
KOTA JAMBI – Republik Indonesia telah merdeka sejak 63 tahun yang silam, Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar serta memiliki berbagai kebudayaan, adat istiadat dan beraneka ragam suku.
Sejak mencapai kemerdekaan di berbagai pelosok tanah air terlihat tengah gencar-gencarnya melaksanakan pembangunan infrastruktur demi menunjang kebutuhan masyarakat dan mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera. Salah satu infrastruktur adalah sarana jalan raya, lantaran sarana jalan adalah faktor penunjang kelancaran pembangunan.
Namun semua itu berbeda dengan apa yang dialami maupun dirasakan oleh masyarakat di Lorong Koni IV, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, dari Lorong Koni I sampai Koni IV terdapat dua Rukun Tetangga (RT) dengan jumlah penduduk lebih kurang dua ratus Kepala Keluarga (KK), masyarakat setempat telah lama mendambakan jalan-jalan dikampung halaman mereka dapat diaspal, namun harapan tinggal harapan hingga kini jalan di Koni I sampai Koni IV tetap rusak parah. Apa bila turun hujan bagaikan kolam kubangan kerbau, sedangkan jika musim kemarau debu-debu pada beterbangan masuk kerumah.
Bila kita masuk dari Lorong Koni I telah terlihat jalan berlobang-lobang, hingga ada beberapa pengendara sepeda motor harus ektra hati-hati saat melintasi wilayah tersebut, keluh kesah masyarakat juga telah disampaikan kepada Kepala Kelurahan Talangjauh, namun sejauh ini belum tampak ada perbaikan.
Seperti apa yang disampaikan Akhim (50) yang tinggal di Koni IV sejak masih kanak-kanak dengan mengunakan logat Hok Kien, coba lihat dari Koni I sampai Koni IV jalan-jalannya pada berlobang, bila hujan turun lobang tersebut digenangi air yang bisa membahayakan keselamatan sipengendara sepeda motor saat melintas, selanjutnya ujar Akhim, Ketua RT sudah banyak kali mengajukan pengaspalan kepada Lurah, tapi sampai sekarang tidak ada, bahkan mantan Walikota Jambi juga pernah meninjau kesini (baca koni red), apa karena penduduk sini yang rata-rata orang tionghoa.
Selain itu menurut beberapa pedagang makanan yang mangkal didaerah, merasa sangat memprihatinkan kondisi jalan tersebut, karena tempat tinggal sipedagang diselincah yang jauh dari jalan raya sudah diaspal, apa karena warga sini yang umumnya orang keturunan tionghoa, maka jalan tersebut tidak perlu diaspal,? mereka itukan juga bagian dari Bangsa Indonesia, tampak kesal diwajah pedagang asongan yang setiap hari mencari sesuap nasi didaerah koni yang langganannya adalah warga setempat (team).