Tampilkan postingan dengan label Laka Lantas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laka Lantas. Tampilkan semua postingan

Kamis, Oktober 20, 2016

Siswa MTS Merangin Tewas Kecelakaan, Ortu Diimbau tak Izinkan Anak Bawa Kendaraan

MERANGIN - Hati-hati bagi orangtua yang mengizinkan anak mereka mengendarai sepada motor. Apa lagi anak di bawah umur yang masih duduk di bangku sekolah dasar atau SMP.
Kecelakaan rawan terjadi terhadap mereka yang masih dibawah umur tersebut. Seperti yang menimpa dua siswa MTS di Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin, Kamis (20/10).

Kecelakaan tersebut membuat satu dari dua orang pelajar itu merenggang nyawa. Sementara satunya kritis setelah motor yang mereka kendarai bertabrakan dengan mobil L300.

Informasi yang didapatkan, kejadian tersebut berawal saat kedua pelajar yang belum diketahui identitasnya ini sekitar pukul 13.45 Wib, pulang dari sekolah mengendarai motor Supra X.

Namun saat melintas di Jembatan Rasau Desa Bukit Bungkul, Kecamatan Pamenang Barat kedua pelajar yang berboncengan itu tidak menyadari dari arah berlawanan melintas mobil L300 dengan Nopol BH 9885 AI.

Diduga kondisi jembatan yang membungkuk, membuat korban tidak melihat kendaraan dari arah berlawanan tersebut. Insiden lakalantas tak terelakkan, motor dan mobil tersebut bertabrakan.

Akibatnya, satu siswa tewas di tempat kejadian dan langsung dievakuasi ke MTS tempat siswa tersebut belajar. Sementara satu lainnya dalam kondisi kritis dan dibawa ke RSD Kolonel Abundjani Bangko.

“Kami tidak kenal dengan siswa ini. Sepertinya warga Desa Sungai Kapas. Tapi, karena kami tidak tahu rumahnya, jenazah korban kami bawa ke sekolah saja. Sementara temannya kami bawa ke rumah sakit,” ujar warga yang ikut mengevakuasi korban.

Kapolres Merangin, AKBP Munggaran Kartayuga dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya sudah turun ke lapangan untuk melihat kejadian tersebut.

Atas kejadian ini, Kapolres mengimbau kepada para orang tua agar tidak mengizinkan anak-anak mereka menggunakan motor. Apa lagi anak yang masih duduk dibangku SMP dibawah umur.

“Anak-anak SMP itu belum ada SIM. Jadi kita harap para orang tua untuk tidak mengizin membawa motor, karena rawan kecelakaan,” harap Kapolres.

Ada solusi bagi anak yang jauh rumahnya dari sekolah. Seperti menggunakan sepeda atau angkutan umum.

“Kalau perlu diantar oleh orang tua. Kalau seperti ini orang tua disalahkan, karena kelalaian mengizin anak dibawah umur membawa sepada motor,” pungkasnya.

http://jambi.tribunnews.com/2016/10/20/siswa-mts-merangin-tewas-kecelakaan-ortu-diimbau-tak-izinkan-anak-bawa-kendaraan
* www.ayojambi.com/

Rabu, Agustus 15, 2012

Jatuhnya Korban Jiwa karena Pelanggaran Lalu Lintas

BANDUNG, KOMPAS.com — Wakapolri Komisaris Jenderal Nanan Sukarna menjelaskan bahwa jatuhnya korban jiwa selama arus mudik Lebaran 2012 hingga H-4 lebih banyak disebabkan pelanggaran dalam berlalu lintas. Polisi pun kerap kena getahnya.
Nanan mengatakan hal itu sewaktu memimpin rapat dengan kapolres di sepanjang jalur selatan Jawa Barat di Pos Nagreg, Rabu (15/8/2012). Dia mengatakan, korban jiwa selama tiga hari berlangsungnya arus mudik mencapai 130 jiwa lebih.

Penyebab pertama dituturkan Nanan adalah pengemudi yang melanggar etika berlalu lintas ataupun rambu-rambunya. Ada pula pengendara yang sudah mematuhi aturan, tetapi kurang waspada terhadap pengendara lain yang melanggar.

"Faktor teknis juga berperan, seperti kondisi kendaraan," ujar Nanan.

Oleh karena itu, dia mengimbau kepada pemudik untuk memeriksa betul kesiapan kendaraan mereka sebelum dibawa pulang ke kampung halaman.

Selain itu, kepolisian juga mengupayakan mudik menjadi lancar dengan menyiagakan unit sepeda motor untuk mengurai kemacetan. Begitu pula dengan penambahan anggota di lapangan untuk mengantisipasi jalur rawan kecelakaan.

Selain kepada pengguna mobil pribadi, imbauan tersebut juga ditujukan kepada perusahaan otobus agar memeriksa kesiapan komponen kendaraan sehingga kondisinya prima saat mengangkut penumpang. Pasalnya, kecelakaan bus bisa mengancam banyak nyawa yang ada di dalamnya.

http://ramadhan.kompas.com/read/xml/2012/08/15/16193013/