Tampilkan postingan dengan label Penipuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penipuan. Tampilkan semua postingan

Minggu, April 24, 2016

Temukan Cek dan Surat di Jalan, Hati-hati Itu Penipuan. Ini Modusnya

Ayojambi.com - Jika Anda menemukan amplop coklat panjang, setelah dibuka ternyata isinya ada surat dan selembar cek, jangan cepat percaya. Sebab, cara itu adalah bentuk penipuan.

Seorang warga Sungai Sawang Mayang Jambi, Nia kaget awalnya ketemu amplop cokelat tepat di bawah pintu rumahnya. Dia penasaran lalu membuka isi amplop yang tidak tertutup oleh lem.
Lalu dia menemukan dua lembar surat berharga. Masing - masing satu lembar cek senilai 1.9 Milyar dan satu lagi surat izin usaha dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Riau.

"Saya menemukannya pagi jam 10. an, saya kaget ada cek hampir 2 Milyar, " ujar Nia, Sabtu (23/4).

Setelah mendapatkan info itu, lalu Nia mencoba untuk mencari tau pemilik cek tersebut. Dalam surat izin usaha perdagangan atas nama Hary Sanjaya. Dari surat tersebut diduga berasal dari Provinsi Riau. Dalam surat itu juga tertera nomor telepon pemilik.

"Cuma sebelum saya mau menelepon orang itu, saya dicegah teman saya, katanya itu modus penipuan," katanya.

Menurut Nia, temannya bercerita ada orang yang tertipu hingga ratusan juta rupiah dengan modus yang sama. Korban itu diminta untuk mentransfer sejumlah uang.

Mungkin karena dihipnotis dari suara telepon jadinya dia transfer uang itu," katanya.

Makanya, Nia tidak jadi menelepon pemilik surat itu.

Setelah dia memeriksa surat tersebut, memang cek tersebut palsu karena bentuknya adalah scan.

http://jambi.tribunnews.com/2016/04/23/temukan-cek-dan-surat-di-jalan-hati-hati-itu-penipuan-ini-modusnya?page=2
* www.ayojambi.com/

Sabtu, Maret 19, 2016

Tips Menghindari Penipuan Melalui Telepon dan SMS

Seiring dengan berkembangnya teknologi, makin berkembang pula metode kejahatan/penipuan. Tentu saja kita masih ingat tentang penipuan sms yang paling terkenal "Mama minta pulsa". Berikut ini adalah jenis penipuan melalui telepon dan sms yang kerap terjadi dimasyarakat :
1. Jika kamu merasa tidak mengikuti undian berhadiah maka mustahil kamu memenangkan hadiah.
Ini adalah sebuah logika sederhana dimana kamu memang tidak merasa mengikuti undian hadiah apapun tapi anda mendapat sms atau telepon yang menyatakan anda memenangkan hadiah berupa puluhan juta uang tunai atau mobil. Bila kamu mendapati telepon atau sms yang demikian bisa dipastikan 99% adalah sebuah kebohongan/penipuan. Meski dalam beberapa kasus ada juga sebuah undian berhadiah (biasanya diselenggarakan pihak Bank) yang mengikutkan anggotanya secara otomatis tanpa melalui proses pendaftaran.

Penipu juga biasanya menggunakan nomor GSM, dan menurut saya ini adalah salah satu cara yang menurut saya paling mudah untuk menilai apakah sms tersebut dari pihak bank asli atau penipu. Sekarang bayangkan saja sebuah logika sederhana :

Apakah pihak bank tidak punya sebuah nomor telepon kabel atau sebuah nomor customer service ?
Kenapa malah menghubungi menggunakan nomor telepon GSM murahan ?

2. Meminta kamu untuk ke ATM segera.
Ini adalah jenis penipuan yang menggunakan metode telepon hipnotis. Dimana sang penipu berusaha menggiring korban untuk segera ke ATM dan membujuk korban untuk mengirim sejumlah uang. Apabila kamu mendapati telepon semacam ini maka berhati-hatilah, saran saya tutup telepon dengan segera untuk menghindari anda semakin terjerumus dalam hipnotis kata-katanya.

Saya pernah menjumpai kasus dimana kerabat saya sedang mengiklankan rumah di media masa lokal untuk dijual. Selang beberapa lama beliau mendapat telepon yang tertarik dengan rumah tersebut dan akan segera mengirim sejumlah uang untuk DP. Singkat cerita kerabat saya tersebut dia giring untuk ke ATM segera. Beruntunglah di rekening kerabat saya tersebut tak ada uang yang mencukupi untuk ditransfer. Gagallah usaha sang penipu.

3. SMS mengaku saudara yang terkena musibah.
Beberapa teman saya pernah terjerumus ke dalam sms seperti ini, bahkan mereka mengaku sempat kehilangan uang beberapa ratus ribu. Berhati-hatilah dalam menerima sms dengan nomor asing yang mengaku saudara atau teman dekat anda. Saya pernah mendengar rumor bahwa ada orang dalam dari pihak operator seluler yang menjual data-data pemilik nomor. Mungkin dengan cara inilah sang penipu berhasil mendapatkan data korban tentang : Siapa nomor yang sering kita hubungi ? Siapa ayah dan Ibu kita ? Dimana kamu bekerja ? dan sebagainya.

http://www.proseluler.com/2013/12/tips-menghindari-penipuan-melalui.html
* www.ayojambi.com/

Cara Menghindari Hipnotis

Salah satu modus kejahatan yang sering dilakukan adalah hipnotis. Korbannya kebanyakan para penumpang angkutan umum. Saat keramaian dan orang kehilangan fokus, biasanya kondisi yang seperti ini yang dimanfaatkan penjahat bermodus hipnotis untuk beraksi.
Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan untuk terhindar dari kejahatan pencurian dengan modus hipnotis:

1. Warga diminta waspada.
"Kewaspadaan merupakan bagian penting untuk memperhatikan barang bawaan dan kondisi sekitar. Sehingga tidak ada kelengahan yang menyebabkan hilangnya fokus. Apalagi kalau tujuan perjalanan jauh, kita harus waspada lah. Kedua tetap fokus pada tujuan. Tujuan kita mau ke mana. Jadi tetap tujuan kita mau ke mana. Jangan ke tempat lain," kata Kriminolog Universitas Indonesia Arthur Josias Simon saat dihubungi, Jakarta, Rabu (15/7/2015).

2. Pikiran tidak kosong.
Pikiran kosong dapat dengan mudah dirasuki oleh pelaku hipnotis. "Harus fokus. Hal yang bisa menghilangkan fokus, biasanya mereka memikirkan masalah uang. Itu jadi gak fokus, atau pikiranya kosong," kata Simon.

3. Selalu komunikasi dengan pihak-pihak tertentu.
Pihak-pihak tertentu bisa berupa keluarga, kerabat, atau pihak kemanan dan petugas di tempat fasilitas umum. Hal ini dilakukan agar bisa terpantau oleh pihak-pihak tersebut sehingga pelaku hipnotis tidak dapat dengan mudah melancarkan aksinya.

"Kalau ditatap sama orang jangan lama-lama. Usahakan jangan sendiri," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mohammad Iqbal.

Saat tiba-tiba tersadar telah dihipnotis, berusaha yakinkan diri kalau tidak terhipnotis. Selain itu tidak panik dan setenang mungkin untuk tidak terus masuk dalam hipnotis. "Yang perlu anda lakukan adalah katakan dalam diri saya bahwasanya saya akan menghitung 1, 2, 3 dan dalam hitungan ketiga saya akan terbangun dan ingat semuanya," tulis situs Humas Polda Metro Jaya.

http://jambi.tribunnews.com/2016/03/18/cara-menghindari-hipnotis
* www.ayojambi.com/

Senin, November 10, 2014

Balas Dendam, Pria ini Bawa Sekarung Receh ke Diler

Selama ini, koin receh identik dengan transaksi barang-barang bernilai jual rendah. Namun, apa jadinya jika uang receh dikumpulkan untuk membeli sebuah mobil?
Hal unik tersebut terjadi di Singapura ketika seorang pria sengaja mengumpulkan uang sejumlah 19 ribu dollar Singapura berupa koin. Bersama salah seorang ajudannya, Pria bernama Lester Ong ini lantas mendatangi diler kendaraan bernama Exotic Motors.

Dibungkus dalam wadah penyimpanan ikan dengan berat mencapai 350 kilogram, gunungan koin tersebut sengaja dipersiapkan Ong untuk membalas dendam tuntutan yang dilayangkan diler tersebut kepadanya. Demikian dilansir dari Autoevolution, Jumat (7/11/2014).

Peristiwa ini bermula ketika pada tahun 2010 lalu Ong memutuskan untuk tukar tambah Aston Martin Vantage warna biru miliknya dengan sebuah Bentley Continental GT di diler Exotic Motors. Diler ini pun menyanggupi untuk membantu Ong guna mencarikan calon pemilik baru Aston Martin tersebut.

Selanjutnya, diler tersebut mengatakan pada Ong jika kondisi Aston Martinnya butuh beberapa perbaikan agar cepat terjual. Ong pun lantas merogoh kocek tambahan untuk biaya perbaikan yang diminta oleh Exotic Motors.

Nyatanya, satu setengah tahun berlalu, Aston Martin Vantage yang ada pada diler Exotic Motors tak kunjung laku terjual. Bahkan Aston Martin tersebut sampai dititipkan kepada diler lainnya. Ong yang kesal pun merasa diperas oleh diler itu. Dirinyapun berniat untuk mengambil kembali Aston Martin tersebut.

Ada daya, pihak Exotic Motors malah melayangkan gugatan kepada Ong melalui pengadilan.  Ong dituntut untuk membayar sebesar 11 ribu Dolar Singapura berikut biaya pengacara sebesar 8 ribu Dolar Singapura, jika ia nekat menarik mobilnya dari diler.

Ong pun tak hilang akal. Dirinya kemudian berniat memberi pelajaran kepada diler tersebut dengan membawakan uang receh sebesar 19 ribu Dolar Singapura. Ada-ada saja. (Ysp/Des)

https://id.berita.yahoo.com/balas-dendam,-pria-ini-bawa-000059032.html
* www.ayojambi.com/

Jumat, Agustus 15, 2014

Temukan cek Rp 2,7 M di jalan, Romadon malah ketipu Rp 6 juta

Awas Modus Penipuan Gaya Baru:
MERDEKA.COM. Sungguh senang bukan kepalang yang dirasakan Romadon (24) pedagang kaki lima setelah menemukan cek BRI senilai Rp 2,7 miliar di pinggir jalan. Cek itu terbungkus dalam map plastik yang di dalamnya juga terdapat surat izin usaha perdagangan (SIUP) yang dikeluarkan Disperindag Jakarta untuk PT Surya Mandiri Perkasa (SMP) dan surat tanah di kawasan Manokwari, Papua.
Namun, cek tersebut merupakan awal nasib naas yang dialaminya. Warga yang tinggal di Jalan Batu Nilam, Lorong Terusan, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang ini, malah menjadi korban penipuan.

Saat melapor ke SPKT Polresta Palembang, Kamis (14/8), Romadon mengaku, menemukan berkas tersebut pada Selasa (12/8) lalu, tak jauh dari tempat dia berdagang di Jalan Demang Lebar Daun Palembang.

Dalam berkas tersebut terdapat nomor Handphone 0852 1203 0055 yang diduga pemilik berkas tersebut. Karena barang itu bukan miliknya, dia mengirim pesan singkat ke nomor tersebut. Tak lama, sang pemilik langsung menghubunginya.

Melalui sambungan telepon, sang pemilik berkas akan memberikan hadiah berupa uang sebesar Rp 37 juta sebagai tanda terima kasih karena Romadon telah menemukan dokumen tersebut.

Tanpa pikir panjang, dia mengikuti anjuran pelaku yang menyuruhnya ke ATM dengan alasan untuk menerima kiriman uang jasa tersebut. Setelah tiba di ATM, korban justru mentransfer tabungannya sebesar Rp 6 juta ke rekening orang tersebut.

"Tidak tahu kenapa, saya mau mengirim tabungan ke rekening orang itu. Padahal, tadinya saya yang mau nerima imbalan," kata dia.

Beberapa saat kemudian, dia baru sadar sudah tertipu. Nomor handphone pelaku tak bisa lagi dihubungi.

"Saya mentransfer uang sebesar Rp 6 juta itu ke rekening Bank Muamalat atas nama Sri Purnamawati dan M Ariadi. Tapi, setelah itu, nomor handphone-nya tak aktif lagi," ujarnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Suryadi mengimbau agar warga tidak mudah tergiur dengan ajakan atau imbalan yang diberikan orang tak dikenal.

"Ini salah satu bentuk penipuan baru yang dilancarkan pelaku. Kami akan usut agar bisa mengungkap pelakunya," imbaunya.

https://id.berita.yahoo.com/temukan-cek-rp-2-7-m-di-jalan-123836121.html
* www.ayojambi.com/

Sabtu, Juni 11, 2011

177 Penipu Ini Sikat Triliunan Rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com — Polisi Republik Rakyat China mengungkapkan, selama tiga tahun beroperasi, 177 tersangka penipu warga negara China dan Taiwan yang melakukan aksinya lewat internet di Jakarta dan sekitarnya telah mencuri uang para pengusaha dan elite China lainnya senilai miliaran yuan atau setara triliunan rupiah.
Demikian laporan Departemen Investigasi Kejahatan Kementerian Keamanan Publik Republik Rakyat China yang disampaikan Kedutaan Besar China di Jakarta kepada Mabes Polri tanggal 19 Mei 2011.

Dalam catatan disebutkan, ada 300.000 kasus penipuan lewat internet yang dilakukan sindikat penipu Taiwan-China. Jumlah uang panas yang mereka kumpulkan dalam ke-300.000 kasus penipuan tersebut mencapai 6 miliar yuan (setara Rp 7 triliun).

Kamis (9/6/2011), tim gabungan dari Mabes Polri dan Polda Metro Jaya menangkap 177 tersangka di 15 lokasi di Jakarta dan sekitarnya.

Dari 177 tersangka, sebanyak 101 orang adalah warga negara Taiwan, sedangkan 76 orang lainnya adalah warga negara China. Mereka ditangkap di Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Bekasi, dan Tangerang.

Aksi sindikat penipu ini telah mengganggu stabilitas sosial Negeri Tirai Bambu. Menurut Kementerian Keamanan Publik Republik Rakyat China, sindikat ini terdiri dari tiga kelompok.

Tiap-tiap kelompok bekerja sesuai fungsinya. Kelompok pertama adalah orang-orang yang menyiapkan fasilitas dan jaringan internet serta lokasi, kelompok kedua adalah para operator penipu, dan kelompok ketiga adalah orang-orang yang mengurus transfer dana dan rekening.

Di Indonesia sejak tahun lalu

Anggota sindikat mulai mengembangkan sayap di sejumlah negara di Asia Tenggara sejak tahun lalu. Mereka beroperasi di Jakarta dan sekitarnya sejak Desember 2010. Di Asia Tenggara, mereka tinggal di Kamboja, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam.

Sasaran mereka adalah para pengusaha dan pejabat China. Para penipu ini memeras para pengusaha dan pejabat China dengan menuduh mereka terlibat perdagangan narkoba dan atau pencucian uang.

Dalam aksinya, mereka memanfaatkan perangkat lunak komputer VOS2009. Saat menjalankan aksinya, para penipu ini mengaku sebagai para penegak hukum atau pejabat China yang sedang menyelidiki kasus.

Beberapa warga negara China di China yang menjadi korban antara lain Yang Xingya, warga Chongqing. Ia ditipu 4 juta yuan (setara Rp 5,2 miliar). Ai Kenian, warga Yulin di Shanxi ditipu 2,56 juta yuan (setara 3,3 miliar). Li Dongyan dan Wangping, warga Xianmen, Fujian, ditipu 3,07 juta yuan (setara Rp 4 miliar).

Sejak Maret 2011, Pemerintah China membentuk tim gabungan yang menyelidiki 310 kasus penipuan lewat dunia maya ini. Tim melacak sinyal telepon dan rekening-rekening mencurigakan.

Salah satu di antaranya adalah milik Yang Heng, warga negara Taiwan yang memasang server internet di Hongkong. "Catatan polisi China antara lain menunjukkan, ada dana sebanyak 35 juta yuan yang berasal dari ratusan warga di 31 provinsi di China," tulis Kementerian Keamanan Publik Republik Rakyat China.

Menurut Kementerian Keamanan Publik Republik Rakyat China, Indonesia dan Kamboja dijadikan "markas utama" para penipu. "Di Indonesia, kami menemukan 106 kasus dengan nilai kerugian 7 juta yuan, sedangkan di Kamboja terdapat 84 kasus dengan nilai kerugian 14,4 juta yuan," lanjut Kementerian.

Para tersangka yang ditangkap di Indonesia, antara lain Anin Xiao Wang, Xiao Gaui, Yuan Qiang Ba, Yuan Hailu, Yuan Aga, Yuan Zhu Xi, Yuan Hainu, Yuan Teqin, Yuan Wianpi, Yuan Lie Ren, Yuan Aniu, Fusi, Shi Yi Ge, Zhao Cai Shu, Da Chuan, Ke Jia Ben Se, Heima, Txiqo Yang, dan Jin Ji.

Surat lain yang dilayangkan anggota Kepolisian Taiwan, Thomas Ying Tsung Yueh, kepada Kabareskrim Mabes Polri Komisaris Jenderal Ito Sumardi Djuni Sanyoto menunjukkan, para penipu menyewa IP dan sistem internet. Mereka menggunakan VoIP group gateway.

Sistem ini mampu melakukan panggilan telepon ke banyak tempat. Saat berkomunikasi dengan korban lewat internet, mereka memanfaatkan rekaman telepon. Para penipu mengaku dari perusahaan telepon, bank, kantor polisi, atau pengadilan.

Jika menurut polisi China, markas utama para penipu berada di Indonesia dan Kamboja, maka menurut polisi Taiwan, markas utama mereka berada di Indonesia dan Malaysia.

Di Indonesia terungkap sebanyak 15 lokasi yang dimanfaatkan sebagai pusat panggilan. Setiap lokasi menggunakan internet berkapasitas bandwidth terbesar dan mengonsumsi listrik sangat besar.

http://megapolitan.kompas.com/read/2011/06/10/19573071/

WNA Penipu Itu Mengaku Pejabat

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah warga negara asing ataui WNA asal China dan Taiwan yang dibekuk di Tangerang, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Bekasi, dan Jakarta Barat ternyata mengaku sebagai pejabat dalam melakukan penipuan. Mereka diduga merupakan sindikat internasional yang menipu banyak korban di berbagai negara melalui dunia maya.
Kapolda Metro Jaya Inspektorat Jenderal (Irjen) Sutarman mengungkapkan, modus para pelaku ini adalah dengan mengaku-aku sebagai pejabat untuk meminta sejumlah uang. "Mereka mengaku sebagai pejabat dan menakuti untuk meminta sejumlah uang," ungkap Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman, Jumat (10/6/2011), melalui pesan singkat kepada para wartawan.

Sutarman menuturkan bahwa kelompok penipu ini mengontrak rumah dan memasang saluran internet broadband yang kapasitasnya besar. "Sehingga mereka dapat memasang beberapa saluran untuk melakukan hubungan telepon melalui internet dari Indonesia," ujarnya.

Melalui sambungan internet itu, pelaku menghubungi korban di beberapa negara, seperti China, Taiwan, Filipina, dan Vietnam. Pelaku kemudian mengaku sebagai pejabat dan menakuti korban hingga mau mentransfer sejumlah uang.

Kapolda menyebutkan bahwa tim gabungan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya telah mengamankan 177 pelaku penipuan internet, terdiri dari 76 warga China dan 101 warga Taiwan. Penangkapan dilakukan di 15 tempat kejadian perkara (TKP) yang tersebar di wilayah Jakarta Selatan, Bekasi, Tangerang, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara.

Seluruh pelaku ini merupakan buruan interpol China dan Taiwan, di mana banyak korban sindikat ini berada di kedua negara tersebut.

Para pelaku dibekuk tim gabungan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya, Kamis (9/6/2011) pukul 12.00-17.00 WIB. Barang bukti yang disita yakni 121 telepon, puluhan laptop, handy talkie (HT), paspor, 24 kartu tanda penduduk (KTP) China dan Taiwan, 28 kartu kredit Bank of China, uang tunai dollar Amerika dan rupiah, RMB 5600, 5 buah camera, dan catatan telepon yang dituju.

http://megapolitan.kompas.com/read/2011/06/10/12263079/