Tampilkan postingan dengan label Kulkas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kulkas. Tampilkan semua postingan

Rabu, April 11, 2012

5 Bahan Makanan yang Tidak Dapat Disimpan di Kulkas

Kita pasti berpikir bahwa cara yang tepat untuk menyimpan sayur adalah dengan dimasukkan ke kulkas supaya tetap segar. Namun ternyata tidak semua bahan makanan dapat disimpan di dalam kulkas. Berikut adalah lima jenis contohnya. Tomat Ok, secara teknis tomat adalah buah, namun lebih dekat disebut sebagai sayur. Jika kamu pernah menanam tomat, maka kamu akan tahu bahwa tomat suka panas dan benci dingin. Ternyata walaupun setelah dipetik, tomat masih tidak tahan dingin. Kulkas bukanlah tempat yang cocok untuk menyimpan tomat. Tomat yang disimpan dalam kulkas menjadi layu dan meskipun masih bisa dipakai untuk dimasak namun tidak untuk dimakan segar. Simpanlah di meja dapur (namun tidak terkena sinar matahari langsung) dan nikmati saat sudah ranum.
Kemangi Sama seperti tomat, kemangi juga suka panas, jadi jika disimpan di tempat dingin akan menyebabkan kemangi layu secara dini. Kemangi akan berada dalam kondisi maksimal jika disimpan di atas meja dapur dan dirawat seperti bunga segar. Setangkup kemangi dapat disimpan dalam sebuah cangkir berisi air (ganti airnya setiap sehari atau dua hari sekali) dan jauhkan dari sinar matahari. Bungkus longgar dengan kantong plastik untuk menjaganya tetap lembap (namun pastikan plastik mempunyai lubang untuk jalan masuk udara segar). Kentang Kentang baik disimpan pada suhu yang dingin namun bukan suhu dingin yang dapat membuatnya beku. Kentang baik disimpan dalam suhu sekitar 7,2 derajat Celcius, sekitar 10 derajat lebih hangat daripada kulkas pada umumnya. Sebagian besar dari kita tidak memiliki ruang penyimpanan bawah tanah (tempat yang gelap dan bersuhu dingin untuk menyimpan sayuran umbi akar seperti kentang), jadi menyimpan kentang di dalam kantong kertas di tempat dingin (seperti dalam lemari makanan) adalah yang terbaik. Kenapa kertas? Karena kertas lebih memiliki pori-pori untuk benapas, tidak seperti plastik. Jadi kentang tidak akan membusuk dengan mudah. Dan kenapa bukan kulkas? Menyimpan kentang di dalam kulkas dapat mengubah zat tepungnya menjadi gula dengan mudah, yang dapat memengaruhi rasa, tekstur, dan proses kematangannya. Bawang Bawang keluar dari tanah dengan kulit pelindung yang tipis. Untuk membuat dan menjaga lapisan kulit yang tipis, bawang butuh "disembuhkan" dan disimpan di tempat yang kering seperti lemari penyimpan makanan, yang tidak selembap kulkas. Selain itu, kekurangan sirkulasi udara dapat membuat bawang menjadi busuk. Oleh karena itu bawah sebaiknya tidak disimpan di dekat kentang, yang mengeluarkan gas dan kelembapan dan dapat menyebabkan bawang lebih cepat busuk. Simpanlah bawang di ruangan yang dingin, kering, gelap, dan memiliki ventilasi yang baik. (Cahaya dapat menyebabkan rasa bawang menjadi pahit). Namun tak semua bawang harus diperlakukan sama. Daun bawang dan kucai memiliki kadar air yang tinggi dan lebih mudah rusak, jadi harus disimpan di dalam kulkas. Alpukat Saat kita membeli alpukat yang sekeras batu, jangan simpan alpukat itu di dalam kulkas, karena akan memperlambat proses pematangannya. Namun jika kita memiliki alpukat yang telah matang dan tidak akan langsung dikonsumsi, simpanlah di dalam kulkas untuk mencegahnya cepat busuk. Jadi inti dalam penyimpanan alpukat adalah, simpan alpukat yang belum matang dalam lemari, dan simpan alpukat yang telah matang dalam kulkas apabila buah tersebut tak akan dimakan saat itu juga. (nn/ik/ml) http://id.she.yahoo.com/5-bahan-makanan-yang-tidak-dapat-disimpan-di-kulkas.html

Selasa, Mei 31, 2011

Merawat Kulit dengan Isi Kulkas

KOMPAS.com - Perawatan kulit saat ini bukan monopoli kaum wanita saja, melainkan juga pria. Tidak peduli dijuluki si tukang dandan atau cowok kemayu, mereka berlomba mendatangi salon atau pusat perawatan tubuh yang menawarkan beragam cara membuat kulit tetap mulus, halus, bila perlu menjadi semakin memikat.
Namun, tahukah Anda, bila kunci untuk mempunyai kulit halus dan segar itu ternyata tersedia di dapur Anda. Anda bisa membuat penggosok, pembersih, dan masker untuk wajah dan kulit dengan menggunakan tumbuhan dan buah-buahan. Semuanya bisa Anda temukan di kulkas Anda, seperti dijelaskan Luciana Stanciu, seorang pakar perawat kecantikan tubuh dari Noelle Spa, Connecticut, yang termuat dalam buku Secret of The Home Spa-Crissie Painel & Malik.

Luciana tahu bagaimana caranya menggunakan makanan dan tumbuhan untuk scrubbing, pembersih, masker, dan tonik-tonik wajah lainnya. Dia menyarankan untuk mencoba memanfaatkan apa saja yang tersimpan di dalam kulkas di dapur.

Bahan-bahan tersebut antara lain:
- Alpukat Gunanya untuk memberi gizi pada kulit, bagus untuk kulit dewasa. Caranya: haluskan daging buah alpukat sampai lembut, lalu gosokkan merata pada kulit. Biarkan sampai kering sebelum Anda membilasnya dengan mandi.

- Pisang Gunanya sama dengan alpukat, memberi gizi dan melembutkan kulit. Caranya: haluskan pisang sampai lembut kemudian borehkan merata pada permukaan kulit. Biarkan sampai kering, sebelum kemudian Anda membilasnya dengan mandi.

- Wortel Gunanya selain memberi gizi pada kulit, juga mengangkat sel kulit yang sudah mati. Caranya: tumbuk atau parut satu buah wortel dan gosokkan merata pada permukaan kulit. Diamkan selama beberapa menit, sebelum dibilas dengan mandi.

- Timun Berkhasiat untuk mendinginkan dan menambah kandungan air pada kulit, serta memutihkan dan mengencangkan jaringan tubuh. Caranya: kupas dan tumbuk atau parut timun sebelum Anda gunakan sebagai masker wajah. Diamkan selama beberapa menit, kemudian bersihkan dengan cara mencucinya dengan menggunakan air kran yang mengucur (wastafel).

- Kuning telur Berkhasiat memberi gizi pada kulit, mengesatkan dan mengencangkan kulit. Caranya: campurlah satu kuning telur dengan satu sendok teh madu dan gosokkan pada wajah. Biarkan sampai kering kemudian wajah Anda dicuci dengan air bersih.

- Madu Berkhasiat memberi gizi pada kulit. Caranya: campurlah dengan buah atau sayur yang sudah ditumbuk halus atau diblender, untuk membuat masker yang bergizi. Diamkan beberapa menit, setelah kering bilas dengan air bersih.

- Susu Berkhasiat mengangkat sel kulit mati dan memberi gizi pada kulit. Caranya: buatlah pasta untuk mengangkat sel kulit mati dengan menggunakan teh bunga chamomile dan susu bubuk. Oleskan dan ratakan pada kulit, biarkan sampai kering, kemudian bilas dengan air bersih.

- Jeruk Berkhasiat mengencangkan jaringan tubuh, mengangkat sel kulit mati, memutihkan, dan juga sebagai toning. Caranya: tambahkan satu sendok teh jus jeruk nipis pada berbagai macam masker wajah yang sering Anda gunakan. Anda juga bisa membuatnya sebagai toner dengan cara menggosokkan irisan jeruk pada kulit. Tunggu beberapa menit hingga mengering, lalu bilas dengan air bersih.

- Pepaya Berkhasiat mengangkat sel kulit mati. Caranya: gosokkan irisan pepaya matang pada kulit. Tunggu hingga kering, lalu bilas dengan air bersih. Catatan: bagi yang memiliki kulit sensitif agar berhati-hati.

- Kentang Berguna sebagai pemulih sel kulit yang rusak akibat terbakar. Terutama sangat bagus untuk menghilangkan kantung di bawah mata. Caranya: tutupi kedua mata dengan irisan kentang dan diamkan selama 15 menit. Setelah selesai, bersihkan dengan air hangat.

- Stroberi Berkhasiat mengencangkan jaringan tubuh dan memberi gizi pada kulit karena kandungan vitamin C-nya. Caranya: tumbuklah beberapa buah stroberi dan gunakan sebagai masker.

- Tomat Berkhasiat mengencangkan jaringan tubuh. Caranya: gosokkan irisan tomat pada permukaan kulit secara merata. Tunggu beberapa menit sebelum dibilas dengan air bersih.

- Semangka Berkhasiat menambah kandungan air pada kulit, mendinginkan, dan mengencangkan jaringan tubuh. Caranya: gosokkan irisan semangka pada kulit. Diamkan beberapa saat hingga kering. Bilas dengan air bersih.

- Yoghurt Berkhasiat mengencangkan jaringan tubuh dan menyejukkan kulit. Caranya: campur dua sendok makan yoghurt dengan satu sendok teh madu untuk menyejukkan kulit. Bilas dengan air bersih.

Catatan: Sebelum mempraktikkan kiat ini sebaiknya Anda berkonsultasi dengan ahli ataupun dokter kulit, guna mencegah iritasi pada kulit, khususnya bagi Anda yang memiliki kulit sensitif. Selamat mencoba! @ Suharso Rahman

http://health.kompas.com/index.php/read/2011/05/27/0556549/