Tampilkan postingan dengan label Petasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Petasan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Juni 09, 2012

Petasan dan Persik untuk Usir Roh Penculik Anak

BEIJING, KOMPAS.com - Warga di empat kota di China bagian utara memborong buah persik dan petasan setelah beredar isu bahwa arwah jahat marah akan menculik anak-anak.
Rumor itu beredar setelah gempa bermagnitud 4,8 mengguncang Kota Tangshan pada 28 Mei lalu. Menyusul gempa itu, beredar isu ada sebuah kuil yang hancur dan membangunkan arwah-arwah jahat yang akan merambah ke seluruh negeri.

Isu itu kian berkembang dengan warga di Kota Chanzhou, yang berjarak 150 mil dari Tangshan, mengatakan hanya buah persik dan petasan yang bisa mengusir arwah-arwah itu.

Menurut harian Shanghai Daily, ada kepercayaan bahwa dewa-dewa kuno muncul dari reruntuhan kuil lalu mengambil anak-anak dari keluarga mereka. Satu-satunya cara untuk mencegahnya adalah menyalakan petasan dan makan buah persik kuning.

Tradisi China mengatakan, menyalakan petasan bisa mengusir roh jahat, sementara kata  taozi (bahasa China untuk buah persik) berbunyi sama dengan "anak lelaki lolos" dalam bahasa China.

Meskipun pemerintah Provinsi Hebei, tempat Tangshan dan Cangzhou berada, mengumumkan bahwa semua kuil di provinsi itu masih berdiri tegak, rumor itu terus merebak dengan cepat, bahkan melalui media sosial.

"Orang berduyun-duyun ke supermarket untuk membeli buah persik kalengan, yang terjual dalam waktu singkat," kata seorang warga Hebei kepada portal berita Hebei.com.au.

"Letusan keras (petasan) terdengar dari semua penjuru di malam hari. Suasananya seperti perayaan Tahun Baru," keluh warga Beijing bernama Wu kepada Shanghai Daily.

Media nasional China dengan cepat menyebut rumor-rumor itu merupakan buah kepercayaan masyarakat pada takhayul dan buruknya sistem pendidikan di negara itu.

"Isu itu mengungkap ketertinggalan pendidikan China," tulis Xinhua. "Kendati terjadi pertumbuhan ekonomi dan makin menyebarnya pendidikan, sejumlah orang China tidak memiliki akal sehat."

http://internasional.kompas.com/read/2012/06/09/0722565/

Senin, Agustus 22, 2011

Ribuan Petasan Dan Miras Dimusnahkan

JAMBI - Ratusan ribu butir petasan dan ribuan botol minuman keras (miras) hasil operasi Pekat Siginjai Polda Jambi yang dilakukan selama 30 hari lalu akhirnya dimusnahkan.

Ribuan barang bukti hasil operasi pekat Polda Jambi, berupa petasan dan minuman keras dimusnahkan pihak kepolisian Polda Jambi, Senin siang (22/8).
Ratusan ribu butir petasan dimusnahkan dengan cara direndamkan kedalam air, sedang minuman keras dimusnahkan dengan cara dilindas alat berat.

Selain itu, dalam menghadapi lebaran nanti, pihak kepolisian Polda Jambi beserta jajarannya telah mempersiapkan puluhan pos keamanan dan pos pelayanan guna menciptakan rasa aman dan kondusif di tengah masyarakat yang merayakan lebaran.

Pemusnahan dilakukan di halaman Mapolres Jambi, disaksikan langsung oleh Gubernur Jambi beserta Walikota Jambi. Dalam operasi Pekat ini, Polda Jambi dan jajarannya berhasil menindak 207 kasus dengan 256 orang tersangka.

Khusus petasan, barang bukti yang disita sebanyak 878.491 butir dan miras sebanyak 7.495 botol serta 1.464 liter tuak. Untuk barang bukti miras dilakukan pemusnahan dengan cara dilindas menggunakan alat berat, sedangkan petasan disiram dengan menggunakan air.

Kapolda Jambi, Brigjen Pol Bambang Suparsono mengatakan, “Operasi Pekat digelar dalam rangka pemberantasan segala bentuk tindak pidana terorisme, curat, curas, curanmor, petasan, perjudian, dan minuman keras.”

Tambah Kapolda Jambi, sasaran utama adalah orang atau kelompok yang menjadi pelaku kejahatan atau membeckingi perjudian, minuman keras, prostitusi, premanisme, penyalahgunaan senpi serta ketertiban umum lainnya.

Segala tindakan kriminal berat menjelang lebaran nanti, Kapolda Jambi menginstruksikan anggotanya untuk tembak ditempat bagi para pelaku kejahatan. (Nug)

Jumat, Agustus 12, 2011

Polisi Sita Puluhan Bundel Mencon Dari Pedagang

JAMBI – Untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di bulan suci Ramadhan 1432/ Hijriah, Tim gabungan dari Poltabes Jambi dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jambi, Jumat siang (12/8) melakukan razia terdadap para pedagang petasan (mercon) dikawasan pasar Jambi.
Razia petasan di beberapa titik. Di antaranya sepanjang Jalan Dr. Wahidin hingga ke Masjid Raya, Jalan Sultan Thaha kawasan Angso Duo. di depan Toko Sepatu Bata, petugas mendapatkan beberapa pak petasan yang dipajang pedagang, petasan tersebut langsung disita pihak kepolisian.

Selain itu, petasan yang tidak bermerk dan tidak memiliki izin edar juga diamankan petugas gabungan. Petugas selalu membawa daftar petasan yang berizin untuk dicocokkan dengan petasan yang dijual pedagang.

Dalam razia yang dilakukan oleh pihak kepolisian menemukan puluhan petasan atau mercon bakar yang daya ledakannya cukup kuat serta dapat membahayakan orang banyak dari dibeberapa pedagang.

Beberapa pedagang sempat memperotes petugas yang melakukan razia, ‘’Saya mengantongi izin untuk berjualan kembang api. Izin ini diberikan oleh agennya,’’ ungkap pedagang kepada petugas Polisi. Dan terus tambah pedagang tersebut, “Jika mau razia, ya razia agennya, kamikan beli dari mereka.” Keluhnya.

Namun keluhan dari pedagang tidak digublis oleh para petugas, dan sangat disayangi bahwa petugas tidak melakukan pemeriksaan terhadap agen yang disebut-sebut para pedagang, hingga timbul pertanyam ada apa sebenarnya.? (rom)