JAMBI - Hari ini di halaman sekolah SMP Negeri 2 Jambi siswa-siswi menyambut kenaikan kelas dengan menyaksikan hiburan drum band atau marching band sambil menunggu pengambilan lapor kenaikan kelas. Drum band (marching band) tersebut adalah hasil binaan dari sekolah SMPN 2 Jambi.
Tampilkan postingan dengan label Pelajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelajar. Tampilkan semua postingan
Sabtu, Juni 18, 2011
Kreatifitas Pelajar SMPN 2 Jambi Dalam Atraksi Drum Band
JAMBI - Hari ini di halaman sekolah SMP Negeri 2 Jambi siswa-siswi menyambut kenaikan kelas dengan menyaksikan hiburan drum band atau marching band sambil menunggu pengambilan lapor kenaikan kelas. Drum band (marching band) tersebut adalah hasil binaan dari sekolah SMPN 2 Jambi.Minggu, Mei 22, 2011
Pelajar SMA Tewas Dibunuh
JAMBI - Minggu (22/5) pagi, warga Rt 33, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi digemparkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di salah satu kebun karet milik warga.Setelah diselidiki, berasal dari Rt 07 bernama Nofri (17) yang masih berstatus sebagai pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) swasta di Kota Jambi.
Penemuan mayat inipun kemudian segera dilaporkan ke pihak kepolisian setempat, yang kemudian segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari penyelidikan awal Polisi sendiri, bahwa korban tewas diduga karena pukulan benda keras pada bagian kepala, hingga menyebabkan kepala korban hancur dan korban diduga sudah dua hari tewas atau tepatnya pada sabtu diinihari.
Dari keterangan beberapa orang saksi, kuat dugaan korban tewas karena dendam lama akibat persoalan yang terjadi setahun silam.
Saat itu, tetangga korban yang diduga sebagai pelaku, pernah terlibat cek cok mulut dengan ayah korban karena tak senang pengerjaan bangunan ruko yang berada tepat disamping bengkel pelaku, pelaku mengganggap pengerjaan ruko tersebut mengganggu kenyamanannya.
Dari bukti dan keterangan para saksi-saksi dilapanganm Polisi akhirnya menangkap seorang tetangga korban berinisial T yang diduga pelaku pembunuhan. Saat ditangkap pelaku tengah berjalan sendirian di wilayah Pall 7 Kota Baru dalam keadaan sempoyongan diduga karena kurang tidur.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak didinginkan, petugas buser Polsek Jambi Selatan menggiring pelaku ke Polsek untuk dimintai keterangannya.
Pasca penemuan mayat sendiri, bengkel sekaligus rumah milik pelaku yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari TKP kini dijaga ketat oleh pihak kepolisian.
Pihak keluarga korban sendiri berencana akan membakar rumah pelaku, namun hingga kini Polisi masih bisa menenangkan amarah keluarga korban untuk tidak bertindak anarkis. (nug)
Dari penyelidikan awal Polisi sendiri, bahwa korban tewas diduga karena pukulan benda keras pada bagian kepala, hingga menyebabkan kepala korban hancur dan korban diduga sudah dua hari tewas atau tepatnya pada sabtu diinihari.
Dari keterangan beberapa orang saksi, kuat dugaan korban tewas karena dendam lama akibat persoalan yang terjadi setahun silam.
Saat itu, tetangga korban yang diduga sebagai pelaku, pernah terlibat cek cok mulut dengan ayah korban karena tak senang pengerjaan bangunan ruko yang berada tepat disamping bengkel pelaku, pelaku mengganggap pengerjaan ruko tersebut mengganggu kenyamanannya.
Dari bukti dan keterangan para saksi-saksi dilapanganm Polisi akhirnya menangkap seorang tetangga korban berinisial T yang diduga pelaku pembunuhan. Saat ditangkap pelaku tengah berjalan sendirian di wilayah Pall 7 Kota Baru dalam keadaan sempoyongan diduga karena kurang tidur.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak didinginkan, petugas buser Polsek Jambi Selatan menggiring pelaku ke Polsek untuk dimintai keterangannya.
Pasca penemuan mayat sendiri, bengkel sekaligus rumah milik pelaku yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari TKP kini dijaga ketat oleh pihak kepolisian.
Pihak keluarga korban sendiri berencana akan membakar rumah pelaku, namun hingga kini Polisi masih bisa menenangkan amarah keluarga korban untuk tidak bertindak anarkis. (nug)
Selasa, Mei 17, 2011
Tidak Lulus UAN Pelajar Mengamuk
JAMBI - Serbagai ekspresi yang diungkapkan pelajar dengan cara yang berbeda, setelah membaca pengumuman hasil ujian akhir nasional di sekolah.Hasil ujian akhir nasional tingkat sekolah menengah atas dan sederajat diumumkan secara serentak di tanah air senin ini. Di Jambi, pengumuman hasil UAN diumumkan pada siang kemarin (16/5) sekitar pukul 14.00 WIB di sekolah masing-masing.
Seperti yang tampak di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Kota Jambi, Sebelum hasil UAN diumumkan, para guru mengajak para murid berdoa bersama agar siap menerima hasil ujian.
Pengumuman hasil uan di SMAN 6 diumumkan dengan cara memberikan surat kepada orang tua atau wali murid di kelas masing-masing.
Berbagai ekspresi pun ditunjukkan para siswa yang dinyatakan lulus hari ini, ada yang menangis bahagia karena lulus ujian dan ada juga yang harus menelan pil pahit kekecewaan.
Saat pengumuman tengah berlangsung, salah seorang siswa bernama Dicky pelajar kelas bahasa, mengamuk dan berteriak histeris sambil memukul kaca jendela kelas hingga pecah. Akibat pukulannya itu tangannya terluka parah dan mengeluarkan darah karena kena pecahan kaca.
Dicky merupakan salah satu siswa dari 8 siswa SMAN 6 Kota Jambi yang tidak lulus pada ujian akhir nasional tahun ini. Ia melampiaskan kekecewaannya pada pihak sekolah karena ia tak lulus ujian.
Mengetahui anaknya kehilangan kendali hingga pingsan, orang tua Dicky pun ikut histeris dan menangis apalagi setelah ia mengetahui anaknya terluka dan berdarah.
Meski sedih, orang tua Dicky berupaya tabah dan menenangkan buah hatinya agar tak mengamuk di sekolah.
Karena tangan terluka, dicky pun dibawa ke klinik terdekat untuk diobati oleh rekan-rekannya.
Seolah tak terpengaruh kesedihan rekannya yang tak lulus, rekan-rekan Dicky yang lulus ujian tampak meluapkan kebahagiaan mereka dengan melakukan aksi tanda tangan dan corat-coret di baju.
Padahal pihak sekolah sudah mengeluarkan seruan untuk tidak melakukan aksi corat-coret dan mengajak murid untuk menyumbangkan baju seragam mereka bagi yang membutuhkan.
Seruan moral itu tampaknya tak berarti bagi para murid dan mereka pun melanjutkan kebahagiaan dengan melakukan konvoi keliling kota bersama rekan-rekan mereka dari sekolah lain.
Dari data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jambi, sebanyak 74 siswa SMA atau sederajat yang tidak lulus ujian nasional tahun ini.
Untuk di Kota Jambi sendiri, siswa negeri yang banyak tidak lulus berasal dari SMAN 6 Kota Jambi yaitu sebanyak 8 siswa. (nug)
Pengumuman hasil uan di SMAN 6 diumumkan dengan cara memberikan surat kepada orang tua atau wali murid di kelas masing-masing.
Berbagai ekspresi pun ditunjukkan para siswa yang dinyatakan lulus hari ini, ada yang menangis bahagia karena lulus ujian dan ada juga yang harus menelan pil pahit kekecewaan.
Saat pengumuman tengah berlangsung, salah seorang siswa bernama Dicky pelajar kelas bahasa, mengamuk dan berteriak histeris sambil memukul kaca jendela kelas hingga pecah. Akibat pukulannya itu tangannya terluka parah dan mengeluarkan darah karena kena pecahan kaca.
Dicky merupakan salah satu siswa dari 8 siswa SMAN 6 Kota Jambi yang tidak lulus pada ujian akhir nasional tahun ini. Ia melampiaskan kekecewaannya pada pihak sekolah karena ia tak lulus ujian.
Mengetahui anaknya kehilangan kendali hingga pingsan, orang tua Dicky pun ikut histeris dan menangis apalagi setelah ia mengetahui anaknya terluka dan berdarah.
Meski sedih, orang tua Dicky berupaya tabah dan menenangkan buah hatinya agar tak mengamuk di sekolah.
Karena tangan terluka, dicky pun dibawa ke klinik terdekat untuk diobati oleh rekan-rekannya.
Seolah tak terpengaruh kesedihan rekannya yang tak lulus, rekan-rekan Dicky yang lulus ujian tampak meluapkan kebahagiaan mereka dengan melakukan aksi tanda tangan dan corat-coret di baju.
Padahal pihak sekolah sudah mengeluarkan seruan untuk tidak melakukan aksi corat-coret dan mengajak murid untuk menyumbangkan baju seragam mereka bagi yang membutuhkan.
Seruan moral itu tampaknya tak berarti bagi para murid dan mereka pun melanjutkan kebahagiaan dengan melakukan konvoi keliling kota bersama rekan-rekan mereka dari sekolah lain.
Dari data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jambi, sebanyak 74 siswa SMA atau sederajat yang tidak lulus ujian nasional tahun ini.
Untuk di Kota Jambi sendiri, siswa negeri yang banyak tidak lulus berasal dari SMAN 6 Kota Jambi yaitu sebanyak 8 siswa. (nug)
Langganan:
Postingan (Atom)