Tampilkan postingan dengan label Kebakaran di Jambi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebakaran di Jambi. Tampilkan semua postingan

Minggu, April 21, 2013

Empat Rumah Warga Dilalap Si Jago Merah

JAMBI, ayojambi.com - Kebakaran kembali melanda empat rumah warga di Jalan Empu Gandring, Rt. 10, Kelurahan Solok Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.
Kebakaran terjadi pada Minggu (21-/2013) pagi, dimana sebagian warga masih lelap tidur kontan panik dan berhamburan menyelamatkan harta benda mereka.

Menurut keterangan ketua Rt. 10, Wagiran, kebakaran terjadi disalah satu warung milik warganya,sumber api belum dapat diperkirakan dari apa “Api melalap rumah warga saya, termasuk rumah Suwarni ikut terbakar” kejadian kebakaran diperkirakan pukul 06.30, kata Wagiran.

Dalam tempo setengah jam, apai dapat dipadamkan oleh Dinas Kebakaran Kota Jambi yang menurunkan tiga unit Damkar.

Sampai berita ini diturunkan, petugas dari kepolisan sektor Telanaipura masih melakukan pemeriksaan asal sumber api. (Romy)

Sabtu, Maret 09, 2013

Toko Penjual Karpet Ludes Dilalap Sijago Merah

JAMBI - Sijago merah kembali beraksi, kali ini melalap tiga ruko penjual karpet di Jalan WR Supratman, kawasan pasar Rombeng, Kelurahan OKH, Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi, tepatnya di depan mal WTC Batanghari Jambi, Sabtu (9/3/2013).

Api di duga berasal dari lantai dua ruko penjual karpet tersebut. Bahan-bahan mudah terbakar membuat api dengan cepat menghanguskan dua ruko ini.

Pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan sisa-sisa api di lantai tiga, kebakaran ini menjadikan totonan warga yang memadati lokai yang berada di persimpangang jalan WR Supratman dan Sultan Thaha atau depan Ruko WTC Batanghari Jambi.

Sehari sebelumnya. kebakaran juga terjadi di Jalan M. Yamin, Lorong Teratai, Kelurahan Payolebar, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, tepatnta di samping Kelenteng Makin Gi Hong Tong. Beruntung dalam kebakaran ini api cepat dipadamkan sehingga tidak merembet pada rumah lainnya. (Romy)

Jumat, September 02, 2011

Puing-puing Bekas Kebakaran Di Pulau Pandan

JAMBI - Sejumlah warga Kampung Pulau Pandan, Kelurahan Legok, Kecamatan Telanaipura, mulai membersihkan puing-puing bekas kebakaran yang telah menghanguskan 169 rumah warga, yang dihuni oleh 190 kepala keluarga dan 913 jiwa. Kebakaran yang melanda 5 RT, yakni Rt. 27, Rt. 28, Rt. 34, Rt. 35, dan Rt. 38 berlangsung sekitar tiga jam.
Saat ini, beberapa warga yang rumahnya luput dari kebakaran juga mulai memasukkan kembali barang-barangnya ke dalam rumah. "Tadi waktu kebakaran kan dikeluarin, terus sekarang mulai dimasukin lagi," kata salah seorang warga, di lokasi kebakaran Pulau Pandan, Jumat (02/9/2010).


Aprizal, salah satu warga RT 27 yang juga turut menjadi korban tampak hanya bisa pasrah memandangi rumahnya terbakar dari awal hingga ambruk menyisakan puing. "Itu rumah saya Bang, saya belum sempat menyelamatkan barang-barang yang ada di dalam rumah," katanya mencoba tegar sambil menunjuk rumahnya yang terbakar.

Ia tak tahu apa yang akan dilakukannya setelah ini, karena semua dokumen juga tak berhasil ia selamatkan dari dalam rumah yang ia tinggali bersama dua kakaknya itu.

Selain itu, tampak beberapa ibu dan anak sedang mengaris diantara puing-puing untuk mencari sisa-sisa barang yang tidak terbakar maupun benda berharga lainnya. (Romy)

Korban Kebakaran Tidur di Tenda-Tenda

JAMBI - Seperti pepatah menyebutkan, "Mujur tidak bisa diraih, dan malang tidak dapat ditolak". Pepatah itulah yang menimpa warga Pulau Pandan, Kelurahan Legok, Kecamatan Telanaipura yang sedang merayakan Hari Raya Idul Fitri 1432/H.
Pasalnya ditengah suasana Perayaan Idul Fitri, mendadak berganti dengan suasana kepanikan dari ratusan warga yang rumah di kawasan Pulau Pandan, tanpa komando lagi wargapun berhamburan keluar rumah menyelamatkan barang-barang mereka.

Suara histeris diiringi tangisan warga pun semakin menjadi, manakala api terus membesar dan membakar ratusan rumah warga yang rata-rata terbuat dari bahan kayu, musibah itu melanda warga di lima Rt, yakni Rt. 27, Rt. 28, Rt. 34, Rt. 35, dan Rt. 38 habis dilalap si jago merah.

Berdasarkan pantauan ayojambi, dalam waktu yang singkat api telah meluluhlantakan ratusan rumah warga yang berdampingan. Kebakaran hebat kamis (1/9) siang benar-benar membuat warga setempat panik bukan kepalang. Disaat warga sedang berkumpul merayakan Lebaran.

Mereka pun sontak panik dan berhamburan menyelamatkan diri manakala api terus merembet dari rumah ke rumah. Tanpa buang waktu warga pun menyelamatkan barang-barang berharga yang dimilikinya. Masih dengan wajah penuh kepanikan warga berlomba adu cepat dengan api yang seakan mengejar mereka dengan cepatnya.

Tim pemadam yang turun ke lokasi juga tampak kewalahan menangani api yang sudah telanjur besar itu. Hal ini dikarenakan banyak faktor yakni angin yang cukup kencang, akses masuk permukiman warga yang sempit sehingga mobil pemadam tidak cukup menjangkau.

"Kita sangat kesulitan untuk masuk kelokasi kebakaran, karena mobil kita tidak bisa menjangkau titik terdekat api, karena jalan masuk ke pemukiman warga hanya sekitar dua meter," kata Didwan, Kepala Pemadam Kebakaran Kota Jambi.

Sekarang ratusan warga Pulau Pandan harus rela menjalani sisa-sisa Lebaran di pengungsian. Serta petugas dari TNI, Polri, Dinsosnaker Kota Jambi, dan PMI mendirikan posko pengungsian di lapangan dekat permukiman warga.

Api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 17.00 WIB setelah menghanguskan ratusan rumah warga. Belum diketahui jumlah kerugian materi yang dialami warga. Hingga Kamis malam sekitar pukul 20.00, belum jelas angka pasti jumlah rumah yang terbakar.


Data yang dihimpun dari sumber Posko Bantuan Kebakaran di Pulau Pandan tercatat:
Rt. 27, jumlah rumah 30, 170 jiwa, 34 KK, terbakar 30 rumah.
Rt. 28, jumlah rumah 37, 267 jiwa, 67 KK, terbakar 60 rumah.
Rt. 34, jumlah rumah 20, 100 jiwa, 20 KK, terbakar 18 rumah.
Rt. 35, jumlah rumah 20, 77 jiwa, 20 KK, terbakar 15 rumah.
Rt. 38, jumlah rumah 47, 190 jiwa, 49 KK, terbakar 46 rumah.
Total 169 rumah, kepala keluarga (KK) 190 dan 913 jiwa.
(Romy)