Selasa, Desember 23, 2008

Mencekam, Toko Mendadak Ditutup

AKSI unjuk rasa yang digelar oleh massa yang mengatasnamakan masyarakat Kerinci, membuat Kota Sungaipenuh menjadi mencekam sejumlah toko yang ada di Kota Sungaipenuh mendadak ditutup rapat oleh pemiliknya. Pasalnya, unjuk rasa yang digelar didepan gedung empat jenis meluas hingga ke pasar.

Pantauan koran ini ke pasar Sungaipenuh terlihat sejumlah para pembeli berlarian mencari tempat aman. Bahkan ada diantara pembeli berusaha untuk berlindung di dalam toko, masyarakat Sungaipenuh sepertinya ketakutan dengan aksi unjuk rasa yang rusuh tersebut.

Kondisi Kota Sungaipenuh menjadi kacau balau, arus kendaraan yang lalu lalang sudah tidak teratur lagi. Mereka berusaha untuk menyelamatkan diri dan kendaraannya, pihak Kepolisian pun tak bisa lagi mengatur kendaraan, karena fokus untuk menghalau massa yang menduduki gedung empat jenis yang sebelumnya digunakan sebagai tempat Rapat Paripurna.

Hampir disetiap simpang, kendaraan bermotor saling bersimpangan pada umumnya para pembeli berlarian menuju desa Sungaipenuh untuk menyelamatkan diri tak hayal wajah cemas muncul diraut mereka.

Kondisi bertambah mencekam saat dicuatkannya isu bahwa massa dari kecamatan Hamparan Rawang akan masuk ke Kota Sungaipenuh, sejumlah warga Sungaipenuh pun menjadi panik. Mereka juga menutup rapat pintu rumahnya anak-anak mereka juga disembunyikan didalam rumah dan teriakan histeris pun dari warga Sungaipenuh, yang merasa ketakutan.

Sementara bapak-bapak juga terlihat emosi mendengarkan isu tersebut, mereka sempat keluar rumah dengan membawa parang dan pemukul untuk menjaga diri kalau benar isu tersebut. Tampat warga Kota Sungaipenuh pun berjaga-jaga, beruntung kondisi tersebut cepat ditenangkan oleh pihak keamanan.

Dari informasi yang didapatkan oleh koran ini bahwa massa akan terus bertambah dari warga Pondok Tinggi dan Rawang. Hal juga terus membuat masa semakin brutal mereka terus merusak gedung empat jenis.

Sementara itu, disisi lain sejumlah pegawai di kantor Bupati dan disetiap Dinas terlihat sepi aktivitas Pemda lumpuh total. Diindikasi sejumlah pejabat Kerinci mulai ketakutan melihat aksi masa yang semakin brutal, dikhawatirkan para demonstran juga akan mengarahkan sasarannya ke kantor Bupati Kerinci.

Pasalnya, para pengunjuk rasa juga mencerca sejumlah PNS yang menggunakan seragam lengkap, makanya seluruh pegawai pulang kerumahnya masing-masing untuk mengamankan diri.

Pantauan Koran ini ke kantor pemda Kerinci, hanya sebagian pegawai yang masih bertahan dikantor, itupun juga terlihat mereka cemas dan terkesan juga untuk pulang kerumahnya masing-masing. Sementara sebagian pegawai lainnya juga telah pulang kerumahnya masing-masing (Team JE).