Minggu, Desember 07, 2008

Sampai kapan listrik akan padam

KOTA JAMBI - Pemadaman listrik khususnya di Kota Jambi dan umumnya Provinsi Jambi, kembali terjadi hampir setiap hari baik pada siang hari maupun diwaktu malam hari.

Pemadaman listrik yang dilakukan PLN Cabang Jambi sangat berdampak buruk terhadap aktivitas masyarakat yang mengunakan jasa listrik atau peralatan rumah tangga yang mengunakan tenaga listrik. Pemadaman listrik di Kota Jambi secara rutin tidak terelakan, seperti penuturan humas PLN Cabang Jambi, PB Tambunan beberapa waktu lalu, bahwa pasokan listrik untuk daerah Sumetara Selatan (Palembang), Jambi dan Bengkulu tergantung dari Sumatera Baratdan saat ini kita mengalami kekurangan daya, juga tengah defisit listrik sebesar 30,7 megawatt (MW) selama sebulan terakhir. Defisit terjadi disebabkan overhaul di PLTU Ombilin, PLTA Dana Singkarak, PLTG Indralaya, dan PLTD Sungai Juaro.
Akibatnya, PLN Jambi harus memadamkan listrik secara bergilir selama tiga jam setiap hari di seluruh wilayah Jambi, kecuali Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang telah mandiri menghasilkan listrik dari gas buangan. Pihaknya belum dapat memastikan kapan kondisi akan kembali normal.
Tambunan mengatakan, kebutuhan listrik di Jambi dengan kondisi beban puncak mencapai 150 MW, sedangkan suplai listrik dari Jambi sendiri hanya 80 MW. Dengan demikian, sisanya harus dipasok dari jaringan interkoneksi Sumatera.
Namun semua pernyataan Humas PLN Cabang Jambi, berbeda dengan beberapa rekan yang berdomisili di wilayah Sumatera Selatan (Palembang), bahwa pemadaman di Palembang tidak terjadi setiap hari, ujar Chandra yg dihubungi kemarin (6/12) di Palembang, di Palembang kadang-kadang listrik juga padam, tapi tidak setiap hari seperti di Jambi, ungkap Chandra.

Lantas apa tanggapan ibu rumah tangga dalam hal pemadaman listrik, ujar salah satu iburumah tangga yang tinggal di Rt. 24 Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jeelutung yang bernama Ibu Romlah, ya seperti tiada hari tanpa padamnya listrik, apalagi saat warga sedang masak memasak menyambut datangnya ldul Adha, karena gulai masakan ibu Romlah satu kuali tertumpah, lantaran padamnya listrik dirumahnya terjadi dari pukul 16.13 hingga pukul 19.00. sambil ngomel membersihkan lantai yang kotor akibat tertumpah gulai sekuali, “ apalah wak kita ini rakyat kecil yg hanya bisa pasrah menerima semua ini “.

Lain hal dengan tanggapan beberapa tokoh masyarakat yang minta engan ditulis namanya , menyatakan bahwa apa Pemerintah Daerah Jambi sudah tidak mampu lagi untuk membangun pembangkit tenaga listrik untuk wilayah sendiri, sehingga kita harus mengantungkan diri kedaerah lain, dan akan sampai kapan kita terus begini (team).