Tampilkan postingan dengan label Dok Apeng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dok Apeng. Tampilkan semua postingan

Minggu, Februari 10, 2013

Turun Hujan, Tidak Menghalangi Open House Bagi Keluarga Robin

JAMBI – Hujan menyirami Kota Jambi sejak tengah malam (10/2) hingga siang tidak menjadi penghalang ribuan anak yatim, yatim piatu, panti penyandang cacat dan para penghuni panti jompo untuk menikmati Tahun Baru Imlek 2564 bersama keluarga besar Robin di Kabupaten Muarojambi.

Imlek tahun ini sangatlah meriah, dimana terdapat seorang pengusaha muda dari dok kapal PT. Naga Cipta Centralpagi melakukan open house bersama ribuan anak dan orangtua yang kurang beruntung selain lakukan open house keluarga Robin juga melakukan bagi-bagi ribuan angpao kepada anak yatim piatu, anak panti asuhan, anak penyandang cacat dan panti jompo di Talang Duku, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi.

Beginilah suasana Imlek di keluarga besar Robin, pengusaha dok kapal di Jambi. Ribuan anak yatim piatu dan penyandang cacat, ikut serta menikmati kebahagiaan, sebagaimana orang tionghoa merayakan Imlek 2564.

Panti asuhan yang tampak hadir, diantaranya dari, Panti Asuhan Penyandang Cacat “Teratai Jaya”, Jalan Sersan Muslim RT. 24, Kelurahan The Hok, Kecamatan Jambi Selatan, kota Jambi, Panti Sosial Asuhan Anak Alyatama Jambi (PSAA), Jalan Sultan Hasannudin RT. 25, No. 03, Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Jambi Selatan, kota Jambi, Panti Asuhan Yayasan Kesejahteraan Anak (YKA), Jalan Sersan Syahwal, RT. 03, No. 103 Paal Merah Jambi dan Panti Asuhan Ainul Yakin, Jalan Batam, RT. 25, Kelurahan Lobak Bandung, Kecamatan Jelutung, kota Jambi dan panti Jompo Budi Luhur, kelurahan Paal V, Kecamatan Kota baru. Selain berbagi dengan orang tidak mampu, ini juga bertujuan untuk berbagi rezeki dengan sesama insan yang kurang mampu dan agar mereka bisa menikmatinya.
Tahun ini tidak terjadi desak-desakan seperti tahun lalu, mereka dijemput dari panti asuhan dengan bus besar, setelah selesai open house mereka diantar kembali ke panti, ribuan anak panti menikmati aneka hidangan yang beraneka ragam rasa, mulai dari es krim, es tebu, tekwan, martabak India, pempek, nasi lengkap dengan lauk pauk dan buah-buahan.

Usai makan bersama, satu persatu mereka menerima angpau atau amplop merah ysng berisi uang kertas yang sudah disiapkan keluarga besar Robin, dihari yang berbahagia ini.

Eko, salah seorang penyandang cacat, mengaku gembira dapat menerima angpau yang kedua kalinya dari keluarga Robin.

Sebelum membubarkan diri, ribuan anak yatim piatu dan penyandang cacat, disuguhi tarian barongsai yang sedang atraksi dan juga dihibur organ tunggal.

Bupati Tanjung Jabung Timur, Zumi Zola hadiri Imlek 2564 di Keluarga Robin beserta istri, Sherin. dalam moment ini menyumbangkan sebuah lagu yang berjudul "Yesterday", aplous pengunjung sangat meriah ketika keduanya menaiki panggung yang disediakan oleh panitia kegiatan.

Menurut Charles tahun Ular Air “Pada tahun ini mendapatkan keberkahan, kehidupan antar umat beragama dan bisa saling bahu membahu serta tidak melukai umat lain demi mewujudkan kedamaian di Jambi. Ujar Cherles. Sampai berita ini diturunkan, open house masih tetap berlangsung.

Umat Khonghucu Sembahyang Imlek Di Kelenteng

JAMBI - Ratusan warga keturunan Tionghoa yang beragama Khonghcu di Jambi melakukan sembahyang bersama menyambut tahun Imlek 2564 yang jatuh pada 10 Februari 2013 (Cia Gwe Ciu It) yang digelar di Kelenteng-Kelenteng Kota Jambi (10/2-2013).
Warga keturunan Tionghoa yang beragama Khonghucu di berbagai Provinsi Jambi tampak khusyuk mengikuti sembahyang Imlek 2564 baik di kelenteng-kelenteng, Littang maupun di rumah masing.

Cahaya lilin yang mereka nyalakan sejak Minggu (10/2) dini hari pun menambah kekhusyukan dalam melaksanakan sembahyang guna mengucap syukur atas karunia yang diberikan Thian Kong (Tuhan) dan para Kongco (para roh suci) selama setahun lalu dan berharap agar di tahun baru nanti senantiasa diberi karunia yang baik.

Ratusan warga keturunan Tionghoa yang berasal dari berbagai wilayah di kota Kota Jambi ini mengikuti sembahyang di Kelenteng Siu San Teng, kawasan kampung manggis Jambi.

Yanta mengatakan, sembahyang bersama ini ditujukan untuk mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Mahaesa atas limpahan rahmat yang telah diberikan selama ini.

"Selain itu, sembahyang ini juga ditujukan untuk memohon keselamatan dan rezeki kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam hal ini, warga yang pekerja tentunya berharap supaya sukses dalam pekerjaannya, yang berdagang memohon agar dagangannya laris," katanya.

Disinggung mengenai di tahun Imlek 2564 yang merupakan tahun Ular Air, dia enggan memberikan komentar. "Kalau masalah itu, jangan tanyakan saya. Karena masing-masing memiliki penafsiran yang berbeda-beda," jelasnya.

Namun demikian, ? Yanta mengatakan, saat ini yang diharapkan agar bangsa Indonesia bisa terhindar dari berbagai bencana, sehingga masyarakat dapat mencari nafka sesuai dengan bidang masing-masing dan diharapkan juga masyarakat bisa lebih mawas diri. (Romy)