Tampilkan postingan dengan label Facebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Facebook. Tampilkan semua postingan

Rabu, Januari 18, 2017

Seekor Babi Betina dengan Pengikut 1 Juta di Facebook


Empat tahun lalu, Steve Jenkins membawa pulang seekor anak babi berusia enam pekan dan berbobot 2 kilogram.

Sang pemilik saat itu meyakinkan Steve bahwa babi itu hanya akan tumbuh hingga bobot 35 kilogram.

Namun, lima tahun kemudian, Esther, nama yang diberikan Steve untuk babi kecilnya, berubah menjadi seekor babi dewasa berbobot hampir 300 kilogram [Lihat Gambar:
Babi Betina dengan Pengikut 1 Juta di Facebook].
Meski berbobot jumbo, Esther tetap tinggal di kediaman Steve. Dia bahkan tidur di ranjang Steve, mengenakan pakaian lucu, dan berpose manis untuk foto.

Setiap hari, Esther menyantap puluhan kilogram buah-buahan, sayuran, dan makanan lainnya, termasuk es krim dan kue.

Meski kini Esther tak lagi mungil, Steve mengatakan, dia tetap menyayangi babi itu dan tetap akan memeliharanya meski dia akan bertambah besar.

"Saya mengambilnya untuk dipelihara. Esther tak bisa mengendalikan pertumbuhannya dan saya tak tahu apakah dia masih akan bertambah besar atau tidak," kata Steve asal Ontario,Kanada.

Saat membeli Esther hampir lima tahun lalu, Steve tak menyangka hewan itu akan tumbuh sedemikian besar.

Setelah dibawa pulang, Steve kemudian menyadari bahwa Esther tumbuh dengan sangat cepat meski pada awalnya dia berusaha "mengabaikan" fakta itu.

Tak butuh waktu lama, Steve sudah tak bisa lagi menggendong Esther karena beratnya yang sudah berlipat ganda.

Kini, Esther berbobot lebih kurang sama dengan seekor beruang kutub dan kini dia banyak menghabiskan waktu tidur di ranjang milik Steve.

"Pada malam hari, Esther tidur di ranjangnya sendiri di ruang tamu," kata Steve dalam situs internet yang dia buat khusus untuk Esther.

Esther ternyata juga memiliki perilaku yang baik. Hewan ini bisa hidup rukun dengan dua anjing peliharaan Steve. Bahkan, lama-kelamaan, Esther meniru perilaku anjing-anjing temannya itu.

"Esther suka meminta diantar keluar rumah untuk buang air. Setelah selesai, dia masuk lagi ke rumah, mirip seperti yang dilakukan anjing," kata Steve.

Dulu Steve sering membawa Esther bepergian naik mobil. Namun, kini hal itu tak bisa dilakukan karena Esther sudah tak bisa lagi duduk di kursi belakang mobil.

Esther memang istimewa. Babi ini bahkan memiliki akun Facebook sendiri dengan pengikut hingga 1 juta orang https://www.facebook.com/steve.jenkins.98434?lst=100004448761007%3A623250940%3A1484698962.

Lewat akun Facebook itulah, Steve dan pasangannya, Derek, kerap mengunggah kisah atau video kegiatan Esther, seperti makan, berlarian, atau sekadar tidur.

Lalu, apakah Esther yang akan berusia lima tahun itu akan berhenti tumbuh? Steve terus terang mengakui bahwa dia tak bisa memastikan hal itu.

"Menurut dokter hewan kami, dari sisi usia, seharusnya pertumbuhan badannya sudah berhenti, tetapi dia akan sedikit lebih gemuk," ujar Steve.(Ervan Hardoko/Mirror)

http://jambi.tribunnews.com/2017/01/17/kisah-seekora-babi-betina-dengan-pengikut-1-juta-di-facebook
* https://www.facebook.com/makinjambi

Senin, Januari 09, 2017

Kisah Viral Bapak Beli HP Pakai Pecahan Rp 2.000 karena Anak Tak Mau Sekolah

Di Facebook sedang viral cerita soal bapak tua di Medan, Sumatera Utara, yang membeli handphone (HP) untuk anaknya. Dia membeli HP itu dengan uang pecahan Rp 2.000.

Kisah ini diceritakan oleh Dara Muthia lewat akun Facebooknya seperti dilihat detikcom, Kamis (8/12/2016). Peristiwa itu terjadi kemarin sore di counter HP-nya.
Dihubungi detikcom lewat telepon pagi ini, Dara mengisahkan, bapak tua datang ke toko yang dijaganya di Jalan Medan Binjai, Kota Medan. Dari foto yang dikirimkan Dara, bapak tua ini nampak murung. Dia mengenakan kaos kampanye bertuliskan Presidenku Joko Widodo.

Kepada Dara, bapak tua ini mengaku ingin membelikan HP Android untuk anaknya. Namun yang membuat Dara kaget, bapak tua ini membayar HP yang diinginkan anaknya itu dengan uang pecahan Rp 2.000 yang dibawanya menggunakan kantong plastik.

"Rasanya nyesek banget ,pengen nangis liatnya, bapak ini rela jalan jauh jauh hanya untuk beli HP Android buat anaknya. Apalagi pas ngeluarin uang pecahan Rp 2.000 an di dalam kantong plastik, eh malah makin kaget," ujar Dara.

Karena penasaran, Dara kemudian bertanya ke bapak tua itu. Si bapak tua ini mengatakan terpaksa membelikan HP Android untuk anaknya karena anaknya yang masih duduk di bangku SMP tidak mau sekolah jika tidak dibelikan HP tersebut. Mendengar cerita itu, Dara pun sedih bercampur kesal.

Kisah Viral Bapak Beli HP Pakai Pecahan Rp 2.000 karena Anak Tak Mau SekolahFoto: Bapak tua membeli HP Android untuk anak (dok. Dara Muthia)

"Ya Allah tega banget ini anaknya. Padahal masih SMP tapi kok ya kayak gitu. Enggak mikir apa orang tuanya susah, kerjaannya apa, beruntung masih disekolahin, eh malah minta yang enggak enggak," ucapnya.

Dara mengatakan, dirinya tidak bisa membayangkan berapa lama bapak tua itu mengumpulkan uang untuk membeli HP Android anaknya tersebut. Saat ditanya, si bapak tua itu juga tidak mau menyebutkan apa pekerjaannya.

"Zaman sekarang memang aneh-aneh, sudah terlalu modern. Jangan terlalu ikutin zaman kali. Dulu waktu zaman saya sekolah paling enggak mau sekolah kalau enggak punya buku yang bergambar-gambar barbie atau princess. Lah sekarang enggak mau sekolah karena enggak punya Android. Saya saja pengen beli sesuatu harus usaha sendiri dan nabung dulu sampai berbulan bulan baru bisa kebeli itu barang, jangan sampe nyusahin orang tua," kata Dara.


Kisah yang dibagikan Dara di Facebooknya ini pun jadi viral. Pukul 12.00 WIB ini, kisah bapak tua itu sudah dibagikan oleh hampir 50 ribu netizen dan mendapat komentar 28.000 lebih.

https://news.detik.com/berita/d-3366097/kisah-viral-bapak-beli-hp-pakai-pecahan-rp-2000-karena-anak-tak-mau-sekolah

Selasa, Oktober 25, 2016

Penipuan Jarak Jauh, Wanita Ini Menangis Setelah Isi Pulsa Rp1,3 Juta untuk Kakaknya


JEMBER, Ayojambi.com - Wanita ini membeli pulsa sampai Rp. 1,3 juta untuk kakaknya yang terkena musibah, saat dicek ulang ternyata pulsa itu masuk ke orang yang tak disangka.

Seorang wanita baru saja menjadi bahan perbincangan di media sosial.

Itu karena dirinya menangis histeris setelah membeli pulsa dengan jumlah yang cukup banyak.
Wanita yang belum diketahui namanya itu, membeli pulsa di sebuah mini market ternama.

Dia mengisi pulsa dengan pecahan Rp. 200 ribu dan Rp 300 ribu hingga mencapai Rp. 1,3 juta.

Cerita ini dibagikan oleh akun Facebook Ruddy Raharja di grup Info Warga Jember.

Berikut ini kisah yang dipostingnya :

Peringatan buat kita semua..

Seorang perempuan tiba tiba isi pulsa sebesar 1.3 juta dg nominal berbeda.300,200 rb dst hingga 1,3 di Alfa mart jl Hayam Wuruk.mangli.

namun ketika kasir meminta uang perempuan tsb masih berdalih tunggu dan tunggu...

Akhirnya pihak Alfa menahan motor perempuan itu..

namun sambil dia bertelepon dia masih isi pulsa di konter lain yg berjarak 50 meter. Sebesar 150 rb.

Lg lg ketika disuruh bayar dia masih beralasan nunggu teman. ...

sekitar 15 menit kemudian dia menangis dan teriak histeris tak Kala dia merasa tertipu dg suara yg menelpon dia yg mengaku kakaknya yg kena musibah di Surabaya...

Setelah cross cek ke kakak aslinya ternyata tdk pernah telpon...

Hikmah yg bisa kita ambil perempuan td korban gendam/hipnotis jarak jauh.

Kalo orang normal akan pikir pikir beli barang ke Alfa kalo gak pegang uang.

Jangan kita percaya ketika kita terima no tdk dikenal.

Bukan hanya pengusaha berduit saja yg rentan ditipu...

Siapapun orangnya walaupun gak pegang uang.

Akan kena tipu layaknya perempuan ini yg harus ganti uang ke Alfa mart sebesar 1,3 dan ke konter satunya 150 rb padahal pulsanya masuk ke orang lain.

Semoga bermanfaat

Pada postingan itu juga ada foto seorang wanita yang mengenakan kerudung.

Wanita itu memakai kerudung warna cokelat dengan banu panjang warna ungu.

Dia terlihat berdiri di samping kasir mini market.

Postingan ini sudah 178 kali dibagikan dan mendapat like lebih dari 700.

http://jambi.tribunnews.com/2016/10/24/wanita-ini-menangis-setelah-isi-pulsa-rp13-juta-untuk-kakaknya-ternyata-penipuan-jarak-jauh
* www.ayojambi.com/

Kamis, September 08, 2016

Hakim Menangis saat Menjatuhkan Vonis pada Nenek Ini, Ia Berkata Maafkan Saya

Ayojambi.com - Hukum di negara ini memang terkadang menimbulkan kontroversi. Cukup banyak kasus hukum yang tidak berpihak pada kaum kecil.

Banyak yang mengatakan bahwa hukum saat ini bisa dibeli. Beberapa bulan lalu, beredar sebuah status di media sosial Facebook yang menceritakan tentang seorang nenek yang kelaparan, akhirnya beliau mencuri singkong untuk makan cucunya.

Beliau pun mendapat hukuman, hakim yang memutuskan sampai menangis saat menjatuhkan vonis ini kepada sang nenek.
Cerita yang diunggah oleh akun Facebook atas nama Noviani Zaini ini pun menjadi viral.

Terbukti status ini sudah dibagikan lebih dari 93 ribu shares.

Facebook/Noviani Zaini

"SEORANG NENEK MENCURI SINGKONG KARNA KELAPARAN, HAKIM MENANGIS SAAT MENJATUHKAN VONIS Diruang sidang pengadilan, hakim Marzuki duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU terhadap seorang nenek yang dituduh mencuri singkong, nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya kelaparan …

Namun manajer PT. A* K* (B GRUP) tetap pada tuntutannya, agar menjadi contoh bagi warga lainnya.

Hakim Marzuki menghela nafas., dia memutus diluar tuntutan jaksa PU, “maafkan saya”, katanya sambil memandang nenek itu,.

Saya tidak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum. saya mendenda anda 1jt rupiah dan jika anda tidak mampu membayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU”.

Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, sementara hakim Marzuki mencopot topi, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang sejumlah 1jt rupiah ke dalam topi tersebut dan berkata kepada hadirin…


“Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap orang yang hadir diruang sidang ini sebesar 50rb rupiah, sebab menetap dikota ini, yang membiarkan seseorg kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya,"

”Sdr panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa.” Sampai palu diketuk dan hakim Marzuki meninggalkan ruang sidang, nenek itupun pergi dengan mengantongi uang 3,5jt rupiah.

Termasuk uang 50rb yg dibayarkan oleh manajer PT. A* K* (B Grup) yang tersipu malu karena telah menuntutnya," begitu tulis pemilik akun Facebook bernama Noviani Zaini.


Cerita ini menyebar secara viral di media sosial Facebook dan mencuri perhatian para netizen. Aksi yang menyentuh dari hakim ini membuat netizen tersentuh.

http://jambi.tribunnews.com/2016/09/07/hakim-menangis-saat-menjatuhkan-vonis-pada-nenek-ini-ia-berkata-maafkan-saya
* www.ayojambi.com/

Kamis, Agustus 04, 2016

Bocah Tidur di Samping Peti Mati sang Ibu Bikin Semua Orang Berurai Airmata

Kisah bocah lelaki dari Filipina yang enggan tinggalkan peti mati ibunya menjadi viral. Belum lama ini media sosial kembali diributkan dengan sebuah postingan.

Akun Facebook Chuchubelles Gabrielle memposting sejumlah foto dimana anak kecil tidur dan enggan tinggalkan peti mati ibunya. Akun ini memposting foto itu pada 1 Juli 2016.
Sudah jutaan orang membagikan dan memberi like pada postingan tersebut. Wajar saja, kisah yang diceritakan akun itu sangat menyentuh hati.

Dalam beberapa foto terlihat sosok anak kecil yang berdiri dan bersandar pada sebuah peti mati warna putih. Anak kecil lelaki ini, tampak tidak berekspresi. Dalam sejumlah foto bocah lelaki ini tampak memakai beberapa baju berbeda.

Tak banyak yang mengetahui maksud dan tujuan dari tindakan bocah ini. Tapi saat akun ini menceritakan kisahnya, netizen pun berebut untuk segera membagikannya kembali. Bocah dalam foto itu diketahui bernama Khayne.

Tubuhnya kecil dan berambut pendek. Tampak raut kesedihan di wajahnya. Jenazah yang ada di peti itu ialah ibunya. Ibu Khayne bernama Kaye Angeles Naeglas Castro.

Ibu Khayne dikabarkan meninggal dunia saat melahirkan adiknya. Kesedihan tentu melanda seluruh keluarga, tapi berbeda dengan Khayne.

Itu karena dia belum mengetahui kenapa ibunya terus terbaring di dalam peti mati ini. Pertanyaan itu terlontar dari mulut mungilnya kepada Gabrielle.

Sekedar untuk diketahui bahwa pemilik akun yang memposting foto tersebut merupakan saudara dari Khayne. Netizen sangat terenyuh ketika Gabrielle menuliskan Khayne bertanya, "Kenapa ibuku tidak juga bangun," katanya.

"Kenapa aku tidak boleh tidur di samping ibuku," tanyanya.

Tak banyak cerita memang yang dituliskan oleh Gabrielle.

"Bagaimana Anda menjelaskan ketika si kecil bertanya, "Kenapa aku tak bisa tidur di samping ibuku,"... Ini sungguh menyentuh.

"Si kecil menyeret kursi lalu menaikinya untuk memeluk ibunya di dalam peti... Spontan hatiku berhenti melihatnya."

"Terima kasih yang memberikan komentar dan membagikan tulisan ini. Kami memohon doanya untuk bayi Kaye yang baru lahir karena kondisinya kritis."

"Setiap malam begitu senyap. Ketika orang-orang sudah pulang dan mengucapkan selamat tinggal, si kecil sendirian di sana dan tak ada yang mengajaknya bermain."

"Selama lima hari si kecil lebih suka di sana, menyalakan kipas angin... Ia begitu nyaman di samping peti ibunya.."

Tak ayal, bocah lelaki ini tidur dan sama sekali tidak beranjak dari samping peti mati ibunya selama lima hari.(*)

http://jambi.tribunnews.com/2016/08/03/foto-bocah-tidur-di-samping-peti-mati-sang-ibu-bikin-semua-orang-berurai-airmata* www.ayojambi.com/

Selasa, Oktober 14, 2014

Keluarga Tahu Anaknya Dianiaya Setelah Video Beredar

Perilaku anak SD di Bukittinggi tidak pantas ditiru oleh pelajar lainnya.!
TEMPO.CO, Bukittinggi - Keluarga siswi korban penganiayaan di Sekolah Dasar Trisula Perwari Bukittinggi, Sumatera Barat, baru mengetahui kejadian yang menimpa anaknya setelah beredarnya video kekerasan tersebut. "Kita mengetahui setelah hebohnya video itu di televisi," ujar ibu korban, Nurmeli, 55 tahun.
Awalnya, sepekan setelah kejadian, Nurmeli hanya diberi tahu pihak sekolah ada pertengkaran biasa antara anaknya dan rekan sekelasnya. "Saya kira hanya kenakalan anak SD biasa. Saling ejek dan ditonjok sekali," ujarnya.

Lalu, Nurmeli meminta sekolah untuk menyelesaikan masalah ini dengan mempertemukan dirinya dan orang tua pelaku. "Saat itu saya dipertemukan hanya dengan satu orang tua pelaku. Saya minta bertemu dengan semua orang tua. Tapi hingga sekarang belum ada," ujarnya.

Namun, setelah video itu beredar, Nurmeli melihat anaknya, DAN, 12 tahun, dipukuli dan ditendang bertubi-tubi. "Setelah saya lihat videonya, saya nangis, enggak bisa ngomong. Enggak dikira seperti ini kejadiannya," ujarnya.

Kata Nurmeli, anaknya tidak pernah melaporkan kejadian ini sehingga keluarga tidak mengetahui. Pihak keluarga belum menerima perdamaiannya. Sebab, mereka tak menduga kejadiannya seperti itu. "Kita enggak bisa ambil sendiri keputusan. Ada keluarga besar," ujarnya.

Nurmeli berharap kesehatan anaknya bisa diperiksa. "Pokoknya disembuhkan seperti semula," ujarnya. Nurmeli menduga ini bukan kejadian pertama. Sebab, sebelum kejadian ini, anaknya pernah trauma bersekolah di sana. Namun siswi kelas V ini tidak pernah terbuka kepada orang tua.

https://id.berita.yahoo.com/keluarga-tahu-anaknya-dianiaya-setelah-video-beredar-045522471.html
* www.ayojambi.com/

Mengapa Siswi SD Bukittinggi Dianiaya?

TEMPO.CO, Bukittinggi - Siswi Sekolah Dasar Trisula Perwari, Bukittinggi, mengaku dikeroyok karena tidak mau memberi uang kepada pelaku pengeroyokan. "Mereka minta uang saya Rp 2.000. Tapi saya endak mau kasih," ujarnya saat ditemui di kantor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bukittinggi, Senin 13 Oktober 2014.
Siswi kelas V A SD Trisula Perwari ini mengaku dianiaya delapan orang. Mereka memukul badan dan tangannya. "Sakit-sakit badan ini," ujarnya. (Baca juga: KPAI Usut Penyebar Video Kekerasan SD Bukittinggi)

Kekerasan terhadap korban terekam dalam video yang diunggah ke situs berbagi video, YouTube. Penganiayaan itu diduga terjadi pada 18 September 2014 ketika siswa kelas V A sedang mengikuti proses belajar-mengajar dengan mata pelajaran pendidikan agama. (Baca juga: Video Penganiayaan Murid SD di Bukittinggi Beredar)

Dalam rekaman berdurasi 1 menit 52 detik itu tampak sekitar empat siswa dan satu siswi memukul dan menendang seorang siswi berjilbab putih berkali-kali.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bukittinggi, Aisyah Ismet, mengatakan pihaknya sedang mengidentifikasi masalah ini untuk mengetahui tingkat trauma yang dialami korban.  "Kita lakukan pendampingan psikologis dan kesehatannya," ujarnya.

https://id.berita.yahoo.com/mengapa-siswi-sd-bukittinggi-dianiaya-133140240.html
* www.ayojambi.com/

Minggu, Oktober 13, 2013

Bunuh Gadis Teman Facebook, 2 Pria Guatemala Dipenjara 200 Tahun

GUATEMALA CITY, KOMPAS.com - Pengadilan Guatemala, Sabtu (12/10/2013), menjatuhkan hukuman penjara 200 tahun untuk dua orang pria yang terbukti dua orang remaja perempuan yang mereka hubungi lewat Facebook.
Kedua pria itu, Eduardo Chen dan Saul Garcia Arriaza, terbukti bersalah membunuh Heydi Motufar Lorenzana (16) dan Heiser Alexandra Mercado Santos (18).

Namun vonis pengadilan ini jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menginginkan hakim menjatuhkan hukuman 308 tahun penjara.

Dalam sidang jaksa penuntut mengatakan, kedua terpidana sebelumnya berkenalan dengan kedua gadis remaja itu. Setelah semakin akrab mereka kemudian merancang janji pertemuan.

Dari hasil penyelidikan diketahui kedua gadis remaja itu dibunuh pada 22 Agustus 2011, setelah diperkosa terlebih dahulu oleh kedua terpidana.

Jasad kedua gadis ini ditemukan enam hari setelah dibunuh di kota Amatitlan, di wilayah selatan Guatemala.

Kasus pembunuhan terkait Facebook ini menjadi kasus pertama di Guatemala yang telah mendapatkan vonis hukum.

http://internasional.kompas.com/read/2013/10/13/0309030/ * http://ayen-servicekamera.blogspot.com/

Jumat, November 02, 2012

Pelajar SMA Dibawa Kabur Teman Facebook

BONE, KOMPAS.com - Media jejaring sosial, Facebook kembali memakan korban. Kali ini menimpa seorang gadis yang baru saja duduk di bangku kelas I Sekolah Menengah Atas (SMA) berinisial MI (14) di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan, Jumat, (02/11/2012).
Peristiwa ini diketahui setelah kedua orangtua korban melapor ke Kepolisian Resor (Polres Bone) pada Kamis kemarin. Warga Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone ini datang melapor dan meminta kepada pihak kepolisian untuk membantu pencarian terhadap anaknya.

Korban diketahui menghilang dari rumahnya sejak 17 Oktober lalu. Sebelumnya, salah seorang pria berinisial WN (17) datang berkunjung ke rumahnya hingga akhirnya membawa keluar remaja ini.

Saat dikonfirmasi tentang perilaku anaknya, orangtua yang tak ingin disebut identitasnya ini mengaku putrinya kerap browsing internet ke warung internet (warnet). "Akhir-akhir ini memang sering ke warnet sampai tengah malam karena main Facebook," katanya.

Sementara itu, pihak kepolisian yang mendapat laporan menyatakan masih melakukan penyelidikan dan berupaya mencari MI. "Laporannya kami sudah terima dan memang ada indikasi bahwa yang cowok itu kenalan di Facebook-nya, tapi itu masih dalam penyelidikan. Mudah-mudahan kami segera menemukan korban karena handphone-nya masih kadang-kadang aktif," tegas Kompol Abdul Muin, kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Polres Bone, Jumat (2/11/2012).

http://regional.kompas.com/read/2012/11/02/17543693/

Selasa, Oktober 30, 2012

Mahasiswi Diduga Dibawa Lari Teman Facebook

SOLO, KOMPAS.com -- Iva Unaizah, mahasiswa semester III Universitas Surakarta menghilang lebih 10 hari. Keluarga menduga, ia dibawa lari teman pria yang dikenalnya melalui jejaring sosial Facebook. Kehilangan Iva, dilaporkan sang ayah, Sumarso (47) ke Polresta Surakarta, Selasa (30/10/2012).
"Iva pamit kembali ke Solo untuk kuliah, 15 Oktober lalu. Ia naik sepeda motor bersama teman sekampusnya yang juga tetangga kami, Anis," kata Sumarso yang tinggal di Dusun Maguwan, Desa Suci, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Mengutip cerita Anis, Sumarso mengatakan, pada 17 Oktober, sepulang kuliah, Iva minta diantar ke Stasiun Balapan untuk naik kereta api pukul 18.00 WIB menuju Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Pagi pukul 05.00, Iva mengirim pesan pendek pada Anis bahwa ia telah tiba di Jakarta dan dijemput temannya dengan mobil.

"Anis bilang, Iva ke Jakarta karena sudah berjanjian dengan teman laki-laki yang dikenalnya lewat Facebook. Anak saya ini tertutup, teman curhatnya ya Anis itu dan seorang temannya lagi," kata Sumarso.

Telepon seluler Iva tidak aktif saat dihubungi. Baru pada tanggal 25 Oktober, Iva mengirim pesan pendek kepada sang ibu, Misni, meminta kiriman pulsa sambil berjanji akan pulang pada 27 Oktober pagi. Namun pada waktu yang dijanjikan, Iva tidak kembali. Nomor teleponnya juga tidak aktif. Ketika kembali dihubungi pada malam harinya, telepon seluler Iva diangkat oleh seorang pria yang mengatakan menemukan telepon itu di jalan.

Saat pergi, Iva membawa dua telepon seluler, laptop, dan STNK sepeda motor. Hingga kini, keberadaan Iva tidak diketahui. "Temannya di Facebook sering menghubungi lewat SMS, mempengaruhi macam-macam. Katanya, ibunya yang sekarang bukan ibu kandungnya, melainkan ibu tiri. Iva dibujuk ke Jakarta untuk mencari ibu kandungnya. Padahal yang di kampung, istri saya, ya ibu kandungnya. Anak saya seperti dicuci otak," ungkap Sumarso.

http://regional.kompas.com/read/2012/10/30/22113520/

Jumat, Oktober 19, 2012

Mimi Menghilang Dibawa Teman Facebook-nya?

JAKARTA, KOMPAS.com - Perasaan duka masih bergelayut di hati pasangan suami istri Suparsih (28) dan Sarifudin (30). Supadmi (25), atau yang akrab disapa Mimi, adik kandung Suparsih, tak juga hadir di antara keluarga kecil tersebut. Sepuluh hari sudah Supadmi menghilang, padahal ia akan melangsungkan pernikahannya.
Kamis (18/10/2012) petang, pasangan suami istru itu melapor ke Mapolsek Jatinegara untuk kedua kalinya. Sehari sebelumnya, Rabu, mereka mendapat titik terang keberadaan Mimi karena adik tetangga mereka yang melihat Mimi di Stasiun Tambun, Bekasi, Jawa Barat. Pikiran keduanya pun melayang jauh ke periode beberapa waktu lalu, saat Mimi sempat menyebut Kota Bekasi dari mulutnya.

"Sebelum puasa Lebaran, Mimi pernah bilang mau pindah kontrakan sekaligus pindah kerjaan di pabrik di Bekasi. Dia ditawarin kerja di sana sama teman Facebook-nya. Dia tinggal di Bekasi juga. Ingat begitu kok saya langsung berpikir ke arah sana," ujar Sarifudin, kakak ipar Mimi.

Saksi melihat seorang wanita lugu dengan sweter cokelat, rambut panjang, dan kulit sawo matang, persis dengan ciri-ciri Mimi setelah menghilang, tengah menangis di tepi jalan sambil dikerubuti orang. Sayangnya, peristiwa itu terjadi Senin siang dan secara berantai disampaikan ke Suparsih pada Rabu.

Mendapat titik terang, keduanya langsung bergerak ke tempat Mimi terakhir terlihat. Betul saja, beberapa pedagang yang berada di dekat tempat Mimi terakhir terlihat membenarkan foto yang dibawa Suparsih dan suaminya adalah wanita menangis pada Senin lalu di tempat itu. Kecurigaan keluarga bertambah luas ketika saksi pedagang menuturkan, di tengah-tengah kondisi menangis, seorang pria bertubuh tinggi dengan rambut gondrong menghampirinya. Tak beberapa lama, pria gondrong itu membawa Mimi pergi dari lokasi itu, tak tahu ke mana. Titik terang itu seakan redup kembali.

"Setelah puasa itu, saya sempat lihat juga beberapa kali teman Facebook-nya nganterin Mimi ke rumah. Terus main di warnet-nya Mimi. Kecurigaan saya makin kuat karena dia juga orangnya gondrong dan tinggi. Susah saya buat enggak mikir negatif," lanjut Sarifudin.

Bukan masalah pernikahan

Hilangnya Mimi sejak Senin (8/10/2012) lalu memang membuat keluarga asal Boyolali, Jawa Tengah, itu begitu terpukul. Sejumlah tanya muncul di benak keluarga, mengapa wanita yang dikenal bertanggung jawab tersebut menghilang tanpa alasan jelas. Rencana pernikahan dengan pemilik warnet, tempat Mimi bekerja, terancam gagal karena musibah tersebut.

"Tapi keluarga yakin, dia kabur bukan karena mau dijodohin atau apa sama si Syahriul (calon pengantin pria). Orang sudah pacaran tiga tahun, terus nikah juga si Mimi yang minta. Ini bukan masalah pernikahan," ujar Sarifudin.

Keberadaan pria yang dikenal Mimi melalui Facebook tersebut juga diketahui oleh sang calon pengantin pria. Mimi yang dikenal terbuka pernah menceritakan dirinya memiliki teman pria di dunia maya. Namun, Mimi kemudian menjauh dari pria itu karena pria tersebut menyatakan jatuh cinta kepada Mimil, sementara Mimi harus melangsungkan pernikahan dengan Syahriul kurang dari sepekan kemudian.

"Saya sudah bilang latar belakang ini ke polisi. Katanya, kita bisa saja curiga, tapi harus punya bukti. Kita diarahkan koordinasi ke Mapolres Bekasi Kabupaten, apa saja lah kita lakukan biar Mimi kembali," ujar Sarifudin.

http://megapolitan.kompas.com/read/2012/10/19/10574183/

Minggu, Agustus 12, 2012

Akibat Facebook Perceraian Meningkat

Seperti yang kita ketahui, Facebook, sebagai salah satu fitur kemajuan teknologi, yang sebenarnya ditujukan untuk menjalin silaturrahmi malah memiliki dampak negatif yang cukup signifikan. Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terkejut dalam kurun waktu Oktober tercatat 507 pasangan suami isteri di daerah Tatar Galuh, Ciamis mengajukan cerai.
Penyebab hancurnya rumah tangga mereka yang paling dominan karena perselingkuhan baik dengan SMS maupun facebook. ” Mereka mengaku terjadinya cerai akibat masuknya pihak ketiga. SMS dan face book biangkerok perceraian,” kata Humas Pengadilan Agama Ciamis, Anang Permana,Jumat. Memang, secara langsung maupun tidak, facebook mau tak mau harus mengakui bahwa mereka juga ikut andil dalam membuat kasus-kasus itu terjadi.

Anang juga menegaskan, jumlah 507 penggugat cerai dalam waktu sebulan ini merupakan angka yang spektakuler. Pasalnya lanjut dia, jumlah itu mengalami kenaikan 50 persen dibanding bulan sebelumnya. Untuk Agustus pasangan suami isteri yang mengajukan cerai mencapai 250 orang.
Pada Oktober 2010 jumlah tersebut mendadak naik drastis hingga mencapai 507 pasangan. ” Kami sangat prihatin kok, di Ciamis angka cerai sangat tinggi dan mampu mengalahkan Indramayu, Krawang serta Cirebon,”.

Perihal penyebab tingginya cerai di Ciamis, lagi-lagi Anang menduga kuat akibat semaraknya Hp dan face book. Ini berarti isteri menggugat cerai karena suaminya memiliki Wanita Idaman lain (WIL), kemudian suaminya mengajukan cerai lantaran isterinya memiliki Pria Idaman Lain (PIL). ” Penyebab PIL lebih tinggi ketimbang WIL. Jadi isteri yang tergoda pria lain melalui face book dan SMS,” ujarnya.

Berdasar catatan, tegas dia, setelah liburan Lebaran tercatat jumlah perceraian yang tercatat di PA Ciamis sebanyak 3.273 kasus, sedangkan tanggal 13 Oktober naik menjadi 3.780 kasus. Kemudian selama Puasa, PA sendiri mencatat sedikitnya 15-20 pasangan suami isteri di Ciamis mengajukan cerai. Melihat data ini, Anang menyimpulkan rata-rata pasangan suami isteri yang mengajukan cerai di Ciamis rata-rata 300-400 pasangan. hanya, memasuki Oktober ini jumlahnya naik menjadi 507 pasangan

http://www.rimbonews.com/akibat-facebook-perceraian-meningkat.html