Selasa, Desember 23, 2008

Sekda-Ketua DPRD Disandera

DEMO yang dilakukan oleh masyarakat Kerinci menuntut Bupati Kerinci Fauzi Siin segera turun dari jabatannya betul-betul anarkis. Disamping berhasil menguasai gedung, massa juga sempat menyandera Sekda Kerinci Maaruf Kari serta beberapa anggota dewan termasuk Ketua DPRD. Sekda dan beberapa anggota dewan saat itu sedang melakukan rapat paripurna penyampaian APBD tahun 2009 tentang PPAS.

Tujuan dari penyanderaan tersebut adalah agar Sekda dan anggota dewan tidak meninggalkan gedung. Dimana massa menginginkan supaya diadakan rapat istimewa agar Bupati Fauzi Siin berhenti dari jabatannya sebagai Bupati Kerinci.

Penyanderaan Sekda, Ketua DPRD dan anggota DPRD Kerinci tersebut berlangsung selama dua jam untuk menunggu anggota DPRD yang lainnya yang belum hadir, agar rapat istimewa bisa dilaksanakan.

Setelah disandera dua jam, Sekda dan pejabat yang berada di dalam gedung diselamatkan satu persatu oleh aparat keamanan dan diungsikan ketempat yang aman.

Didalam penyanderaan tersebut, massa yang masuk kedalam gedung empat jenis tersebut berhasil meminta anggota dewan menandatangani Fauzi Siin diberhentikan. Lima Fraksi yang di DPRD Kabupaten Kerinci manandatangani kesepakatan tersebut diatas materai.

Lima Fraksi tersebut yakni fraksi Golkar, PAN, PKPB, PBB, fraksi Gabungan, hal tersebut juga diutarakan oleh wakil DPRD Kerinci Z Arifin Adnan yang juga disandera oleh massa. “Memang benar tadi lima fraksi menandatangani kesepakatan tersebut,” ucapnya.

Menurutnya, karena kami merasa terancam dan didesak oleh massa mau tidak mau pihaknya menandatangani kesepakatan tersebut. “Setelah menandatangani kesepakatan tersebut, baru kami bisa keluar dari penyanderaan oleh massa,” terang HZ Arifin pula. (wdo/je)