Tampilkan postingan dengan label Ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu. Tampilkan semua postingan
Selasa, Januari 10, 2017
Mengharukan, Laki-laki Tanpa Tangan yang Merawat Ibunya Sendirian
Citizen6, Jakarta Sungguh, semangat laki-laki ini perlu diteladani. Meski dia tak punya tangan namun ia bisa melakukan segala hal. Chen Xingyin yang berusia 48 tahun ini berhasil membuat ribuan netizen terharu karena kisah perjalanan hidupnya. Petani dari desa Tongxin Fengdu county, kota Chongqing ini tiba-tiba saja menjadi perbincangan di social media setelah kisah hidupnya yang menyentuh.
Seperti dilansir Shanghaiist.com Laki-laki malang ini kehilangan kedua tangannya karena kecelakaan ketika ia berusia 7 tahun. Waktu itu Chen Xingyin kecil mengalami kecelakaan yang diakibatkan oleh listrik. Akibat musibah ini, Chen Xingyin kehilangan kedua tanganya sekaligus. Nasib kemudian mengubah jalan hidupnya.
Setiap hari ia harus menyesuaikan diri dengan keadaannya yang berbeda dengan sebelumnya. Namun Chen Xingyin tak pernah menyerah. Semangat hidupnya terus menyala-nyala. Sehingga Chen Xingyin bisa melakukan aktivitas seperti orang biasa. Sampai besar, Chen Xingyin bisa mandiri dan tidak merepotkan orang lain.
Bahkan ia bisa melakukan aktivitas seperti orang normal lainnya, termasuk memasak, bertani dan berladang dan memelihara kambingnya. Kini Chen Xingyin tinggal bersama ibunya yang berusi 88 tahun. Karena usia ibu yang dicintainya tersebut sudah sering sakit-sakitan.
Chen adalah anak bungsu dari enam bersaudara. Sejak 2014, ia telah mulai mengurus ibunya yang menderita radang tenggorokan. Ia harus memasak tiga kali sehari untuk ibunya tercinta. Karena sudah tak bisa makan sendiri, laki-laki ini juga harus menyuapi ibunya agar bisa makan. Karena ia tak mempunyai kedua tangan, Chen menyuapi ibunya dengan mulutnya.
Selain sibuk mengurus ibunya, keseharian Chen juga disibukkan dengan hewan peliharaanya, kambing yang berjumlah 20 ekor. Setiap hari jam 3 sore, ia harus membawa kambing-kambingnya ke padang untuk merumput,
Kemandirian Chen dalam menjalani hidup dan pengabdian kepada ibunya yang tulus telah menginspirasi banyak warga. Tiba-tiba Chen menjadi sangat populer dan menjadi selebriti lokal. Bahkan warga di kampungnya telah menjadikan dirinya sebagai panutan, contoh bagi anak-anak di sekitar rumahnya.
Chen juga menimbulkan lebih dari 20 ekor kambing. Setiap sore pukul 3 sore, ia kawanan hewan untuk merumput.
"Meskipun ia tidak memiliki kedua tangan, ia masih bisa bekerja lebih cepat daripada kebanyakan orang," kata salah tetangganya.
Selama bertahun-tahun, Chen telah belajar menggunakan kakinya untuk mencuci, memotong dan memasak makanan. Sekarang, hampir tidak ada tugas yang terlalu sulit untuk dilakukan.
"Dalam beberapa hal, kakinya terlihat lebih berguna daripada tangan saya. Saya sangat hormati dia, semangat kerja kerasnya untuk membuat hidupnya lebih baik dan tidak mengandalkan bantuan dari orang lain sungguh mengagumkan, "kata salah seorang netizen.
"Saya terharu pengen menangis ketika melihat foto dirinya menyuapi ibunya," tulis netizen yang lain.
"Orang-orang seperti dia layak mendapat perhatian lebih dan harus menjadi contoh buat kita semua," tambah netizen lain.
Bagaimana komentar anda?
http://citizen6.liputan6.com/read/2299798/
Rabu, Desember 22, 2010
Ibu, Dimana Engkau Selama Ini!
Pagi hingga malam, malam kembali menganti pagi, harapan mataku selama lebih kurang 53 ingin melihat wajah ibu, namun ternyata harapan tinggal harapan, semuanya seperti ditelan bumi, harapan untuk ketemu dengan orang yang mengandungku selama 9 bulan tidak bakal akan terwujud. Dimana-mana saya selalu melihat ibu-ibu yang memberikan kasih sayang kepada putra-putri mereka, tetapi hal itu tidak pernah aku dapati dari sang ibu, jika engkau ingin membuang daku, mengapa engkau mau melahirkan diriku diatas dunia ini.? Engkau sungguh kejam…. Namun, mungkin ini sudah suratan takdir yang Tuhan Yang Maha Esa.
Dengan sorotan dingin serta guratan wajah yang dialiri beban hidup. Aku hanya berharap agar Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang dapat mempertemukan kedua insan yang terpisah akibat keegoisan kedua orangtua, sehingga sang anak yang tampa dosa harus menderita selama 50 tahun lebih.
Nama Lim Hua Le, Ayah (alm) Lie Giok Seng asal Jambi
Dengan sorotan dingin serta guratan wajah yang dialiri beban hidup. Aku hanya berharap agar Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang dapat mempertemukan kedua insan yang terpisah akibat keegoisan kedua orangtua, sehingga sang anak yang tampa dosa harus menderita selama 50 tahun lebih.
Nama Lim Hua Le, Ayah (alm) Lie Giok Seng asal Jambi
Langganan:
Postingan (Atom)