional, adapun pemain yang ikut seleksi dari SD/ SMP Bina Kasih Jambi, Vihara Amrta Jambi, Mahasiswi Unja dan Karyawan Central Com Jambi.

Sungguh sangat memperhatinkan carut marutnya administrasi dalam organisasi Xiangqi (catur gajah) membuat seluruh Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Xiangqi Indonesia menjadi perhatian utama para pencatur gajah (xiangqi), pasalnya arah dan tujuan olah raga asah otak dari negara tirai bambu yang dikenal dengan nama Xiangqi sudah tidak terarah bahkan sejak terpilihnya ketua umum masa bakti 2009-2013 tidak ada serah terima jabatan dari ketua umum lama dan juga tidak dilakukan acara pelantikan. Yang sangat mengherankan PB Pexi tidak memiliki administrasi seperti organisasi umumnya, bahwa tidak pernah melihat kop surat maupun stempel organisasi.

Hal ini disampaikan beberapa Pengprov melalui telephon genggam. Kita tahu bahwa permainan asah otak yang bernama Xiangqi (Catur Gajah) sudah ada di Tanah Air Indonesia telah sejak puluhan tahun silam, pada tahun 2001 terbentuklah Perkumpulan Xiangqi Indonesia yang diberi nama PEXI, saat itu di komando oleh Brigjen (pur) Tedy Yusuf dan Bunyanto Eka Cendana selaku ketua harian PB Pexi, dalam kurun waktu singkat, Pexi telah benyebar dibeberapa daerah bahkan setiap tahun dilakukan pertandingan-pertandingan antar provinsi sebagai bentuk pemersatukan bangsa tanpa membedakan suku, agama dan ras.

Sejak tahun 2004, atas inisiatif Anton Gozali. S. Kom yang kala itu sebagai anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung dan juga sebagai seorang pengusaha yang banyak memberikan kontributor terhadap perkembangan Xiangqi (catur gajah) di tanah air Indonesia, dengan harapan agara Xiangqi bisa menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Ternyata hingga kini belum terwujud PB Pexi jadi anggota KONI, pada hal Pexi telah menapatkan lampu hijau dari Ketua KONI.

Tampaknya untuk menuju kesana masih sangat jauh dari harapan ujar sekretaris Pengprov Pexi Jawa Tangah Tina Suryani, SH. MH, yang diamini seluruh Pengprov Pexi Indonesia, pasalnya, sejak ketua umum terpilih dari Munas Pexi 9 Maret 2009 di Hotel Batavia Jakarta tidak memberikan kemajuan yang sangat diharapan pencinta Xiangqi Indonesia, bahkan dianggap PB Pexi masa bakti 2009-2013 gagal total dalam pembinaan Xiangqi di Indonesia dan dalam jadwal Munas hanya dijadwalkan dua jam, apakah ada itu cukup untuk membahas laporan pertanggungjawaban  Ketua Umum PB Pexi.? Membentuk tim formatur untuk memilih Ketua Umum PB Pexi yang baru 2013-2016 serta belum membahas masalah program Xiangqi kedepan, seperti program Xiangqi masuk sekolah dan regenerasi atlit.

Ujar Tina Suryani “Sebagaimana diketahui, bahwa setiap daerah yang akan menyelenggarakan Kejurnas Xiangqi dan Musyarawah Kerja Pexi selalu ada SK dari PB Pexi,” ini tidak ada SK PB Pexi, pertama Kejurnas di Sumut dan kali ini Kejurnas di Jakarta, ini bukan Kejurnas melainkan Open Turnamen Pexi DKI. Kata Tina Suryani.

Sebenarnya kepengurusan PB Pexi 2009-2013 ini tidaklah sah, karena tidak adanya serah terima jabatan dari pengurus lama Bunyanto Eka Cendana dan kepengurus PB Pexi juga tidak melibatkan Pengprov, serta tidak pernah dilantik oleh pejabat yang berwenang melalui tim formatur berdasarkan Anggaran Dasar (AD) dan Anggran Rumah Tangga (ART). (Romy)
* Kamera Rusak Datang Saja Ke AYEN Service Kamera

Jumat, Maret 22, 2013

Xiangqi Indonesia Diambang Kehancuran

JAMBI, ayojambi.com - Kita tahu bahwa permainan asah otak yang bernama Xiangqi (Catur Gajah) sudah ada di Tanah Air Indonesia telah sejak puluhan tahun silam, pada tahun 2001 terbentuklah Perkumpulan Xiangqi Indonesia yang diberi nama PEXI, saat itu di komando oleh Brigjen (pur) Tedy Yusuf dan Bunyanto Eka Cendana selaku ketua harian PB Pexi, dalam kurun waktu singkat, Pexi telah benyebar dibeberapa daerah bahkan setiap tahun dilakukan pertandingan-pertandingan antar provinsi sebagai bentuk pemersatukan bangsa tanpa membedakan suku, agama dan ras.
Sejak tahun 2004, atas inisiatif Anton Gozali. S. Kom yang kala itu sebagai anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung dan juga sebagai seorang pengusaha yang banyak memberikan kontributor terhadap perkembangan Xiangqi (Catur Gajah) di tanah air Indonesia, dengan harapan agara Xiangqi bisa menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Tampaknya untuk menuju kesana masih sangat jauh dari harapan Pengprov Pexi seluruh Indonesia, pasalnya, sejak ketua umum terpilih dari Munas Pexi, yang dilakukan 9 Maret 2009 di Hotel Batavia Jakarta tidak memberikan kemajuan yang sangat diharapan pencinta Xiangqi Indonesia, bahkan dianggap PB Pexi masa bakti 2009-2013 gagal total dalam pembinaan Xiangqi di Indonesia.

Sebenarnya kepengurusan PB Pexi 2009-2013 ini tidaklah sah, karena tidak adanya serah terima jabatan dari pengurus lama Bunyanto Eka Cendana dan kepengurus PB Pexi juga tidak melibatkan Pengprov, serta tidak pernah dilantik oleh pejabat yang berwenang melalui tim formatur.

Didalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggran Rumah Tangga (ART) PEXI setiap bulan Agustus atau September selalu diadakan pentandingan-pertandingan antar daerah untuk memperebutkan Tropi Kemerdekaan, namun sejak kepengurusan PB Pexi 2009-2013 hanya tiga kali lakukan pertandingan antar daerah yang terakhir kali dilakukan di Sumut.

Menurut para pengurus Pengprov Pexi yang dihubungi reporter ayojambi.com via telepon selular diantaranya dari Bangka Belitung, Sumsel (Palembang), Jabar (Bandung), Jateng (Semarang), Jatim (Surabaya), Riau (Pakan Baru), Bali, Jambi, Banten (dari 11 pengprov) menyatakan PB Pexi gagal dalam pembinaan Xiangqi di Indonesia, mereka terkesan Xiangqi Indonesia (Catur Gajah) akan dibawa kemana, semestinya PB Pexi sudah melakukan Munas bulam Maret ini.

Kata Sekretaris Pengprov Pexi Jateng, Tina Suryani, Pengurus PB sejak Ketum terpilih 2009 belum pernah undang perwakilan Pengprov masing-masing untuk menghadiri pelantikan, sehingga kami tidak pernah mengetahui siapa saja yang duduk di pengurus PB PEXI. Saya pernah sampaikan waktu rakernas, kapan adakan pelantikan, mengapa tidak mengundang Pengprov ? Kemudian SK nya di kirim ke daerah2 sebagai laporan kegiatan PB hasil tiap rakernas, tetapi sejak almarhum Lala meninggal dunia, administrasi juga tidak ada dan laporan sekretariat PB PEXI juga tidak pernah ada lagi.

Tina Suryani menambahkan, “Kita harapkan agar mantan sesepuh Pexi seperti Bunyanto Eka Cendana, Anton Gozali mau kembali membina Xiangqi Indonesia” imbuhnya Tina.

Sedangkan dari sekretaris Pengprov Pexi Babel Iwan Setiawan dan sekretaris Pengprov Pexi Jabar Akhiun, mengatakan sudah waktunya lakukan Munas Pexi, jika pengurus PB Pexi 2009-2013 tidak mau lakukan Munas kita lakukan sendiri sekaligus adakan Kejurnas Xiangqi yang sempat terbengkalai dan tambah Iwan, Xiangqi Indonesia bukan milik pribadi atau golongan, melainkan Xiangqi Indonesia milik akses daerah-daerah.

“Masih ada harapankah Xiangqi Indonesia kembali seperti semula.?”  (Romy) 

Jumat, Oktober 19, 2012

Pencatur Wanita Jambi, Memperkuat Tim Xiangqi Indonesia Ke Pilipina

JAMBI – Satu-satunya pemain Xiangqi/catur gajah wanita dari Persatuan Xiangqi Indonesia (PEXI) Provinsi Jambi, memperkuat tim Indonesia belaga di Kejuaraan Asia ke-17 di Pilipina (manila), Cynthia Novera Sari (16) salah satu dari lima utusan PB PEXI yang akan diturunkan di kategori wanita, Cynthia (panggilan sehari) adalah pemain nasional Xiangqi (catur gajah) peringkat keempat Kejurnas di Sumut (medan) tahun 2011.
Kali ini Cynthia berangkat dari Jambi di dampingi Darman Wijaya selaku Ketua Pengprov PEXI Jambi dengan pesawat Garuda, selanjutnya Cynthia bergabung dengan tim Indonesia di bandara internasional Soekarno Hatta.

Menjelang keberangkatan, Cynthia menjalani pelatihan khusus dari pemain senior, selain itu Cynthia juga mendapatkan dukungan moral dari pihak Sekolahnya SMK Unggul Sakti.

Menurut ketua harian Pexi Jambi, Mulyadi, yang penting Cynthia dapat menjaga nama baik Indonesia dan memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari pengalaman, “Ini adalah kali pertama Cynthia mengikuti event tingkat Asia,” tambah Mulyadi tahun lalu Pexi Jambi juga mengikutkan Tri Nurdiyanti ke tingkat Asian di Macao.”

Namun sangat disayangi oleh sekretaris Pexi Jambi, bahwa PB-Pexi kurang memperhatikan kegiatan-kegiatan di tanah air, pasalnya dari tahun 2009-2013 Kejuaraan Xiangqi Tingkat Nasional hanya dilakukan dua kali, berdasarkan AD/ ATR Kejurnas  harus dilakukan setiap tahun bulan Agustus, tujuan adalah untuk mencari bibit-bibit baru.

“Kita sangat menyayangi selama kepengurus PB Pexi tahun 2009-2013 hanya dilaksanakan Kejurnas dua kali, yaitu di Jakarta tahun 2010 dan di Sumut (medan) 2011.”

Xiangqi (Catur Gajah) kini telah berkembang pesat disekolah-sekolahan sebagai salah satu mata pelajaran extra kurikuler, tidak saja dari dikalangan anak-anak Tionghoa melainkan juga digemari warga non Tionghoa.

Banyak yang beranggapan bahwa olahraga catur adalah olahraga bagi orang yang malas tapi memeras otak. Kenapa demikian? Karena orang yang bermain catur hanya duduk berjam-jam memandangi bidaknya. Dan jika kita membicarakan catur, sebenarnya olahraga ini ada beberapa macam. Mungkin selama ini kita hanya mengenal catur seperti itu. Tapi sesungguhnya ada lagi yang lain seperti misalnya Catur Gajah atau bahasa Mandarinnya Xiangqi.

Berbicara mengenai Xiangqi, ternyata catur ini mempunyai kemiripan dengan olahraga catur biasa. Ada buah bidaknya, papannya dan peralatan yang digunakan pun sama. Mungkin yang membedakan hanya bidak, warna anak dan papan catur. Kalau catur biasa warna anak catur (Qizi) hanya putih dan hitam, sementara Xiangqi terdiri dari biru dan merah. Sementara papan catur biasa terdiri dari kotak-kotak yang berwarna putih hitam, Xiangqi putih polos. Di Xiangqi, papan caturnya dibagi dua bagian dimana dibatasi oleh sungai yang diberi nama Zhu He Han Cie.

Kalau di catur biasa kita mengenal pembukaan Cicilia atau yang lainnya, sementara Xiangqi tidak ada. Dalam menjalankan buah bidaknya, di Xiangqi tidak boleh sembarangan karena sudah ada aturannya. Yang terpenting adalah adanya meriam yang bisa membom buah bidak lawan asalkan di depannya ada bidak yang menghalangi. Demikian sedikit gambaran Xiangqi. (Romy)

Sabtu, Desember 10, 2011

Jenazah Christopher Dimakamkan

VIVAnews - Jenazah Christopher Melky Tanujaya, 16, pagi tadi sekitar pukul 08.30 WIB dibawa ke pemakaman Sandiego Hills, Karawang, Jawa Barat, untuk dimakamkan.

Puluhan mobil dan beberapa bus, mengantar jasad pelajar berprestasi yang mendapat beasiswa untuk mengenyam pendidikan di Saint Josep, Singapura.
Sebelum diberangkatkan, keluarga melakukan kebaktian untuk melepas kepergian remaja pria yang beberapa kali mejuarai olimpiade sains ini.

Kedua orang tua korban, Stephanus Hans Tanujaya dan Norma Susilowati, nampak tegar berada di sisi jenazah.

Walau sedang berduka mereka tetap ramah berada di tengah-tengah sanak keluarga, dan teman-teman Christopher yang hadir dalam ritual keberangkatan jenazah.

Stevanus Hans Tanujaya, mengucapkan terima kasih kepada aparat kepolisian yang telah bekerja keras dan berhasil menangkap pembunuh putranya.

Keluarga, kata Stevanus, sudah pasrah dan menyerahkan sepenuhnya kepada Yang Maha Kuasa.

"Kalau memang betul itu pelakunya, saya ucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian. Kami mohon diusut lebih jauh, siapa tahu masih ada yang lainnya," ujar dia.

Keluarga sudah memaafkan pelaku, namun untuk proses hukum menyerahkan seluruhya kepada polisi.

Saat ini pelaku ditahan di Polres Jakarta Utara berikut barang bukti berupa pakaian Christopher saat kejadian, dan sebilah pisau dapur yang diduga digunakan pelaku untuk menusuk.

Dia dijerat dengan pasal 365 ayat 2 dan 3 KUHP tentang percobaan perampokan, dengan ancaman 7 tahun penjara, dan pasal 351 ayat 1 KUHP tentang penganiayaan yang menyebakan orang meninggal, dengan hukuman paling lama 15 tahun penjara.

http://metro.vivanews.com/news/read/270831-janazah-juara-olimpiade-sains-dimakamkan

Turun dari Transjakarta, Christopher Tewas Ditusuk

JAKARTA, KOMPAS.com — Christopher Melky Tanujaya (16) ditemukan tewas di depan SDN 01 Pagi Pluit, Jalan Pluit Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (5/12/2011) sore. Siswa SMA Saint Joseph Institute di Singapura itu tewas setelah ditusuk orang tidak dikenal di pinggir jalan dekat selter.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara Ajun Komisaris Besar Irwan Anwar mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00. Saat itu, Melky yang baru saja pulang bermain futsal menuju rumahnya seorang diri.

"Ia naik transjakarta. Setelah turun, di dekat SDN 01 Pagi Pluit, dia ditusuk orang," kata Irwan, Selasa (5/12/2011).

Tidak jelas siapa pelaku dan motif penusukan itu. Irwan mengatakan, saat itu Christopher mengalami pendarahan hebat akibat luka tusuk di bagian leher dan punggungnya. Remaja malang yang baru saja tiba di Jakarta pada 11 November 2011 untuk liburan itu langsung dilarikan ke RS Atmajaya. Namun, nyawanya tak tertolong lagi. Jasad Christopher pun sempat dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Keluarga korban sudah mengambil jenazah korban hari ini.

Berita tewasnya Christopher menjadi perbincangan hangat di antara para pengguna BlackBerry. Dalam pesan melalui BlackBerry Messenger tersebut disebutkan bahwa Christopher masih berada di RS Atmajaya dan segera dibawa ke RSCM. Korban ditusuk saat turun dari transjakarta di depan Pluit Junction.

http://megapolitan.kompas.com/read/2011/12/06/23015646/

Usai Tusuk Melky, Ayub Hilangkan Jejak Darah

Seusai menikam Christopher Melky Tanujaya, Abdul Jalil alias Ayub alias Adul (24) berusaha menghilangkan jejak darah yang menempel di bajunya.

"Sesaat setelah melakukan pidana, darah muncrat ke tangan tersangka dan diseka ke bajunya. Setelah kembali ke rumah, baju direndam selama dua jam dan dicuci,
besok paginya dijemur agar darahnya hilang," ujar Kepala Polres Metro Jakarta Pusat Kombes Andap Budhi, Jumat (9/12/2011).

Berdasarkan laporan saksi utama, Setyo Hadi (31), yang turut membawa Melky ke Rumah Sakit Atmajaya, Pluit, Jakarta Barat, tersangka memiliki ciri berambut ikal. Menurut Andap, tersangka yang sehari-harinya menganggur tersebut, pada Rabu (7/12/2011) memotong rambut ikalnya untuk menghilangkan jejak.

Namun, usaha Abdul yang pernah jadi pedagang kaus bola tersebut gagal, polisi meringkus tersangka tanpa perlawanan di rumahnya Jalan Bakti, Gang Wira Bumi RT 07 RW 07 Nomor 23, Penjaringan, Jakarta Utara.

Kini, Abdul ditahan di Polres Metro Jakarta Utara untuk diperiksa lebih lanjut. Atas perbuatannya, Abdul dikenakan Pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara dan Pasal 365 ayat 1 dan 3 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

http://megapolitan.kompas.com/read/2011/12/09/15151463/

Penusuk Christopher Inginkan BlackBerry Korban

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian Metro Jakarta Utara akhirnya berhasil mengungkap pelaku penusukan Christopher Melky Tanjujaya (16), pelajar St Joseph Singapura asal Indonesia yang ditusuk setelah turun dari Transjakarta, Senin (5/12/2011).
Tersangka bernama Abdul Jalil alias Adul alias Ayub (24), warga Jalan Bakti, Gang Wirabuana RT 7 RW 7 Nomor 23 Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Pelaku adalah pengangguran sejak kelas 3 SMP dan kerap menjadi penonton acara musik di televisi.

Menurut keterangan dari Kepala Polres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Andap Budhi, polisi berhasil mengamankan tersangka di rumahnya pada Kamis (8/12/2011) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

"Tersangka bangun jam 10.00 WIB, lalu dia ikut acara musik, lalu dia nongkrong-nongkrong. Pas magrib, dia keluar dan sudah menyiapkan pisau," ujarnya.

Tersangka tertarik pada ponsel BlackBerry korban, dan membuntuti korban hingga di depan SDN 01 Pluit, Jakarta Utara. Tersangka merebut BlackBerry dan menusuk korban sebanyak empat kali di bagian leher dan pundak. "Tersangka takut korban teriak dan ada saksi yang lihat, lalu kabur dengan ojek sepeda," kata Andap Budhi.

Hingga Jumat (9/12/2011) pagi, tersangka masih ditahan di Polres Metro Jakarta Utara. Akibat perbuatannya, tersangka diancam Pasal 351 KUHP Ayat 3 ancaman 7 tahun, Pasal 365 KUHP Ayat 1 dan 3 ancaman 15 tahun penjara.

http://megapolitan.kompas.com/read/2011/12/09/09212629/

Kamis, Desember 01, 2011

Kejuaraan Xiangqi Dunia Sukses Diselenggarakan

*Dibalik kesuksesan masih terdapat kekurangan yang perlu dibenahi.

JAKARTA – Bagi sejumlah master Xiangqi Internasional ikut ambil bagian dalam Kejuaraan Xiangqi Dunia Ke-XII yang digelar dari tanggal 20-26 Nopember 2011 di Hotel Borobudur, Jakarta. Pulang ke negaranya dengan wajah cerah, pasalnya mereka telah meraih prestasi tingkat dunia dan mendapatkan hadiah dalam bentuk uang dollar.
Jumat malam (25/11), para pecinta xiangqi dunia yang datang ke Indonesia untuk mengikuti Kejuaraan Xiangqi Dunia yang diselenggarakan oleh Persatuan Xiangqi Indonesia, event tersebut dilaksanakan dua tahun sekali.

Mereka terlihat santai, tidak seperti waktu sedang bertanding xiangqi di hotel Borobudur Jakarta. Sesekali mendapatkan ucapan selamat dari para peserta lainnya.

Namun dibalik kegembiraan peserta yang berprestasi, tersimpan sebuah PR yang mesti menjadikan catatan bagi Pexi Pusat.

Dari hasil pantauan dilapangan memang masih terdapat banyak kekurangan-kekurangan, terutama kurangnya dukungan Pexi Pusat terhadap pemain Indonesia, daintaranya beberapa pemain menempati satu kamar, tidak adanya official tim, tidak ada kostum khas Indonesia disaat pembukaan, dan yang lebih menyedihkan pemain Indonesia tidak mendapatkan uang saku.

Ujar Juara Dunia Xiangqi kategori non Chinese tahun 2009, Iwan Setiawan, “Bagaimana kita mau main bagus, tidak ada official yang khusus memberikan arahan kepada pemain, mana tidurnya sekamar bertiga dan lebih sedih lagi tidak dapat uang saku dari pengurus,” selanjutnya kata Iwan, “Jika Pexi mau maju, mesti belajar dan mau bergabung dengan induk olahraga Koni.” Imbuh Iwan.

Selain itu, event bertaraf internasional tidak dihadiri para petinggi negara, seperti pengurus dari Koni pusat maupun Gubernur DKI, pada hal Kejuaraan Xiangqi Dunia diselenggarakan di Indonesia/ Jakarta.

Negara yang ambil bagian dalam Kejuaraan Xiangqi Dunia diantaranya dari, Australia, Brunei, Canada, China, Finlandia, Prancis, Inggris, Jerman, China Hong Kong, Italia, Jepang, China Macau, Malaysia Barat, Malaysia Timur, Myanmar, Belanda, Philipina, Rusia, Singapore, Chinese Taipei, USA (East), USA (West), Vietnam dan tuan rumah Indonesia. (Romy)

Meng Ju Belajar Xiangqi Dari Sang Ayah

JAMBI – Belajar sesuatu yang bermanfaat lebih baik sejak usia dini, karena usia dini memliki daya seraf melebihi orang dewasa. Seperti Lie Meng Ju sejak usia 9 tahun telah belajar main Xiangqi (catur gajah) dari sang ayah.
Lie Meng Ju (14) merupakan salah satu dari sepuluh pemain dunia yang ikut berlaga di dalam Kejuaraan Xiangqi Dunia, Ke-XII yang diselenggarakan Persatuan Xiangqi Indonesia (PEXI) Pusat dari tanggal 20-26 Nopember 2011 di Jakarta.

Bahkan Meng Ju meraih prestasi peringkat ke enam dunia, ini merupakan prestasi yang lumayan bagi seusia Meng Ju.

Kata Meng Ju, tentang belajar Xiangqi, ”Saya belajar Xiangqi dari ayah, pulang dari sekolah Meng Ju makan siang, seusai makan latihan Xiangqi dengan ayah,” kata Meng Ju disamping ibunya yang ikut datang ke Jakarta.

Ditanya tentang ujian sekolah, menurut Meng Ju, dia mendapatkan segala fasilitas dari pemerintah Taiwan, karena Meng Ju mewakili Taiwan mengikuti Kejuaraan Xiangqi Dunia, “Saya bertanding Jakarta atas nama negara Taiwan, maka saya tidak usah ikut ujian, langsung lulus dari Cong Sie (baca SMP ke SMA).

Tambah Meng Ju dihadapan Taiwan TV, “Saya bangga bisa bermain Xiangqi juga berkat dukungan dari Ibu dan mudah-mudahan kedepan saya bisa bermain lebih baik.” Kata Meng Ju dengan berapi-api.

Kata Liu Da Hua, MXI asal China, bagi seseorang pemain Xiangqi, mereka memiliki daya ingat yang kuat, Ujar Liu Da Hua secara singkat. (Romy).

Rabu, November 23, 2011

Pecatur Xiangqi Internasional Ikut Dalam World Xiangqi Championship di Jakarta

JAKARTA - Sejumlah pecatur xiangqi Internasional ikut ambil bagian dalam Kejuaraan Dunia Xiangqi Ke-XII tahun 2011 digelar di Jakarta, 12 th World Xiangqi Championship.
Ternyata para pecatur dunia yang ambil bagian dalam kejuaraan Xiangqi, khususnya pemain bule sangat antusias darpada pemain asal nenek moyang mereka, bahkan salah satu pemain asal negara Firlandia yang begitu pasif berbahasan Mandarin, bahkan ada kesalahan dalam penulisan nama mandarinnya, langsung protes.

Selain itu mereka lebih semangat mengikuti setiap pertandingan, bila mereka telah selesai bertanding, mereka bukan meninggalkan lapangan pertandingan melainkan melihat para master xiangqi berlaga.

"Kita memberikan pelayanan semaksimal mungkin kepada para peserta Kejuaraan Xiangqi Dunia ambil bagian pada event akbar ini," ujar pengurus Persatuan Xiangqi Indonesia (PEXI) Pusat, Ir Darjotno Hardjo MNX, Senin (21/11) sore di Hotel Borobudur Jakarta.

Tambahn Darjatno, “Kita rasa masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan, karena ini adalah jali pertama kita sebagai tuan rumah dalam Kejuaraan Xiangqi Dunia.”

Hasil pantauan dilapangan masih terdapat kekurangan, terutama kurangnya dukungan terhadap pemain tuan rumah, karena beberapa pemain menempati satu kamar dan tidak memiliki seragam seperti peserta lainnya.

Untuk posisi sementara, pemain Indonesia terdiri dari Ifan Minarta (2 poin), Abuku (3 poin), Iwan Setiawan (2.5 poin), Rendi Nur Alam (2 Poin), Eric Rudy (1 poin), Chandra Nugruho (0), Leunike Regina Feby (0). (Romy)