Tampilkan postingan dengan label 印尼占碑象棋教会. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 印尼占碑象棋教会. Tampilkan semua postingan

Minggu, April 20, 2014

Pemain Senior Dihajar Pemain Junior

Jambi, ayojambi.com – Selama sepekan para pecatur Xiangqi (Catur Gajah) junior menghantam oleh pemain-pemain Xiangqi senior dalam event Open Turnamen Xiangqi 2014 di Kelenteng Makin Leng Chun Keng, Jalan Koni 1, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi dari tanggal 14 hingga 18 April 2014.
Pemain senior tidak mampu menahan serangan demi serangan pemain muda Jambi, seperti Ricky mengandaskan (KO) Akay pada babak pertama, TONNY HU di babak ke tiga, YANTO di babak ke lima, sedangkan Tri Nurdiyanti mengalahkan ANG CHONG SIE pada babak ke tiga dan mengalahkan TONNY HU di babak ke lima, disamping itu Eric Rudi mengalahkan pemain handal lainnya seperti TONNY HU pada babak ke empat,selanjutnya mengkandaskan ANG CHONG SIE. 

Tidak disangka perkembangan permainan junior begitu cepat hingga mampu meredam pemain kawakan Jambi disamping itu dewi fortuna sedang menghampiri pemain muda Jambi.

Ujar beberapa mantan ketua Percasi Jambi, Drs, Asnawi AB, mengatakan, pemain Xiangqi tingkat junior Jambi telah menunjukan prestasi yang luar biasa dalam event Open Turnamen Xiangqi 2014 di Kelenteng Makin Leng Chun Keng, siapa sangka mereka (pemain junior Xiangqi) mampu mengalahkan beberapa pemain kawakan.

"Mereka sangat hebat, pada pertandingan ini mereka bisa mengalahkan pemain senior, mudah-mudahan ke depan pemain muda Jambi bisa mengharumkan nama Provinsi Jambi” imbuh Asnawi AB. (Romy) 
* www.ayojambi.com/

Kamis, Juli 11, 2013

Anton Gozali Memimpin PB PEXI Lima Tahun Kedepan

Jakarta - Musyawara Nasional (Munas) Persatuan Xiangqi Indonesia yang di singkat PEXI kembali di gelar oleh tim furmatur Munas Pexi tahun 2009 pada hari Minggu (7/7) pagi, seharusnya Munas Pexi dilaksanakan 5 Juli 2013 di Hotel Sanno Jalan Pluit Raya Selatan, Jakarta, Munas sempat memanas, karena PB PEXI yang demisioner tetap memaksa Munas mesti di tunda Oktober mendatang dengan alasan PB Pexi belum siap.
Namun beberapa Pengprov Pexi keberatan, lantaran Pengprov beranggapan bahwa PB PEXI telah melanggar amanah AD/ ART PEXI, selain itu, tidak jelas susunan pengurus PEXI pusat. Kata Iwan Setiawan dengan keras, sejak kapan Pexi Pusat di serah terima dari ketua umum lama Bunyanto Eka Chendana kepada Tahir Ferdian, dan PB PEXI mesti dilantik, "Mana ada susunan pengurus Pexi Pusat dan serah terima kepengurusan juga tidak ada." ujar Iwan dari Pengprov Pexi Babel.

Selain itu tangapan Pengprov Pexi Jambi menyatakan, bahwa PB PEXI tidak memiliki sumber daya manusia (SDM) yang handal dan ketidak becusnya panitia pelaksana, karena pra senior Jambi tidak bisa turun bertanding, sedangkan beberapa daerah yang belum terbentuk Pexi, pemainnya adalah warga Jakarta, bahkan ada China yang bekerja di Jakarta bisa ikut bertanding, "Ini Kejurnas Xiangqi apa Open Turnamen" kata sekretari Pengprov Pexi Jambi, Romy, sehingga Pengprov Pexi Jambi dan Babel Walk Out.

Dengan rencana mundurnya Munas Pexi, mengundang reaksi keras dari tim formatur yang dipandang sebelah mata oleh pengurus PB PEXI versi Tahir Ferdian, kata ketua tim formatur Munas Pexi 2009 di Hotel Batavia, "PB Pexi dipilih oleh pengprov Pexi melalui tim formatur dari beberapa Pengprov, maka pengurus Pexi Pusat mesti laksanakan amanah berdasarkan AD/ART." kata Anton Gozali, S. Kom.

Akhirnya Taher Ferdian mengundurkan diri dari calon Ketua Umum, selanjutnya tim furmatur menyatakan Anton Gozali sebagai Ketua Umum PB Pexi untuk lima tahun kedepan. (Romy)

Jumat, Juni 14, 2013

Mancari Hadiah Dalam Permainan Xiangqi (Catur Gajah)

Xiangqi atau Catur Gajah, umumnya disukai kalangan masyarakat tionghoa sebagai sumber mencari hadiah maupun dijadikan mainan taruhan makan dan lain sebagainya, bila kita telusuri di warung-warung kopi banyak kita temukan warga tionghoa yang tengah memainkan buah bulat yang bertulisan aksara mandarin.
Dalam waktu dekat Pexi DKI akan menyelenggarakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Xiangqi ke-12, Kejurnas tersebut akan dihadiri Pengprov Pexi yang terdaftar di PB Pexi, namun sangat disayangi muncul Pengprov Pexi yang tidak jelas ujung pangkalnya, bahkan di daerah tersebut sama sekali belum terbentuk Pengprov Pexi, maka hal tersebut menjadi tanda tanya apa tujuan dari Kejurnas, karena Kejurnas Xiangqi adalah untuk mengembangkan para pemain Xiangqi di kalangan pemain Pengprov Pexi yang resmi terdaftar.

Ujar Pemain Babel, Iwan Setiawan dan Sekeretaris Pengpro PEXI Jateng, Tina Suryani, SH. MH, Permainan Xiangqi merupakan agenda tahunan Persatuan Xiangqi Indonesia (PEXI) untuk mencari bibit muda dari tingkat daerah, namun sangat disayangi bahwa kini event tersebut telah disalahgunakan oleh para penyelenggara, dengan berbagai cara para penyelenggara memasukan pemain sendiri atas nama daerah-daerah yang belum terbentuknya Pengprov PEXI, seperti Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, NTB, Sulawesi Selatan dan Aceh dan tidak tanggung-tanggung memasukan warga asing yang bekerja di Indonesia sebagai pemain penyelenggara, “Ini telah merusak fungsi dan tujuan dari sebuah event nasional.” Ujar Iwan dan Tina Suryani dalam pesan singkat (SMS).

Sebenarnya Pengurus PB PEXI telah Definisi 'demisioner' bulan Maret 2013 lalu dan sudah dilakukan Musyawarah Nasional (MUNAS) 9 Maret 2013 untuk mencari ketua umum yang baru dan berbobot dalam memimpin organisasi olah raga asah otak, dari pada pengurus PB PEXI 2009-2013 yang sangat memperhatinkan adalah carut marutnya administrasi dalam organisasi Xiangqi (catur gajah).

Permainan ini merupakan hasil pengembangan dari sejenis permainan catur yang berasal dari Asia Tengah, yang telah berusia lebih dari dua ribu lima ratus tahun, dan dalam penyebarannya ke barat sampai ke daratan Eropa yang dibawa oleh Khalifah Harun Al’rasyid dan ke utara sampai ke daratan Tiongkok dibawa oleh para musafir/ saudagar-saudagar kaya, dikedua wilayah itu masing-masing mengalami perobahan fundamental dan modifikasi bentuk, di Eropa merupa catur biasa sedangkan di Tiongkok berupa Xiangqi.

Ditanah air kita ini, jenis permainan Xiangqi tersebut usianya sama tuanya dengan usianya arus kedatangan (migrasi) warga keturunan Tionghoa ke Nusantara pada Abad ke XIV. Untuk kedepan pemain Xiangqi sudah harus ada regenerasi seperti negara lain diantaranya, Malaysia, Singapura, Vietnam, Jepang yang lebih banyak menurunkan pemain muda dari pada Indonesia yang rata-rata pemainnya usia diatas 45 tahun, sangat disayangi pemain Indonesia tidak menyadari bahwa usia dan kemampuan mereka jauh sekali dibanding negera lain.

Saat ini Pengprov Pexi yang terdaftar dimasa kepemimpinan Bunyanto Eka Cendana adalah 1. Medan (Sumut), 2. DKI Jakarta, 3. Bandung (Jabar), 4. Surabaya (Jatim), 5. Bangka Belitung (Babel), 6. Bali, 7. Pekanbaru (Kepri Riau), 8. Palembang (Sumsel), 9. Jambi, 10. Lampung, 11. Kalimantan Barat, 12. Banten dan Batam baru sebatas sebagai peninjau. (Romy)
* Kamera Rusak Datang Saja Ke AYEN Service Kamera