Tampilkan postingan dengan label 寿山亭庙. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 寿山亭庙. Tampilkan semua postingan

Rabu, Mei 16, 2018

Siu San Teng Gelar Sejit Hok Tek Tjen Sen “福德正神”


JAMBI – Ratusan umat Khonghucu Jambi, Senin (14/5-2018) memadati Klenteng Siu San Teng yang beralamat di Kampung Manggis, Kelurahan Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi, mereka silih berganti mendatangi klenteng Siu San Teng untuk sembahyang sejet Hok Tek Tjen Sen yang jatuh pada Sa Gwee Ji Kao atau 14 Mei 2018, mereka memegang hio sambil berdoa pada hari ulang tahun “Hok Tek Tjen Sen” 福德正神 atau yang lazim dipanggil Tua Pek Kong (dalam bahasa Kokkien) yang artinya datuk tertua, “Hok Tek Chen Sen” juga dikenal sebagai “Thouw Te Kong” 土地公 atau dewa bumi.

Pada umumnya “Hok Tek Tjen Sen” dikenal sebagai dewa keberuntungan. Dewa ini sebenarnya termasuk dalam jajaran dewa tanah, sebab di setiap tanah/ daerah, merupakan kekuasaan beliau.
Menurut Tanoto Kusumah selaku ketua Klenteng Siu San Teng, perayaan sejit ada yang lakukan pada Ji Gwee Jiu Ji kongzili (penanggalan lunar) dan kita adakan pada Sa Gwee Ji Kao berdasarkan kesepakatan para pengurus yang mayolitas adalah pengusaha.
 
Menurut legenda “Hok Tek Tjen Sen” 福德正神 :
Asal muasalnya, sebelum beliau mencapai kesempurnaan menjadi sen ren (dewa), beliau adalah seorang pejabat negara bidang perpajakan yang bernama Hok Tek 福德, Ia adalah seorang pejabat yang bijaksana dan arif bagi rakyat yang hidup dari kekurangan, bahkan ia rela mengeluarkan uang pribadi untuk membantu rakyat yang kuran mampu membayar pajak bumi, kadang kala ia memberikan bantuan kekayaannya kepada rakyat miskin, sehingga ia sangat dicintai rakyatnya.

Suatu ketika beliau sakit dan wafat, jabatan beliau digantikan oleh Wei Chao. Sepak terjang Wei Chao sangat bertolak belakang dengan Hok Tek, Wei Chao sering menekan rakyat, dan tidak segan-segan menghukum mereka, hanya karena mereka terlambat atau tidak mampu membayar pajak karena gagal panen.

Sehingga salah satu petani pada pagi hari memasang gaharu (hio) di sebuah bongkahan batu dibawah pohon besar, petani tersebut sambil berdoa, petani itu menyatakan saat Hok Tek masih hidup dan bertugas sebagai petugas pajak tidaklah sekejam pejabat yang baru. Didalam doanya “Jika engkau dapat mendengar doa saya, mohon bantu agar usaha pertaniannya bisa sukses, tanahnya subur” ternyata apa yang didoakan sang petani, terkabuli, sejak saat itu setiap pagi sebelum memulai kerja disawah, si petani selalu sembahyang dibawah batang pohon, kebetulan petani lain yang liwat merasa heran, mengapa petani itu bicara dengan batu dibawah pohon, orang pada mengangkap dia sudah gila. Ternyata usaha petani tersebut semakin hari semakin maju hingga petani lain juga pada mengikutinya.

Akhirnya berita kesuksesan para petani tersebut tersebar ketelinga sang raja, maka raja mengutus seorang menteri untuk mencari tahu apa sebabnya rakyat di desa itu tiba-tiba jadi makmur, setelah mendapatkan kabar dari sang menteri, rajapun langsung mengunjungi desa itu untuk melihat langsung kehidupan rakyatnya berkat bantuan arwah Hok Tek, akhirnya raja meminta rakyat membuatkan altar yang lebih tinggi, karena sang dewa tidak mungkin diletakan ditanah dan raja juga meminta dibuatkan sebuah miao, sebagai tempat pemujaan, selain itu raja juga memberikan gelar tambahan kepada Hok Tek menjadi Hok Tek Tjen Sen 福德正神 yang artinya Hok Tek Benar-benar Dewa.

Maka para umat Khonghucu disetiap pelosok pada memuja Hok Tek Tjen Sen, dewa bumi bahwa di setiap klenteng terdapat kim sin (patung) Hok Tek Tjen Sen-lah yang paling banyak jumlahnya, bahkan banyak pihak yang memanfaatkan nama besar Hok Ten Tjen Sen untuk tujuan pribadi/ golongan. (Romy).

Minggu, Februari 18, 2018

Ribuan Umat Khonghucu Sembahyang Ke Klenteng 🏮🏮🏮🏮

JAMBI - Perayaan Tahun Baru Imlek ke 2569 kongzili di Kota Jambi, di sambut antusias oleh ribuan umat Khonghucu se-kota Jambi (16/2-2018).

Sejak pukul 00.00 dinihari, belasan klenteng di kota Jambi telah di buka untuk memberikan pelayanan terhadap umat yang hendak lakukan sembahyang Imlek tahun 2018.

Aroma gahayu yang semerbak harumnya tercium dari depan gerbang klenteng diiringi terangnya puluhan lilin berwarna merah dari berbagai ukuran Sebagai ungkapan rasa syukur. Sembahyang imlek sudah dilakukan umat Khonghucu sejak ribuan tahun silam secara turun temurun dan dilakukan setiap perayaan Imlek.

Warga berharap, di tahun yang baru ini, kehidupan akan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dan keluarganya akan diberikan kesejahteraan serta kesehatan. Ribuan warga Tionghua yang mayolitas beragama Khunghucu untuk memanjatkan doa.

Seperti yang dilakukan para umat Khonghucu di klenteng Siu San Teng, klenteng terbesar di kota Jambi yang terletak dikawasan Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, kota Jambi.

Warga berharap semoga di tahun yang baru ini, kehidupan akan lebih baik dan umat akan diberikan kesejahteraan serta kesehatan. (Romy)
* https://www.facebook.com/makinjambi

Sabtu, April 29, 2017

占碑寿山亭庆祝福德正神神圣诞吉辰占碑寿山亭庆祝福德正神神圣诞吉辰

 
 
 
 百多信徒祈求国泰民安 风调雨顺
座落在占碑 HMO Bafadhal街, Rt. 23 Manggis 村 寿山亭庙,于4月25日举行福德正神圣诞吉辰庆祝。是日上午十时,寿山亭基金会名誉主席陈远庆、炉主及百多位信众举行祈拜、道士郑连丁主持祈拜,诵经念咒,带领信众,礼拜玄天上帝后,祈拜福德正神,祈求神恩赐福,让印尼国家,国泰民安、风调雨顺,远离天灾人祸,占碑社会安宁,生民衣食丰足,康宁寿福。
  陈远庆表示,我们每逢新春节来临前夕,都会祈拜天公(玄天上帝),每逢神吉日时也都举办答谢神恩各种活动,同时也有台神轿游街等一系列节目。
  Romy /hk

http://www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20170429/315861.shtml
* https://www.facebook.com/makinjambi