Selasa, Desember 23, 2008

Tiga Mobil Pejabat Hancur

AKSI demonstrasi kemarin mengakibatkan tiga kendaraan yang terletak di depan Gedung Empat Jenis yaitu mobil Dinas Sekda Maaruf Kari, mobil Ketua DPRD Nasrul Madin dan mobil Ketua Pengadilan Agama Sungaipenuh hancur.

Hancurnya tiga mobil pejabat tersebut berawal karena massa yang ingin masuk kedalam ruangan tempat pertemuan dihadang oleh aparat keamanan. Dari situ terjadilah lemparan batu, tapi aksi tersebut bisa dikendalikan oleh aparat keamanan yang berada di tempat pertemuan tersebut.

Namun, suasana mulai panas lagi setelah satu jam dari kejadian itu amuk massa mulai terjadi lagi. Dimana dialog antara DPRD Kerinci dengan sedikitnya tujuh orang wakil dari masyarakat yang menuntut supaya Fauzi Siin mundur tidak memuaskan massa yang ada diluar.

Setelah kejadian itu, aksi amuk masa tidak bisa di bendung lagi. Dimana lemparan batu oleh massa terhadap anggota keamanan terus terjadi. Massa yang berkerumun di gedung empat jenis mulai menyerang. Melihat hal itu pihak keamanan berupaya untuk bisa menenangkan massa dengan menembakkan gas air mata terhadap massa.

Namun, akhirnya massa yang berjumlah ribuan itu berhasil mengambil kendali dan menguasai gedung empat jenis. Bahkan, gedung empat jenis tersebut juga tidak luput dari amuk massa. Dimana gedung empat jenis itu diporak-porakdakan oleh massa. Kaca-kaca pecah, pintu hancur, meja-meja dan kursi hancur dan dilempar keluar.

Disisi lain, Hotel Jaya Wisata yang terletak di depan PLN Kerinci yang dikabarkan juga milik istri Bupati Fauzi juga dirusak oleh massa dengan melempari kaca Hotel tersebut.

Pihak keamanan tidak bisa bertindak saat massa menduduki gedung empat jenis dan memporak-porandakan Gedung empat jenis, massa menguasai gedung tersebut dari Pukul 14.00-15.00 WIB. Di halaman Gedung massa juga merusak mobil dan bahkan membalikkan mobil dinas tiga pejabat Kerinci itu.

Satu Jam setelah massa menduduki dan menghancurkan seluruh isi gedung empat jenis, baru pihak keamanan dengan pasukan anti huru-hara menghalau warga dengan menembakkan gas air mata kearah massa.

Massa pun berhamburan menyelematkan diri kedepan rutan Kerinci. Sambil menyelamatkan diri, massa juga melakukan lemparan batu kearah petugas keamaan.

Akibat dari kerusuhan yang terjadi tersebut, juga memakan korban dikabarkan tiga pihak keamanan harus mengalami luka karena dilempar dengan batu.

Sementara dari pihak warga belum diketahui pasti berapa jumlah korbannya, sampai demo reda sekitar pukul 17.00 WIB, dari informasi yang didapatkan satu orang pendemo ada yang patah kaki saat melompat dari geduang empat jenis ke kantor pos.

Kapolres Kerinci AKBP Drs Sunarwan Sumirat saat dikonfirmasi menyebutkan, saat ini pihak kepolisian terus melakukan patroli dan menjaga kondisi di Kota Sungaipenuh, saat ini kondisi sudah hampir normal dan massa yang berdemo sudah membubarkan diri. “Kita terus melakukan patroli pengamanan,” terang Kapolres.

Ramli Thaha yang selama ini dikenal sebagai penasehat hukum Bupati Kerinci mengakui sangat menyesalkan kejadian tersebut tindakan anarkis bukanlah adat dan budaya masyarakat Kerinci yang menjunjung tinggi agama dan norma sopan santun itu.

Dengan menghancurkan gedung empat jenis ini kata Ramli berarti telah mencoreng nama baik Kerinci baik ditingkat nasional maupun di internasional. Untuk itu, siapapun yang berindak anarkis harus diproses secara hukum apalagi Negara ini merupakan Negara hukum. “Kita sayangkan aksi ini dan provokator dibalik aksi ini harus dicari dan diproses secara hukum demi menegakkan keadilan di Kerinci ini,” kata Ramli Thaha pula. (wdo/je).