JAMBI – Menjelang datangnya bulan Ramadhan 1430, tim gabungan yang dipimpin Dinas Sosial dan tenaga Kerja Kota Jambi kembali mengelar razia penyakit masyarakat semalam (16/08).
Razia kali ini dapat dibeilang cukup sukses, pasalnya puluhan anak baru gede (ABG) yang tengah bermadu kasih baik di taman rimba (arena eks MTQ) dan puluhan hotel-hotel melati jadi sasaran razia, bahkan ada ABG yang sedang bermesraan dikamar pada terkejut, karena mereka tidak menyangka bakal ada razia.
Akhirnya satu persatu remaja yang bari menginjak usia remaja diangkut ke Kantor Dinsostek untuk didata dan selanjutnya mereka diminta untuk menghubungi orangtua mereka, bagi yang tidak dapat mengubungi orangtua maupun keluarganya, dengan terpaksa abg tersebut dititipkan ke panti pembinaan remaja.
Razia penyakit masyarakat (pekat) yang digelar oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsostek) Kota Jambi, Dra. Hj. Maturo,MM, bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jambi, Binamitra Poltabes Jambi, Dandim 0415/Batanghari, Den Pom Jambi, Kejaksaan Negeri (Kajari), Pengadilan Negeri (PN), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Jambi, DPRD Kota Jambi dan Camat-camat, razia dilakukan mulai pukul 22.30 hinggan dini hari.
Diantara pasangan yang terjaring, tidak memiliki Surat Nikah yang sedang bermadu kasih didalam kamar hotel, bahkan ada yang sedang melakukan hubungan badan layaknya suami istri (pasuri), ada yang dalam kamar 1 wanita 2 pria, sungguh sebuah pemandangan yang tidak layak dilakukan anak yang masih tergolong remaja, bahwa ada yang sedang pacaran di dalam taman rimba dengan mengunakan kendaraan pribadi (didalam semak-semak).
Mereka diangkut truk Satpol PP Kota Jambi, ke kantor Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsostek) Kota Jambi, yang terletak di jalan Jenderal Sudirman The Hok Jambi untuk pemeriksaan.
Jumlah yang terjaring yaitu wanita sebanyak 26 orang dan pria sebanyak 22 orang, diantara ada 2 oknum anggota dan 1 orang yang mengaku anak Satpol PP Provinsi Jambi, bahwa sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas gabungan dengan seorang psk yang mangkal di pasar tradional Angso Dua, ternyata psk tersebut sempat meloloskan diri dri kejaran petugas, ya maklum lantaran yang kejar usia jauh berbeda dengan yang dikejar.
Ada pertukaran tim razia, biasanya tim satu meliputi wilayah Pasar dan Jambi Timur dan Jambi Selatan, kali ini tim satu mendapatkan tugas meliputi wilayah Kotabaru, Jelutung dan Telanaipura.
Menurut kata, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsostek) Kota Jambi, Dra. Hj. Maturo,MM yang memimpin langsung razia tersebut mengatakan, “razia dilakukan adalah untuk menekan psk yang mengunakan hotel melati sebagai tempat transaksi sex.”
Pada malam itu juga mereka yang terjaring diwajibkan membuat surat pernyataan untuk tidak akan mengulangi perbuatan mereka, dengan sanksi apabila tertangkap lagi akan dimasukan kepanti sosial untuk dibina selama satu tahun. (Rom/ Nug).
Razia kali ini dapat dibeilang cukup sukses, pasalnya puluhan anak baru gede (ABG) yang tengah bermadu kasih baik di taman rimba (arena eks MTQ) dan puluhan hotel-hotel melati jadi sasaran razia, bahkan ada ABG yang sedang bermesraan dikamar pada terkejut, karena mereka tidak menyangka bakal ada razia.
Akhirnya satu persatu remaja yang bari menginjak usia remaja diangkut ke Kantor Dinsostek untuk didata dan selanjutnya mereka diminta untuk menghubungi orangtua mereka, bagi yang tidak dapat mengubungi orangtua maupun keluarganya, dengan terpaksa abg tersebut dititipkan ke panti pembinaan remaja.
Razia penyakit masyarakat (pekat) yang digelar oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsostek) Kota Jambi, Dra. Hj. Maturo,MM, bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jambi, Binamitra Poltabes Jambi, Dandim 0415/Batanghari, Den Pom Jambi, Kejaksaan Negeri (Kajari), Pengadilan Negeri (PN), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Jambi, DPRD Kota Jambi dan Camat-camat, razia dilakukan mulai pukul 22.30 hinggan dini hari.
Diantara pasangan yang terjaring, tidak memiliki Surat Nikah yang sedang bermadu kasih didalam kamar hotel, bahkan ada yang sedang melakukan hubungan badan layaknya suami istri (pasuri), ada yang dalam kamar 1 wanita 2 pria, sungguh sebuah pemandangan yang tidak layak dilakukan anak yang masih tergolong remaja, bahwa ada yang sedang pacaran di dalam taman rimba dengan mengunakan kendaraan pribadi (didalam semak-semak).
Mereka diangkut truk Satpol PP Kota Jambi, ke kantor Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsostek) Kota Jambi, yang terletak di jalan Jenderal Sudirman The Hok Jambi untuk pemeriksaan.
Jumlah yang terjaring yaitu wanita sebanyak 26 orang dan pria sebanyak 22 orang, diantara ada 2 oknum anggota dan 1 orang yang mengaku anak Satpol PP Provinsi Jambi, bahwa sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas gabungan dengan seorang psk yang mangkal di pasar tradional Angso Dua, ternyata psk tersebut sempat meloloskan diri dri kejaran petugas, ya maklum lantaran yang kejar usia jauh berbeda dengan yang dikejar.
Ada pertukaran tim razia, biasanya tim satu meliputi wilayah Pasar dan Jambi Timur dan Jambi Selatan, kali ini tim satu mendapatkan tugas meliputi wilayah Kotabaru, Jelutung dan Telanaipura.
Menurut kata, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsostek) Kota Jambi, Dra. Hj. Maturo,MM yang memimpin langsung razia tersebut mengatakan, “razia dilakukan adalah untuk menekan psk yang mengunakan hotel melati sebagai tempat transaksi sex.”
Pada malam itu juga mereka yang terjaring diwajibkan membuat surat pernyataan untuk tidak akan mengulangi perbuatan mereka, dengan sanksi apabila tertangkap lagi akan dimasukan kepanti sosial untuk dibina selama satu tahun. (Rom/ Nug).