Tampilkan postingan dengan label 占碑獅仔殿孔教. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 占碑獅仔殿孔教. Tampilkan semua postingan

Minggu, Juni 24, 2018

Cinta Riswandy dan Cindy Bersemi Dari Medsos

JAMBI - Nabi Kongze menjadi saksi cinta mereka berdua. Riswandy dan Cindy adalah warga kota Jambi yang menyatakan ikrar satu hati satu cinta di hadapan Nabi Kongze di Littang MAKIN Sai Che Tien di Jalan Koni IV, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. “Sesuai dengan UU No 1/1974 bahwa syarat sah pernikahan ialah dilakukan cara agama Khonghucu dan dicatatkan di pemerintah sipil, maka kalian berdua telah sah menjadi suami istri,” kata Ketua Rohaniawan MATAKIN Provinsi Jambi, The Lien Teng pernikahan sepasang suami istri baru itu, Sabtu (23/6/2018).

Pernikahan Riswndy dan Cindy memang cukup menyedot perhatian khalayak. Bukan saja lantaran resepsi mereka yang diiringi pelepasan balon di udara. Namun, perayaan dan lokasi pernikahan mereka juga terbilang cukup unik, yakni di littang atau klenteng yang selama ini jadi pusat aktivitas pernikahan umat Khonghucu.

“Klenteng (Littang) ini namanya MAKIN Sai Che Tien, karena ada altar Nabi Purba Fu Xi yang dipakai oleh penganut Konfusianisme sebagai tempat ibadah dan sekaligus untuk pernikahan ala Khonghucu,” kata Darmadi Tekun, selaku ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Sai Che Tien Jambi.

Yang tak kalah menggembirakan lagi, cinta pertama dari pasangan suami istri ini berawal dari pertemanan di media sosial facebook 6 tahun yang lalu, ujar Cindy kami bertemu di media sosial 6 tahun silam.

Menurut ketua Rohaniawan Khonghucu Jambi, The Lien Teng, yang tidak lain adalah kakek dari Cindi Clarissa The, kebebasan beragama dan kesamaan hak warga negara, khususnya warga Khonghucu di Nusantara, telah berkembang pesat. Tak hanya dalam pengakuan agama Khonghucu saja. Namun, dalam hal perkawinan, pengurusan kartu tanda penduduk (KTP), hingga pelajaran agama Khongucu pun juga mendapatkan perlakuan yang sama.

Namun sangat disayangkan bahwa saat ini jumlah Rohaniawan di Jambi yang aktif tinggal seorang, semestinya di Jambi harus memiliki 11 Rihaniawan sesuai dengan jumlah MAKIN yang ada di Jambi…!!! Ini merupakan tantangan dari MATAKIN Pusat dan MATAKIN di daerah Jambi. (Romy)
* https://www.facebook.com/makinjambi

Rabu, Mei 24, 2017

Prosesi Pengisian Roh Suci Sen Ren (khai kuang) di Klenteng Sai Che Tien Jambi

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
JAMBI - Sebuah patung dewa atau kim sin yang yang terbuat dari bahan kayu maupun porselen bila belum dilakukan pengisian roh suci (kai kuang/开光), maka kim sin tersebut belum memiliki kekuatan. Untuk melakukan pengisian roh suci (kai kuang) tidak dapat dilakukan sembarangan orang, dan waktunyapun tidak bisa sembarangan hari.

Hasil pantauan Indochinatown (21/5-2017) dini hari di Klenteng Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Sai Che Tien (占碑獅仔殿孔教), yang beralamat di Jalan Koni IV, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, sejak tengah malam puluhan umat Khonghucu mengikuti prosesi pengisian roh suci shen ren (kai kuang) yang dipimpin Lim Tek Chong taushe dari Tiongkok.

Lim Tek Chong taushe melakukan membuka aura tujuh buah kim sin/ patung dewa-dewi ((kai kuang)), terdiri dari kim sin Kongzi/ 孔子, Hok Hie Tee Sien/ 伏羲帝仙, Kwan Seng Tee Kun/ 關聖帝君, Nam Hai Kwan Im/ 南海觀音, Hok Tek Tjen Shen/ 福德正神 (2 kim sin), Tua Lang Kong/ 大人公 (Romy)