Selasa, Desember 04, 2012

Curigai Permintaan Transfer Uang dari Telepon

JAKARTA, KOMPAS.com - Kawanan penipu yang menelepon korbannya minta transfer sejumlah uang memiliki trik jitu untuk mengelabui. Ada berbagai model pembagian tugas yang harus dilakukan para pelaku agar uang jutaan rupiah mengalir ke saku mereka.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, komplotan ini mencari calon korban yang potensial. Setelah itu, mereka akan mencari kontak ponsel korban dan keluarga korban.

"Termasuk mencari tahu profil, kegiatan, serta latar belakang ekonomi keluarga korban," kata Rikwanto di Jakarta, Selasa (4/11/2012).

Cara-cara mendapatkannya, lanjut Rikwanto, bisa dengan berpura-pura bertamu, bertanya ke hansip di sekolah atau kompleks rumah, buku telepon Yellow Pages dan berbagai cara lainnya. Kecermatan kerja kelompok ini diakui Rikwanto, acap kali membuat korban cepat percaya.

"Keluarga korban yang mencoba menghubungi korban kesulitan karena ponsel korban secara terus-menerus dihubungi oleh pelaku sehingga jaringan telepon selalu sibuk atau tidak aktif karena baterainya habis," jelasnya.

Lokasi penipu yang jauh juga membuat beberapa korban patah arang untuk mengusut kerugian materiilnya.

"Mereka mengintai banyak tempat. Sumber informasi kita lacak bekerjasama dengan PT Telkom dan terungkap lokasi ada yang di Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara," katanya.

Rikwanto mengungkapkan, kasus penipuan semacam ini pernah ditangani Polda Metro Jaya dengan menangkap pelaku yang sudah bergelimangan harta.

"Para pelakunya sampai sudah memiliki rumah mewah, mobil mewah dan uang ratusan juta rupiah," ungkapnya.

http://megapolitan.kompas.com/read/2012/12/04/18463630/