Tampilkan postingan dengan label Kebakaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebakaran. Tampilkan semua postingan

Selasa, April 10, 2018

Detik-Detik Kebakaran Hebat Di Hotel Novita Jambi

JAMBI - Hotel Novita yang berlokasi di jalan Gatot Subroto, Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi, Senin pagi (9/4-2018), terbakar. Pemilik Novita Jambi Tanoto Kusumah  memantau kebakaran sejak pagi hingga malam ini bersama putranya.

Api diduga berasal dari ruang sauna dilantai empat hotel tersebut dan hingga pukul 19.00 WIB, api belum bisa dipadamkan oleh petugas dari Dinas Kebakaran kota Jambi, di Backup lima unit Water Cannon Polda Jambi masih berupaya memadamkan api.

Kondisi terkini, api telah sampai pada lantai teratas Hotel Novita, bagian depan lantai empat hotel telah hancur.

Kaca-kaca telah pecah dan dari dalam terus keluar asap hitam dan api masih jelas terlihat.

Api terus menjalar dan membakar ruangan di hotel tersebut dan sudah puluhan mobil dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jambi dan lima Water Cannon Polda Jambi mencoba memadamkan api.

Namun api terus membakar ruangan lainnya dan kaca dinding hotel tersebut pecah akibat panas. Belum dapat diketahui apakah ada korban jiwa atau tidak dalam kejadian tersebut.

Bagian belakang, atap hotel telah habis di lalap oleh si jago merah.

Kebakaran ini justru menjadi tontonan warga Kota Jambi. Sebagian warga yang baru pulang beraktivitas mengerubungi lokasi.

Meski petugas keamanan masih berjaga di lokasi, tapi tak membuat rasa penasaran warga berkurang.

Mereka mengaku penasaran melihat langsung kebakaran tersebut. (Romy)* https://www.facebook.com/makinjambi

Sabtu, Agustus 29, 2015

BREAKING NEWS : 4 Rumah Warga Cempaka Putih Terbakar

JAMBI, ayojambi.com - Empat rumah warga Cempaka Putih pukul 17.00 sore tadi terbakar (29/8), puluhan warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, Damkar terlambat tiba dilokasi setelah api melalap 4 bedeng "Kami sudah hubungi damkar, tapi belum datang juga, ujar warga setempat"
* www.ayojambi.com/

Selasa, Agustus 13, 2013

Satu Rumah Warga Cempaka Putih Terbakar

JAMBI – Pasca lebaran keenam warga Rt. 08, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung dihebohkan dengan sebuah peristiwa kebakaran terjadi di Jalan Kirana III, Rt 8 Cempaka Putih, tidak jauh dari rumah makan Aroma Cempaka Putih, Selasa (13/8) siang.
Kebakaran tersebut menghanguskan satu buah rumah papan yang cukup tua. Menurut warga (saksi mata), asap terlihat pertama kali dari samping pintu rumah. Setelah dicek, ternyata api berasal dari rumah tua itu akibat arus pendek listrik.

Dengan cepat api menghanguskan rumah yang yang ditinggal pergi oleh penghuninya. Tidak lama setelah kejadian, Damkar Kota Jambi langsung datang, dalam tempo tidak sampai setengah jam, api dapat dipadamkan petugas Damkar kota Jambi.

Akibat kebakaran tersebut, membuat jalan di sekitar lokasi kejadian kebakaran macet total, lantaran banyak warga dan pengendara yang ingin melihat kebakaran tersebut. (Romy)
* http://ayen-servicekamera.blogspot.com/

Kamis, Juni 27, 2013

Terjebak Kobaran Api karena Teralis Besi

 Ilustrasi
JAKARTA, KOMPAS.com - Empat penghuni rumah toko di Jalan Keting 14 RT 006 RW 010, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, seperti mengulang kisah kebakaran maut yang beberapa kali melanda Ibu Kota.
Bukan tetangga atau petugas yang terlambat datang, tetapi mereka kesulitan masuk menembus api serta pagar dan teralis besi yang dibangun penghuninya,” kata Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono saat berkunjung ke lokasi kebakaran itu, Rabu (26/6) siang.

Penghuni ruko itu, Tan Ai Ceng (60), Liny (29), Adelynn Levya Khouw (2), dan Parni (30), tewas terpanggang. Mereka terjebak. Saat berusaha keluar, kobaran api menghadang di lantai satu. Sementara jendela di lantai dua dan teras di lantai tiga tertutup rapat oleh teralis besi. Dinding sisi kiri, kanan, dan belakang berimpit dengan bangunan lain.

Sejumlah saksi menyebutkan, asap terlihat mengepul dari lantai satu ruko sekitar pukul 08.30. Beberapa menit kemudian, api membesar, melahap lantai dua dan tiga. Dua unit mobil pemadam kebakaran pun tiba di lokasi.

Vony Theresia Mait (52), pemilik toko di seberang lokasi itu, mengatakan, warga dan petugas kesulitan masuk untuk menolong penghuni ruko karena api sudah besar. Jendela dan teras di lantai atas juga sulit ditembus karena terhalang teralis besi.

”Kaca jendela bisa dipecah, tetapi tak bisa ditembus,” ujarnya.

Achmad (50), anggota Satpol PP Kelurahan Pejagalan, berusaha masuk melalui atap ruko lain di sisi timur. Namun, upaya itu tak mudah. Sebab, api menyembur dari dalam bangunan keluar melalui jendela dan teras.

Selain jendela dan teras di lantai atas, ruko yang berdiri di atas lahan selebar 5 meter dan panjang 15 meter itu memiliki gerbang utama setinggi 3 meter, pintu rol besi, dan kanopi yang semuanya dipasangi teralis besi. Bangunan itu berimpitan dengan Gereja Bethel Indonesia Keting di sisi barat dan ruko lain di sisi timur.

Sejumlah petugas pemadam kebakaran masuk melalui atap ruko, tetapi kesulitan mencari korban di antara barang-barang yang hangus terbakar. Korban ditemukan di kamar mandi dan sudut bangunan.

Yayat (40), pekerja di GBI Keting, dan beberapa temannya mengaku sudah membawa empat tabung pemadam milik gereja. Namun, api sudah membesar dan menjalar ke lantai dua. Sekitar 10 menit kemudian, dua mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Menurut Camat Penjaringan Rusdiyanto, kasus serupa terjadi di sebuah rumah di Muara Karang, Kecamatan Penjaringan, tahun lalu. Tiga anak tewas terpanggang. ”Warga dan petugas kesulitan masuk karena semua terpagari besi,” ujarnya.

Senada dengan Bambang, Rusdiyanto mengatakan, teralis dan pagar tinggi menjadi dilema. Di satu sisi, pemilik rumah merasa aman dari gangguan pencuri atau perampok, tetapi di sisi lain keberadaannya justru berpotensi membahayakan keselamatan jiwa penghuninya, terutama saat terjadi kebakaran.

Kapolsek Metro Penjaringan Ajun Komisaris Besar Afrisal mengatakan, api diduga berasal dari percikan bunga api dari bola lampu yang pecah karena tersenggol pegawai. Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran.

http://megapolitan.kompas.com/read/2013/06/27/0905451/

Minggu, April 21, 2013

Empat Rumah Warga Dilalap Si Jago Merah

JAMBI, ayojambi.com - Kebakaran kembali melanda empat rumah warga di Jalan Empu Gandring, Rt. 10, Kelurahan Solok Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.
Kebakaran terjadi pada Minggu (21-/2013) pagi, dimana sebagian warga masih lelap tidur kontan panik dan berhamburan menyelamatkan harta benda mereka.

Menurut keterangan ketua Rt. 10, Wagiran, kebakaran terjadi disalah satu warung milik warganya,sumber api belum dapat diperkirakan dari apa “Api melalap rumah warga saya, termasuk rumah Suwarni ikut terbakar” kejadian kebakaran diperkirakan pukul 06.30, kata Wagiran.

Dalam tempo setengah jam, apai dapat dipadamkan oleh Dinas Kebakaran Kota Jambi yang menurunkan tiga unit Damkar.

Sampai berita ini diturunkan, petugas dari kepolisan sektor Telanaipura masih melakukan pemeriksaan asal sumber api. (Romy)

Sabtu, Maret 09, 2013

Toko Penjual Karpet Ludes Dilalap Sijago Merah

JAMBI - Sijago merah kembali beraksi, kali ini melalap tiga ruko penjual karpet di Jalan WR Supratman, kawasan pasar Rombeng, Kelurahan OKH, Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi, tepatnya di depan mal WTC Batanghari Jambi, Sabtu (9/3/2013).

Api di duga berasal dari lantai dua ruko penjual karpet tersebut. Bahan-bahan mudah terbakar membuat api dengan cepat menghanguskan dua ruko ini.

Pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan sisa-sisa api di lantai tiga, kebakaran ini menjadikan totonan warga yang memadati lokai yang berada di persimpangang jalan WR Supratman dan Sultan Thaha atau depan Ruko WTC Batanghari Jambi.

Sehari sebelumnya. kebakaran juga terjadi di Jalan M. Yamin, Lorong Teratai, Kelurahan Payolebar, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, tepatnta di samping Kelenteng Makin Gi Hong Tong. Beruntung dalam kebakaran ini api cepat dipadamkan sehingga tidak merembet pada rumah lainnya. (Romy)

Jumat, Juni 22, 2012

Makin Leng San Keng Bansos Korban Kebakaran di Teluk Nilau

KUALA TUNGKAL - Kebakaran hebat yang terjadi di Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan Senin (18/6) merupakan kebakaran terbesar sejak 2006 lalu. 132 bangunan ludes di lahan dijago merah. ratusan jiwa kehilangan tempat tinggal.
Korban kebakaran di Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan masih mengharapkan uluran tangan para dermawan. Pasca kebakaran, mereka berada di tenda darurat maupun menumpang di rumah-rumah tetangga.

Boleh dibilang tidak banyak barang yang bisa mereka diselamatkan. Kini, para korban tak lagi memiliki rumah dan berharap pasokan makanan dari Jemaat khonghucu di Tanjabbar datang untuk menyalurkan bantuan pada korban kebakaran. Bantuan tersebut langsung diterima korban kebakaran berupa air mineral, mie instan, beras, pakaian.

Pengurus Makin Klenteng Leng San Keng, Alex Tay mengatakan, bantuan tersebut sebagai rasa kemanusiaan warga Khonghucu bagi korban kebakaran.

"Kita langsung mengumpulkan jemaat dan mengumpulkan bantuan pada saudara-saudara kita korban kebakaran," kata Alex Tay.

Pihaknya berharap, bantuan yang disalurkan mampu meringankan beban bagi warga Teluk Nilau sekaligus diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan.

Sehari belum bantuan dari Makin Leng San Keng, Yayasan Budi Luhur telah mensuplai beras sebanyak satu ton dan mie instan 100 dus (Romy)

Makin Leng San Keng Bantu Warga Yang Mengalami Musibah Kebakaran

KUALA TUNGKAL - Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Tanjab Barat atau Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Kelenteng Leng San Keng, Kuala Tungkal, Kab Tanjab Barat besok akan turun kelapangan untuk memberikan bantuan sembako kepada masyarakat yang mengalami musibah kebakaran di tiga RT yakni  RT 19, RT 10 dan RT 17, Teluk Nilau.Tanjab Barat.
Ujar Ketua Perkhin, Lystiany dari Makin Kelenteng Leng San Keng, “Kita sangat mengharapkan agar Matakin maupun Makin di Jambi dapat memberikan sumbangsih kepada saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah kebakaran di Teluk Nilau”.

Selain bantuan datang dari jemaat Khonghucu dan simpatisan masyarakat Kuala Tungkal yang di koordiniri oleh Makin Kelenteng Leng San Keng, Kabupaten Tanjab Barat-Jambi 

Para pekerja bongkar muat di pelabuhan Tanggo Raja juga memberikan andil dengan membantu bongkar muat ke kapal pompong tanpa menerima upah, demikian juga dengan pemiliki kepal pompong tidak mau menerima uang sewa antar barang ke lokasi kebakaran (Romy)

Makin Leng San Keng Menyalurkan Bansos Liwat Laut

Kuala Tungkal - Majelis Akama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Kelenteng Leng San Keng Kuala Tungkal menyalurkan bantuan pasca kebakaran di tiga RT yakni  RT 19, RT 10 dan RT 17, Teluk Nilau, Tanjung Jabung Barat. 

Aksi bantuan sosial berasal datang dari Perempuan Khonghucu Indonesia (PERKHIN) yang dibawah naungan Makin Kelenteng Leng San Keng, inisiatif tersebut disambut positif oleh jemaat Khonghucu dan pastisan dari masyarakat yang ada di Kuala Tungkal, dalam tempo tiga jam puluhan juta terkumpul, ada juga umat mengantarkan bahan sembako ke Kelenteng Leng San Keng. Dengan dana yang disumbangkan pengurus Makin Kelenteng Leng San Keng membeli air mineral sebanyak 320 dus, 300 dus mie instan, umat Khonghucu perorangan ada yang antar beras (5 karung), ikan asin dan puluhan karung pakai bekas yang layak pakai.

Dengan mengunakan kalal pompong Makin Leng San Keng menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran, untuk melalui jalan darat tidak memungkinkan karena jalannya rusak dan rusaknya jembatan yang terbuat dari batang pohon kelapa, hingga kampung Teluk Nilau bagaikan kampung terisilasi

Korban kebakaran di Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan masih mengharapkan uluran tangan para dermawan. Pascatragedi kebakaran, mereka berada di tenda darurat dan menumpang di rumah saudara.

Pengurus Makin Klenteng Leng San Keng, Alex Tay mengatakan, bantuan tersebut sebagai rasa kemanusiaan warga Khonghucu bagi korban kebakaran.

Pihaknya berharap, bantuan yang disalurkan mampu meringankan beban bagi warga Teluk Nilau sekaligus diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan.

Camat Hamzah sempat terharus menerima rombongan Makin Kelenteng Leng San Keng beserta Perempuan Khonghucu Indonesia (Perkhin) Tanjab Barat, karena rombongan Perkhin mau datang ke Teluk Nilau melalui jalur laut dengan mengunakan speedbod bermesin 200 pk yang jarak tempuh 35 menit.

Camat Hamzah, atas nama masyarakat Teluk Nilau mengucapkan terima kasih atas bantuan masyarakat tionghoa melalui Makin Kelenteng Leng San Keng, di Teluk Nilau tidak ada rumah warga tionghoa, namun mereka mau membarikan bantuan, “Saya sangat terharu dan tidak ada yang dapat saya sampaikan selain ucapat terima kasih, semoga segala amal baktinya akan dibalas oleh Yang Maha Kuasa” ujar Hamzah dalam kondisi terharu.

Kebakaran Terbesar di Teluk Nilau
Kebakaran di Teluk Nilau, merupakan kejadian terbesar sepanjang 2012. Ratusan rumah terbakar. Ratusan orang kehilangan tempat tinggal. Warga yang kehilangan tempat tinggal sementara mengungsi di rumah keluarga, masjid dan kantin.

Kini yang mereka butuhkan air mineral, di Teluk Nilau warga mengunakan air hujan sebagai air minum sehari-hari, selain itu mereka juga mengharapkan bantuan pemerintah untuk segera membangun rumah mereka, pasalnya bulan puasa hampir tiba. (Romy)

Selasa, Mei 08, 2012

Satu Korban Ledakan Mobil Pemadam Kebakaran Tewas

TANAHDATAR, KOMPAS.com - Seorang korban ledakan mobil pemadam kebakaran di Jorong Padang Datar, Nagari Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanahdatar, Sumatera Barat, Senin (7/5/2012) malam meninggal dunia. K orban bernama Riswandi (37) meninggal dunia di RSUD Prof. Dr. MA Hanafiah SM, Batusangkar, Kabupaten Tanahdatar.

Korban sudah langsung dibawa dengan ambulans menuju rumah duka beberapa saat menjelang tengah malam. Kapolres Tanahdatar Ajun Komisaris Besar Teguh Trisasongko mengatakan korban seluruhnya 61 orang yang menderita luka bakar.

Para korban merupakan warga yang menonton upaya pemadaman api. Seperti diwartakan sebelumnya ledakan diawali upaya pemadaman sebuah kedai penjual bensin eceran yang lazim disebut Pertamini.

Sebanyak 21 korban dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, dan Kota Padang. Tingkatan luka bakar yang diderita para korban diperkirakan antara 30 persen hingga 80 persen. 

Ledakan mobil pemadam kebakaran di Jorong Padang Atar, Nagari Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanahdatar, Sumatera Barat, Senin malam membuat 53 warga menderita luka bakar. Kapolres Tanahdatar Ajun Komisaris Besar Teguh Trisasongko mengatakan tujuh orang korban dirujuk ke rumah sakit di Kota Padang dan Kota Bukittinggi.

"Korban lainnya dirawat di rumah sakit di Kabupaten Tanahdatar," kata Teguh.   

http://regional.kompas.com/read/2012/05/08/06352314/

BATUSANGKAR, KOMPAS.com — Sedikitnya 60 warga Jorong atau Desa Padang Datar Nagari Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, menderita luka bakar akibat sebuah kios bensin eceran dan satu unit mobil pemadam kebakaran yang meledak, Senin pukul 19.00 WIB.

Wali Nagari (kepala desa adat) Pagaruyung Jamaris Malin Sutan menyebutkan, kejadian naas tersebut berawal dari proses pemadaman kios bensin yang mengalami kebakaran. Ketika petugas menyemprotkan air ke dalam kios, bensin menyembur keluar dan mengenai mobil pemadam kebakaran. Saat itulah api membesar dan meledakkan mobil serta kios bensin.

Sebanyak 36 korban masih dirawat intensif di rumah sakit di Batusangkar. Sementara itu,19 korban lain dirujuk ke rumah sakit di Bukittinggi, Padang Panjang, dan Padang. Lima korban lainnya diperbolehkan pulang. Korban meninggal dunia bernama Riswandi (37). Ia meninggal di RSUD Batusangkar pada Senin sekitar pukul 23.45 WIB.

Dokter RSUD Batusangkar Ardian Amri, Senin malam, menyebutkan, korban meninggal akibat menderita luka bakar lebih dari 75 persen, kekurangan cairan tubuh, dan sulit bernapas. "Tim medis sudah berupaya keras mengobati korban, namun nyawanya tak tertolong lagi," katanya.

Beberapa korban luka yang umumnya laki-laki itu berusia 10-15 tahun. Korban luka tersebut adalah warga sekitar yang menyaksikan pemadaman api di kios bensin. Mereka terkena sambaran api dan menderita luka bakar sehingga terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

http://regional.kompas.com/read/2012/05/08/02180932/

Mobil Pemadam Meledak, Puluhan Warga Luka
PADANG, KOMPAS.com — Ledakan mobil pemadam kebakaran di Jorong Padang Atar, Nagari Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Senin (7/5/2012) malam ini, membuat 53 warga menderita luka bakar.

Kepala Polres Tanah Datar Ajun Komisaris Besar Teguh Trisasongko mengatakan, tujuh orang korban dirujuk ke rumah sakit di Kota Padang dan Kota Bukittinggi. "Korban lainnya dirawat di rumah sakit di Kabupaten Tanahdatar," kata Teguh.

Ia mengatakan, kejadian bermula ketika seorang pemilik kedai bensin milik warga, yang pada sejumlah daerah di Pulau Sumatera lazim disebut Pertamini, tengah mengisi tanki besin. Pada saat bersamaan, anak pemilik kedai Pertamini itu membawa lilin yang menyala dan mendekati tanki sehingga api menyambar.

"Mobil pemadam kebakaran kemudian datang untuk memadamkan kobaran api. Tetapi, letak Pertamini berada di dataran tinggi sementara mobil pemadam kebakaran di bawah membuat bensin yang terbakar merambat ke bawah menuju arah mobil pemadam kebakaran, menyambar bagian bawah mobil dan meledak seketika," ujar Teguh.

http://regional.kompas.com/read/2012/05/07/22451547/

Sabtu, Januari 14, 2012

Partisipasi Masyarakat Tionghoa Dalam Bencana Kebakaran

KUALA TUNGKAL. JAMBI - Masyarakat di Kota Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabar) pada umumnya menghubungi Yayasan Budi Luhur apabila terjadi musibah kebakaran, Yayasan Budi Luhur selain dikenal sebagai yayasan bergerak dibidang kematian juga di kenal dari kegiatan sosialnya, yaitu membantu kebakaran di Kuala Tungkal dan sekitarnya dengan mengadakan 3 unit mobil pemadam kebakaran (damkar). Kendaraan itu hampir tiap kali ada kebakaran selalu andil membantu masyarakat. Makanya masyarakat Tanjabbar khususnya Kuala Tungkal mengenal betul Yayasan yang dibentuk oleh kalangan etnis Tionghoa di Tanjab Barat, Provinsi Jambi, sejak tahun 2000 lalu.
Pencetus ide pertama kali untuk mengadakan kendaraan pemadam kebakaran ini adalah Saiyuti, ketua Yayasan Budi Luhur Kuala Tungkal, menurut Saiyuti, “Bahwa Kuala Tungkal adalah kota yang rawan terhadap musibah kebakaran, dalam setahun bisa terjadi beberapa kali terjadi kebakaran, sedangkan waktu itu di Kabupaten Tanjab Barat belum memiliki pemadam kebakaran” ujar Saiyuti saat menerima kunjungan reporter China Town (11/1). Sedangkan bagian operasional lapangan dikomandoi oleh Toni.T dan dibantu puluhan pengurus yayasan.

Dari hasil pantauan ke markas Damkar Budi Luhur di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kendaraan pemadam kebakaran standbay dalam kondisi siap beroperasi, dimana kunci kontak kendaraan tetap berada di setiap kendaraan, sedangkan kunci gedung dan peralatan lapangan berada ditangan beberapa pengurus yang siap setiap waktu dibutuhkan dibutuhkan mereka siap tampil, adapun markas damkar berada di seberang gedung Yayasan Budi Luhur yang terletak di Jalan Jend.Sudirman, Kuala Tungkal.

Sepertinya kondisi mobil pemadam kebakaran milik Yayasan Budi Luhur sudah cukup tua, maka untuk segala kerusakan Damkar Budi Luhur, pengurus secara bergotong royong membiayainya, sebab bantuan yang diberikan oleh pemerintah setempat dirasakan masih kurang, yang pemerintah berikan hanya sebatas selang, itupun baru dua tahun ini. Meskipun sebenarnya tanpa bantuan itu pihak pemerintah Tanjab Barat, pihak yayasan tetap mengupayakan untuk mobil tersebut selalu beroperasi setiap waktu diperlukannya.

“Bantuan dari pemerintah belum memadai, dalam dua tahun ini bantuan yang diberikan hanya sebatas selang air”. Namun kita harapkan ke depan pemda setempat lebih memperhatikan Damkar Budi Luhur. Soalnya musibah kebakaran tidak bisa dipreksikan kapan akan datang.

Pengantian selang air rutin dilakukan, karena selang air sering kali di seret kesana kemari tentu kondisinya tidak mungkin bagus terus. Di samping itu jumlahnya juga terbatas,” kata salah seorang anggota Damkar Budi Luhur bidang perawatan.

Para petugas lapangan, semuanya warga Tionghoa di Kuala Tungkal, mereka beroperasi tanpa menerima honor, mereka berbakti semata-mata demi kepentingan bersama. Tugas damkar Budi Luhur tidak saja memadamkan kebakaran semata, setelah usai mereka memadamkan kebakaran, mereka juga turun tangan memberikan bantuan kebutuhan sehari-hari sesuai dengan kemampuan Yayasan Budi Luhur. (Yul-Rom)

Rabu, Oktober 26, 2011

Rumah Ortu Akak Ludes Terbakar

JAMBI - Diduga karena konsleting listrik, rumah orangtua Akak yang terletak dibelakang klenteng Siu Leng Tong Jalan Pangeran Hidayat RT 6 Nomor 85 Kelurahan Pall V Kecamatan Kotabaru, terbakar, Selasa (25/10) malam. Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 19.00 WIB.
Api diduga berasal dari konsleting arus pendek listrik. Meski lokasi kebakaran berada di pinggir jalan besar dan tak jauh dari markas pemadam kebakaran Kota Jambi, namun petugas harus bekerja extra keras, karena sebagian pintu di rumah tersebut tidak bisa dibuka karena terkunci. Untuk membukanya, petugas terpaksa membobol pintu-pintu tersebut dengan menggunakan godam.

Api bisa dikuasai satu setengah jam kemudian setelah 5 unit mobil pemadam kebakaran Kota Jambi turun ke lokasi kejadian.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Polisi masih menyelidiki secara pasti sebab-sebab kebakaran. (Nug)

Minggu, Juli 31, 2011

Api Masih Terus Berkobar

MUARA SABAK, TRIBUNJAMBI.COM - Kebakaran hebat yang melanda Kampung Laut, Tanjabtim masih berlangsung.

Wakil Bupati Tanjabtim, Ambo Tang dihubungi via ponsel, Minggu (31/7) membenarkan hal tersebut.
Menurutnya, mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Tanjabtim dan dibantu PT Petro Cina, terus berusaha memadamkan api. "Kita sudah dapat kabar musibah itu, sekarang semua pihak berusaha memadamkan api," ucap Ambo Tang.

Informasinya, Rumah terbuat dari kayu itu terbakar sekitar pukul 14.3 tadi (31/7), tepatnya di Kampung Laut, Kecamatan Kuala Jambi.

Kapolres Tanjabtim, AKPB Budi Wasono membenarkan informasi itu, melalui pesan singkat.

Ia mengatakan saat ini api belum berhasil dipadamkan.

Belum diketahui jumlah kerugian materil, dan jumlah korban akibat kebakaran itu.

"Diperkirakan di atas 100 rumah masyarakat terbakar, dan anggota masih berupaya melakukan evakuasi," katanya, Minggu (31/7)(*)

http://jambi.tribunnews.com/2011/07/31/api-masih-terus-berkobar

Ratusan Rumah Terbakar di Kampung Laut Tanjabtim

MUARA SABAK, TRIBUNJAMBI.COM - Kebakaran hebat melanda Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), tepatnya di Kampung Laut.

Musibah ini di saat warga menanti datangnya bulan suci Ramadan, yang tinggal satu hari lagi.
Rumah terbuat dari kayu itu terbakar sekitar pukul 14.3 tadi (31/7), tepatnya di Kampung Laut, Kecamatan Kuala Jambi.

Kapolres Tanjabtim, AKPB Budi Wasono membenarkan informasi itu, melalui pesan singkat.

Ia mengatakan saat ini api belum berhasil dipadamkan.

Belum diketahui jumlah kerugian materil, dan jumlah korban akibat kebakaran itu.

"Diperkirakan di atas 100 rumah masyarakat terbakar, dan anggota masih berupaya melakukan evakuasi," katanya, Minggu (31/7)(*)

http://jambi.tribunnews.com/2011/07/31/ratusan-rumah-terbakar-di-kampung-laut-tanjabtim

Rabu, Juli 13, 2011

Di Jambi Tiga Hari Sembilan Kebakaran

JAMBI - Kasus kebakaran seolah tak henti melanda Kota Jambi. Sejak Jumat (8/7) hingga Minggu (10/7) malam, ada sembilan kasus kebakaran yang terjadi.

Yang pertama tentunya di Gardu Induk (GI) PLN Payo Selincah, Kelurahan Selincah, Kecamatan Jambi Timur, yang membuat sebagian Kota Jambi tanpa aliran listrik. Selanjutnya, pascakebakaran GI tersebut, kebakaran di tempat lain silih berganti.
Kepala Dinas Pemadaman Kebakaran Kota Jambi Drs H A Ridwan Msi kepada wartawan mengatakan, pascameledaknya GI Payo Selincah, intensitas kebakaran memang sangat tinggi. Tercatat, hingga Minggu malam, ada sembilan kasus kebakaran yang terjadi di Kota Jambi.

Di antaranya, tiga kebakaran di wilayah Kecamatan Jambi Timur, seperti kebakaran ruko tiga pintu di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Sijenjang, Perumahan Garuda Dua di Payo Selincah dan kebakaran terakhir di Kecamatan Jambi Selatan.

Menurut Ridwan, dalam Minggu (8/7) bahkan ada lima kasus kebakaran. Di antaranya, rumah warga di Jerambah Bolong, Kecamatan Jambi Selatan, Perumahan Permata Biru Kecamatan Kota Baru, rumah warga di Tanjung Lumut, TPA Talang Gulo, Kecamatan Kota Baru dan rumah warga di Kelurahan Wijaya Pura Kecamatan Jambi Selatan.

Dari kasus-kasus kebakaran tersebut, 40 persen penyebabnya adalah korsleting. Sedangkan sisanya disebabkan oleh kelalaian masyarakat.

"Saya tidak tahu, apakah kebakaran yang terjadi karena pemadaman listrik. Kan, kita tidak bisa berspekulasi terlalu cepat. Yang jelas itu kelalaian dari masyrakat itu sendiri," kata Kadis Damkar.

Meningkatnya kasus kebakaran dalam beberapa hari di Kota Jambi, membuatnya meningkatkan kewaspadaan. Dia pun menugaskan 150 petugas damkar yang ada untuk siap di kantor dan harus stand by. Petugas sebanyak itu dibagi dalam sift. Jumlah armadanya sembilan mobil.

Jumlah tersebut dirasa sangat kurang untuk meng-handle wilayah Kota Jambi. Ridwan mengatakan, jumlah ideal armada Damkar untuk Kota Jambi adalah 30 unit. Hal ini menimbang beberapa faktor yakni volume, jumlah penduduk dan luas wilayah kota Jambi.

Dijelaskannya, idealnya setiap unit mobil menangani 20 ribu penduduk. Sedangkan berdasarkan sensus terakhir, jumlah penduduk kota Jambi mencapai angka 600 ribu jiwa. "Artinya jumlah unit armada yang dimiliki sekarang ini tidak sebanding dengan keadaan yang ada," katanya.

Namun dikatakannya, hal itu tidak lantas membuat semangat kinerja tim penakluk api tersebut kendor. Dengan keadaan yang ada saat ini pihaknya akan terus berupaya optimal dalam bertugas. Di sisi lain, ia berupaya untuk terus menambah inventarisasi Damkar.

"Kota Jambi memiliki delapan kecamatan. Saat ini baru ada tiga pos yakni di Jambi Selatan, Seberang dan Kota Jambi sebagai induk. Harapannya nanti tiap kecamatan ada pos sendiri, dengan 20 pos pembantu," katanya.

Untuk menekan angka kebakaran, terlebih pada musim kemarau saat ini pihaknya mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam mengelola segala bentuk sumber api. Dari sejumlah kebakaran tiga hari terakhir disebabkan lalainya masyarakat mengawasi api, seperti lilin, bakar lahan dan genset.

Dia mengatakan, jika dihitung per Januari 2011, jumlah kebakaran di Kota Jambi sebanyak 50 kasus. Sebanyak 70 persen kebakaran dipicu arus pendek listrik, sedang yang 30 persen disebabkan hal lain semisal kompor meledak, lilin, pembakaran lahan, rokok, dan lainnya.

"Kami mengimbau kepada masyarakat tetap memantau sumber api. Jika ingin bakar ladang, tebas dulu rumputnya baru dibakar dan dipantau. Pastikan komponen listrik terawat, kabel usia 15 tahun harus diganti. Jangan tinggalkan rumah dalam keadaan ada sumber api menyala, seperti lilin, kompor dan lainnya," katanya.

http://jambi.tribunnews.com/2011/07/12/di-jambi-tiga-hari-sembilan-kebakaran

Selasa, Juli 12, 2011

Puluhan Ruko dan Kios Habis Dilalap Api

JAMBI – Ditengah gelap gulitanya Kota Jambi akibat Gardu Induk (GI), Pusat Listrik Tenaga Diesel, Payo
Selincah meledak. sehingga sebagian listrik dalam Kota Jambi mati.
Kota Jambi diterangi kobaran api dari 42 unit kios milik Pemerintah Kota Jambi yang terletak di pasar Jalan WR Supratman/ Gang Siku dan juga membakar 15 unit ruko dua tingkat Jalan Dr Wahidin, kota Jambi, kebakaran ini terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, Sabtu malam 9 Juli 2011.

Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di ruko yang menjual gorden, sepatu, kain yang terbakar itu. Menurut warga, api berasal dari salah satu ruko.

Penyebab kebakaran belum diketahui. Beberapa unit mobil Dinas Pemadam Kebakaran berusaha menjinakan api yang sudah besar tersebut. Namun dugaan kerugian mencapai milyaran rupiah.

Pada malam kejadian kebakaran, arus lalu lintas yang menuju ke Jalan DR. Wahidin macet total, pasalnya ratusan masyarakat berduyun-duyun datang untuk menyaksikan kobaran api bahkan warga mengunakan kamera handphone untuk mengabadikan peristiwa tersebut.

Sehari sebelumnya, kebakaran juga terjadi di PLTD Payo Selincah. Akibat kebakaran tersebut, aliran listrik di Kota Jambi padam.

Kamis, November 18, 2010

Motor Pemadam Kebakaran

INGGRIS,Kalau mobil pemadam kebakaran, mungkin sudah menjadi hal yang lumrah dan biasa untuk memadamkan kebakaran di suatu tempat.
Akan tetapi, kalau motor pemadam kebakaran, inilah hal yang baru dan tidak biasa dilakukan di dunia.

Baru-baru ini di Inggris, dua motor pemadam kebakaran akan mulai di operasikan. Motor tersebut akan berfungsi layaknya mobil pemadam kebakaran pada umumnya, namun karena ini adalah motor, maka hanya mengurusi kebakaran yang bersifat dalam skala kecil.

"Selama ini kebakaran kecil mendominasi total jumlah panggilan yang ada, atau sekira 62 persen. Dulu biasanya kami mengirim satu unit mobil pemadam kebakaran, tapi kami ingin yang lebih cepat. Oleh karena itu kami yakin motor pemadam kebakaran ini sebagai sebuah alternatif yang menarik," ujar Deputy Chief Fire Officer dari Merseyside Fire and Rescue Service, Mike Hagen, seperti dikutip dari Discovery News.

Motor pemadam kebakaran yang saat ini masih dalam tahap ujicoba adalah dua motor RT1200 yang telah dipasang dua buah tanki yang memuat 25 liter air, dan selang bercabang sepanjang 30 meter, yang bisa mengeluarkan air dan busa. Campuran dari busa dan air dirancangjavascript:void(0) untuk mematikan api dengan cepat.


Motor Pemadam Kebakaran di Inggris ini adalah yang pertama di dunia. Para pengendara motor bekerja dengan standar keamanan yang sekaligus mempromosikan cara berkendara motor yang aman.

Merseyside Fire and Resque Service juga bekerjasama dengan Universal Carbon Fibres. Kerja sama ini dilakukan untuk memproduksi peralatan keamanan yang memenuhi standar pemadam kebakaran dan standar keamanan bersepeda motor Uni Eropa.

"Motor dan peralatannya telah didesain secara khusus agar aman demi tujuan kami. Kami sekarang akan mencobanya selama enam bulan ke depan untuk berkendara di jalan-jalan Merseyside," ujar Manajer grup Merseyside Fire and Rescue Service.

Boleh juga hal ini ditiru untuk dipraktekkan di Indonesia, selain bisa cepat ke tempat tujuan kebakaran, motor pemadam kebakaran ini juga tidak menghabiskan anggaran biaya yang begitu besar untuk pembuatan 1 unitnya.

http://isidunia.blogspot.com/2010/11/motor-pemadam-kebakaran.html