Tampilkan postingan dengan label Jambi Banjir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jambi Banjir. Tampilkan semua postingan

Selasa, Februari 19, 2013

Ojek Gerobak di Tengah Banjir


JAMBI - Warga di sekitar lokasi banjir betul-betul kreatif. Memanfaatkan momen banjir untuk mendapatkan uang. Seperti yang terjadi di Jalan menuju Desa Niaso, Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, terendam banjir setinggi hampir satu setengah meter.

Kondisi ini dimanfaatkan warga sekitar menyediakan ojek gerobak. Ojek gerobak ini untuk mengangkut motor dan orang yang ingin melintas di jalan yang tengah terendam banjir tersebut.

bagi yang ingin melewati jalan tersebut, harus mengunakan jasa ojek dengan biaya sekali jalan sebesar Rp 30.000. "Mau nyebrang bang, cuma Rp. 30.000," kata warga yang menyediakan jasa ojek gerobak di lokasi banjir.

Motor tersebut dinaikkan ke atas gerobak, dan didorong oleh empat orang melintasi jalan yang terendam, dan sipengdera juga langsung naik ke atas gerobak tersebut. Ada juga warga dari daerah lain mencoba ojek gerobak ke Jalan Desa Niaso yang terendam banjir.

Banjir yang menggenangi ruas jalan menuju Desa Niaso Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, ternyata mendatangkan berkah tersendiri bagi sebagian warga setempat. Dengan adanya banjir dilokasi tersebut, membuat sebagian warga beralih profesi menjadi tukang ojek gerobak, untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Abdulah, salah satu tukang ojek gerobak, mengatakan sudah dua minggu ini ia bekerja sebagai tukang ojek gerobak (19/2).

"Sudah dua minggu saya jadi tukang ojek gerobak. Sebelumnya saya bekerja di kebun karet, tapi sekarang tidak bisa ke kebun lagi sejak banjir datang," ungkapnya kepada ayojambi.com.

"Hasil ojek dibagi empat. Biasanya bekerja dari pagi sampai malam. Jika pagi, banyak warga yang hendak pasar maupun pergi kerja," ujarnya.

Selain itu bagi pengendara sepeda motor, mengaku terbantu dengan adanya ojek gerobak tersebut dilokasi banjir. (Romy)

http://ayojambi.com

Banjir Mengepung Kota Jambi dan Sekitarnya

JAMBI - Banjir yang menggenangi beberapa wilayah di Provinsi Jambi sejak hari Kamis hingga hari ini masih menggenangi permukiman  di Kota Jambi dan Kabupaten Muara Jambi.  di kota Jambi banjir telah menggenangi 1074 rumah, dan di Kabupaten Muaro Jambi sebanyak 5438 rumah.
Banjir kali ini telah meminta korban nyawa akibat terseret arus waktu hendak mandi bersama temannya di kanal desa Niaso (16/2-2013) sekitar pukul 13.00 Wib.

Kedua korban adalah Nanang dan Julian, keduanya berusia 13 tahun, tak terselamatkan setelah tenggelam akibat terperosok ke dalam parit sedalam dua meter, di Desa Niaso, Kecamatan Muaeo Sebo, Muaro Jambi, Sabtu siang. Belakangan diketahui keduanya sebelum kejadian bersama 11 temannya bermain air genangan banjir di lokasi. 

Kedua korban diketahui pelajar Kota Jambi. Keduanya berdasar informasi terkumpul, warga Talang Bakung, Jambi. "Jadi ceritanya mereka dengar kabar ada banjir dan pengin lihat makanya ke sana.

Menurut Sandi, teman korban, mereka ingin mandi bersama-sama. Sedangkan Julian dan Nanang menyelam.

"Kami cuma mandi, tapi Julian dan Nanang menyelam. Namun mereka tak muncul-muncul dipermukaan," kata Sandi, kemarin. (Romy)
http://www.ayojambi.com

Minggu, Februari 17, 2013

Ribuan Rumah Terendam Banjir di 12 Daerah

JAKARTA, KOMPAS.com -- Hujan deras menyebabkan 12 kota dan kabupaten di Indonesia terendam banjir pada Sabtu (16/2/2013) hingga Minggu (17/2/2013). Ribuan rumah dan sawah terendam banjir dengan tinggi antara 20 cm hingga 2 meter.
Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB menyebutkan, daerah-daerah banjir tersebut antara lain:

1. Bojonegoro (Jatim). Banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo sejak Sabtu hingga sekarang. Sebanyak 59 desa di 12 kecamatan mengalami banjir. Sebanyak 1.461 rumah, 1.725 hektar sawah dan jalan desa sepanjang 30 km terendam banjir. Tanggul sungai Bengawan Solo di Desa Ngrape, Kecamatan Kanor mengalami penurunan. Alat berat dan karung pasir disiapkan mengatasi hal itu. Masyarakat telah mengamankan barang-barangnya dan belum mengungsi. Masyarakat Tuban, Lamongan, Gresik diminta waspada karena banjir di Bojonegoro dapat berimbas ke hilirnya.                         

2. Kota Manado (Sulut), banjir pada Minggu (17/2/2013) merendam 6 kecamatan (Singkil, Paal Dua, Sario, Tumintung, Malalayang, Wenang). Tinggi banjir 60-70 cm. Masyarakat mengungsi ke rumah ibadah.

3. Tiga wilayah di Provinsi Jambi, yaitu Kabupaten Sungai Penuh, Muaro Jambi dan Kota Jambi terendam banjir sejak Kamis (14/2). Di Kota Jambi, 1.074 rumah terendam banjir dan 2 orang meninggal. Di Muaro Jambi, banjir merendam 5.438 rumah dan di Sungai Penuh 900 rumah dan 350 ha sawah.

4. Di Bolaang Mongondow Timur (Sulut), banjir bandang terjadi pada Minggu (17/2/2013) di Desa Togid, Kecamatan Tutuyan. Korban banjir masih pendataan.

5. Manggarai Barat (NTT), banjir menerjang Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo pada Minggu (17/2/2013) yang disebabkan meluapnya bendungan Wae Mese. Korban banjir masih pendataan.

6. Aceh Barat (NAD) pada Sabtu (16/2/2013), banjir menggenangi 5 kecamatan (Panton, Reu, Woyla Barat, Meurubo, Johan Pahlawan) yang langganan banjir. Sungai Woyla meluap dan merendam ribuan rumah hingga 1 m.

7. Bandung (Jabar), banjir terjadi sejak Senin (11/2/2013) hingga sekarang akibat luapan Sungai Citarum Hulu. Senanyak 3.808 jiwa masih mengungsi, yaitu 1.809 di Baleendah, 1.599 di Dayeuhkolot, dan 400 jiwa di Bojongsoang. Pengungsi berada di 17 titik.

8. Tabalong (Kalsel), banjir yang terjadi sejak Kamis (14/2/2013) masih merendam 10 desa, 4 kecamatan (Bintang Ara, Tanjung, Kluak, Juai) dengan tinggi 30-100 cm. Pendataan masih dilakukan.

9. Samarinda (Kaltim), banjir menggenangi jalan-jalan dan permukiman pada 16/2. Tidak ada pengungsi.
10. Kapuas Hulu (Kalbar), banjir yang terjadi 11/2 di Kec Silat Hulu dan Silat Hilir mulai menggenangi daerah-daerah hilir. Ada 8 kecamatan yang terdampak. Pendataan masih dilakukan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Dr Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama TNI, Polri, Tagana, SKPD terkait, masyarakat dan lainnya melakukan penanganan darurat bencana.

"Sebagian besar telah didirikan posko, dapur umum, posko, dan lainnya. Akses yang sulit dan keterbatasan peralatan, seperti perahu karet menjadi salah satu kendala penanganan darurat. Alokasi anggaran APBD untuk BPBD terbatas," jelas Sutopo, Minggu.

Menurutnya, Tim Reaksi Cepat BNPB memberikan pendampingan dan perkuatan BPBD di beberapa daerah. Sejak Desember 2012 hingga awal Februari 2013, BNPB telah mendistribusikan bantuan dana siap pakai untuk penanganan banjir dan longsor kepada BPBD sekitar Rp 180 miliar.

Sutopo mengimbau untuk tetap waspada akan ancaman banjir. Banjir masih berpotensi hingga akhir Maret 2013. Menurutnya, BMKG melaporkan adanya tekanan rendah di Australia bagian utara membentuk pumpunan angin memanjang dari Selat Makassar bagian selatan hingga Laut Aru yang menyebabkan peningkatan aktivitas pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Sumatera, Jawa bagian Tengah, Kalimantan bagian Barat, Sulawesi bagian Utara dan Tengah, NTT, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

http://nasional.kompas.com/read/2013/02/17/13270272/

Senin, Desember 12, 2011

Banjir Besar Berpotensi di 16 Propinsi

JAKARTA, KOMPAS.com - Puncak musim hujan di wilayah Indonesia terjadi bulan Desember 2011 dan Januari 2012. Curah hujan akan menjadi salah satu faktor pemicu terjadi banjir, selain faktor lainnya seperti pendangkalan sungai dan kondisi lingkungan di hulu sungai.
Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), Sri Woro B. Harijono, dalam konferensi pers, Senin (12/12/2011) mengatakan bahwa peningkatan curah hujan yang terjadi Desember dan Januari bisa meningkatkan potensi banjir di 16 propinsi.

Sejumlah 16 propinsi dengan potensi banjir tinggi pada Bulan desember 2011 adalah Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalsel, Kalteng, Kaltim, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan.

DKI Jakarta tidak masuk dalam kawasan berpotensi banjir tinggi pada Desember 2011. Curah hujan di Jakarta sendiri selama bulan Desember 2011 tergolong sedang.

Bulan Januari 2012, sebanyak 15 propinsi berpotensi banjir tinggi. Propinsi tersebut adalah Sumatera Utara, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa timur, DKI Jakarta, Bali, NTT, NTB, Kalbar, Kalteng dan Kalsel.

Meski bisa memperkirakan bahwa daerah tertentu akan berpotensi banjir, namun BMKG tidak bisa memperkirakan hari hujan dan banjir tepatnya terjadi karena dinamisnya cuaca. "Untuk harian, baru bisa diperkirakan 3 hari sebelumnya," kata Sri Woro.

Sri Woro juga menegaskan, "curah hujan hanya salah satu faktor. Faktor lainnya ada penggundulan hutan di hulu, daerah aliran sungai, pengendapan di sungai dan sebagainya."

Untuk kota-kota di dataran rendah, seperti jakarta, Semarang dan Surabaya, rob akan mempengaruhi potensi banjir. "Jika curah hujan tinggi dan sedang ada rob, maka potensi banjir besar."

Curah hujan di Indonesia sebagai salah satu pemicu banjir dipengaruhi oleh tiga faktor utama, dinamika di Samudera pasifik, Samudera Hindia serta penguapan.

http://sains.kompas.com/read/2011/12/12/18120488/