JAMBI - Masyarakat Jambi diminta mewaspadai peredaran Narkoba yang saat ini sudah merambah sampai ke desa-desa dan anak sekolah dasar (SD).
Demikian dikatakan Asisten III Setda Provinsi Jambi Fauzie Ansyori dalam acara pembukaan Raker Daerah Badan Narkotika Provinsi, Badan Narkotika kabupaten/kota se-Provinsi Jambi, kemarin (23/12).
“Peredaran narkoba kini sudah masuk desa, bahkan hiburan organ tunggal sering digunakan sebagai ajang mabuk dan penggunaan narkoba,” ujarnya.
Sebab itu, pemerintah kabupaten/kota diminta keseriusan dan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba. Kalau tidak, ke depan akan menghancurkan kehidupan bangsa, dan generasi muda akan hancur.
Human Development Index berdasarkan UNDP tahun 2007 menyatakan, Indonesia berada di urutan 114 dibawah Vietnam dalam konsumsi narkoba. Apabila masalah ini tidak segera ditanggulangi, maka SDM akan semakin melemah.
Dalam raker tersebut, dibahas empat agenda dan sepuluh sub agenda yang akan mencarikan solusi dan tindakan dalam rangka melakukan pemberantasan narkoba di Jambi.
Hal ini akan dapat berjalan manakala ada sebuah sinergi yang dihasilkan dari sejumlah instansi terkait dan pemerintah dalam upaya mendukung program-program yang telah disusun Badan Narkotika Nasional dan Badan Narkotika Provinsi Jambi. (ndu)